Popular Posts

Friday, June 19, 2026

20 June 2026 (Sabtu) | Hari Sabtu Biasa XI |Peringatan Santa Perawan Maria pada hari Sabtu

20 June 2026 (Sabtu)

Hari Sabtu Biasa XI |Peringatan Santa Perawan Maria pada hari Sabtu 

20 June 2026 (Saturday)

Saturday of the Eleventh Week in Ordinary Time

Ordinary Weekday | Optional Memorial of the Blessed Virgin Mary

Pembacaan Pertama: Kitab Kedua Tawarikh 24:17-25

Pembacaan Mazmur: Mazmur 89:4-5.29-30.31-32.33-34; Refren: 29a

Bait Pengantar Injil. Alleluia: 2 Korintus 8: 9

Pembacaan dari Injil Santo Matius: Matius 6:24-34

Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.

Warna Liturgi Hijau.


Madah

O ratu kami yang mulia
Luhur tiada taranya
Engkau merangkul memangku
Tuhan Allah penciptamu.

Pintu yang ditutup Hawa
Dibuka putera bunda
Engkaupun turut berjasa
Membukakan gerbang surga.

Kami anggap tugas luhur
Untuk mengucapkan syukur
Dengan menyanyikan madah
Atas anugerah Allah.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan Roh-Nya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada bunda Maria.
Amen.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Tawarikh 24:17-25

“Kalian telah membunuh Zakharia antara Bait Allah mezbah.”

    Sesudah Imam Yoyada meninggal dunia, para pemimpin Yehuda datang menyembah raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadahlah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. Namun Tuhan mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya. 

    Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, putera imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Mengapa kalian melanggar perintah-perintah Tuhan, sehingga kalian tidak beruntung?’ Oleh karena kalian meninggalkan Tuhan, maka Ia pun meninggalkan kalian!” Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap Zakharia, dan atas perintah raja mereka melempari dia dengan batu di pelataran rumah Tuhan. Raja Yoas tidak ingat akan kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. 

    Ia membunuh putera Yoyada itu, dan pada saat kematiannya Zakharia berseru, “Semoga Tuhan melihatnya dan menuntut balas!” Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas, dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh, dan segala jarahan dikirimkan mereka kepada raja negeri Damsyik. Walaupun tentara Aram itu datang dengan orang sedikit, namun Tuhan menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka. 

    Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas. Ketika orang Aram pergi, Yoas ditinggalkan dengan luka-luka berat. Lalu para pengawalnya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah putera Imam Yoyada. Mereka membunuh Raja Yoas di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi bukan di makam para raja.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:4-5.29-30.31-32.33-34; Refren: 29a

Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.

1.  Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun-temurun.”

2.  Untuk selama-lamanya, Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa, dan takhtanya seumur langit.

3.  Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku; jika ketetapan-Ku mereka langgar dan perintah-perintah-Ku tidak mereka patuhi.

4.  Maka akan Kubalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan.

BAIT PENGANTAR INJIL: 2 Korintus 8: 9

R. Alleluia, alleluia.

Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar berkat kemiskinan-Nya,

kalian menjadi kaya.

R. Alleluia, alleluia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:24-34

(Umat) : Dimuliakanlah Tuhan

“Janganlah khawatir akan hari esok.”

    Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? 

    Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? 

    Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Untuk renungan kita hari ini:

Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.

Renungan pembacaan pada hari ini.

Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

    Mari kita imbas kembali bagaimana ajaran dan homili yang telah disampaikan oleh paderi atau Uskup kita di tempat kita masing-masing. Apa yang saya kongsikan disini mungkin ada yang sudah tahu. Sila baca kembali dan kongsikan kepada mereka yang ingin belajar dan mahu memperdalamkan lagi iman katolik mereka. Pembacaan pada hari ini memberi kita peringatan yang cukup jelas bahawa, barangsiapa yang memilih duniawi ini, hidupnya adalah sia-sia sahaja. Dan barangsiapa memilih jalan dan kehendak Tuhan, mereka akan menemukan keselamatan melalui Gereja-Nya yang Satu, kudus, Katolik dan Apostolik. 

    Peristiwa yang telah terjadi di dalam pembacaan pertama ini merupakan kemurahan hati Tuhan yang sentiasa menantikan pertobatan mereka. Tuhan tetap mengutus nabi-nabi-Nya kepada mereka agar mereka semua berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mahu mendengarkannya. Tetapi oleh kerana Raja Yoas mulai berubah dan rakyatnya pun meninggalkan Tuhan dan mulai menyembah berhala, Tuhan menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka kerana orang Yehuda telah meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka. Namun kita perlu melihat bagaimana Yoas, yang merupakan seorang raja termuda di Yerusalem, telah menjadi raja ketika ia berusia 7 tahun dan memerintah selama 40 tahun. Alkitab telah mencatat: “Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada.” (2Taw. 24:2) 

    Tuhan tetap memberkati kehidupan Raja Yoas, tetapi disebabkan kehilangan arah hidup, dia memilih untuk mengikuti jalan yang salah. Seringkali kita menyalahkan Tuhan jika usaha dan doa-doa kita tidak terjawab dan mendatangkan hasil. Boleh jadi ada di antara kita pergi berjumpa pakar dukun yang kununnya boleh mengubati sakit penyakit kita. Barangkali ada yang sanggup makan dan minum setelah di beri arahan daripada bomoh-bomoh duniawi ini. Tetapi setelah bertahun-tahun, keadaan kita masih sama dan kembali kepada yang asal. Marilah kita melihat sendiri mengapa pada saat ini Tuhan tetap memelihara dan menjaga kita. Apa yang perlu kita imani di dalam pembacaan pertama ini adalah jangan sesekali meninggalkan Tuhan apabila kita tidak mendapat bimbingan lagi. Kita datang kepada Tuhan setiap hari. 

    Hadirlah ke Ekaristi di mana Yesus sungguh-sungguh hadir dan ingin menyelamatkan kita semua. Ikutilah cara hidup dan pelayanan Para Orang Kudus kita. Dan cuba teliti bagaimana Tuhan membimbing mereka semua dalam keadaan yang sulit atau sukar. Kita boleh baca kembali mengenai kisah Bunda Maria dan Santo Yusuf, bagaimana mereka lebih memilih untuk setia kepada kehendak Tuhan. Oleh itu adalah penting sekali bagi kita semua untuk melakukan doa dan renungan, agar kita tidak mudah lupa berkat dan kasih Allah yang sentiasa hadir di dalam kehidupan kita setiap hari.

    Dan di dalam pembacaan Injil hari ini, kita diingatkan bahawa kita harus menaruh kepercayaan kepada Allah di atas segalanya dan tidak boleh mengkhuatirkan hal-hal duniawi ini. Tuhan itu lebih tahu segalanya kerana Dia adalah Bapa kita di Surga yang tahu apa keperluan kita seterusnya. Kita harus mengabdi kepada Allah dengan sepenuh hati dan tidak boleh membiarkan kekhuatiran itu menguasai hidup kita apabila memikirkan keperluan duniawi. Itulah sebabnya mengapa di dalam Injil Matius 6:24 mengatakan, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” 

    Ayat ini mengingatkan kepada kita bahawa hati kita harus sepenuhnya diserahkan kepada Allah, dan bukan kepada kekayaan duniawi ini. Mengutamakan Allah di dalam hidup kita bererti percaya bahawa Dia akan memenuhi keperluan hidup kita dan memberikan apa yang terbaik. Dan di dalam ayat 26 ini, Yesus berkata, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Ayat ini juga mengajarkan kita untuk mempercayai pemeliharaan Allah di dalam setiap aspek kehidupan kita. 

    Seperti burung yang tidak khuatir tentang makanan, kita juga diajak untuk tidak khuatir tentang keperluan hidup kerana Allah itu tahu apa yang kita perlukan dan Dia setia menyediakan. Oleh itu kita semua yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) perlu mengutamakan Tuhan dan mencari dahulu kebenaran dan Kerajaan-Nya. Fokus utama kita bagi Misi dan Visi kita disini adalah harus mencari Kerajaan Allah dan hidup dalam kebenaran-Nya. Ketika kita menempatkan Allah dan kehendak-Nya di atas segalanya, kita dijanjikan bahawa segala keperluan kita akan dicukupi. Ini adalah janji yang memberikan ketenangan dan kebebasan daripada sentiasa cemas dan khuatir akan hal-hal duniawi. 

Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik

Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik. 

Doa Permohonan Pagi

Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:

U: Semoga bunda-Mu mendoakan kami, ya Tuhan.

P: Kristus, matahari sejati, perawan Maria telah mendahului Engkau seperti fajar mendahului siang,* semoga kami hidup dalam cahaya kedatangan-Mu.

P: Sabda kekal, Engkau telah memilih Maria menjadi bunda-Mu yang tak bernoda,* bebaskanlah kami dari noda dosa.

P: Penyelamat kami, pada saat penderitaan dan wafat-Mu, bunda-Mu berdiri di kaki salib,* semoga berkat doanya, kami mengambil bagian dalam penderitaan-Mu dengan gembira hati.

P: Yesus Yang Mahamurah, ketika terpaku pada salib, Engkau menyerahkan Maria kepada Yohanes sebagai bundanya,* semoga kami hidup selaku putera Maria yang sejati.

Atau:
Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:

U: Semoga bunda-Mu mendoakan kami, ya Tuhan.

P: Penyelamat dunia, berkat kekuatan penebusan-Mu, Engkau telah melindungi bunda-Mu terhadap noda dosa,* lindungilah kamipun terhadap dosa.

P: Penebus kami, Engkau menjadikan santa Maria tempat kediaman Roh kudus,* penuhilah kami juga dengan Roh-Mu.

P: Sabda kekal, Engkau telah mengajar bunda-Mu memilih bagian yang terbaik,* semoga kami meneladan dia dan tekun mendengarkan sabda-Mu.

P: Raja para raja, Engkau telah mengangkat bunda-Mu ke surga dengan jiwa raganya,* semoga hati kami tetap terarah kepada-Mu.

P: Penguasa surga dan dunia, Engkau mentakhtakan Maria menjadi ratu yang mulia,* semoga kamipun Kauizinkan masuk ke dalam kemuliaan abadi.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, dengan meriah kami mengenangkan perawan Maria dan kami percaya bahwa ia berdoa bagi kami. Semoga karena doanya Engkau berkenan melimpahkan rahmat-Mu kepada kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
Kehadiran-Mu yang sakti.

T’rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus Roh-Nya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amen.

Doa Permohonan Petang

Kristus menggembirakan semua orang yang berharap kepada-Nya. Sebab itu marilah kita berdoa:
U: Pandanglah dan dengarkanlah kami, ya Tuhan.
P: Kristus, Engkaulah saksi yang setia, Engkau telah bangkit dari alam maut, dan dalam darah-Mu Engkau menyucikan kami dari dosa,* semoga kami tetap mengenangkan karya-Mu yang luhur.
P: Semoga semua orang yang Kaupanggil sebagai pewarta Injil,* melayani rahasia kerajaan-Mu dengan tekun dan setia.
P: Raja damai, semoga Roh-Mu memenuhi hati para pemimpin bangsa-bangsa,* supaya mereka memperhatikan orang yang miskin dan papa.
P: Bantulah semua orang yang dipandang hina karena suku atau warna kulit, karena tingkat hidup, bahasa atau agamanya,* agar hak dan mertabat mereka diakui sepenuhnya.
P: Terimalah semua orang yang telah meninggal dalam cinta-Mu dan ikut sertakanlah mereka dalam kebahagiaan,* bersama santa perawan Maria dan semua orang Kudus-Mu.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...