Popular Posts

Wednesday, November 27, 2024

Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam Minggu Biasa ke-34 (Tahun A, B, C) Our Lord Jesus Christ, King of the Universe—Solemnity Thirty-Fourth Sunday in Ordinary Time (Year A, B, C)

Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam Minggu Biasa ke-34

(Tahun A, B, C)

Our Lord Jesus Christ, King of the Universe Solemnity

Thirty-Fourth Sunday in Ordinary Time (Year A, B, C)

  Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam adalah hari Minggu terakhir dalam tahun liturgi Gereja Katolik. Tahun liturgi merayakan penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus sepanjang tahun. Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam jatuh pada Ahad terakhir dalam kalendar liturgi, atau Ahad terakhir pada bulan Oktober. Paus Pius IX ingin menunjukkan bahwa Yesus Kristus lebih tinggi dan berkuasa di atas segala kekuatan dunia melalui Ensiklik Quas Primas. Yesus yang menentukan penghakiman atas segala makhluk di dunia, sehingga layak diberi gelar sebagai Raja Semesta Alam dan Raja Eskatologis.

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, biasa disebut dengan Pesta Kristus Raja, Minggu Kristus Raja atau Minggu Pemerintahan Kristus, adalah pesta Gereja Katolik dalam tahun liturgi yang menekankan kerajaan Kristus yang sebenarnya. Pesta ini merupakan tambahan yang relatif baru pada kalender liturgi, yang ditetapkan pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI untuk Gereja Katolik Ritus Romawi.

Hari ini adalah Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, yang menandai berakhirnya Tahun Liturgi. Pada tahun 325, Konsili Ekumenis Pertama mendefinisikan keilahian Kristus untuk melawan ajaran sesat Arian. Pada tahun 1925, Paus Pius XI menyatakan bahawa mengakui kedudukan Kristus sebagai Raja adalah cara terbaik untuk mengalahkan ketidakadilan. Perayaan Kristus Raja dipindahkan ke hari Minggu terakhir tahun liturgi pada  tahun 1969 untuk menekankan bahawa Yesus Kristus, Raja, adalah tujuan akhir perjalanan hidup kita di dunia ini. Teks-teks alkitabiah tentang lingkaran liturgi membantu kita lebih memahami peribadi Yesus Kristus. (Mat. 25:31-46).

Tahun Liturgi mewakili kehidupan kita dalam bentuk yang kecil, dan pengalaman ini berfungsi sebagai peringatan dan kesempatan peluang bagi pendidikan bahawa tujuan utama kita adalah bertemu dengan Yesus Kristus, Sang Mempelai, ketika Dia kembali sebagai Raja dan Tuhan atas kehidupan dan sejarah. Kita semua menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali, kerana kedatangan-Nya yang pertama adalah dalam kerendahan hati seorang Anak bayi yang dibaringkan di dalam palungan (Luk. 2:7). Kedatangan-Nya yang kedua kali akan terjadi dalam kemuliaan-Nya, yang kita rayakan secara liturgi hari ini.

Namun ada juga kedatangan peralihan yang kita jalani saat ini, di mana Yesus hadir di dalam kita melalui Rahmat yang kita terima di dalam Sakramen-Sakramen Gereja Katolik dan di dalam setiap manusia “yang terkecil” seperti yang dikatakan di dalam Injil Matius iaitu menjadi seperti anak kecil (Mat. 18:3). Kita juga dipanggil untuk mengenali Yesus yang hadir di antara setiap peribadi saudara dan saudari yang kita temui setiap hari. Sepanjang perjalanan kita ini, liturgi gereja juga menawarkan kepada kita sebuah sekolah kehidupan untuk mengajar kita tentang bagaimana mengenali Tuhan yang hadir di dalam kehidupan kita sehari-hari dan mempersiapkan kita untuk kedatangan-Nya yang terakhir.

Yesus telah berjanji dan meyakinkan kepada kita bahawa Dia akan menyertai kita sampai ke akhir zaman. Namun yang sering ditanyakan, dimanakah Dia sebagai Tuhan dan Raja kita? Jawabannya adalah, untuk menemukan-Nya, kita harus mengikuti teladan-Nya, mewujudkan perasaan-perasaan-Nya, dan tetap fokus kepada-Nya. Sekalipun kita hidup di dunia, kita bukanlah sebahagian dari dunia ini. Oleh kerana itu, kita harus tetap teguh dalam iman dan tetap mengikuti Yesus yang selalu menyertai kita dan membimbing hidup kita.

Disediakan dan dikemaskini oleh:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

Thursday, November 14, 2024

Kemurahan hati Tuhan Yesus Kristus kepada kita semua

Pembacaan dan renungan singkat:

Kemurahan hati Tuhan Yesus Kristus kepada kita semua.

Renungan singkat hanya untuk di kalangan umat Gereja Roman Katolik sahaja.

    Untuk renungan yang singkat ini, saya menggunakan bahasa yang sederhana dan kampungan style punya (seperti perkongsian saya sebelum ini) agar dapat membantu kepada golongan bagi mereka yang lemah dan tidak terpelajar untuk memahani pesan Tuhan melalui firman-Nya yang kita baca, renungkan dan doakan setiap hari khususnya pada hari ini di Misa Kudus.

Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
 
    Marilah kita mendekatkan diri kepada Tuhan setiap hari. Kita semua sudah melalui pelbagai kesukaran, kesengsaraan, penghinaan, caci maki, penolakan dan kesulitan di dalam kehidupan sejak dari kita kecil sehinggalah dewasa. Di dalam perjalanan hidup ini menuju ke Syurga, Tuhan sentiasa memberikan kita jalanNya agar pada suatu hari nanti, kita memperolehi kehidupan yang kekal. Berusahalah untuk memahami pesan Tuhan dan cubalah renungkan kembali nasihat Yesus Kristus supaya berhati-hati terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yang perlu kita ingat sentiasa adalah, apakah kita ini sudah memberikan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan? Memberikan diri ini sepenuhnya kepada Tuhan merupakan salah satu cara untuk kita menjadi miskin dalam roh, sama seperti persembahan seorang janda miskin ini (Markus 12: 41 – 44). Yesus telah berkata, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, kerana merekalah yang empunya Kerajaan Syurga” (Matius 5: 3). Miskin dalam roh ini bererti kita mulai menyedari bahawa hidup kita ini adalah milik Tuhan, dan tiada ada sesuatu pun yang akan kekal. Semuanya akan berakhir dan kita yang lahir di dunia ini akan kembali kepada Allah Bapa kita di Syurga (Ayub 1: 21, Kejadian 3: 19). Jangan kita menipu diri kita sendiri lagi. Cukuplah segala dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Dengan kesedaran dan pengertian yang Tuhan telah berikan kepada kita setiap hari, carilah dulu Kerajaan Allah. Yesus Kristus yang lahir di dunia ini, sesuai dengan perayaan Natal yang kita rayakan setiap tahun merupakan kesempatan bagi kita semua untuk kembali menjadi miskin di dalam roh, seperti Yesus, yang datang dan menjadi miskin agar kita memperolehi keselamatan dalam namaNya (Lukas 2: 7). Di dalam palungan ini telah menjelaskan kedudukan Yesus sebagai seorang Gembala yang baik, yang sanggup lahir di kandang domba (atau palungan) di Betlehem. Yesus memilih untuk hadir di tengah-tengah manusia agar kita yang hadir di Ekaristi setiap hari, dapat mengerti bahawa Yesus yang miskin ini ada di kalangan kita semua (Matius 25: 31 – 46). Inilah kemurahan hati Tuhan kerana adanya pendosa, miskin dan lapar. Di dalam perayaan Ekaristi yang kita rayakan, marilah kita menanggapi pesan Yesus Kristus ini setiap kali kita menerima Komuni Suci ini. Tubuh dan DarahNya yang kita terima setiap hari di Misa Kudus adalah kemurahan hati Yesus yang miskin. Inilah Tuhan kita dan inilah juga kurban salib dan kurban Misa, yang satu dan sama, iaitu kurban yang dipersembahkan dan diwariskan oleh Kristus Tuhan pada perjamuan malam terakhir. Ini diperintahkan kepada para Rasul, supaya dilakukan sebagai kenangan akan Dia. Maka Misa itu sekaligus merupakan kurban pujian dan syukur, kurban pendamai dan penebusan.

Sebagai seorang paderi katolik, hidup rohani kemiskinan Yesus ini perlu ada agar dapat mengerti di dalam doa bahawa kemiskinan Yesus itu dapat membawa umat Allah untuk hidup di hadirat Tuhan dan mengalami akan kasihNya. Kasih Allah yang dimaksudkan ini adalah kita sudah mampu memberikan diri kita kepada sesama kita. Lihatlah kembali bagaimana cara hidup Para Orang Kudus kita ini. Kehidupan kemiskinan di dalam roh yang mereka telah lalui di dunia ini kini dipenuhi oleh kemurahan hati Yesus di Syurga untuk selama-lamanya. Tiada ketakutan untuk memberikan diri mereka kepada Tuhan dan sesama, tetapi setia dan taat untuk mengikuti jalan kasih Allah, lebih-lebih lagi dalam soal menyahut panggilan dari Tuhan dan kekudusanNya. Itulah sebabnya mengapa Para Orang Kudus kita di Syurga mengerti bahawa, Ekaristi yang mereka terima setiap hari adalah jalan hidup kemiskinan Tuhan Yesus Kristus. Saya menasihatkan agar semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) ini berusaha sebaik-baiknya seturut kemampuan kita sebagai manusia, untuk yakin dan pasti bahawa kehidupan kemiskinan Yesus ini adalah cara hidup dan pelayanan kita semua. Saya berdoa agar kita yang masih berjuang untuk memahami kemiskinan Yesus ini mendapat kebijaksaan dan pengetahuan yang benar dari Roh Kudus. Semoga dengan bantuan dari Tuhan, kita semua dibimbing untuk masuk ke Syurga tanpa dosa dan kejahatan.

Disediakan dan dikemaskini oleh:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

Friday, November 1, 2024

Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God.

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

2 July 2026 (Thursday) | Thursday of the Thirteenth Week in Ordinary Time

2 July 2026 (Thursday) Thursday of the Thirteenth Week in Ordinary Time First Reading:  Amos 7:10-17 Responsorial Psalm: Psalms 19:8, 9, 10,...