Popular Posts

Sunday, May 31, 2026

1 June 2026 (Isnin) | ISNIN HARI BIASA IX | Peringatan Wajib Santo Yustinus – Martir

1 June 2026 (Isnin)

ISNIN HARI BIASA IX
Peringatan Wajib Santo Yustinus – Martir 

Pembacaan Pertama: 2 Petrus 1:1-7

Pembacaan Mazmur: Mazmur 91:1-2.14-15ab.15c-16; Refren:2b

Bait Pengantar Injil. Alleluia: Wahyu 1:5ab

Pembacaan dari Injil Santo Markus: Markus 12:1-12

Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.

Warna Liturgi Merah.

Madah

Marilah kita bernyanyi
Dengan gembira memuji
Kejayaan para kudus
Yang dibunuh demi Kristus.

Berkat imannya yang kuat
Dan dibantu oleh rahmat
Mereka bertekad bulat
Setya sampai akhir hayat.

Meskipun diancam maut
Tidaklah mereka takut
Sebab Tuhan mendampingi
Dengan kuasa ilahi.

Mari mohon pada Tuhan
Agar kita digabungkan
Pada rombongan pahlawan
Sepanjang segala zaman. Amen.

Bacaan I – 2 Petrus 1:1-7

Yesus Kristus telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga. Berkat Dia kalian boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus:

Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Semoga kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kalian, oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus Tuhan kita.

Kekuasaan-Nya yang ilahi telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh, berkat pengenalan akan Dia, yang memanggil kita dengan kuasa-Nya yang mulia. Dengan cara demikian Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar. Berkat janji-janji itu kalian boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Justru karena itu kalian harus sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu: kebajikan, dan kepada kebajikan: pengetahuan, dan kepada pengetahuan: penguasaan diri, kepada penguasaan diri: ketekunan, dan kepada ketekunan: kesalehan, dan kepada kesalehan: kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara: kasih akan semua orang.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 91:1-2.14-15ab.15c-16; Refren:2b

Ya Allahku, pada-Mulah aku percaya.

1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai.”

2. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakannya.

3. Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya, dengan umur panjang akan Kukenyangkan dia; kepadanya akan Kuperlihatkan keselamatan yang datang dari pada-Ku.

Bait Pengantar Injil – Wahyu 1:5ab

R. Alleluia, alleluia.

Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari alam maut; Engkau mengasihi kami dan mencuci dosa kami dalam darah-Mu.

R. Alleluia, alleluia.

Bacaan Injil – Markus 12:1-12

Mereka menangkap dan membunuh putera kesayangan, dan melemparkannya ke luar kebun anggur.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya, “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur, dan mendirikan menara jaga. Kemudian disewakannya kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap, lalu ia berangkat ke negeri lain. Ketika sudah tiba musim panen, ia mengutus seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun. Tetapi hamba itu ditangkap dan dipukuli oleh para penggarap lalu disuruh pergi dengan tangan hampa. Kemudian pemilik kebun anggur itu menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang itu mereka pukuli sampai luka kepalanya, dan sangat mereka permalukan. Lalu pemilik itu menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul, dan ada yang mereka bunuh.

Kini tinggal satu orang, yakni puteranya yang kekasih. Dialah yang akhirnya diutus kepada mereka, sebab pikirnya, ‘Puteraku pasti akan mereka segani.’ Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain, ‘Dia itulah ahli waris! Mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkap dan membunuh dia, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggurnya kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca ayat ini: Batu yang dibuang oleh para tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Itulah tindakan Tuhan, suatu hal yang ajaib dalam pandangan kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak. Maka mereka pergi dan membiarkan Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Untuk renungan kita hari ini:

Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.

Renungan pembacaan pada hari ini.

    Di dalam Gereja kita, selain liturgi, ada banyak kegiatan rohani seperti retret, rekoleksi, seminar, kebaktian kebangunan rohani, pendalaman kitab suci dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan seperti ini bertujuan menumbuhkan dan memupuk iman agar berbuah dalam kasih pelayanan dan kita tidak mudah lemah oleh kerana hal-hal yang menjauhkan kita dari Yesus Kristus.

    Rasul Santo Petrus dalam bacaan pertama pada hari ini telah menjelaskan bahawa iman adalah amat penting. Santo Petrus mendorong kita untuk terus bertumbuh di dalam iman, pengetahuan dan kasih karunia Tuhan. Dalam bacaan Injil Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang menyewakan kebunnya kepada petani-petani. Namun, petani-petani itu tidak setia. Mereka menolak hamba hamba yang diutus oleh si pemilik kebun anggur itu untuk mengambil sebahagian hasil kebunnya itu. Bahkan petani-petani itu membunuh putra pemilik kebun anggur.

    Kita adalah petani-petani di kebun anggur Tuhan. Kisah di dalam Injil hari ini mengingatkan kita bahawa keselamatan kita berasal dari Kristus dan kita harus hidup sebagai petani yang setia di kebun anggur-Nya. Kita membangun cara hidup kita sebagai seorang Kristian yang kuat dan bertumbuh di dalam iman dan pengetahuan serta menghasilkan buah-buah yang baik. Melalui cara hidup dan panggilan kita di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) kita mampu membangun sebuah komuniti yang hidup berpusatkan kepada Yesus Kristus. Dan buah hasil daripada ketekunan dan kesabaran kita di dalam doa mampu membentuk kita untuk semakin hidup seperti Yesus, difikiran, perkataan dan perbuatan Yesus Kristus.

Kehidupan Para Orang Kudus.

Santo Yustinus – Martir 

    Santo Yustinus berasal dari Samaria. Dia hidup pada abad kedua. Bapanya membesarkan Yustinus tanpa pengenalan akan Tuhan. Ketika masih kanak-kanak, Yustinus membaca puisi, sejarah dan ilmu pengetahuan. Semasa dewasa, dia terus belajar. Tujuan utamanya untuk belajar adalah bagi menemukan kebenaran akan Tuhan. Suatu hari, ketika sedang berjalan menyusuri tepi pantai, Santo Yustinus bertemu dengan seorang tua. Oleh kerana Yustinus kelihatan gelisah, orang tua itu bertanya apa yang menggelisahkan hatinya.

    Santo Yustinus menjawab bahawa dia bersedih kerana tidak menemukan kepastian tentang Tuhan dalam semua buku yang telah dibacanya. Orang tua itu bercerita kepadanya tentang Yesus, Juruselamat manusia dan mendorongnya untuk berdoa agar dapat memahami kebenaran Tuhan. Santo Yustinus mulai berdoa dan membaca Sabda Tuhan. Dia jatuh cinta pada Sabda Tuhan dan amat kagum akan pengorbanan suci Tuhan Yesus serta kisah umat Kristian yang sedia mati demi iman.

    Setelah memperdalam pengetahuannya tentang agama Kristian, Yustinus menjadi seorang Kristian. Kemudian, dia menggunakan pengetahuannya yang luas itu untuk menjelaskan serta mempertahankan iman melalui karya tulisannya. Di kota Roma, Santo Yustinus ditangkap kerana menjadi seorang pengikut Kristus. Hakim bertanya padanya, “Apakah kamu fikir dengan mati, maka kamu akan masuk syurga dan memperoleh ganjaranmu?”  Santo Yustinus menjawab, “Bukan saja aku berfikir demikian tetapi aku yakin mengenainya!” dan Santo Yustinus pun dibunuh, lalu meninggal dunia sebagai martir sekitar tahun 166

Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik

Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik. 

Doa Permohonan Pagi 

Saudara-saudara, para martir wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:

U: Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu.

P: Ya Tuhan, para martir-Mu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.

P: Para martir-Mu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.

P: Para martir-Mu mengikuti jejak-Mu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.

P: Para martir-Mu membasuh pakaian mereka dalam darah Anak Domba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, berkat rahmat-Mu, Santo… dan… sudah rela menderita sengsara dan berani mati demi Kristus. Tolonglah kami, orang yang lemah ini, agar kamipun seumur hidup berani mengakui nama-Mu yang kudus. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Madah

Kawan sekalian mari melambungkan
Nyanyian pujian untuk memuliakan
Angkatan pahlawan yang tak terkalahkan
Rela mati demi Tuhan.

Mereka dihina dibenci dunia.
Akhirnya disiksa hingga tak bernyawa
Namun sesungguhnya mereka berjaya
Hidup mulia selamanya.

Sungguh mengagumkan semangat pahlawan
Yang tak tergoncangkan di tengah siksaan
Di mana gerangan sumber ketabahan
Jika bukan dalam Tuhan?

Terpujilah Bapa Allah Mahaesa
Terpujilah Putra penebus dunia
Yang mengutus Roh-Nya di tengah Gereja
Untuk selama-lamanya.
Amen.

Doa Permohonan Petang

Raja para martir sudah mempersembahkan diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidup-Nya di salib. Marilah kita mengucap syukur kepada-Nya dengan berkata:

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Berkat rahmat-Mu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaan-Mu.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, berkat rahmat-Mu, Santo… dan… sudah rela menderita sengsara dan berani mati demi Kristus. Tolonglah kami, orang yang lemah ini, agar kamipun seumur hidup berani mengakui nama-Mu yang kudus. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

31 May 2026 (Sunday) | The Most Holy Trinity ‐ Solemnity | The Solemnity of the Most Holy Trinity

31 May 2026 (Sunday)

The Most Holy Trinity ‐ Solemnity
The Solemnity of the Most Holy Trinity.

Readings from the Bible of the Roman Catholic Church:

First Reading: Exodus 34: 4b-6, 8-9
Responsorial Psalm: Daniel 3:52, 53, 54, 55, 56 ℟. 52b
Second Reading: 2 Corinthians 13: 11-13
Gospel acclamation: Alleluia: Revelation 1: 8
Gospel: John 3: 16-18
Liturgical year 2026 (Cycle A/II)
Liturgical color: While or Gold.

First Reading : Exodus 34:4‐6,8‐9

(Reader) A reading from the Book of Exodus.

With the two tablets of stone in his hands, Moses went up the mountain of Sinai in the early morning as the Lord had commanded him. And the Lord descended in the form of a cloud, and Moses stood with him there.
  He called on the name of the Lord. The Lord passed before him and proclaimed, ‘Lord, Lord, a God of tenderness and compassion, slow to anger, rich in kindness and faithfulness.’ And Moses bowed down to the ground at once and worshipped. ‘If I have indeed won your favour, Lord,’ he said, ‘let my Lord come with us, I beg. True, they are a headstrong people, but forgive us our faults and our sins, and adopt us as your heritage.’

(Reader) The Word of the Lord.
(All) Thanks be to God.

Responsorial Psalm: Daniel 3:52, 53, 54, 55, 56 ℟. 52b

To you glory and praise for evermore.
You are blest, Lord God of our fathers.
To you glory and praise for evermore.
Blest your glorious holy name.
To you glory and praise for evermore.
You are blest in the temple of your glory.
To you glory and praise for evermore.
You are blest on the throne of your kingdom.
To you glory and praise for evermore.
You are blest who gaze into the depths.
To you glory and praise for evermore.
You are blest in the firmament of heaven.
To you glory and praise for evermore.

Second Reading : 2 Corinthians 13:11‐13

(Reader) A reading from the second Letter of Saint Paul to the Corinthians.

Brothers, we wish you happiness; try to grow perfect; help one another. Be united; live in peace, and the God of love and peace will be with you.
  Greet one another with the holy kiss. All the saints send you greetings.
  The grace of the Lord Jesus Christ, the love of God and the fellowship of the Holy Spirit be with you all.

(Reader) The Word of the Lord.
(All) Thanks be to God.

Gospel acclamation: Alleluia: Revelation 1: 8
R. Alleluia, alleluia.
8 Glory to the Father, the Son, and the Holy Spirit; to God who is, who was, and who is to come.
R. Alleluia, alleluia.
19. Go, therefore, make disciples of all nations; baptise them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit, 20. and teach them to observe all the commands I gave you. And look, I am with you always; yes, to the end of time.' (Matthew 28:19-20).
16. And when Jesus had been baptised he at once came up from the water, and suddenly the heavens opened and he saw the Spirit of God descending like a dove and coming down on him.17. And suddenly there was a voice from heaven, 'This is my Son, the Beloved; my favour rests on him.' (Matthew 3:16–17)
13. The grace of the Lord Jesus Christ, the love of God and the fellowship of the Holy Spirit be with you all. (2 Corinthians 13:13).

Gospel : John 3:16‐18

(Reader) A reading from the holy Gospel according to John.
(All) Glory to you, O Lord.

Jesus said to Nicodemus:
‘God loved the world so much that he gave his only Son,
so that everyone who believes in him may not be lost
but may have eternal life.
For God sent his Son into the world
not to condemn the world,
but so that through him the world might be saved.
No one who believes in him will be condemned;
but whoever refuses to believe is condemned already,
because he has refused to believe in the name of God’s only Son.’

(Reader) The Gospel of the Lord.
(All) Praise to you, Lord Jesus Christ.

For our reflection today:

The words of the Popes.

Part One Section Two I. The Creeds Chapter One I Believe In God The Father Article 1 I Believe In God The Father Almighty, Creator Of Heaven And Earth Paragraph 2. The Father https://share.google/7oPzyFM9TUeuAadHG

Today, the Solemnity of the Most Holy Trinity, the Gospel is taken from Jesus’ dialogue with Nicodemus (cf. Jn  3:16-18). Nicodemus was a member of the Sanhedrin, passionate about the mystery of God: he recognizes in Jesus a divine master and goes to speak to him in secret, at night. Jesus listens to him, understands he is a man on a quest, and then first, he surprises him, answering that in order to enter the Kingdom of God, one must be reborn; then, he reveals the heart of the mystery to him, saying that God loved humanity so much that he sent his Son into the world. Jesus, therefore, the Son, speaks to us about his Father and his immense love. Father and Son. It is a familiar image which, if we think about it, disrupts our images of God. Indeed, the very word “God” suggests to us a singular, majestic and distant reality, whereas hearing about a Father and a Son brings us back home. Yes, we can think of God in this way, through the image of a family gathered around the table, where life is shared. After all, the table, which, at the same time is an altar, is a symbol with which certain icons depict the Trinity. It is an image that speaks to us of a God of communion. Father, Son and Holy Spirit: communion. But it is not only an image; it is reality! It is reality because the Holy Spirit, the Spirit that the Father poured into our hearts through Jesus (cf. Gal 4:6), makes us taste, makes us savour God’s presence: a presence that is always close, compassionate and tender. (Pope Francis, Angelus, 4 June 2023)

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

30 May 2026 (Saturday) | Ordinary Weekday | Optional Memorial of the Blessed Virgin Mary | Saturday of the Eighth Week in Ordinary Time

30 May 2026 (Saturday)

Ordinary Weekday/ Optional Memorial of the Blessed Virgin Mary.
Saturday of the Eighth Week in Ordinary Time.

Readings from the Bible of the Roman Catholic Church:

First Reading: Jude 1: 17, 20b-25
Responsorial Psalm: Psalms 63:2, 3-4, 5-6 ℟. 2b
Gospel acclamation: Alleluia: Colossians 3: 16a, 17c
Gospel: Mark 11: 27-33
Liturgical year 2026 (Cycle A/II)
Liturgical color: Green or White.

First Reading: Jude 1: 17, 20b-25

(Reader) A reading from the Letter of Jude.

17 But you, my dearly beloved, be mindful of the words which have been spoken before by the apostles of our Lord Jesus Christ,
20b Building yourselves upon your most holy faith, praying in the Holy Ghost,
21 Keep yourselves in the love of God, waiting for the mercy of our Lord Jesus Christ, unto life everlasting.
22 And some indeed reprove, being judged:
23 But others save, pulling them out of the fire. And on others have mercy, in fear, hating also the spotted garment which is carnal.
24 Now to him who is able to preserve you without sin, and to present you spotless before the presence of his glory with exceeding joy, in the coming of our Lord Jesus Christ,
25 To the only God our Saviour through Jesus Christ our Lord, be glory and magnificence, empire and power, before all ages, and now, and for all ages of ages. Amen.

(Reader) The Word of the Lord.
(All) Thanks be to God.

Responsorial Psalm: Psalms 63:2, 3-4, 5-6 ℟. 2b

R. (2b) My soul is thirsting for you, O Lord my God.
2 O God, my God, to thee do I watch at break of day. For thee my soul hath thirsted; for thee my flesh, O how many ways!
R. My soul is thirsting for you, O Lord my God.
3 In a desert land, and where there is no way, and no water: so in the sanctuary have I come before thee, to see thy power and thy glory.
4 For thy mercy is better than lives: thee my lips shall praise.
R. My soul is thirsting for you, O Lord my God.
5 Thus will I bless thee all my life long: and in thy name I will lift up my hands.
6 Let my soul be filled as with marrow and fatness: and my mouth shall praise thee with joyful lips.
R. My soul is thirsting for you, O Lord my God.

Gospel acclamation: Alleluia: Colossians 3: 16a, 17c
R. Alleluia, alleluia.
16a, 17c Let the word of Christ dwell in you richly; giving thanks to God the Father through him.
R. Alleluia, alleluia.

Gospel: Mark 11: 27-33

(Reader) A reading from the holy Gospel according to Mark.
(All) Glory to you, O Lord.

27 And they come again to Jerusalem. And when he was walking in the temple, there come to him the chief priests and the scribes and the ancients,
28 And they say to him: By what authority dost thou these things? and who hath given thee this authority that thou shouldst do these things?
29 And Jesus answering, said to them: I will also ask you one word, and answer you me, and I will tell you by what authority I do these things.
30 The baptism of John, was it from heaven, or from men? Answer me.
31 But they thought with themselves, saying: If we say, From heaven; he will say, Why then did you not believe him?
32 If we say, From men, we fear the people. For all men counted John that he was a prophet indeed.
33 And they answering, say to Jesus: We know not. And Jesus answering, saith to them: Neither do I tell you by what authority I do these things.

(Reader) The Gospel of the Lord.
(All) Praise to you, Lord Jesus Christ.

For our reflection today:

The words of the Popes.

What authority does Jesus have? It is the Lord's style, that ‘lordship’ - so to speak - with which the Lord moved, taught, healed, and listened. What does this style of the Lord - which comes from within - reveal? Consistency. Jesus had authority because he was consistent between what he taught and what he did, that is, how he lived. That consistency is what gives expression to a person who has authority: “This person has authority, that person has authority, because they are consistent,” that is, they bear witness. Authority is seen in this: consistency and witness.  (Pope Francis, Santa Marta, 14 January 2020) 

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

Saint Joan of Arc

Today is the feast of St. Joan of Arc, the patroness of France. Joan was born to a peasant family in Champagne, France in the early 15th century.

From a young age she heard the voices of St. Michael, St. Catherine, and St. Margaret speaking to her. Then, in 1428, when she was 13 years old, she received a vision telling her to go to the King of France and help him reconquer his kingdom from the invading forces of England and Burgundy.

Overcoming opposition and convincing members of the court and of the Church, she was given a small army. She charged into battle bearing a banner which bore the names “Jesus” and “Mary” as well as a symbol of the Holy Spirit.

Due to her leadership and trust in God, she was able to raise the siege of Orleans in 1429. Joan and her army went on to win a series of battles. Because of her efforts, the king was able to enter Rheims. He was crowned with Joan at his side.

Eventually, Joan was captured by the forces of Burgundy in May of 1430. When her own king and army did nothing to save her, she was sold to the English. She was imprisoned for a time and then put on trial. Bishop Peter Cauchon of Beauvais presided over her trial. His hope was that in being harsh with Joan, the English would help him become archbishop.

Joan was condemned to death on counts of heresy, witchcraft, and adultery. On May 30, 1431, she was burned at the stake in Rouen, France. She was 19 years old.

Thirty years after her death, her case was retried and she was exonerated. In 1920, she was canonized by Pope Benedict XV. She is the patroness of France, captives, soldiers, and those ridiculed for their piety.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

Solemnity of the Most Holy Trinity

The Father creates, the Son redeems, and the Holy Spirit sanctifies, revealing a communion of perfect love that calls us into deeper worship and faith. On this Solemnity of the Most Holy Trinity, may we learn to live as reflections of that divine love, bringing unity where there is division, hope where there is despair, and Christ’s presence wherever we go. 

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

Saturday, May 30, 2026

31 May 2026 (Ahad) | MINGGU HARI BIASA IX | HARI RAYA TRITUNGGAL MAHA KUDUS | Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah tahun 2026

31 May 2026 (Ahad)

MINGGU HARI BIASA IX
HARI RAYA TRITUNGGAL MAHA KUDUS (klik disini)

Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah tahun 2026 | Kaamatan: Menuai Perpaduan, Meraikan Keharmonian | Kaamatan: Harvesting Unity, Celebrating Harmony | Kaamatan: Mongomot Pisompuruan, Mamaramai Piunungan.

Madah

Pada perayaan ini
Kami bersama bernyanyi
Sambil mohon kepada-Mu
Ya Bapa Yang Mahatahu.

Jauhkanlah rasa benci
Dari tanah air kami
Agar cinta menjiwai
Pangkuan ibu pertiwi.

Bimbinglah Sabah
Dalam keluarga bangsa
Agar menjadi bentara
Hak asasi manusia.

Hendaknya seluruh bangsa
Memuji Allah yang esa
Bapa, Putra dan Roh Suci
Yang hidup kekal abadi. Amen.

Pembacaan Pertama: Kis. 2:1-11; Keluaran 34:4b-6.8-9

Pembacaan Mazmur: Daniel 3:52.53.54.55.56; Refren :52b

Pembacaan Kedua: 2 Korintus 13:11-13

Bait Pengantar Injil. Alleluia: Wahyu 1:8

Pembacaan dari Injil Santo Yohanes: Yohanes 3:16-18

Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.

Warna Liturgi Putih.

Bacaan I – Keluaran 34:4b-6.8-9

Tuhan, Tuhan Allah, Engkaulah pengasih dan murah hati.

Bacaan dari Kitab Keluaran:

Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat dari depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia Nya!”

Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah, serta berkata, “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan- Daniel 3:52.53.54.55.56; Refren :52b

  • P : Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.
    U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  • P: Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.
    U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  • P: Terpujilah Engkau dalam Bait-Mu yang mulia dan kudus.
    U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  • P: Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.
    U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  • P: Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.
    U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
  • P: Terpujilah Engkau di bentangan langit.
    U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bacaan II – 2 Korintus 13:11-13

Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera. Maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil – Wahyu 1:8

R. Alleluia, alleluia.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Allah yang kini ada, yang dulu ada, dan yang tetap akan ada.

R. Alleluia, alleluia.

Bacaan Injil – Yohanes 3:16-18

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia,tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Untuk renungan kita hari ini:

Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.

Renungan pembacaan pada hari ini.

    Sambutan Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah pada tahun 2026 ini akan diraikan dengan tema resmi “Kaamatan: Menuai Perpaduan, Meraikan Keharmonian.” dan tema dalam bahasa Inggeris ialah “Kaamatan: Harvesting Unity, Celebrating Harmony”, dan manakala dalam bahasa Kadazan Dusun ialah “Kaamatan: Mongomot Pisompuruan, Mamaramai Piunungan.” Pesta Kaamatan sebelum ini telah membawa harapan kepada masyarakat berbilang kaum khususnya di Sabah ini bahawa, tanpa kerjasama di antara kita semua, perpaduan dan hidup dalam keadaan solidariti tidak akan tercapai. Tema pada tahun ini 2026 merupakan satu usaha damai yang ingin kita capai seterusnya melalui acara dan aktiviti yang akan diadakan pada Pesta Kaamatan kali ini. Perkara penting yang ingin saya sampaikan disini adalah, marilah kita memilih kasih Allah dan janganlah kita mudah menyerah kepada pemikiran dunia ini. Marilah kita menerima cabaran dunia masa kini agar tema-tema sebelum ini diikutkan serta untuk melengkapi tema pada tahun ini. Marilah kita berdoa kepada Tuhan agar kita semua akan menjadi insan yang sejati dan berperikemanusiaan. Saya juga mengharapkan agar perpaduan dan keharmonian yang ingin kita capai ini membawa kepada budaya yang bertamadun menuju inkulturasi.

    Jika kita ingin menjadi pengikut Yesus Kristus, dan jika kita ingin menggelarkan diri kita sebagai Kristian, inilah satu-satunya jalan, tiada jalan lain, dan jalan itu adalah mengikuti jalan kasih Yesus. Setelah dikasihi oleh Tuhan kita dipanggil untuk membalas kasih dan setelah diampuni, kita dipanggil untuk memaafkan, dan setelah disentuh oleh kasih, kita dipanggil untuk mengasihi tanpa menunggu orang lain mengasihi terlebih dahulu, dan setelah diselamatkan dengan penuh rahmat, kita dipanggil untuk tidak mencari manfaat daripada kebaikan yang kita lakukan. Perpaduan dan keharmonian haruslah bermula pada diri sendiri. Nilai-nilai murni yang saya telah jelaskan tadi merupakan perkara yang penting untuk hidup dalam keadaan harmoni dan dialog dengan budaya dan agama lain, membawa nilai-nilai injil sebagai sumbangan kepada kebaikan umum. Saya mahu agar Gereja Katolik tidak menghapuskan budaya tetapi sebaliknya menginkulturasikan nilai-nilai injil ke dalam budaya tempatan supaya iman lebih bermakna dan berakar. Ini bermakna adat resam yang baik dikekalkan, manakala yang bertentangan dengan ajaran Kristus diperbaharui. (sila klik disini)

Te Deum atau Madah Allah Tuhan Kami 

Bahasa Melayu

Allah Tuhan kami:
    Engkau kami muliakan.
Dikau Bapa yang kekal:
    Seluruh bumi sujud padaMu.
Para malaikat:
    serta segala isi surga bermadah.
Kerubim dan serafim:
    tak kunjung putus memuji Dikau,
Kudus, Kudus, Kuduslah:
    Tuhan Allah segala kuasa;
Surga dan bumi penuh:
    kemuliaanMu!
Kau dimuliakan kalangan para rasul.
Kau diluhurkan rombongan para nabi.
Engkau dipuji barisan para martir.
Engkau dipuji Gereja Kudus:
    di seluruh dunia;
Bapa sungguh mahakuasa;
Putra Bapa yang tunggal yang patut disembah;
Roh Kudus pula, Penghibur umat Allah.
Kristus raja nan jaya,
Engkaulah Putra Bapa yang kekal.
Untuk menebus kami Kau jadi manusia:
    sudi dikandung Santa Perawan.
Kuasa maut Kau kalahkan:
    Kau buka pintu surga bagi umat beriman.
Kau bertakhta dengan mulia di sisi kanan Bapa.
Dikaulah Hakim yang akan datang.
Maka kami mohon tolonglah hambaMu:
    Yang kau tebus dengan darahMu sendiri.
Satukanlah kami dengan orang kudus dalam kemuliaanMu.

[Dari Mazmur]
Selamatkanlah kami, Ya Tuhan:
    berkatilah umat pilihanMu.
Rajailah kami dan angkatlah kami untuk selamanya.
Setiap hari, kami memuji Dikau;
Kami memegahkan namaMu untuk sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami, agar hari ini luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setiaMu:
    kepada kami, sebab kami berharap padaMu.
Kepada Tuhan kami percaya:
    kami tak kecewa selamanya.

ATAU:

Bahasa Latin

Te Deum laudámus:
te Dóminum confitémur.
Te ætérnum Patrem,
omnis terra venerátur.
Tibi omnes Ángeli,
tibi cæli et univérsæ potestátes:
Tibi chérubim et séraphim
incessábili voce proclámant:
Sanctus, Sanctus, Sanctus,
Dóminus Deus Sábaoth.
Pleni sunt cæli et terra
maiestátis glóriæ tuæ.
Te gloriósus Apostolòrum chorus,
te Prophetárum laudábilis númerus,
te Mártyrum candidatus laudat exércitus.
Te per orbem terrárum
sancta confitétur Ecclésia,
Patrem imménsæ maiestátis;
Venerándum tuum verum et únicum Fílium;
Sanctum quoque Paráclitum Spíritum.
Tu rex glóriæ, Christe.
Tu Patris sempitérnus es Filius.
Tu, ad liberándum susceptúrus hóminem,
non horrúisti Virginis úterum.
Tu, devícto mortis acúleo,
aperuísti credéntibus regna cælórum.
Tu ad déxteram Dei sedes, in glória Patris.
Iudex créderis esse ventúrus.
Te ergo quǽsumus, tuis fámulis súbveni,
quos pretióso sánguine redemísti.
Ætérna fac cum sanctis tuis in glória numerári.

[Dari Mazmur]
Salvum fac pópulum tuum,
Dómine, et bénedic hereditáti tuæ.
Et rege eos, et extólle illos usque in ætérnum.
Per síngulos dies benedícimus te;
Et laudámus nomen tuum in sǽculum, et in sǽculum sǽculi.
Dignáre, Dómine, die isto sine peccáto nos custodíre.
Miserére nostri, Dómine, miserére nostri.
Fiat misericórdia tua,
Dómine, super nos, quemádmodum sperávimus in te.
In te, Dómine, sperávi:
non confúndar in ætérnum.

Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik

Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik. 

Doa Permohonan Pagi

Marilah kita meluhurkan Allah yang memberikan fajar harapan baru kepada kita pada hari raya Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 Sabtu dan Ahad ini. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan dan berkata:

U: Terangilah umat-Mu, ya Tuhan.

P: Tuhan Allah Yang Mahaesa, Engkau telah memanggil setiap orang kepada kemerdekaan sejati dalam Kristus,* semoga kami mengisi kemerdekaan bangsa kami dengan keadilan dan cinta kasih.

P: Tuhan, yang menyatukan umat manusia, Engkau telah menghimpun kami dalam umatMU dan membebaskan kami dari kuasa kegelapan,* semoga kami memupuk kesatuan dan kerukunan dalam keluarga kami dan dalam seluruh bangsa kami.

P: Tuhan, pemberi hikmat dan kebijaksanaan, Engkau menerangi hati manusia dengan kebenaran-Mu, dan membebaskan kami dari jerat dosa dan kejahatan,* semoga kami mendukung usaha para wakil rakyat kami untuk menciptakan suatu masyarakat yang sungguh adil dan makmur.

P: Tuhan, pencipta damai dan kesejahteraan, Engkau telah menerbitkan fajar harapan baru bagi umat-Mu dalam membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan,* semoga kami tetap memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi setiap orang, juga kalau fajar harapan yang segar menjadi siang kenyataan yang panas terik.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah Yang Mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus Putera-Mu. Maka pada hari raya Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 Sabtu dan Ahad ini, kami mohon kepada-Mu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Sabah kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, perikemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Madah

Tuhan yang berhati Bapa
Pencipta alam semesta
Engkaulah yang memberikan
Kurnia kemerdekaan.

Pandanglah negeri kami
Dengan kasih-Mu yang sakti
Agar dapat menikmati
Kemakmuran yang sejati.

Bimbinglah kami selalu
Dalam naungan damai-Mu
Supaya aman sentosa
Tanah air yang tercinta.

Mulialah Bapa dan Putra
Bersama Roh kudus pula
Pemberi kuntum merdeka
Kepada Sabah.
Amen.

Te Deum atau Madah Allah Tuhan Kami 

Bahasa Melayu

Allah Tuhan kami:
    Engkau kami muliakan.
Dikau Bapa yang kekal:
    Seluruh bumi sujud padaMu.
Para malaikat:
    serta segala isi surga bermadah.
Kerubim dan serafim:
    tak kunjung putus memuji Dikau,
Kudus, Kudus, Kuduslah:
    Tuhan Allah segala kuasa;
Surga dan bumi penuh:
    kemuliaanMu!
Kau dimuliakan kalangan para rasul.
Kau diluhurkan rombongan para nabi.
Engkau dipuji barisan para martir.
Engkau dipuji Gereja Kudus:
    di seluruh dunia;
Bapa sungguh mahakuasa;
Putra Bapa yang tunggal yang patut disembah;
Roh Kudus pula, Penghibur umat Allah.
Kristus raja nan jaya,
Engkaulah Putra Bapa yang kekal.
Untuk menebus kami Kau jadi manusia:
    sudi dikandung Santa Perawan.
Kuasa maut Kau kalahkan:
    Kau buka pintu surga bagi umat beriman.
Kau bertakhta dengan mulia di sisi kanan Bapa.
Dikaulah Hakim yang akan datang.
Maka kami mohon tolonglah hambaMu:
    Yang kau tebus dengan darahMu sendiri.
Satukanlah kami dengan orang kudus dalam kemuliaanMu.

[Dari Mazmur]
Selamatkanlah kami, Ya Tuhan:
    berkatilah umat pilihanMu.
Rajailah kami dan angkatlah kami untuk selamanya.
Setiap hari, kami memuji Dikau;
Kami memegahkan namaMu untuk sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami, agar hari ini luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setiaMu:
    kepada kami, sebab kami berharap padaMu.
Kepada Tuhan kami percaya:
    kami tak kecewa selamanya.

ATAU:

Bahasa Latin

Te Deum laudámus:
te Dóminum confitémur.
Te ætérnum Patrem,
omnis terra venerátur.
Tibi omnes Ángeli,
tibi cæli et univérsæ potestátes:
Tibi chérubim et séraphim
incessábili voce proclámant:
Sanctus, Sanctus, Sanctus,
Dóminus Deus Sábaoth.
Pleni sunt cæli et terra
maiestátis glóriæ tuæ.
Te gloriósus Apostolòrum chorus,
te Prophetárum laudábilis númerus,
te Mártyrum candidatus laudat exércitus.
Te per orbem terrárum
sancta confitétur Ecclésia,
Patrem imménsæ maiestátis;
Venerándum tuum verum et únicum Fílium;
Sanctum quoque Paráclitum Spíritum.
Tu rex glóriæ, Christe.
Tu Patris sempitérnus es Filius.
Tu, ad liberándum susceptúrus hóminem,
non horrúisti Virginis úterum.
Tu, devícto mortis acúleo,
aperuísti credéntibus regna cælórum.
Tu ad déxteram Dei sedes, in glória Patris.
Iudex créderis esse ventúrus.
Te ergo quǽsumus, tuis fámulis súbveni,
quos pretióso sánguine redemísti.
Ætérna fac cum sanctis tuis in glória numerári.

[Dari Mazmur]
Salvum fac pópulum tuum,
Dómine, et bénedic hereditáti tuæ.
Et rege eos, et extólle illos usque in ætérnum.
Per síngulos dies benedícimus te;
Et laudámus nomen tuum in sǽculum, et in sǽculum sǽculi.
Dignáre, Dómine, die isto sine peccáto nos custodíre.
Miserére nostri, Dómine, miserére nostri.
Fiat misericórdia tua,
Dómine, super nos, quemádmodum sperávimus in te.
In te, Dómine, sperávi:
non confúndar in ætérnum.

Doa Permohonan Petang

Marilah kita pada hari raya Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 Sabtu dan Ahad ini memuji Allah dengan hati gembira, mengucap syukur kepada-Nya, dan berkata:

U: Terpujilah Engkau, Ya Tuhan Yang Mahaesa.

P: Tuhan Allah kami, Engkaulah Allah dan tiada Allah selain dikau, ya pencipta semesta alam,* dampingilah tanah air kami dan semua penduduknya, agar kami tetap mengakui Engkau sebagai dasar hidup kami.

P: Bapa Yang Mahamurah, Engkau telah menunjukkan cinta kasih dan perikemanusiaan-Mu kepada kami dalam Putera-Mu Yesus Kristus,* bantulah kami menjunjung tinggi keadilan serta perikemanusiaan yang beradab dan sopan.

P: Bapa Yang Mahaluhur, Engkau telah mempersatukan kami dalam Kristus, pengantara kami dihadapan hadirat-Mu,* bukakanlah hati kami agar tetap bersedia memperhatikan pendapat orang lain dalam permusyawaratan yang bijaksana.

P: Bapa Yang Mahabaik, Engkau telah memberi kami tanah air yang luas dan subur serta kekayaan alam sebagai milik kami bersama,* doronglah kami agar bekrja giat dan rajin untuk menciptakan keadilan sosial bagi setiap anggota keluarga di Sabah.

P: Bapa Yang Mahamulia, Engkau tidak menciptakan maut dan tidak berkenan melihat kematian,* ingatlah saudara kami yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak azasi manusia, dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah Yang Mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus Putera-Mu. Maka pada hari raya Pesta Kaamatan Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 Sabtu dan Ahad ini, kami mohon kepada-Mu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Sabah kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, perikemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

2 July 2026 (Thursday) | Thursday of the Thirteenth Week in Ordinary Time

2 July 2026 (Thursday) Thursday of the Thirteenth Week in Ordinary Time First Reading:  Amos 7:10-17 Responsorial Psalm: Psalms 19:8, 9, 10,...