Popular Posts

Sunday, May 24, 2026

Pope Francis, Homily, Basilica of Saint Mary Major, 28 January 2018

 


Pope Francis, Homily, Basilica of Saint Mary Major, 28 January 2018

    Tuhan sendiri tahu bahawa kita memerlukan perlindungan dan naungan di tengah begitu banyak bahaya. Inilah sebabnya mengapa pada saat paling genting di kayu salib, Yesus berkata kepada murid yang dikasihi-Nya, kepada setiap murid: “Lihatlah, Ibumu!” (Yoh 19:27). Peranan Bunda Maria bukanlah sesuatu pilihan tetapi ianya adalah saksi Kristus. Dan kita memerlukannya seperti seorang pelancong memerlukan penyegaran, seperti seorang anak kecil perlu didukung. Ada bahaya besar bagi iman jika kita hidup tanpa Bunda kita, tanpa perlindungannya, dan membiarkan diri kita terbawa oleh kehidupan seperti daun yang tertiup angin. Tuhan mengetahui hal ini dan menganjurkan agar kita menyambut Ibu-Nya. Ini bukan soal etika spiritual, tetapi diperlukan agar kita dapat hidup. Mencintainya bukanlah sebuah puisi tetapi ini adalah soal kehidupan. Kerana tanpa seorang Ibu kita tidak dapat menjadi anak laki-laki dan perempuan. Dan di atas segalanya, kita adalah putra dan putri, putra dan putri yang terkasih, yang memiliki Allah sebagai Bapa dan Bunda Maria sebagai Ibu. Konsili Vatikan Kedua mengajarkan bahawa Maria adalah “tanda harapan dan penghiburan yang pasti bagi umat Allah selama masa tinggalnya di bumi” (Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium, VIII, V). Ini adalah sebuah tanda, tanda yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jika kita tidak mengikutinya, kita akan tersesat. Kerana terdapat petunjuk di dalam kehidupan rohani yang harus dipatuhi. Petunjuk itu menunjukkan kepada kita “yang masih melakukan perjalanan di bumi yang dikelilingi oleh bahaya dan kesulitan” (ibid., 62), Ibu yang telah sampai ke destinasinya. Bunda yang telah mencapai tujuannya. Siapakah yang lebih baik daripada Bunda Maria yang dapat menemani kita di dalam perjalanan ini? Apa yang kita tunggu? Sama seperti murid di bawah salib menerima Bunda Maria, “membawanya ke rumahnya sendiri”, kata Injil (Yoh 19:27), demikian pula kita mengundang Maria ke rumah kita, ke dalam hati kita, ke dalam hidup kita. (Paus Fransiskus, Khotbah, Basilika Santa Maria Maggiore, 28Januari 2018)

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...