Santo Simeon Stylites Tua, Pertapa
Jika kita membaca kisah Para Orang Kudus, ada tiga perkara
yang saya perlu ingatkan kepada anda semua. Yang pertama adalah kehadiran Tuhan
dan penolakan orang lain. Yang kedua adalah buku bacaan rohani Para Orang Kudus
itu. Dan yang ketiga adalah diri kita sendiri setelah membaca kisah kehidupan Orang
Kudus. Ketiga-tiga perkara ini sebenarnya adalah kehidupan Yesus sendiri, iaitu
bagaimana Dia adalah Putera Allah, mengalami penolakan daripada sebahagian
besar pemimpin agama dan bangsa Israel pada masa hidup-Nya. Tetapi oleh kerana
cintakasihNya kepada bangsa Israel, Dia sanggup menderita demi keselamatan
bangsaNya sendiri. Peristiwa ini mengajak kita semua untuk meneladani Santo
Simeon Stylites Tua, Pertapa yang dilahirkan di Silicia pada tahun 390, bagaimana
dia sendiri tertarik kepada kehidupan membiara telah dikeluarkan dari biara
pertapaan tersebut oleh kerana menjalankan sebuah bentuk askese yang lebih
berat daripada yang diprakekkan oleh rakan-rakannya.
Tetapi Santo Simeon tidak mengalah begitu sahaja. Dia segera
pergi sebuah Biara yang terletak di gunung Telanisse. Setelah 3 tahun berada di
biara itu, Dia memutuskan berpindah ke puncak gunung itu. Disana pada tahun 423,
ia mendirikan sederetan tiang sebagai tempat tinggalnya. Di atas tiang - tiang
itu, ia menjalankan askesenya hingga saat kematiannya. Ketaatannya untuk
mengikuti panggilan Tuhan ini berakhir dengan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.
Lihat sahaja banyak orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan rohani dan
mendengarkan kotbah serta pengajarannya. Dan Kaisar dan para Patriark pada masa
itu juga tertarik akan cara hidup dan panggilannya ini.
Setiap bacaan buku rohani yang tertulis tentang kehidupan Para
Orang Kudus bertujuan untuk membantu kita agar sentiasa menjejaki langkah
Yesus. Membaca buku mengenai Orang Kudus bukan sekadar membaca seperti buku
latihan atau newspaper. Bacalah buku Orang Kudus dengan melakukannya tahap demi
tahap dan bukannya membaca sekali sahaja. Setiap kali kita tersentuh akan
kata-kata dan asal penulisan Para Orang Kudus, kita berhenti seketika dan
berdoa. Cara ini memudahkan kita untuk mencoba membeza-bezakan roh
(discerment). Jika Roh Kudus hadir, bacaan itu akan menghasilkan rasa sentuhan
rohani. Inilah yang perlu kita usahakan agar kehidupan rohani kita semakin
berbuah matang dan kasih. Santo Simeon Stylites Tua, Pertapa adalah seorang
pertapa yang baik. Kehidupannya bersama Yesus menghasilkan rahmat dan
pertobatan. Semoga kita juga mengikuti jejak langkah Santo Simeon untuk membawa
orang ramai untuk kembali kepada Tuhan.
Doa kepada Santo Simeon Stylites Tua
Santo Simeon Stylites Tua, engkau adalah seorang pertapa yang
baik dan tidak mudah berputus asa untuk mengikuti Yesus Kristus, Gembala yang
baik. Kami mohon agar dengan bantuan doa perantaramu, kami juga menikmati
rahmat dan kekudusan Yesus, seperti engkau telah dikuduskan oleh Tuhan.
Bantulah kami untuk setia di dalam doa. Dan doakanlah kami agar berkat dan
perlindungan daripada Tuhan, sentiasa hadir dalam kehidupan kami.
Santo Simeon Stylites Tua, engkau yang mengikuti jejak
Kristus, doakanlah kami.
Bapa Kami (1x)
Salam Maria (3x)
Kemuliaan (1x)
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment