Popular Posts

Monday, May 25, 2026

Santo Philip Neri, imam, Pendiri Kongregasi Oratorium

 

St. Philip Neri, priest, Founder of the Congregation of the Oratory

Santo Philip Neri, imam, Pendiri Kongregasi Oratorium

Di pinggiran pusat kota.

    Ketika Santo Philip Neri tiba di Roma pada tahun 1534, seolah-olah sebuah cahaya menyala di tengah kegelapan penderitaan yang terletak di antara kemegahan Ara Pacis dan travertin berkilauan dari istana-istana bangsawan. Pusat kota mempunyai permukaan pinggir yang kotor, dan Philip akan pergi dan mendapatkan bilik kecil, di San Girolamo di Via Giulia. Pada siang hari, walaupun sebelum dia ditahbiskan menjadi imam, wajahnya yang ramah dan hatinya yang gembira membawa orang-orang yang bertemu dengannya ke kehangatan Tuhan, yang kehangatannya dia menambahkan sedikit roti bila mampu - atau belaian di dahi, bisikan penghiburan, kepada mereka yang mengeluh tentang tempat tidur di Rumah Sakit Penderita Penyakit Kronis. Pada waktu malam hari, jiwa yang berapi-api, Philip, tenggelam dalam dialog yang begitu intim dengan Tuhan sehingga dia dapat membuat tempat tidurnya di tangga gereja atau bahkan di atas batu katakomba.

Selalu tersenyum.

    Hal ini, menurut Paus Fransiskus dalam pesannya yang mengimbas kembali peringatan 500 tahun kelahiran Santo Philip Neri, menjadikannya seorang “pewarta Firman Tuhan yang penuh semangat”. Inilah rahasia yang menjadikannya seorang “pembentuk jiwa”. “Kebapaan rohaninya,” kata Paus Fransiskus, “Kebapaan rohaninya bersinar melalui semua karyanya, yang ditandai dengan kepercayaan kepada orang-orang, dengan menolak warna-warna gelap dan suram, dengan semangat meriah dan sukacita, dengan keyakinan bahawa rahmat tidak menekan kodrat tetapi menyembuhkannya, memperkuatnya, dan menyempurnakannya.” Memetik penulis dari biografi Santo Filipus, Paus Fransiskus melanjutkan dalam pesan itu dengan mengatakan, “Dia mendekati dengan cara yang sederhana, sekarang yang ini, lalu yang itu, dan semua orang dengan cepat menjadi temannya.” Paus Fransiskus menambahkan, “Dia menyukai spontanitas, menghindari kepura-puraan, memilih cara-cara yang paling menghibur untuk mendidik dalam kebajikan Kristen. Pada saat yang sama dia mengusulkan disiplin yang sehat yang melibatkan latihan kesediaan untuk menerima Kristus secara konkrit ke dalam kehidupan seseorang.”

Waktu Oratorium.

    Ramai daripada mereka yang mengenal Filipus ingin melakukan seperti yang dilakukannya. Demikianlah “Oratorium” terbentuk, di antara gubuk-gubuk busuk yang setiap hari diwangikan oleh kasih yang nyata dan bukan projek yang dilukis di atas kertas dan dijatuhkan dari atas sebagai sedekah dingin. “Berkat kerasulan Santo Filipus juga,” tulis Paus Fransiskus lagi, “komitmen terhadap keselamatan jiwa kembali menjadi keutamaan dalam tindakan Gereja; sekali lagi difahami bahawa para Gembala harus bersama umat untuk membimbing dan menyokong mereka dalam iman.” Filipus sendiri menjadi seorang gembala setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1551, meskipun dia tidak pernah mengubah gaya hidupnya. Lama-kelamaan, komunitas pertama terbentuk di sekitarnya, iaitu kelompok sel dari Kongregasi Oratorium di masa depan yang pada tahun 1575 menerima berkat dari Paus Gregorius XIII.

 Bersikap rendah hati.

    “Anak-anakku, bersikaplah rendah hati, bersikaplah sederhana: bersikaplah rendah hati, bersikaplah sederhana,” kata Paderi Philip berulang kali mengingatkan murid-muridnya bahawa, untuk menjadi anak-anak Allah, “Tidak cukup hanya menghormati atasan, tetapi kita harus menghormati sesama dan bawahan, dan berusaha menjadi yang pertama memberi hormat.” Yang juga menariknya, terutama dari jiwa yang kontemplatif seperti Maria di kaki Yesus, semangat Martha yang hidup di dalam hatinya, yang kita lihat ketika dia berkata, “Lebih baik menaati sakristan dan penjaga pintu ketika mereka memanggil daripada tetap berada di bilik sendiri untuk berdoa.” Philip Neri, Rasul ketiga Roma menghembuskan nafas terakhirnya pada awal pagi tahun 26 Mei 1595. Semangat cintanya tidak pernah padam.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...