Santo Fulgensius dari Ruspe atau
nama asalnya Fabius Claudius Gordianus Fulgentius, adalah anak seorang senator
Romawi di Afrika Utara. Ia lahir pada tahun 465 di Kartago (sekarang Wilayah
Tunisia). Ayahnya, Senator Gordianus meninggal saat ia masih berusia
muda. Ibunya, Mariana, yang kemudian mendidiknya dalam ilmu pengetahuan dan
membesarkannya dalam iman Kristiani. Kecerdasannya membuat Fulgensius dapat
bekerja sebagai pegawai buruh di kota Kartago. Pekerjaan ini sungguh menjemukan
baginya dan kerap menimbulkan pergolakan batin yang luar biasa. Karena itu
Fulgensius berusaha mencari ketenangan dengan membaca kitab Mazmur dan juga
tulisan-tulisan Santo Agustinus Hipo. Semakin lama membaca, Flgensius
semakin terinspirasi dengan ajaran dan kehidupan rohani Santo Agustinus. Hingga
suatu saat Fulgensius memutuskan untuk meninggalkan kehidupan dunia dan
mengikuti jejak Agustinus menjadi seorang biarawan.
Dia melamar pada uskup Faustus, yang
saat itu tengah mendirikan sebuah biara di Byzacena setelah dipaksa keluar dari
keuskupannya oleh Raja Huneric yang mendukung bidaah sesat Arian. Uskup Faustus
awalnya menolak Fulgesius. Ia sangat prihatin dengan keadaan fisik Fulgentius
yang lemah, yang mungkin akan membuatnya sakit bila menjalani pola hidup ketat
dalam biara. Namun Faustus akhirnya memberi izin setelah melihat
kesungguhan hati Fulgensius untuk hidup membiara.
Mendengar Fulgensius masuk biara;
Mariana ibunya menjadi sangat sedih. Dia bergegas ke gerbang biara, dan meminta
agar anaknya dibiarkan pulang. Ia menangis sambil mengatakan pada semua orang
bahwa gereja yang seharusnya melindungi para janda seperti dirinya, kini telah
merampok putranya Fulgensius; satu-satunya yang tersisa dalam hidupnya.
Mariana baru mahu pulang setelah Fulgensius sendiri datang dan memohon
restu ibunya supaya dia dibiarkan menjadi seorang biarawan.
Beberapa tahun hidup damai dalam biaranya; serangan
kaum arian akhirnya memaksa Fulgentius untuk mengungsi ke sebuah biara lain. Ia
tinggal disana sambil mengajar dan berkotbah menentang bidaah Arian yang
menyangkal bahwa Yesus adalah Tuhan. Kotbah-kotbahnya membuat kaum arian
berang. Seorang imam Arian kemudian membayar orang-orang Numidia untuk
menangkap dan menyeksanya. Selama beberapa hari mereka berhasil menangkap
dan menyeksa Fulgensius namun ia kemudian berhasil melarikan diri.
Fulgentius berencana untuk pergi ke Alexandria mesir, namun ia berubah fikiran
setelah mendengar bahawa kaum Arian telah menguasai Mesir. Kerana itu ia lalu
memutuskan untuk pergi ke Roma.
Di Roma, Paus meminta
Fulgentius kembali ke Afrika dan tetap berjuang melawan bidaah Arian. Paus juga
menetapkannya sebagai uskup Ruspe di Tunisia. Uskup Fulgesius
kemudian membuat semua orang di wilayah Keuskupannya terkesan dengan
pengajarannya tentang iman yang benar. Banyak pengikut Arian yang dibawanya
kembali kepangkuan gereja. Hal ini membuat kaum Arian marah dan membuat
kekacauan. Raja Thrasamund, yang adalah seorang Arian, memerintahkan agar
Uskup Fulgensius dan semua uskup yang menentang Arian ditangkap dan dibuang ke
Pulau Sardinia. Jumlah mereka yang dibuang ke Sardinia adalah hampir enam puluh
orang; terdiri dari para Uskup dan para imam yang secara terang-terangan
menentang Arian. Hidup dalam pembuangan di Sardinia sangat berat dan penuh
penderitaan. Namun semua itu tidak pernah mengoyahkan iman para pahlawan gereja
ini. Paus di Roma yang tahu akan penderitaan mereka selalu mendukung
mereka dengan mengirimkan bantuan tetap berupa bahan-bahan makanan dan uang.
Di tempat pembuangan ini, Fulgentius menulis banyak buku pembelaan iman.
Pada tahun 523, setelah kematian
Raja Thrasamund dan pengaruh bidaah Arian mulai merosot. Kemudian Uskup
Fulgentius kembali ke diosisnya di Ruspe. Dia bekerja keras untuk memulihkan
Keuskupannya yang telah lama terbengkalai kerana ketidakhadirannya. Umatnya
amat mencintai uskup yang kudus ini. Khotbah-kotbahnya yang mendalam
sangat memukau para pendengarnya. Bahkan uskup agung Kartago Bonifasius, akan
bercucuran airmata setiap kali mendengar Fulgentius berkhotbah. Ia akan selalu
menyampaikan terima kasih kepada Tuhan kerana telah memberikan seorang
pengkhotbah besar untuk gereja-Nya di Afrika Utara. Uskup Fulgentius bekerja di
Ruspe sampai pada hari kematiannya pada tanggal 1 Januari tahun 533.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment