Bulla Quo Primum - Paus St. Pius V, 1570 - Penerbitan Missal Roma & Larangan Perubahannya
QUO PRIMUM TEMPORE
SURAT BULLA UNTUK PENERBITAN MISSAL ROMA DAN LARANGAN PERUBAHANNYA
PIUS, Uskup, Hamba dari Para Hamba Allah
Demi Kenangan Sepanjang Masa
Sejak saat diri Kami diangkat pada jabatan Kepausan Berdaulat, Kami memusatkan tenaga Kami, benak Kami serta segala pikiran Kami dengan giat dan penuh kesegeraan, demi perhatian khusus yang harus Kami sediakan bagi kemurnian ibadat ilahi. Dan dibantu dengan pertolongan Allah, segala upaya Kami bertujuan memperoleh hasil tersebut. Dari antara dekret-dekret lain Konsili suci Trente, Kami harus membuat orang-orang menaati dekret yang membahas penerbitan dan koreksi buku-buku suci, Katekismus, Missal serta Brevir. Seperti di masa yang sudah-sudah, dengan rahmat Yang Mahakuasa Kami telah menerbitkan Katekismus demi tujuan mengajar orang-orang, serta mengoreksi Brevir, yang memuat persembahan puji-pujian yang wajib diberikan kepada-Nya.
Di dalam Gereja Allah, patut adanya dan bahkan diperlukan bahwa hanya ada satu cara bermazmur dan satu ritus penyelenggaraan Misa. Oleh sebab itu, Kami harus menuntaskan segala sesuatu yang masih tersisa untuk Kami lakukan dengan menyibukkan diri menerbitkan Missal baru yang sesuai dengan Brevir yang sudah terbit. Karena itulah Kami telah menilai bahwa tugas ini harus diserahkan kepada para pria terpelajar pilihan Kami. Mereka pun dengan saksama saling membandingkan manuskrip-manuskrip terkuno perpustakaan Vatikan kita, meneliti sejumlah besar manuskrip lain dari perpustakaan itu yang sudah dikoreksi dan yang belum diubah, serta menelaah karya-karya tulis para penulis kuno yang sudah disetujui, pewaris monumen-monumen ritus suci kepada kita. Usai itu semua dilakukan, mereka kemudian mereproduksi Missal itu sendiri dan menyesuaikannya dengan kaidah serta ritus para Bapa kuno. Setelah Missal ini diterima dan dikoreksi dengan teramat berhati-hati, Kami pun memerintahkan supaya Missal ini dicetak sesegera mungkin dan kemudian diterbitkan. Dengan demikian, semua orang dapat memetik buah-buah karya ini dan para imam tahu doa-doa, ritus-ritus dan upacara-upacara mana saja yang harus mereka gunakan dalam penyelenggaraan Misa.
Namun, agar semua orang di semua tempat menganut dan menaati tradisi-tradisi Gereja Roma yang Kudus, Ibu dan Pengajar Gereja-Gereja lainnya, untuk ke depannya dan untuk sepanjang masa, Kami secara terbuka melarang Misa dinyanyikan atau dibacakan selain dengan menggunakan rumusan Missal yang Kami terbitkan
di semua Gereja patriarkal, katedral, kolegial, paroki, baik sekuler maupun biara, dari ordo atau biara apa pun, baik laki-laki maupun perempuan, dan bahkan di gereja-gereja militer reguler, serta di gereja-gereja atau kapel-kapel yang tidak ditugaskan atas jiwa-jiwa, yang berkebiasaan atau berhak mengadakan Misa komunitas dengan dinyanyikan atau diucapkan dengan suara pelan oleh paduan suara seturut ritus-ritus Gereja Roma. Larangan ini berlaku meskipun Gereja-Gereja yang mungkin terkecuali itu memiliki indult dari Takhta Apostolik, adat, privilese atau segala macam izin lainnya yang diteguhkan dengan sumpah atau otoritas apostolik. Pengecualian bagi larangan itu adalah institusi kuno atau adat sebelumnya yang sudah berlaku sekurang-kurangnya dua ratus tahun, yang menyebabkan ditaatinya adat khusus dengan penuh ketekunan dalam perayaan Misa di gereja-gereja tertentu. Pada kasus demikian, penggunaan adat itu tidak ditarik. Namun jika mereka telah mendapat persetujuan uskup atau prelat dari seluruh Kapitel, mereka diizinkan untuk menggunakan Missal yang Kami terbitkan ini jika lebih sesuai dengan mereka. Adapun semua Gereja lainnya, Kami sepenuhnya dan secara mutlak menghapus serta menolak penggunaan Missal-Missal yang mereka gunakan sekarang.
Kami menstatutakan dan memerintahkan melalui Konstitusi yang harus ditaati di sepanjang masa ini dengan ancaman terkena amarah Kami, bahwa tiada pernah diizinkan untuk menambahkan atau mengurangi hal apa pun pada Missal yang Kami terbitkan.
Atas nama ketaatan suci, Kami mengamanatkan dan menitahkan hal-hal berikut secara ketat kepada semua dan tiap-tiap Patriark, administrator Gereja-Gereja yang disebutkan di atas, dan kepada semua orang lain yang menyandang jabatan gerejawi apa pun, bahkan para kardinal Gereja Roma yang Kudus, yang mungkin menyandang derajat atau preeminensi apa pun:
- agar ke depannya, Misa dinyanyikan dan dibaca seturut ritus, cara dan kaidah yang Kami tetapkan dengan menerbitkan Missal ini,
- dan agar mereka ke depannya sama sekali mengabaikan dan menolak segala rumusan lain, segala ritus Missal-Missal lainnya, meski sekuno apa pun Missal-Missal tersebut,
- serta menyampaikan mereka larangan terbuka untuk menjadi sebegitu gegabahnya sehingga menambahkan ritus-ritus lain atau mendaraskan doa-doa selain yang termuat dalam Missal ini.
Di samping itu, dengan otoritas apostolik Kami dan dengan yang termuat dalam Surat ini, Kami mengizinkan dan memperbolehkan penggunaan Missal ini secara bebas dan sah pada Misa-Misa yang dinyanyikan atau dibaca di Gereja-Gereja mana pun, tanpa sangsi nurani dan tanpa dapat dikenakan ancaman, hukuman dan sensura. Kami juga menghendaki agar para prelat, administrator, kanonik, kapelan dan semua imam dari jabatan atau denominasi apa pun yang mereka sandang, serta para rohaniwan dari segala ordo, tidak dapat dilarang atau dipaksa oleh siapa pun untuk merayakan Misa dengan formula apa pun selain yang Kami tetapkan, maupun untuk mengubah Missal ini.
Pada saat itu juga, Kami menstatutakan dan menyatakan bahwa Surat ini tidak akan dapat dibatalkan ataupun diubah pada waktu kapan pun; namun bahwa Surat ini tetap berlaku dan menyandang segala keabsahannya, terlepas dari segala sesuatu yang telah mendahuluinya, konstitusi-konstitusi maupun perintah-perintah apostolik yang bahkan terbit dalam konsili-konsili provinsial dan perhimpunan-perhimpunan sinodal sekalipun, peraturan-peraturan umum dan khusus, adat kuno Gereja-Gereja, ketentuan panjang, jika adat itu tidak berlaku sejak lebih dari dua ratus tahun lalu; terlepas dari statuta-statuta dan kebiasaan-kebiasaan apa pun yang bertentangan dengan Surat ini.
Kami menghendaki dan dengan otoritas yang sama Kami mendekretkan, bahwa selepas terbitnya Konstitusi ini serta Missal ini, semua orang akan diwajibkan untuk menaatinya dalam perayaan Misa khidmat dan pribadi, termasuk para imam yang berada di Roma setelah sebulan, mereka yang berada di sisi pegunungan [Alpen] ini setelah tiga bulan, dan mereka yang berada di luar sisi pegunungan ini setelah enam bulan atau setidak-tidaknya sejak mereka mendapati Missal ini dijual.
Demi menjaga keutuhan Missal ini dan melestarikannya dari kesalahan-kesalahan di seluruh alam semesta, dengan otoritas apostolik Kami dan dengan yang termuat dalam Surat ini, Kami melarang para pencetak melakukan upaya apa pun untuk mencetak, mengeluarkan atau menerima Missal ini tanpa seizin diri Kami atau tanpa seizin Komisaris Apostolik yang akan Kami tetapkan secara khusus di berbagai tempat, kecuali Komisaris Apostolik itu telah bersaksi sesuai peraturan kepada pihak pencetak bahwa Missal yang akan digunakan pihak Komisaris Apostolik sebagai contoh sudah dibandingkan dengan Missal Roma dan ditemukannya selaras secara sempurna dengan Missal Roma. Larangan ini berlaku dengan ancaman hukuman sita dan denda seratus dukat emas terutang kepada Kamar Apostolik bagi semua pencetak yang hidup di daerah-daerah yang tidak langsung atau langsung tunduk kepada dominasi Kami dan kepada dominasi Gereja Roma yang Kudus, atau dengan ancaman ekskomunikasi otomatis dan penalti-penalti lainnya seturut kehendak Kami, jika mereka tinggal di tempat-tempat lain.
Namun, karena Surat ini akan sulit menjangkau seluruh dunia Kristiani dan dengan demikian sulit untuk segera diketahui oleh semua orang, Kami memerintahkan agar Surat ini diterbitkan dan dipasang seturut kebiasaan pada pintu-pintu Basilika Pangeran Para Rasul, serta pada pintu Kantor Kanselir Apostolik serta di lapangan Campus Florae (Campo de' Fiori). Kami juga memerintahkan agar salinan-salinan Surat yang sama ini, bahkan yang dicetak sekalipun, jika ditandatangani oleh seorang notaris publik dan dibubuhkan meterai pejabat gerejawi, dipandang berlaku dan autentik di segala tempat di dunia, sama seperti orisinalnya.
Maka hendaknya tidak seorang pun menjadi sedemikian gegabahnya sehingga melanggar atau melawan Surat yang Kami gunakan untuk menyampaikan izin, statuta, perintah, amanat, ketetapan, kelonggaran, karunia, pernyataan kehendak Kami, dekret dan larangan ini. Barang siapa berani mencoba melakukannya, hendaknya ia mengetahui bahwa dirinya akan terkena murka dari Allah Yang Mahakuasa dan dari para Rasul-Nya yang terberkati, Petrus dan Paulus.
Diberikan di Roma, di Gereja Santo Petrus, tahun 1570 Penjelmaan Tuhan, hari menjelang idus bulan Juli, tahun kelima dari masa Kepausan Kami.
CAES. GLORIERIUS. H. CUMYN.
Penerbitannya dilakukan tanggal 29 Juli 1570.
Catatan dan Rujukan:
Diterjemahkan dari sumber utama berbahasa Prancis:
Abbé Boissonnet, Dictionnaire alphabético-méthodique des cérémonies et des rites sacrés [Kamus Bermetode Alfabetik untuk Upacara-Upacara dan Ritus-Ritus Kudus], “Missel” [“Missal”], diterbitkan oleh Abbé Migne, T. II, Chez l’Éditeur, aux ateliers catholiques du Petit-Montrogue, Paris, 1847, Hal. 667-669.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment