Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam Minggu Biasa ke-34
(Tahun A, B, C)
Our Lord Jesus Christ, King of the Universe Solemnity
Thirty-Fourth Sunday in Ordinary Time (Year A, B, C)
Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam adalah hari Minggu terakhir dalam tahun liturgi Gereja Katolik. Tahun liturgi merayakan penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus sepanjang tahun. Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam jatuh pada Ahad terakhir dalam kalendar liturgi, atau Ahad terakhir pada bulan Oktober. Paus Pius IX ingin menunjukkan bahwa Yesus Kristus lebih tinggi dan berkuasa di atas segala kekuatan dunia melalui Ensiklik Quas Primas. Yesus yang menentukan penghakiman atas segala makhluk di dunia, sehingga layak diberi gelar sebagai Raja Semesta Alam dan Raja Eskatologis.
Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, biasa disebut dengan Pesta Kristus Raja, Minggu Kristus Raja atau Minggu Pemerintahan Kristus, adalah pesta Gereja Katolik dalam tahun liturgi yang menekankan kerajaan Kristus yang sebenarnya. Pesta ini merupakan tambahan yang relatif baru pada kalender liturgi, yang ditetapkan pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI untuk Gereja Katolik Ritus Romawi.
Hari ini adalah Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, yang menandai berakhirnya Tahun Liturgi. Pada tahun 325, Konsili Ekumenis Pertama mendefinisikan keilahian Kristus untuk melawan ajaran sesat Arian. Pada tahun 1925, Paus Pius XI menyatakan bahawa mengakui kedudukan Kristus sebagai Raja adalah cara terbaik untuk mengalahkan ketidakadilan. Perayaan Kristus Raja dipindahkan ke hari Minggu terakhir tahun liturgi pada tahun 1969 untuk menekankan bahawa Yesus Kristus, Raja, adalah tujuan akhir perjalanan hidup kita di dunia ini. Teks-teks alkitabiah tentang lingkaran liturgi membantu kita lebih memahami peribadi Yesus Kristus. (Mat. 25:31-46).
Tahun Liturgi mewakili kehidupan kita dalam bentuk yang kecil, dan pengalaman ini berfungsi sebagai peringatan dan kesempatan peluang bagi pendidikan bahawa tujuan utama kita adalah bertemu dengan Yesus Kristus, Sang Mempelai, ketika Dia kembali sebagai Raja dan Tuhan atas kehidupan dan sejarah. Kita semua menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali, kerana kedatangan-Nya yang pertama adalah dalam kerendahan hati seorang Anak bayi yang dibaringkan di dalam palungan (Luk. 2:7). Kedatangan-Nya yang kedua kali akan terjadi dalam kemuliaan-Nya, yang kita rayakan secara liturgi hari ini.
Namun ada juga kedatangan peralihan yang kita jalani saat ini, di mana Yesus hadir di dalam kita melalui Rahmat yang kita terima di dalam Sakramen-Sakramen Gereja Katolik dan di dalam setiap manusia “yang terkecil” seperti yang dikatakan di dalam Injil Matius iaitu menjadi seperti anak kecil (Mat. 18:3). Kita juga dipanggil untuk mengenali Yesus yang hadir di antara setiap peribadi saudara dan saudari yang kita temui setiap hari. Sepanjang perjalanan kita ini, liturgi gereja juga menawarkan kepada kita sebuah sekolah kehidupan untuk mengajar kita tentang bagaimana mengenali Tuhan yang hadir di dalam kehidupan kita sehari-hari dan mempersiapkan kita untuk kedatangan-Nya yang terakhir.
Yesus telah berjanji dan meyakinkan kepada kita bahawa Dia akan menyertai kita sampai ke akhir zaman. Namun yang sering ditanyakan, dimanakah Dia sebagai Tuhan dan Raja kita? Jawabannya adalah, untuk menemukan-Nya, kita harus mengikuti teladan-Nya, mewujudkan perasaan-perasaan-Nya, dan tetap fokus kepada-Nya. Sekalipun kita hidup di dunia, kita bukanlah sebahagian dari dunia ini. Oleh kerana itu, kita harus tetap teguh dalam iman dan tetap mengikuti Yesus yang selalu menyertai kita dan membimbing hidup kita.
Disediakan dan dikemaskini oleh:
Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.
No comments:
Post a Comment