Popular Posts

Saturday, June 27, 2026

28 June 2026 (Ahad) | Hari Minggu Biasa XIII

28 June 2026 (Ahad)

Hari Minggu Biasa XIII


Pembacaan Pertama: Kitab Kedua Raja-Raja 4:8-11, 14-16a

Pembacaan Mazmur: Mazmur 89:2-3.16-17.18-19; Refren: 2a

Pembacaan Kedua: Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 6:3-4, 8-11

Bait Pengantar Injil. Alleluia: 1 Petrus 2: 9

Pembacaan dari Injil Santo Matius: Matius 10:37-42

Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.

Warna Liturgi Hijau


Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, Alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, Alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, Alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, Alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, Alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, Alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amen.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 4:8-11, 14-16a

“Orang itu adalah abdi Allah yang kudus; biarlah ia masuk ke sana.”

    Pada suatu hari, Nabi Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggallah seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan setiap kali dalam perjalanan, singgahlah Elisa ke sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya, “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil; maka apabila ia datang kepada kita, biarlah ia masuk ke sana.” Pada suatu hari datanglah Elisa ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di sana. Kemudian berkatalah Elisa kepada Gehazi, hamba-Nya, “Apakah yang dapat kuperbuat baginya?” Jawab Gehazi, “Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua.” Lalu berkatalah Elisa, “Panggillah dia!” Sesudah dipanggil, berdirilah perempuan itu di pintu. Maka berkatalah Elisa kepadanya, “Tahun depan, pada waktu seperti ini juga, engkau akan menggendong seorang anak laki-laki.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:2-3.16-17.18-19; Refren: 2a

Ref. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya.

1.   Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-menurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

2.  Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.

3.  Sebab Engkaulah semarak kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami ditinggikan. Sebab milik Tuhanlah perisai kita, milik Yang Kudus Israellah raja kita.

BACAAN KEDUA : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 6:3-4, 8-11

“Kita telah dikuburkan bersama Kristus oleh pembaptisan supaya kita hidup dalam hidup yang baru.”

    Saudara-saudara, camkanlah: kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya! Dengan demikian, kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian supaya seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Jadi, jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: Kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Yesus Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL: 1 Petrus 2: 9

R. Alleluia, alleluia.

Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi dan bangsa yang kudus. Kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.

R. Alleluia, alleluia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:37-42

(Umat) : Dimuliakanlah Tuhan

“Barangsiapa tidak memikul salibnya, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku.”

    Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Barangsiapa mengasihi bapa dan ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi putranya atau putrinya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperolehnya kembali. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepada-Mu: Sungguh, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Untuk renungan kita hari ini:

Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.

Renungan pembacaan pada hari ini.

Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

    Pembacaan pada hari minggu ini membawa kita kembali untuk melihat kehendak Tuhan itu. Jangan berasa hairan apabila mendengar kata-kata Yesus ini. Pilihan dan jawapan ada pada diri kita. Namun demikian, saya mengajak anda semua untuk tidak takut menuruti ajaran Yesus disini. Kita sebenarnya dibantu untuk memberi hidup ini kepada Tuhan dan bukannya merasa takut. Dia itu sama seperti kita dan Dia juga tahu mengapa pada suatu ketika kita tidak boleh menerima ajaran-Nya ini. Sebagai pengikut-Nya, kita teruskan kehidupan kita seperti biasa. Tetapi yang perlu kita beri perhatian daripada pembacaan ini adalah, menjadikan Yesus sebagai yang pertama dari segalanya atau memilih untuk hidup di luar kasih-Nya. Saya akan berikan penjelasan disini bagaimana kita sepatutnya mengikuti Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan penolong hidup kita. Yesuslah kasih Allah untuk selama-lamanya. (sahutan Mazmur tanggapan refren; 2a) 

    Di dalam pembacaan pertama hari ini, telah menceritakan mengenai kisah Nabi Elisa. Yang perlu kita tahu disini adalah bagaimana kita melihat kebaikan dan cintakasih Tuhan kepada seorang perempuan Yahudi yang miskin dan belum memperoleh keturunan. Tuhan memberikan mukjizat kepadanya melalui Nabi Elisa yang mengatakan bahawa dia akan memperoleh keturunan. Hal ini menunjukkan bahawa Tuhan sentiasa peduli dan bersedia membantu mereka yang memerlukan. Dan di dalam pembacaan Injil ini, kita juga diingatkan bahawa cintakasih kepada Tuhan haruslah di atas segalanya. Kita tidak boleh mengabaikan panggilan Tuhan untuk mengikuti dan mengimani Dia. Kita juga dipanggil untuk melayani dan memberikan kebaikan, cintakasih, perhatian bahkan rela berkorban untuk sesama. Kita perlu mengingati janji-janji pembaptisan kita dan hidup dalam suasana kebangkitan Tuhan. Kerana melalui pembaptisan kita dilahirkan baru dalam Yesus Kristus. 

    Dan Santo Paulus juga memberikan kesaksian bahawa “Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia, oleh pembaptisan dalam kematian, supaya seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6: 4) Daripada penjelasan ini, sudah tentu apa yang perlu kita lakukan adalah hidup baru dalam Yesus Kristus, mengutamakan Tuhan dalam segala hal, dan menerima keselamatan Yesus Kristus melalui Tradisi Suci dan ajaran Gereja Katolik. Dengan cara demikian, kita selalu mencari kehendak Tuhan dan menempatkan Dia di atas segalanya. Saya berharap agar semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) dapat memahami bagaimana menggunakan pembacaan pada hari minggu ini sebagai doa dan renungan. 

    Saya secara peribadi berasa yakin bahawa, ajaran Yesus ini juga mengenai hal perutusan. Sebelum diutus, Yesus terlebih dahulu mengingatkan kepada kita semua bahawa, kita yang mengikuti-Nya akan mengalami penolakan, penganiayaan, penderitaan dan bahkan dalam keluarga masing-masing akan berhadapan dengan bahaya perpecahan sebagai akibatnya kesetiaan kita sebagai murid Kristus. Mungkin anda semua sudah tahu akan perkara ini. Tetapi saya mengulangi kata-kata ini agar kita kembali kepada Sabda Yesus ini, “Barangsiapa mengasihi bapa dan ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10: 37) Sabda Yesus ini mungkin menekan kita dan dirasa sangat keras dan mengejutkan banyak orang. Apa yang dimaksudkan disini adalah, Yesus tidak menghendaki agar para murid-murid-Nya termasuk kita untuk terus membenci keluarga. 

    Namun Yesus memperingatkan agar cintakasih, kesetiaan, dan kepatuhan kita kepada keluarga tidak membuat kita melibatkan dengan dosa atau melanggar prinsip-prinsip moral yang telah ditetapkan Tuhan. Selain itu, Tuhan menghendaki kita agar mencari nafkah dengan cara yang baik dan jujur. Dan ketika kita setia menempatkan Tuhan menjadi yang pertama dari segala hal, maka kita akan memiliki pedoman dan panduan moral yang jelas untuk membimbing keluarga kita ke arah yang benar. Inilah pesan Yesus sebenarnya dan Dia bukan menakutkan kita. Apa yang Yesus mahu jelaskan disini adalah agar mengelak untuk mengikuti jalan yang salah. 

    Yesus juga mahu agar kita semua mengerti dan memahami ajaran-Nya. Dan saya berharap dengan membaca petikan disini, anda semua dapat memahaminya bagaimana Yesus berkata-kata dengan kebijaksaan-Nya. Kadang-kadang terasa sukar dan susah untuk mempelajarinya. Tetapi di akhir perkongsian saya disini, adakah anda semua telah berdoa terlebih dahulu sebelum membuat doa dan renungan, membaca alkitab dan menulis? Mintalah kebijaksaan dari Roh Kudus untuk membantu arah hidup kita seterusnya.

Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik

Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik. 

Doa Permohonan Pagi

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

U: Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

P: Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tangan-Mu,* sambil mengenangkan kebangkitan-Mu.
P: Semoga roh-Mu mengajar kami bertindak seturut keinginan hati-Mu,* dan semoga kebijaksanaan-Mu tetap membimbing kami.
P: Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umat-Mu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuh-Mu.
P: Kami mengucap syukur kepada-Mu,* atas kurnia-Mu yang tak terbilang banyaknya.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Madah

Yesus cahaya yang menyinari bumi
Hari mulia hari meriah ini
Kaugemilangkan dengan kenangan suci
Yang merayakan kemartiran sejati.

Pahlawan Petrus penjaga pintu surga
Serupa Kristus disalib dan disiksa
Pedang terhunus yang memenggal kepala
Melantik Paulus menjadi martir jaya.

O Roma mulya engkau sungguh terpuji
Karena jasa kedua tokoh suci
Yang menguduskan tanah yang kaubanggakan
Dengan percikan darah yang dicurahkan.

Dimulyakanlah Bapa mahakuasa
Diluhurkanlah Putra tunggal tercinta
Dihormatilah Roh penghibur Gereja
Berkuasalah kini dan selamanya. Amen.

Doa Permohonan Petang

P: Kristus mendirikan GerejaNya atas dasar para rasul dan nabi-nabi. Marilah kita penuh kepercayaan berdoa kepadaNya:

U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

P: Engkau memanggil nelayan Simon menjadi pemukat manusia, * pilihlah selalu pekerja-pekerja baru, agar semua bangsa diselamatkan.

U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

P: Engkau menghardik topan di tasik sehingga perahu para murid tidak tenggelam, * lindungilah GerejaMu terhadap segala kericuan, dan kuatkanlah pimpinan Gereja sedunia.

U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

P: Engkau menghimpunkan kawananMu yang tercerai-berai di bawah pimpinan Petrus, * himpunkanlah seluruh umatMu dalam kandang yang sama, ya gembala yang baik.

U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

P: Engkau mengutus rasul Paulus untuk mewartakan kabar gembira kepada para bangsa, * sertailah para pewarta Injil, agar sabda keselamatan dimaklumkan kepada setiap makhluk.

U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

P: Engkau mempercayakan kunci kerajaan surga kepada GerejaMu, * sudilah Engkau membuka pintu gerbang surga bagi semua orang yang dalam hidupnya telah mempercayakan diri kepada belas kasihanMu.

U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga kami dibantu oleh doa santo Petrus dan Paulus rasulMu. Dengan perantaraan mereka Engkau sudah memberi GerejaMu dasar rahmat surgawi. Kiranya dengan perantaraan mereka pula Engkau memberikan sokongan kepada kami untuk mencapai keselamatan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...