Popular Posts

Tuesday, June 16, 2026

17 June 2026 (Rabu) | Hari Rabu Biasa XI

17 June 2026 (Rabu)

Hari Rabu Biasa XI 


Pembacaan Pertama: Kedua Raja-Raja 2:1.6-14

Pembacaan Mazmur: Mazmur 31:20.21.24 Refren:25

Bait Pengantar Injil. Alleluia: Yohanes 14:23

Pembacaan dari Injil Santo Matius: Matius 6:1-6.16-18

Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.

Warna Liturgi Hijau.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s’mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amen.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 2:1.6-14

Tiba-tiba datanglah kereta berapi dan naiklah Elia ke surga.

    Pada waktu itu Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal, dan ketika mereka ada di kota Yerikho, Berkatalah Elia kepada Elisa, “Baiklah engkau tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawab Elisa, “Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan dikau.” Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi di Yerikho ikut berjalan dengan mereka. Tetapi mereka memandang dari jauh, ketika Elia dan Elisa berdiri di tepi sungai Yordan.

    Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya dan dipukulkannya ke atas air. Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana. Lalu keduanya menyeberang dengan berjalan di tanah yang kering. Sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa, “Mintalah apa yang hendak kulakukan bagimu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa, “Semoga aku mewarisi dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia, “Apa yang kauminta itu sukar! Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah bagimu seperti yang kauminta. Jika tidak, ya tidak akan terjadi.”

    Sedang mereka berjalan terus sambil bercakap-cakap, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya. Lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai. Melihat itu berteriaklah Elisa, “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda!” Kemudian Elia tidak kelihatan lagi oleh Elisa. Maka Elisa merenggut pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua. Sesudah itu ia memungut jubah Elia yang telah terjatuh.

    Lalu Elisa berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan. Dipukulkannya jubah Elia yang telah terjatuh itu ke atas air sambil berseru, “Di manakah Tuhan, Allah Elia?” Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana. Lalu Elisa menyeberang.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 31:20.21.24 Refren:25

RefKuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada Tuhan.

1. Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kaulakukan di hadapan manusia, bagi orang yang berlindung pada-Mu!

2. Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

3. Kasihilah Tuhan, hai semua orang yang dikasihi-Nya! Tuhan menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang yang congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

BAIT PENGANTAR INJIL: Yohanes 14:23

R. Alleluia, alleluia.

Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

R. Alleluia, alleluia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:1-6.16-18

(Umat) : Dimuliakanlah Tuhan

Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.

    Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di depan orang, supaya dilihat. Sebab jika demikian, kalian tidak memperoleh upah dari Bapamu di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

    “Dan apabila kalian berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jikalau engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

    “Dan apabila kalian berpuasa, janganlah muram mukamu, seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Untuk renungan kita hari ini:

Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.

Renungan pembacaan pada hari ini.

Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

    Pembacaan pada hari menjelaskan bagaimana Tuhan menyertai umat-Nya dan tidak akan membiarkan mereka hidup dalam ketakutan. Jika kita membaca dan ikut serta untuk cuba memahami di dalam pembacaan pertama ini, cara hidup dan pelayanan kita tidak hanya bergantung kepada kekuatan peribadi dan usaha kita, tetapi terutama sekali pada kuasa dan pertolongan dari Allah. Ketika Elisa memukul air dengan jubah Elia, dia berteriak, “Di manakah Tuhan, Allah Elia?” Hal ini menunjukkan bahawa Elisa tidak hanya menerima jubah, tetapi juga memohon kuasa Tuhan yang menyertai Elia untuk menyertai dirinya juga. Peristiwa ini menunjukkan bahawa Allah tidak meninggalkan pelayanan-Nya. Dia tetap menyertai Elisa dan memberikan kuasa-Nya melalui jubah Elia. Kemudian Elisa menunjukkan kerelaan untuk menerima tanggungjawab pelayanan setelah Elia diangkat. Dia juga bersedia meninggalkan segalanya dan mengikuti Elia. 

    Oleh itu saya berpendapat bahawa Tuhan memanggil kita untuk tidak takut kepada sebarang godaan dan kejahatan yang ada di dunia ini. Ini kerana apa yang kita hayati di dalam cara hidup dan pelayanan Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) merupakan karya Allah itu sendiri. Kita semua sudah mengenal di antara satu dengan yang lain. Dan janganlah takut untuk menerima tanggungjawab dan lantikan yang telah diberikan kepada anda semua. Elisa sendiri telah mengalami kuasa Tuhan di dalam hidupnya. Dan kita yang telah dipilih oleh Tuhan harus yakin akan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita semua. Jika Elisa tidak meninggalkan pelayanannya, kita juga harus taat kepada kehendak Tuhan ini. Dan jika Elisa dengan sabar dengan mengikuti petunjuk daripada Elia, maka kita juga harus bertekun dalam kesabaran untuk memahami rencana dan kehendak Tuhan melalui Misi dan Visi kita disini. 

    Yesus berbicara tentang kejujuran atau keikhlasan hati untuk beramal kasih dan membantu sesama tanpa ada maksud dan tujuan lain. Sebagai contoh untuk membangun sesuatu perkara yang baik bagi kepentingan masyarakat atau dengan sengaja untuk dilihat dan mendapatkan pujian dari orang lain. Yesus juga berbicara tentang berdoa dan berpuasa dengan tulus dan tidak untuk dilihat atau diperhatikan kepada orang lain. Amal kasih dan ibadah kita harus dilakukan dengan hati yang bersih. Apa yang saya maksudkan disini adalah tidak menipu Tuhan ketika berdoa dan melaksanakan ajaran dan perintah-Nya. Dan pembacaan pada hari ini mengajarkan kita tentang pentingnya kepercayaan kepada Tuhan, bersiap sedia untuk melakukan pekerjaan Tuhan, dan pentingnya amal kasih dan ibadah yang tulus serta hati yang bersih. Tuhan akan selalu menyertai kita dan memberikan kekuatan untuk melakukan pekerjaan-Nya. 

    Memang kita ini kadang-kadang selalu mengatakan bahawa, “Tidak semua yang kita boleh lakukan. Cukuplah separuh jalan sahaja yang saya lakukan setiap hari. Hari esok masih ada. Oleh itu saya boleh sambung semua hal-hal tersebut pada hari esok.” Jika ini telah terjadi dan semakin menguasai diri anda semua, langkah yang seterusnya yang kita boleh perbaiki lagi adalah memohon kebijaksaan daripada Tuhan. Ambillah masa yang sesuai untuk merenungkan kejadian tersebut di dalam doa keheningan. Jika perlu kembali lagi semula kepada pengalaman yang pertama bagaimana Tuhan menyertai dan menguatkan pelayanan anda semua. Mari kita lihat cara hidup dan teladan Yesus pada pembacaan Injil ini. Saya menggunakan salah satu contoh disini dan bagaimana caranya untuk kita kembali kepada pengalaman yang pertama mengenai hal memberi sedekah. Kita berbuat baik bukan untuk kepuasan diri dan mendapatkan pujian dari orang lain. Akan tetapi kita berbuat baik seperti membantu orang miskin, memberi sedekah untuk pengemis yang lapar sebagai ungkapan syukur kerana kita mendapat banyak anugerah dari Tuhan. 

    Jika kita melakukan kebaikan untuk mendapatkan pujian dan hormat daripada masyarakat dan tidak lahir dari hati yang benar-benar ikhlas, maka kita sebenarnya sedang memelihara benih sikap munafik dalam diri kita. Beginilah caranya kita untuk memahami diri kita terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu kebaikan kepada orang ramai. Dan jika anda semua telah menemukan kehidupan Yesus ini, maka itulah tandanya bahawa apa yang anda semua lakukan itu adalah kasih dan pasrah, yang tidak mementingkan diri sendiri, tetapi tetap setia kepada karya Allah dalam membantu semua orang. Lihatlah relasi dan hubungan kita dengan Tuhan disini. Saya berharap anda semua sudah tahu bagaimana caranya Tuhan mahu menggunakan kita kembali untuk meneruskan ajaran dan perintah-Nya melalui Geraja-Nya yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik

Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik. 

Doa Permohonan Pagi

Kristus memelihara dan mengasuh Gereja, dan Ia telah menyerahkan diri baginya. Maka marilah kita berkata:

U: Perhatikanlah Gereja-Mu, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, ya gembala umat, karena Engkau telah memberi kami terang dan kehidupan pada hari ini,* semoga kami tahu berterima kasih atas kurnia-Mu yang menyenangkan hati.
P: Pandanglah dengan murah hati kawanan-Mu yang telah Kaukumpulkan dalam nama-Mu,* supaya dari antara mereka yang dipercayakan Bapa kepada-Mu, seorangpun jangan binasa.
P: Bimbinglah Gereja-Mu pada jalan perintah-Mu,* dan semoga Roh kudus membuat umat-Mu setia kepada-Mu.
P: Teguhkanlah iman Gereja dengan santapan sabda dan roti,* agar ia sanggup mengikuti Engkau berkat kekuatan rezeki itu.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga cahaya-Mu yang suci memenuhi hati kami, supaya kami tetap mengabdi Engkau dalam tingkah laku kami. Sebab Engkau telah menciptakan kami dengan bijaksana dan tetap membimbing serta memelihara kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
Kepada-Mu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur pada-Mu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadap-Mu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaan-Mu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh Illahi
Penghibur yang sejati. Amen.

Doa Permohonan Petang

Allah mengutus Putera-Nya menjadi penebus dan teladan umat-Nya. Marilah kita dengan rendah hati memanjatkan doa kepada-Nya dan berkata:

U: Semoga Engkau dimuliakan dalam umat-Mu, ya Tuhan.

P: Kami mengucap syukur kepada-Mu, sebab dari semula Engkau telah memilih kami untuk diselamatkan,* dan untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kami Yesus Kristus.
P: Doronglah semua orang yang mengakui nama-Mu yang kudus, supaya mereka sehati menerima sabda-Mu,* dan tetap berkobar dalam cinta kasih.
P: Pencipta alam semesta, Putera-Mu sudi bekerja dengan tangan-Nya di tengah-tengah manusia,* ingatlah para pekerja yang mencari nafkah dengan memeras keringat.
P: Perhatikanlah juga semua orang yang membaktikan diri kepada kepentingan sesama manusia,* supaya mereka tekun dan tabah meskipun mengalami kegagalan.
P: Berikanlah rahmat-Mu kepada saudara-saudara kami yang berpulang,* dan janganlah serahkan mereka kepada kekuasaan setan.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga doa permohonan umat-Mu sampai ke telinga-Mu. Ampunilah kiranya dosa kami, supaya umat-Mu ini berkat dorongan-Mu tetap berbakti kepada-Mu, dan berkat lindungan-Mu hidup dengan aman sentosa. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...