27 June 2026 (Sabtu)
Hari Sabtu Biasa XII |Peringatan Santa Perawan Maria pada hari Sabtu
Pembacaan Pertama: Kitab Ratapan 2:2,10-14.18-19
Pembacaan Mazmur: Mazmur 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Refren: 19b
Bait Pengantar Injil. Alleluia: Matius 8: 17
Pembacaan dari Injil Santo Matius: Matius 8:5-17
Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.
Warna Liturgi Hijau atau Putih
Madah
O ratu kami yang mulia
Luhur tiada taranya
Engkau merangkul memangku
Tuhan Allah penciptamu.
Pintu yang ditutup Hawa
Dibuka putera bunda
Engkaupun turut berjasa
Membukakan gerbang surga.
Kami anggap tugas luhur
Untuk mengucapkan syukur
Dengan menyanyikan madah
Atas anugerah Allah.
Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan Roh-Nya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada bunda Maria.
Amen.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ratapan 2:2,10-14.18-19
“Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai putri Sion.”
Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Dalam amarah-Nya Ia menghancurkan benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi, dan mencemarkan kerajaan serta pemimpin-pemimpinnya. Maka duduklah para tua-tua puteri Sion tertegun di tanah. Mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. Mataku kusam dengan air mata, hatiku remuk redam. Hancur luluh hatiku karena reruntuhan puteri bangsaku, sebab kanak-kanak dan bayi jatuh pingsan di lapangan-lapangan kita.
Mereka bertanya kepada ibunya, “Mana roti dan anggur?” Di lapangan-lapangan kota mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur ketika menghembuskan napas di pangkuan ibunya. Apa yang dapat kunyatakan kepadamu? Dengan apa aku dapat menyamakan dikau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara Sion? Karena luas bagaikan lautlah reruntuhanmu. Siapa yang akan memulihkan dikau? Nabi-nabimu melihat penglihatan yang dusta dan hampa bagimu. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu guna memulihkan dikau kembali.
Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan. Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan, hai puteri Sion! Cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam. Janganlah kauberi dirimu istirahat. Janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah, pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam. Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan. Angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan di ujung-ujung jalan karena lapar!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN:
MAZMUR 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Refren: 19b
Ref. Ya Tuhan,
janganlah Kaulupakan terus-menerus umat-Mu yang tertindas.
1. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami
untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?
Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus
menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
2. Ringankanlah langkah-Mu ke tempat
yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat
kudus. Lawan-lawanmu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan
panji-panji mereka sebagai tanda. Mereka kelihatan seperti orang mengayunkan
kepalan tinggi-tinggi.
3. Mereka siap menebas kayu-kayuan yang
lebat; dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan
beliung; mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat
kediaman nama-Mu sampai pada tanah.
4. Pandanglah kepada perjanjian, sebab
tempat-tempat gelap di bumi penuh kekerasan. Janganlah biarkan orang yang
terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang
miskin memuji-muji nama-Mu.
BAIT PENGANTAR INJIL: Matius 8: 17
R. Alleluia, alleluia.
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:5-17
“Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub.”
Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya, “Tuan, aku tdak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang. Ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.”
Mendengar hal itu, Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikutinya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan wanita itu, lalu lenyaplah demamnya. Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan, dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu, dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Untuk renungan kita hari ini:
Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.
Renungan pembacaan pada hari ini.
Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
Untuk memulakan doa dan renungan
pada pembacaan pada hari ini, kita nyatakan kembali rasa syukur dan ungkapan
terima kasih kepada Tuhan kerana mendengarkan doa-doa kita. “Curahkanlah isi
hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan.” (Ratapan 2: 19) Dan jangan lupa untuk
menyatakan iman harapan kita kepada-Nya, “Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan
terus-menerus umat-Mu yang tertindas.” (Sahutan mazmur tanggapan Refren: 19b)
Dengan segenap hati dan penuh rasa syukur, kita laungkan madah pujian bagi
Allah yang kekal, yang selama ini sentiasa bersama dengan bangsa dan umat
pilihan-Nya. Kita nyatakan iman kita dengan kata-kata doa kita, dan semoga
pujian dan syukur kita kepada Tuhan, sentiasa diiringi dengan doa penyesalan
dan pertobatan, agar nama Tuhan semakin mendapat perhatian, dan Yesus Kristus,
Putera Allah yang tunggal, menjadi teladan dan keutamaan kita dalam iman,
kebajikan moral dan juga penyembuhan. Mari kita ikuti pembacaan disini dan cuba
memahami mengapa Yesus mahu menyembuhkan semua orang.
Peristiwa penyembuhan hamba perwira
di Kapernaum ini adalah bukti nyata kasih Tuhan. Yesus mengambil sikap peduli
mengenai penderitaan umat manusia. Dia selalu bersedia untuk menyembuhkan dan
mengampuni orang yang mahu bertobat. Dan perwira itu memiliki iman yang kuat.
Dan ini merupakan jalan yang terbaik untuk menerima kasih karunia Tuhan. Setiap
kita yang sudah mengenal kasih karunia Allah ini harus yakin bahawa Yesus mampu
menyembuhkan dan mengampuni. Penderitaan dan kesusahan adalah bahagian dari
hidup manusia. Kita tidak boleh menyerah kalah atau putus asa. Seandainya kita
sungguh-sungguh beriman dan berdoa kepada Tuhan, kesembuhan itu juga pasti
terjadi dalam hidup kita. Menurut pengalaman dan pemahaman saya disini, di saat
seseorang itu mendapat sentuhan kasih dan penyembuhan dari Tuhan, hidupnya akan
menjadi gembira, senang, tenang, damai, dan tiada lagi ketakutan serta
kekhuatiran hidup. Segala yang dia lakukan adalah untuk menyenangkan
Tuhan.
Dan jika seseorang itu menjalinkan
hubungan relasi yang intim di dalam meditasi dan kontemplasi, dia juga akan
mencapai tingkat rohani yang tinggi. Ini menjadikan dia lebih rendah hati
kerana, dia sebagai pendoa dan pelayan mengetahui bahawa, hanya dengan melalui
pengalaman peribadi di dalam doa sahaja, manusia itu akan mengerti Allah itu
sungguh-sungguh hadir di dalam hatinya. Inilah yang dikatakan oleh Santa Teresa
dari Avila sebagai “Puri Batin”. Dan menurut Santo Yohanes dari Salib, hati
adalah pusat doa sesuai dengan spiritualitinya, dan "Malam Gelap"
adalah karyanya yang paling terkenal. Selain Malam Gelap, pemikiran mendalamnya
tentang doa juga tertulis di dalam karya-karya besarnya yang lain seperti
Mendaki Gunung Karmel, Madah Rohani, dan Nyala Cinta yang Hidup. Untuk
pembacaan pertama dari Kitab Ratapan ini, ianya mengisahkan tentang kepedihan
dan kesengsaraan yang dialami oleh Yerusalem. Kitab Ratapan ini melukiskan juga
tentang kehancuran kota dan penderitaan rakyat, seperti kelaparan dan penyakit.
Semua ini merupakan refleksi atas dosa- dosa manusia dan akibat dari perbuatan
jahat.
Berhadapan dengan keadaan seperti
ini, kita perlu bertemu dengan Tuhan. Kita perlu bersyukur kepada Tuhan yang
mahu mengampuni kita dan berusaha untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Itulah yang
saya teliti sendiri bagaimana kejadian ini mempunyai persamaan dengan cara
hidup dan pelayanan Yesus. Dia datang supaya kita mempunyai hidup, dan akan
memiliki segala kelimpahan, baik dari segi rohani dan kesembuhan secara total. (Yohanes 10: 10) Mari kita belajar kembali mengenai Injil ini. Penyembuhan hamba seorang perwira
Kapernaum dan iman perwira Kapernaum ini. Menurut pandangan orang Yahudi, dia
yang adalah seorang non Yahudi (prajurit Romawi) yang dianggap sebagai orang
luar atau bahkan musuh oleh bangsa Israel. Namun dia datang kepada Yesus dengan
kerendahan hati luar biasa. Dan perwira ini pula bukan orang sembarangan. Dia
adalah seorang penguasa, pemimpin dari seratus prajurit Romawi dan memiliki kedudukan,
harga diri dan kuasa. Dia datang kepada Yesus, yang dianggap sebagai seorang
Rabi Yahudi yang miskin dan berasal dari desa.
Kelakuannya pula bukan untuk
menuntut tetapi memohon terus kepada Yesus. Apa yang kita boleh pelajari
daripada kisah Yesus ini adalah, Rabi Yahudi itu adalah mempunyai erti dan
maksud untuk kehidupan masyarakat orang Yahudi. Secara etnik dan budaya, Yesus adalah
orang Yahudi dari suku Yehuda. Dalam Perjanjian Baru, Dia sering dipanggil
Rabbi (guru atau sarjana Taurat) oleh masyarakat umum dan murid-murid-Nya.
Semasa hidup, Dia beribadah di sinagoga, taat pada hukum Taurat, dan merayakan
hari-hari raya Yahudi seperti Paskah. Peristiwa ini juga mengajar kita agar
meneladani iman dan kepercayaan perwira Kapernaum tersebut, “Tuan, aku tidak
layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka
hambaku itu akan sembuh.” (Matius 8:8) Di hadapan Yesus, dia tahu siapa dirinya
sebenarnya. Maksud saya disini adalah dia sudah tahu siapa dirinya di hadapan
Yesus. Dia tidak berani meminta apa-apa lagi tetapi melainkan hanya meminta
kesembuhan.
Dengan kata lain, dia juga tahu
bahawa di hadapan Yesus, dia hanyalah manusia biasa yang penuh dengan
keterbatasan dan tidak layak. Mampukah anda semua untuk mengerti pesan Injil
disini? Santo Matius telah menulis Injil ini untuk memberitahu kita semua
bahawa Yesus adalah Tuhan yang boleh menyelamatkan kita semua. Adakah kamu juga
sedar bahawa Tuhan mahu lebih dekat dengan kita lagi melalui peristiwa di zaman
kita ini? Pengajaran yang perlu kita ikuti disini adalah untuk menjadi lebih
rendah hati. Perwira itu jika dilihat dari segi politik dan sosial adalah lebih
tinggi pangkatnya. Tetapi di hadapan Yesus, dia kembali merendahkan diri di
hadapan Yesus. Dia juga sedar bahawa dirinya adalah sebagai orang berdosa yang
tidak layak di datangi oleh Yesus. Memiliki sikap kerendahan hati saat datang
di hadapan Yesus adalah pesan untuk kita semua pada hari ini. Kita juga harus
memiliki hati yang mengasihi dan peduli.
Perwira ini juga datang bukan untuk
dirinya, tetapi untuk hambanya (pelayannya) yang sedang sakit itu. Ini
kerana pada zaman itu dan di dalam budaya Romawi, seorang hamba dianggap
sebagai tukang bekerja sahaja. Dan jika didapati sakit boleh dibuang kerja atau
perlu diganti oleh orang lain. Tetapi perwira ini tetap memihak kepada orang
yang lemah. Disebabkan oleh kejadian ini, Yesus memahami iman dan kata-kata
perwira itu. Iman dan perbuatan itulah yang membuat Yesus rasa kagum sehingga
Dia berkata bahawa, belum pernah Dia menemukan iman sebesar itu di antara orang
Israel sendiri. Apakah kita juga memiliki iman yang mempercayai sepatah
kata dari Tuhan? Adakah kita juga telah menemukan doa dari kata Yesus
ini?
Yesus telah menjawab dan mengabulkan permohonannya dan memuji imannya sebagai yang terbesar, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” (Matius 8: 13) Melalui kisah perwira ini, kita diundang untuk menanggalkan kesombongan kita dan datang kepada Yesus dengan kerendahan hati. Inilah Firman Allah yang hidup dan berkuasa yang sanggup membezakan pertimbangan dan fikiran hati kita (Ibrani 4: 12). Semoga cara hidup dan pelayanan kita di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) sentiasa diperbaharui dan hidup seperti Yesus, difikiran, perkataan dan perbuatan-Nya.
Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik
Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik.
Doa Permohonan Pagi
Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:
U: Semoga bunda-Mu mendoakan kami, ya Tuhan.
P: Kristus, matahari sejati, perawan Maria telah mendahului Engkau seperti fajar mendahului siang,* semoga kami hidup dalam cahaya kedatangan-Mu.
P: Sabda kekal, Engkau telah memilih Maria menjadi bunda-Mu yang tak bernoda,* bebaskanlah kami dari noda dosa.
P: Penyelamat kami, pada saat penderitaan dan wafat-Mu, bunda-Mu berdiri di kaki salib,* semoga berkat doanya, kami mengambil bagian dalam penderitaan-Mu dengan gembira hati.
P: Yesus Yang Mahamurah, ketika terpaku pada salib, Engkau menyerahkan Maria kepada Yohanes sebagai bundanya,* semoga kami hidup selaku putera Maria yang sejati.
Atau:
Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:
U: Semoga bunda-Mu mendoakan kami, ya Tuhan.
P: Penyelamat dunia, berkat kekuatan penebusan-Mu, Engkau telah melindungi bunda-Mu terhadap noda dosa,* lindungilah kamipun terhadap dosa.
P: Penebus kami, Engkau menjadikan santa Maria tempat kediaman Roh kudus,* penuhilah kami juga dengan Roh-Mu.
P: Sabda kekal, Engkau telah mengajar bunda-Mu memilih bagian yang terbaik,* semoga kami meneladan dia dan tekun mendengarkan sabda-Mu.
P: Raja para raja, Engkau telah mengangkat bunda-Mu ke surga dengan jiwa raganya,* semoga hati kami tetap terarah kepada-Mu.
P: Penguasa surga dan dunia, Engkau mentakhtakan Maria menjadi ratu yang mulia,* semoga kamipun Kauizinkan masuk ke dalam kemuliaan abadi.
Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ya Tuhan, dengan meriah kami mengenangkan perawan Maria dan kami percaya bahwa ia berdoa bagi kami. Semoga karena doanya Engkau berkenan melimpahkan rahmat-Mu kepada kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.
PEMBUBARAN UMAT
PENUTUP
Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:
I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)
U (Umat) : Dan bersama rohmu
I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.
U (Umat) : Amen.
Madah
Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.
Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
Kehadiran-Mu yang sakti.
T’rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.
Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus Roh-Nya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amen.
Doa Permohonan Petang
Marilah kita memuji Allah yang mahaesa, Bapa dan Putera dan Roh -Kudus, dan dengan rendah hati berdoa:
U: Dampingilah umat-Mu, ya Tuhan.
P: Tuhan yang kudus, Bapa yang Maha Kuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umat-Mu dapat menikmati kesejahteraan dan damai.
P: Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaan-Mu,* supaya akhirnya semua manusia selamat.
P: Semoga suami isteri hidup dalam damai-Mu, bertindak seturut kehendak-Mu,* dan saling mencintai seumur hidup.
P: Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal.
P: Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga.
Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.
Bapa Kami
Doa Penutup
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.
PEMBUBARAN UMAT
PENUTUP
Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:
I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)
U (Umat) : Dan bersama rohmu
I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.
U (Umat) : Amen.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment