10 June 2026 (Rabu)
RABU HARI BIASA X
Pembacaan Pertama: Kitab Pertama Raja-Raja 18:20-39
Pembacaan Mazmur: Mazmur 16:1-2a.4.5.8.11; Refren 1
Bait Pengantar Injil. Alleluia: Mzm 25:4c.5a
Pembacaan dari Injil Santo Matius: Matius 5:17-19
Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.
Warna Liturgi Hijau.
Madah
Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s’mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh -Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amen.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 18:20-39
“Semoga bangsa ini mengetahui bahwa Engkaulah Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka bertobat.”
Sekali peristiwa Raja Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun. Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: “Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyahut, katanya: “Baiklah demikian!”
Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: “Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api.” Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: “Ya Baal, jawablah kami!” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu. Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: “Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.”
Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian. Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu. Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: “Engkau akan bernama Israel .”
Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu. Sesudah itu ia berkata: “Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!” Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk kedua kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya, sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air.
Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:1-2a.4.5.8.11; Refren 1
Ref. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu, aku berlindung
atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku.”
Bertambahlah kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan kurban curahan mereka, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bibirku.
Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
BAIT PENGANTAR INJIL: Mzm 25:4c.5a
R. Alleluia, alleluia.
Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.
R. Alleluia, alleluia.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:17-19
“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi.”
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Untuk renungan kita hari ini:
Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.
Renungan pembacaan pada hari ini.
Sebagai seorang pendoa, pembacaan pada hari ini memberi kita pengajaran bahawa hidup doa bukannya sekadar menjadi ikut-ikutan. Mari kita baca kembali kisah Nabi Elia ini. Dalam kisah Nabi Elia yang berhadapan dengan nabi-nabi Baal, Nabi Elia hanya seorang diri. Namun, dia lebih mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya Allah dan penolongnya yang setia. Saat itu Raja Ahab dan semua pengikut Baalnya bersatu dan kemudian melawan Nabi Elia. Mereka berdebat tentang siapa yang memiliki Allah yang benar. Oleh kerana itu, mereka berusaha membuktikannya dengan meletakkan persembahan di atas altar yang sudah disiapkan. Seekor lembu dipotong dan diolah, lalu kurban persembahan itu tidak boleh dipasang api, tetapi dengan memanggil ilah (atau tuhan-tuhan mereka) mereka untuk membakar kurban persembahan itu.
Namun, ketika Raja Ahab dan pengikutnya melakukan hal itu, tidak ada tanda-tanda kurban persembahan itu terbakar oleh api kerana tidak ada api yang muncul. Lalu tibalah giliran Elia. Dia mulai berdoa dan setelah berdoa, turunlah api Tuhan menyambar kurban bakaran, kayu bakar, batu, tanah, serta air yang ada. Semua itu dibakar oleh api Tuhan. Setelah melihat kejadian itu, seluruh rakyat bersujud dan berseru, “Tuhan, Dialah Allah.” Peristiwa itu menjadi tanda paling nyata akan kebenaran Tuhan yang telah ditolak oleh bangsa pilihan-Nya sendiri. Dan mari kita lihat apa yang ingin disampaikan oleh Yesus kepada kita semua melalui pembacaan Injil hari ini. Yesus juga melawan hal yang sama. Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Jangan kalian menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau Kitab Para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5: 17)
Yesus mengetahui bahawa konsep para murid-Nya dan orang-orang yang mendengarkan pengajaran-Nya tentang diri-Nya masih sangat terbatas. Maksudnya, hanya seorang nabi yang akan datang untuk membebaskan mereka dari perbudakan dan penjajahan. Padahal, semua yang telah disampaikan di dalam hukum Taurat dan Kitab Para Nabi itu terpenuhi di dalam diri-Nya. Namun, mereka tidak memahami itu kerana sangat dipengaruhi oleh kebenaran yang tidak jelas. Kita juga diharapkan untuk mengenal dan mengimani Tuhan dengan iman yang benar dan utuh serta tetap setia kepada-Nya sebagaimana diteladankan oleh Nabi Elia. Hidup doa yang bersandar kepada kuasa Tuhan dan Roh KudusNya mampu mengubah segalanya. Yesus telah memberikan teladan yang baik bagaimana doa itu harus hidup dengan tindakan dan perbuatan kita. Yang pertama adalah, Yesus tidak menghapus Hukum Taurat, tetapi menyempurnakannya.
Yesus menunjukkan makna terdalam dari hukum itu sehingga menjadi semakin hidup dan membawa manusia kepada kasih. Doa kasih Yesus ini mengajarkan kembali kepada kita bahawa tidak semua yang lama dan dulu itu buruk. Banyak nilai-nilai murni, tradisi dan kepercayaan masyarakat kita di Sabah, pengalaman dan kebijaksanaan yang telah memperlihatkan kematangan iman. Namun demikian, saya mahu agar kita yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) perlu memahami, menghayati, dan menerapkannya agar identiti dan panggilan kita sebagai anak-anak Tuhan sentiasa memiliki kasih doa Yesus. Doa inilah yang dipenuhi dengan pemurnian dan penyempurnaan dalam diri kita masing-masing. Perjanjian Baru tidak menghapus Perjanjian Lama. Dan Perjanjian Lama menjadi dasar untuk memahami karya keselamatan Kristus.
Yang lama dan dulu itu serta yang baru saling menerangi dan melengkapi. Dan tradisi dan keunikan masyarakat tidak berubah kerana kita mengamalkan kasih Yesus kepada semua orang. Kita yang mewarisi kebudayaan dan adat resam dari nenek moyang di dalam masyarakat Kadazan Dusun Murut Rungus (KDMR) tetap berkait rapat di dalam keluarga, komuniti, pekerjaan dan juga untuk pelayanan di Gereja. Saya juga mengharapkan dan mendoakan agar pemimpin kita yang lama dan dulu itu serta yang sekarang ini bersatu hati dan bangkit semula untuk mentadbir Kerajaan Sabah kita ini. Kita perlukan mereka semula kerana gagasan yang terdahulu itu mampu memberi pembaharuan yang bijaksana yang dimulai dengan menghargai apa yang telah diwariskan. Inilah perjuangan yang perlu kita doakan.
Kita perlu mempertahankan dan memperbaiki lagi sistem yang sedia ada. Jika perlu penambahan harus diadakan bagi tujuan tradisi, pengalaman, identiti, dan kebijaksanaan yang telah membangun komuniti masyarakat Kadazan Dusun Murut Rungus (KDMR) selama bertahun-tahun. Sebagai contoh Parti Bersatu Sabah (PBS) ialah sebuah parti politik tempatan pelbagai kaum di Sabah, Malaysia yang ditubuhkan pada tahun 1985. PBS merupakan antara parti yang paling lama bertahan dan sejarah mencatatkan parti ini pernah memerintah Sabah dari tahun 1985 hingga 1994.
Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik
Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik.
Doa Permohonan Pagi
Terpujilah Allah, penyelamat kita, sebab Ia telah berjanji akan menyertai Gereja-Nya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kita bersyukur kepada-Nya dan berkata:
U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.
P: Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmat-Mu
yang menyinari kami jangan sampai terbenam.
P: Kepada-Mu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji
tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan.
P: Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahaya-Mu,* supaya
kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat.
P: Semoga cinta kasih Roh kudus-Mu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami
tetap berlaku baik dan memuji Engkau.
Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahaya-Mu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintah-Mu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.
PEMBUBARAN UMAT
PENUTUP
Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:
I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)
U (Umat) : Dan bersama rohmu
I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.
U (Umat) : Amen.
Madah
Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
Kepada-Mu Bapa kami
Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua
Yang khidmat menghadap-Mu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa
Tuhan Maha Kuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh Illahi
Penghibur yang sejati. Amen.
Doa
Permohonan Petang
Saudara-saudara tercinta, marilah kita bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umat-Nya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kita penuh semangat berkata:
U: Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.
P: Allah kekal, bagi-Mu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami
bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di
waktu petang.
P: Kurniakanlah roti surgawi kepada umat-Mu, agar kami jangan lapar,* dan air
hidup, supaya kami takkan haus lagi.
P: Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan
memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang.
P: Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami
melimpah.
P: Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga
kebahagiaan untuk memandang Engkau.
Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.
Bapa Kami
Doa
Penutup
Kuduslah nama-Mu, ya Tuhan, dan kasih sayang-Mu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umat-Mu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.
PEMBUBARAN UMAT
PENUTUP
Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:
I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)
U (Umat) : Dan bersama rohmu
I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.
U (Umat) : Amen.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment