Popular Posts

Tuesday, April 21, 2026

Santo Yohanes Yosef dari Salib, Pengaku Iman

Santo Yohanes Yosef dari Salib, Pengaku Iman

Yohanes lahir 15 Agustus 1654, tepat pada hari raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di Naples, Italia Selatan. Ia adalah seorang pemuda bangsawan yang dikenal memiliki sifat rendah hati dan berpakaian layaknya orang miskin. Hal itu ia lakukan untuk meneladani sifat Yesus yang juga sederhana. 

Diusia 16 tahun, Yohanes memutuskan untuk masuk Biara Fransiskan. Ia sangat merindukan untuk hidup penuh pengorbanan seperti Yesus. Maka dari itu, Yohanes melakukan matiraga, tidur hanya 3 jam dan menyantap makanan yang sederhana. Kemudian, Yohanes pun ditahbiskan menjadi seorang imam dan diangkat juga menjadi superior di Biara Santa Lusia di Naples. Disanalah ia menghabiskan waktu dan hidupnya yang panjang. Yohanes selalu memilih pekerjaan yang berat dan menunjukkan sifat yang penuh belas kasih. Ia tidak suka menjadi pusat perhatian dan selalu inisiatif menolong imam serta frater lainnya tanpa harus dimintai tolong terlebih dulu. Selain itu, Yohanes juga memiliki cinta kasih yang besar kepada Bunda Maria dan Yohanes pun menyebarkan cintanya itu kepada orang lain agar orang lain juga mengasihi Bunda Maria.

Karena begitu besar rasa cintanya kepada Tuhan, Yohanes dikaruniai karunia-karunia rohani, seperti ekstasi, bernubuat, mujizat penyembuhan, levitasi (mengangkat benda tanpa disentuh) dan bilokasi (berada di 2 lokasi yang berbeda diwaktu bersamaan).

Meskipun sedang sakit, Yohanes tetap mengasihi Tuhan dan bekerja. Lalu, Yohanes pun wafat 6 Maret 1734 diusia 80 tahun. Yohanes dibeatifikasi 24 Mei 1789 oleh Paus Pius VI dan dikanonisasi  26 Mei 1839 oleh paus Gregorius XVI.

Yohanes Yosef dari Salib adalah seorang mistikus Fransiskan  yang hidup pada abad ke 17. Ia diketahui memiliki karunia rohani yang luar biasa. Ia sering mengalami ekstasi rohani dan dikenal karena karunia  penyembuhan, bernubuat, levitasi dan bilokasi.

Yohanes lahir di Naples sebelah selatan Italia pada tahun 1654, tepat pada pada Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Ia adalah seorang pemuda bangsawan yang sangat rendah hati, yang sehari-hari berpakaian seperti layaknya seorang miskin. Ia melakukan hal tersebut sebab ia ingin menjadi miskin sama seperti Yesus.

Pada usia enambelas tahun, Yohanes Yosef bergabung dengan Ordo Fransiskan. Ia sungguh rindu untuk hidup penuh pengorbanan seperti Yesus. Oleh karenanya, dengan senang hati ia melakukan banyak mati raga. Ia tidur hanya tiga jam saja setiap malam dan menyantap makanan yang sangat sederhana.

Yohanes kemudian ditahbiskan sebagai imam. Paderi Yohanes Yosef diangkat menjadi superior di Santa Lusia di Naples di mana ia menghabiskan sebagian besar masa hidupnya yang panjang. Ia selalu mendesak untuk melakukan pekerjaan yang paling berat. Dengan sukacita ia memilih untuk melakukan tugas-tugas yang tidak dikehendaki oleh yang lain.

St. Yohanes Yosef mempunyai pembawaan yang penuh belas kasih. Namun demikian, ia tidak ingin menjadi pusat perhatian. Sebaliknya, bukannya menunggu orang lain datang untuk meminta pertolongannya, ia akan terlebih dahulu datang kepada mereka. Semua imam dan frater menganggapnya sebagai seorang imam yang penuh belas kasih. Yohanes juga amat mengasihi Bunda Maria dan berusaha membantu orang-orang lain untuk mengasihi Maria.

Imam yang kudus ini demikian mengasihi Tuhan hingga meskipun ia sedang sakit, ia akan terus bekerja. St. Yohanes Yosef wafat pada tanggal 6 Maret 1734 dalam usia delapan puluh tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius VIII pada tahun 1839.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...