Santo Eusebius dari Kremoana, Pengaku Iman
Putera bangsawan Kremona ini pada masa mudanya mendapat
pendidikan yang sangat baik dari orang-tuanya. Ia kemudian melanjutkan
pendidikannya di Roma yang terkenal sebagai pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan pada masa itu. Di sana ia menjadi murid Santo Hieronimus yang ahli
dalam bidang bahasa dan Kitab Suci.
Hieronimus kagum akan kesalehan, minat dan bakat Eusebius
terhadap Alkitab dan ilmu-ilmu lainnya. Ia senang mendidik Eusebius, bahkan
menganggapnya sebagai teman dan saudaranya. Eusebius mengikuti Hieronimus ke
mana saja ia pergi, antara lain ke Yunani, Syria, Mesir dan Palestina. Akhirnya
ia menetap di Betlehem, di biara yang didirikan oleh Hieronimus.
Di biara ini Eusebius berkembang pesat dalam kesempurnaan
hidup rohani sebagai seorang rahib mengikuti teladan Hieronimus. Sekali
peristiwa Eusebius berangkat ke Roma. Dalam perjalanannya itu, ia berjumpa
dengan Rufinus, seorang imam yang menaruh dendam pada Hieronimus dan
murid-muridnya. Rufinus mecaci maki Eusebius sebagai salah seorang murid
Hieronimus dengan kata-kata yang tidak sopan. Namun Eusebius yang saleh itu
tidak memperdulikannya, bahkan membalas penghinan itu dengan menolong Rufinus.
Eusebius meninggal dunia pada tahun 440.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment