Lusius memangku jabatan Paus menggantikan Paus Cornelius pada tanggal 25 Juni
253. Ia diasingkan selama aksi penganiayaan umat Kristen di bawah pemerintahan
Kaisar Gallus, dan baru kembali ke Roma setelah Gallus meninggal dunia.
Ketika berada di Roma, ia menerima sepucuk surat dari Santo Siprianus, Uskup
Kartago. Di dalamnya Saprianus memuji keberanian Lusius untuk menghadapi aksi
penganiayaan umat. Bersama Saprianus, Lusius menggalakkan karya kariatif untuk
orang-orang Kristen yang dipenjarakan. Bagi orang-orang ini, Paus Lusius
menetapkan bahwa setelah menerima pengampunan, mereka harus diberkati dan
diperbaharui keanggotaannya dalam gereja.
Lusius ditentang oleh Novatianus,seorang imam berkebangsaan Roma yang
mengangkat dirinya sebagai Paus tandingan selama masa kepemimpinan Paus
Cornelius (251-253). Novatianus menolak pengampunan kepada orang-orang Kristen
yang mutrad selama masa penganiayaan. Oleh Lusius, pandangan Novatianus
dianggap suatu bidaah.
Lusius meninggal dunia pada tanggal 5 Maret 254. Jenazahnya dimakamkan di
pekuburan para Paus di katakombe Santo Kalikstus, di jalan Appia.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
My vocation is Blessed and Saints.
"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."
"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."
Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)
No comments:
Post a Comment