Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Yesus Kristus,
Renungan pada hari ini dapat membantu kita untuk lebih memahami akan kehadiran Allah khasnya di dalam doa baik secara individu, keluarga mahupun komuniti. Setiap perkara yang kita lakukan haruslah terarah kepada Tuhan Yesus Kristus. Yesus bersabda “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15: 7).
Di dalam pembacaan pertama, Allah menyertai Musa untuk memerangi orang Amalek sehingga orang Israel memperolehi kemenangan. Atas permintaan Musa, Yosua berperang melawan orang Amalek sambil Musa berdiri di puncak bukit dengan memegang tongkat Allah di tangannya (ayat 9). Apabila Musa mengangkat tangannya Israel menjadi kuat tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek (ayat 11). Kemudian Harun dan Hur membantu Musa yang keletihan itu dengan menopang kedua belah tangan mereka, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam (ayat 12). Dengan cara demikian Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang (ayat 13).
Peristiwa ini dapat membantu kita untuk merenungkan kembali akan kasih Allah dalam sejarah penyelamatan manusia. Allah sungguh-sungguh berkarya melalui perantaraan Musa dan Yosua untuk memerangi orang Amalek sambil di bantu oleh Harun dan Hur. Inilah kuasa Allah yang tak terbatas yang bekerja melalui mereka. Dan bagi kita yang percaya akan Allah mohonlah rahmat dan karunia yang khusus bagi kita secara peribadi agar peristiwa ini membantu kita untuk lebih percaya akan kuasa Allah yang hadir di dalam peribadi Tuhan Yesus Kristus. Berdoalah agar firman Allah ini menerangi hati kita di dalam doa.
Di dalam Injil Lukas, Yesus mengajak kita untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu (ayat 1). Seperti seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu agar membela haknya (ayat 3) demikian juga kita seharusnya memiliki sikap batin di dalam doa. Bersandarlah sepenuhnya kepada Yesus Kristus agar melalui Dia kita sentiasa memperolehi berkat, rahmat dan perlindungan yang kita perlukan di dalam doa. Berdoalah selalu di dalam nama Yesus apa sahaja keadaan yang kita alami. Berdoa bukannya mudah dan bukannya senang. Disinilah kita perlukan seseorang sebagai pengantaraan iaitu Yesus Kristus. Dialah satu-satunya pengantaraan kita kepada Allah Bapa di Surga yang mengatasi langit dan bumi. Di dalam doa Ekaristi, Yesus akan menyertai doa kita semua baik secara individu, keluarga mahupun secara berkomuniti. Inilah doa yang agung yang terdapat di dalam liturgi gereja kita. Inilah tujuan kita yang sebenarnya untuk ke gereja setiap hari minggu dan hari biasa untuk merayakan perayaan Ekaristi.
Semoga hidup rohani kita disegarkan dengan santapan rohani kita iaitu Tubuh dan Darah Yesus Kristus. Kuduskanlah hidup kita seperti Yesus Kristus di fikiran, perkataan dan perbuatan-Nya agar hidup kita tidak bercela dan tanpa dosa. Yesuslah pusat hidup doa kita dan taatilah, renungkanlah serta mempraktikkan di dalam kehidupan kita seharian mengenai ajaran-ajaran gereja yang telah kita dengar dan terbaca selama ini. “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu” (2 Tim 3: 14). Di dalam mazmur mengatakan “Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi (ayat 2). Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu (ayat 5). Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu (ayat 7).
Inilah kasih Yesus Kristus bagi kita yang percaya kepada-Nya. Berdoalah agar seluruh kehidupan kita diberkati oleh Allah Bapa yang Mahakuasa. Seperti seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu agar membela haknya (ayat 3) demikian juga kita sikap iman kita terhadap Yesus. Janda itu telah memperolehi apa yang dia inginkan. Terimalah santapan rohani kita iaitu Tubuh dan Darah Yesus agar segala keinginan kita di dalam doa dimurnikan, dikabulkan serta diberkati oleh Allah Bapa di Surga.
No comments:
Post a Comment