Popular Posts

Sunday, May 11, 2025

Renungan Alkitab Katolik

    Allah adalah kasih. Kasih-Nya adalah sempurna dan memberikan hidup yang kekal bagi kita yang percaya kepada-Nya. Allah telah mengutus Putera-Nya Yesus Kristus ke dunia ini untuk menyelamatkan kita dari dosa, kejahatan dan kematian. Melalui pembacaan pada minggu biasa ke-30 ini, marilah kita merenungkan kembali kasih Allah ini melalui doa kita secara individu, keluarga mahupun secara berkomuniti. Dengan penuh kerendahan hati, berdoalah agar kasih Allah ini membimbing hidup rohani kita.

    Di dalam pembacaan pertama, kita diperingatkan kembali bagaimanakah kita seharusnya untuk berdoa kerana “Tuhan berkenan kepada siapa yang dengan sebulat hati berbakti kepada-Nya, dan doanya naik sampai ke awan” (16). Sebagai umat katolik, kita seharusnya berdoa dengan penuh kepercayaan kepada Allah Bapa yang adalah kudus dan suci di Surga. Jika hidup kita masih dikuasai oleh dosa dan kejahatan, bagaimanakah kasih Allah ini dapat menyempurnakan hidup kita sebagai anak-anak Allah melalui doa kita? Allah Bapa berkenan kepada mereka yang lemah lembut dan rendah hati. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh-sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2: 3 – 6).

    Di dalam Injil Lukas, Yesus mengajar kita bagaimanakah seharusnya kita berdoa sebagai pengikut-Nya. Jika kita membenarkan diri kita di bimbing oleh Roh Kudus, kita akan menyedari bahawa hanya mereka yang rendah hati berkenan di hadirat Tuhan. Yesus bersabda “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (14). Sabda Yesus ini memperingatkan diri kita masing-masing agar tidak menganggap diri kita yang suci dan memandang rendah terhadap orang lain seperti orang Farisi ini. Sebaliknya kita seharusnya menerima ajaran Yesus Kristus ini untuk mencontohi pemungut cukai untuk berdoa sambil berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (13).

    Melalui Injil Lukas ini, Yesus mengajar kita untuk lebih rendah hati apabila datang merayakan Ekaristi. Melalui Sabda-Nya, kita diperingatkan agar sentiasa dalam keadaan berahmat agar santapan rohani yang kita terima iaitu Tubuh dan Darah Yesus menyempurnakan hidup kita sebagai anak-anak Allah. Inilah berkat Tuhan yang akan menyatukan hidup rohani kita dalam kuasa Roh Kudus. Kita yang percaya akan kebenaran dan cintakasih ini akan dikuduskan dan disucikan dalam nama Yesus. Terimalah kasih Allah ini yang akan menyempurnakan seluruh hidup kita agar kita diperlayakkan untuk masuk ke Surga tanpa dosa dan kejahatan. Berdoalah sentiasa dalam kasih Kristus dan tetaplah rendah hati di hadirat Allah Tritunggal dan layanilah sesama kita dalam kasih Yesus.

    Keyakinan kita akan kasih Allah ada di dalam peribadi Yesus Kristus. Di dalam pembacaan kedua ini, Rasul Paulus berpegang teguh akan kebenaran dan kasih Kristus yang dia wartakan. Dia beriman dalam Kristus dan dia yakin akan keselamatan yang Yesus berikan kepada dia sesuai dengan hidup panggilannya. “Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraan Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya. Amin. (17 – 18).

    Datanglah kepada Yesus dengan penuh kerendahan hati di dalam doa. Seperti pemungut cukai yang memohon belaskasihan Tuhan, demikian juga kita harus berdoa di hadirat-Nya. Kerana di dalam mazmur mengatakan bahawa “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (19) dan “Tuhan membebaskan jiwa hamba-hambanya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman” (23). Janganlah takut untuk berdoa kepada Yesus sebaliknya terimalah pengampunan-Nya dan kasih-Nya. Yesus mengasihi orang yang rendah hati jika dibandingkan mereka yang bersikap sombong dan angkuh. Yesus bersabda “Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (Mat 23: 28). Mereka yang rendah hati akan mendapat perlindungan dari Tuhan berbanding mereka yang bersikap kepura-puraan. Yesus bersabda “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah” (Luk 16: 15).

    Melalui santapan rohani kita iaitu Tubuh dan Darah Yesus, kita akan dikuduskan dan disucikan. Terimalah berkat Tuhan ini dan berdoalah agar Roh Kudus sentiasa membantu kita untuk berdoa. Keselamatan ada di dalam Yesus Kristus. Seperti pemungut cukai yang mendapat pengampunan dan belaskasihan Allah, demikian juga kita akan mendapat berkat, pengampunan dan belaskasihan daripada Tuhan Yesus Kristus. Berdoalah di dalam nama Yesus agar kasih Allah ini menyempurnakan seluruh hidup kita, hidup tanpa dosa dan kejahatan.

Jonathan Fabian Ginunggil, 
Pelayan Atasan Tertinggi, 
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...