Sebagai umat Allah yang kudus, kita patut bersyukur kerana melalui kesengsaraan, wafat dan kebangkitan Kristus dari alam maut, kita diselamatkan dari dosa, kejahatan dan kematian dan akan memperoleh kehidupan kekal di Surga. Kita yang sudah menerima sakramen sakramen gereja katolik haruslah mentaati dan menerima kembali bimbingan gereja kita selagi kita masih hidup di dunia ini. Kita yang percaya kepada Yesus haruslah mengikuti ajaran-ajaran-Nya dan “hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Pet 1: 15 – 16). Dan sesiapa yang menerima dan mendengar ajaran Yesus dan menerima sakramen tersebut akan diselamatkan kerana Yesus telah bersabda, “Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. (Yoh 5: 24 – 25).
Saudara dan saudari yang terkasih dalam Kristus,
Pembacaan hari minggu biasa Ke-32 adalah berkat dan kasih daripada Allah Tritunggal Yang Mahakudus. Inilah masanya kita beribadat kepada Tuhan Yesus dan menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran (Yoh 4: 24). Melalui pembacaan pertama, kesengsaraan ketujuh orang bersaudara serta ibu mereka menunjukkan bahawa mereka beriman kepada Allah dan ‘lebih bersedia mati daripada melanggar hukum nenek moyang’ (2) iaitu ‘taat kepada segala ketetapan Taurat yang sudah diberikan oleh Musa kepada nenek moyang’ mereka. (30) Peristiwa ini berlaku di masa raja Antiokhus di mana mereka disiksa dengan cambuk dan rotan serta di paksa untuk makan daging babi yang haram (rujukan 1).
Tetapi mereka tidak mengikuti permintaan raja yang kejam itu. Dengan penuh kepercayaan kepada Allah yang mereka sembah, ‘maka saudara-saudara lain serta ibu mereka saling mengajak untuk mati secara perwira. Kata mereka: “Tuhan Allah melihat ini. Ia sungguh-sungguh menghibur kita, sebagaimana dahulu dinyatakan oleh Musa dalam lagu bantahan yang memberikan kesaksian ini: Ia akan menghibur hamba-hamba-Nya.” (5 – 6). Kerana kesetiaan mereka kepada Tuhan Allah akhirnya mereka semua disiksa dengan kejam dan mati sebagai martir. Ketujuh orang bersaudara serta ibu ini percaya akan Tuhan Allah yang akan membangkitkan mereka untuk kehidupan kekal.
Melalui pembacaan pertama ini, kita mohon agar Roh Kudus membimbing kita untuk mengenali Tuhan Yesus Kristus melalui kesengsaraan, kematian dan kebangkitan-Nya. Untuk memahami misteri penyelamatan Kristus ini, kita seharusnya ke gereja untuk mendengar ajaran-Nya melalui Sabda Allah dan menerima santapan rohani kita iaitu Tubuh dan Darah Yesus. Disinilah kita perlu memohon rahmat dan berkat dari Tuhan Yesus setiap hari agar kita dianugerahi kesetiaan untuk melakukan kehendak Allah menurut panggilan hidup kita masing-masing. Jika kita setia kepada ajaran Yesus seperti ketujuh orang bersaudara serta ibu mereka ini, kita juga akan diselamatkan dari kematian melalui kebangkitan Kristus. Berdoalah kepada Yesus agar iman, harapan dan kasih kita kepada Tuhan tetap teguh untuk berhadapan bermacam segala kesulitan, penindasan, perhambaan dosa, kesengsaraan, godaan duniawi, bujukan setan, materialisme, ajaran-ajaran sesat dan sebagainya. Di bawah bimbingan gereja katolik ini, kita akan memperolehi hidup yang kekal dengan kesengaraan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Di dalam pembacaan kedua ini, Rasul Paulus memperingatkan kepada jemaat di Tesalonika melalui suratnya ini agar tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan tentang kedatangan Tuhan. Rasul Paulus berpegang teguh akan Injil yang dia wartakan agar mereka yang percaya kepada Yesus akan memperolehi kemuliaan-Nya. Melalui Roh kebenaran, Allah akan menguduskan umat pilihan-Nya dan bagi mereka yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan. Di dalam suratnya mengatakan, “Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus” (4 – 5).
Sebagai umat katolik yang dipilih oleh Allah, kita seharusnya bersyukur kepada Tuhan kerana keselamatan yang Dia berikan kepada kita melalui sakramen yang kita telah terima.Tetapi sakramen tersebut bukanlah jaminan untuk masuk ke Surga jika kita tidak berdoa, bertobat, ke gereja, menerima Tubuh dan Darah Yesus Kristus, membaca alkitab, menolak kuasa-kuasa kegelapan, roh-roh jahat, kerajaan setan, iblis, lucifer, amalan pagan, tuhan-tuhan lain yang ada di dunia ini dan sebagainya. Kita yang sudah menerimanya haruslah menghidupi iman kepercayaan kita kepada Kristus yang bangkit. Jika ada di kalangan kita yang sudah menerima sakramen ini tetapi sudah jarang ke gereja lagi, ini menandakan bahawa seseorang itu perlu bertobat dan menerima pengampunan serta belaskasihan dari Tuhan. Kita juga harus mempeingatkan diri kita sendiri untuk bertekun di dalam doa, setia kepada ajaran-ajaran gereja kita dan menolak ajaran-ajaran yang bertentangan dengan iman katolik kita sesuai dengan surat Rasul Paulus ini. Berdoalah kepada Tuhan agar Roh Kudus-Nya membimbing seluruh hidup kita kepada kebenaran dan cintakasih Allah.
Di dalam pembacaan Injil Lukas ini, Yesus menjelaskan kepada beberapa orang Saduki tentang hari kebangkitan (36). Orang Saduki ini tidak percaya akan kebangkitan dan adanya malaikat. Kemudian Yesus menjelaskan kepada mereka bahawa ‘Allah itu Allah orang hidup, bukan Allah orang mati, kerana Allah menganggap mereka semua hidup’ (38)1. Melalui pembacaan Injil ini, Yesus memperingatkan kita akan adanya kehidupan kekal di Surga. Sesiapa yang ingin mengikuti Yesus haruslah bertobat dan percaya kepada Injil-Nya. Ini bererti ‘kerana pada waktu kamu dibaptis, kamu dikubur bersama-sama Kristus. Dengan baptisan itu juga kamu dihidupkan kembali bersama-sama Kristus, kerana kamu percaya kepada kuasa Allah yang telah membangkitkan Kristus daripada kematian’ (Kol 2: 12), (rujukan 2). Sesiapa yang menerima ajaran Yesus ini akan memperolehi kehidupan kekal di Surga kerana Dia telah bersabda, “Sebab mereka tidak mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, kerana mereka telah dibangkitkan” (36).
Yesus yang telah bangkit dari alam maut adalah Tuhan di atas segala tuhan-tuhan yang ada di dunia ini. Segala macam bentuk ramalan dan tenungan, menilik nasib, upacara amalan nekromansi serta pemujaan setan haruslah di tolak. Mereka yang masih hidup dalam kekafiran dan mengamalkan amalan pagan haruslah bertobat dan menerima Kristus yang telah bangkit. Yesus telah mengalahkan dosa dan kematian dengan kebangkitan-Nya. Datanglah kepada Tuhan kerana “Yesus Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati; bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya” (Why 1: 5a.6b – Bait pengantar Injil).
Melalui Ekaristi, sumber dan puncak kehidupan kita, terimalah berkat, pengampunan dan belaskasihan dari Tuhan Allah yang sentiasa mengasihi kita dengan memberikan kita santapan rohani ini iaitu Tubuh dan Darah Yesus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dengan penuh kerendahan hati, kita berdoa sambil menyerukan nama Yesus seperti di dalam mazmur ini, “Aku berseru kepada-Mu, kerana Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku” (6).
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus kerana Dia tidak akan meninggalkan kita kerana kita adalah umat pilihan Allah yang telah di tebus dengan Darah-Nya. Tuhan akan mendengarkan segala permohonan doa kita dan akan menjawabnya. Percayalah kepada kebangkitan Yesus Kristus kerana Dia akan melindungi kita semua dari segala yang jahat.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment