Popular Posts

Sunday, May 11, 2025

10 May 2025 (Saturday) / Easter Weekday/ Saint Damien Joseph De Veuster of Moloka’i, Priest, Saint John of Avila, Priest, Doctor

10 May 2025 (Saturday)

Easter Weekday/ Saint Damien Joseph De Veuster of Moloka’i, Priest, Saint John of Avila, Priest, Doctor.

First Reading: Acts 9: 31-42
Responsorial Psalm: Psalms 116: 12-13, 14-15, 16-17
Alleluia: John 6: 63c, 68c
Gospel: John 6: 60-69

First Reading: Acts 9: 31-42

Now the church had peace throughout all Judea, and Galilee, and Samaria; and was edified, walking in the fear of the Lord, and was filled with the consolation of the Holy Ghost. And it came to pass that Peter, as he passed through, visiting all, came to the saints who dwelt at Lydda. And he found there a certain man named Eneas, who had kept his bed for eight years, who was ill of the palsy. And Peter said to him: Eneas, the Lord Jesus Christ healeth thee: arise, and make thy bed. And immediately he arose. And all that dwelt at Lydda and Saron, saw him: who were converted to the Lord. And in Joppe there was a certain disciple named Tabitha, which by interpretation is called Dorcas. This woman was full of good works and almsdeeds which she did. And it came to pass in those days that she was sick, and died. Whom when they had washed, they laid her in an upper chamber. And forasmuch as Lydda was nigh to Joppe, the disciples hearing that Peter was there, sent unto him two men, desiring him that he would not be slack to come unto them. And Peter rising up, went with them. And when he was come, they brought him into the upper chamber. And all the widows stood about him weeping, and shewing him the coats and garments which Dorcas made them. And they all being put forth, Peter kneeling down prayed, and turning to the body, he said: Tabitha, arise. And she opened her eyes; and seeing Peter, she sat up. And giving her his hand, he lifted her up. And when he had called the saints and the widows, he presented her alive. And it was made known throughout all Joppe; and many believed in the Lord.

Responsorial Psalm: Psalms 116: 12-13, 14-15, 16-17

How shall I make a return to the Lord for all the good he has done for me?
or
R. Alleluia.

What shall I render to the Lord, for all the things he hath rendered unto me? I will take the chalice of salvation; and I will call upon the name of the Lord.

How shall I make a return to the Lord for all the good he has done for me?
or
R. Alleluia.

I will pay my vows to the Lord before all his people: Precious in the sight of the Lord is the death of his saints.

How shall I make a return to the Lord for all the good he has done for me?
or
R. Alleluia.

O Lord, for I am thy servant: I am thy servant, and the son of thy handmaid. Thou hast broken my bonds: I will sacrifice to thee the sacrifice of praise, and I will call upon the name of the Lord.

How shall I make a return to the Lord for all the good he has done for me?
or
R. Alleluia.

Alleluia: John 6: 63c, 68c
R. Alleluia, alleluia.
63c, 68c Your words, Lord, are Spirit and life; you have the words of everlasting life.
(61. Jesus was aware that his followers were complaining about it and said, 'Does this disturb you?
62. What if you should see the Son of man ascend to where he was before?
63. 'It is the spirit that gives life, the flesh has nothing to offer. The words I have spoken to you are spirit and they are life.
64. 'But there are some of you who do not believe.' For Jesus knew from the outset who did not believe and who was to betray him.
65. He went on, 'This is why I told you that no one could come to me except by the gift of the Father.'
66. After this, many of his disciples went away and accompanied him no more.
67. Then Jesus said to the Twelve, 'What about you, do you want to go away too?'
68. Simon Peter answered, 'Lord, to whom shall we go? You have the message of eternal life,
69. and we believe; we have come to know that you are the Holy One of God.')
R. Alleluia, alleluia.

Gospel: John 6: 60-69

Many therefore of his disciples, hearing it, said: This saying is hard, and who can hear it? But Jesus, knowing in himself, that his disciples murmured at this, said to them: Doth this scandalize you? If then you shall see the Son of man ascend up where he was before? It is the spirit that quickeneth: the flesh profiteth nothing. The words that I have spoken to you, are spirit and life. But there are some of you that believe not. For Jesus knew from the beginning, who they were that did not believe, and who he was, that would betray him. And he said: Therefore did I say to you, that no man can come to me, unless it be given him by my Father. After this many of his disciples went back; and walked no more with him. Then Jesus said to the twelve: Will you also go away? And Simon Peter answered him: Lord, to whom shall we go? thou hast the words of eternal life. And we have believed and have known, that thou art the Christ, the Son of God.

The words of the Pope:

Let us look briefly at the attitude of those who withdrew and decided not to follow Jesus any more. Where does this disbelief come from? What is the reason for this rejection?
Jesus’ words enkindled great scandal: he was saying that God decided to manifest himself and accomplish salvation in the weakness of human flesh. It is the mystery of the incarnation. The incarnation of God is what provoked scandal and presented an obstacle for those people — but often for us too. Indeed, Jesus affirms that the true bread of salvation, which transmits eternal life, is his very flesh; that to enter into communion with God, before observing the laws or satisfying religious precepts, it is necessary to live out a real and concrete relationship with him. Because salvation came from him, in his incarnation. This means that one must not pursue God in dreams and in images of grandeur and power, but he must be recognized in the humanity of Jesus and, as a consequence, in that of the brothers and sisters we meet on the path of life. (…)  Seeking him in life, in history, in our daily life. And this, brothers and sisters, is the road to the encounter with God: the relationship with Christ and our brothers and sisters. (Pope Francis, 22 August 2021)

Santo Antonius, Uskup dan Pengaku Iman.

Santo Antonius dilahirkan di Florence, Italia pada tahun 1389. Ia bertubuh kecil dan pendek namun berjiwa besar. Ia mempunyai minat yang besar terhadap hal-hal rohani. Biasanya ia di panggil Antonio karena kondisi tubuhnya yang kecil dan pendek itu. Ketika berumur 15 tahun, ia mengajukan permohonan untuk masuk biara Dominikan di Fiesola. Pemimpin biara, Joanes Dominci, mencari-cari alasan untuk menolak permohonan Antonius karena meragukan kondisi tubuhnya. Kepadanya diberikan sebuah buku tebal untuk dipelajari. “Hafalkan dahulu seluruh isi buku ini. Setelah itu barulah engkau diterima di dalam biara ini!” kata pemimpin biara itu. Suruhan ini terasa berat sekali bahkan mustahil. Tetapi berkat usaha-usahanya yang tekun selama setahun penuh, ia dapat menguasai seluruh isi buku itu. Lalu ia kembali ke biara untuk melaporkan hasil belajarnya. Disana ia diuji oleh sang pemimpin biara. Sang pemimpin terheran-heran karena semua pertanyaan yang diajukan dapat dengan mudah dijawabnya. Menyaksikan kepintarannya, pemimpin biara itu tidak mempunyai jalan lain lagi untuk menolaknya menjadi anggota baru biara Dominikan. Antonius bergembira karena ia berhasil dalam ujian dan diterima sebagai anggota biara Dominikan. Di dalam biara itu, ia menunjukkan sifat-sifat yang baik: taat, rajin berdoa dan bermatiraga serta senang membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Kepandaian dan cara hidupnya yang baik membuat dia berkembang menjadi seorang biarawan Dominikan yang saleh. Semua orang senang dengan dia karena cara hidupnya yang sungguh mencerminkan ciri khas biara Dominikan. Kemudian ia diserahi tugas mendirikan biara santo Markus di Florence sekaligus menjadi pemimpinnya. Melihat kesucian hidupnya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, banyak orang datang meminta bimbingan rohani padanya. Ia dijuluki ‘Sang Penasehat’ oleh rekan-rekannya. Selain dikenal sebagai penasehat ulung, ia juga dikenal sebagai penulis buku-buku keagamaan dan buku sejarah. Dalam konsili di Florence, ia diikutsertakan dalam kedudukan sebagai ahli teologi. Pada tahun 1446 ia menjadi Uskup Agung di Florence. Dalam tugas kegembalaannya, ia lebih menaruh perhatian kepada pelayanan kaum fakir miskin dan pengemis. Ia membantu siapa saja yang datang kepadanya. Kalaupun ia kehabisan uang, ia akan memberikan apa saja yang dimilikinya: sepatu, pakaian, atau perabot-perabot rumah yang bisa ditukar dengan uang. Keledai miliknya banyak kali dijual kepada para hartawan untuk mendapatkan uang bagi orang-orang miskin yang selalu datang kepadanya. Pada suatu ketika dalam perjalanan ke Roma, ia berjumpa dengan seorang pengemis yang kedinginan. Mantel yang sedang dikenakannya diberikan kepada pengemis itu. Lalu diperbatasan kota, seorang asing yang tidak dikenalnya memberikan sehelai mantel baru kepadanya. Setelah lama mengabdikan diri kepada Tuhan, Antonius meninggal dunia pada tahun 1459. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berkata: “Mengabdi Tuhan adalah meraja”.

Santo Yohanes dari Avila
Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14-15,16-17; 
Yoh. 6:60-69
Warna Liturgi Putih

Kis 9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.
Kis 9:32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.
Kis 9:33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
Kis 9:34 Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.
Kis 9:35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.
Kis 9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita?dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
Kis 9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
Kis 9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
Kis 9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.
Kis 9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
Kis 9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
Kis 9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
Mzm 116:12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Mzm 116:13 Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Mzm 116:14 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.
Mzm 116:15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Mzm 116:16 Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!
Mzm 116:17 Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN.
Yoh 6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Yoh 6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
Yoh 6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
Yoh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Yoh 6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.
Yoh 6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
Yoh 6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Yoh 6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
Yoh 6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
Yoh 6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...