Popular Posts

Sunday, May 11, 2025

Kasih dan pengampunan dari Tuhan Yesus Kristus

    Sebagai anak-anak Allah Bapa di Surga, hidup kita haruslah kudus di mata-Nya kerana Dia telah berfirman “Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah Tuhan, Allahmu” (Ima 20: 7). Allah berfirman bahawa sesiapa yang menguduskan dirinya akan diberkati. Disinilah kepercayaan kita kepada Yesus Kristus yang bangkit dari alam maut menjadikan hidup kita dikasihi oleh Allah kerana, “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” (1 Yoh 3: 3). 

Saudara dan saudari yang terkasih dalam Kristus, 

    Pembacaan hari minggu biasa Ke-31 ini dapat membantu kita untuk hidup seperti Yesus Kristus selama kita masih hidup di dunia ini. Kita seharusnya berdoa agar memiliki hati yang suci dan murni seperti Yesus yang hidup tanpa dosa dan kejahatan. Di dalam pembacaan pertama, Allah sungguh-sungguh mencintai ciptaan-Nya dan berbelaskasihan kepada setiap manusia yang berdosa. Firman Allah telah mengatakan, “Akan tetapi justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat” (ayat 23) dan “mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan” (ayat 24).

    Melalui pembacaan pertama ini, kita sebagai anak-anak Allah haruslah berdoa agar Roh Kudus memimpin seluruh hidup rohani kita. Melalui Firman Allah ini, kita dapat mengenal akan belaskasihan dan pengampunan Allah di dalam peribadi Yesus Kristus. Untuk mengikuti Yesus Kristus, kita haruslah bertobat agar diselamatkan daripada dosa, kejahatan dan maut. Inilah kehidupan yang Yesus mahu berikan kepada kita yang mahu datang kepada-Nya. Inilah kegembiraan dan sukacita kita untuk mengikuti Yesus, Tuhan dan Juruselamat seluruh manusia. Datanglah kepada Tuhan Yesus Kristus dan terimalah keselamatan ini melalui sakramen-sakramen gereja katolik. Sesiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa selama-lamanya tetapi akan memperoleh hidup yang kekal di Surga.

    Di dalam pembacaan Injil, Yesus mengasihi orang berdosa (ayat 10) dan ingin tinggal bersama dengan orang berdosa (ayat 5 – 7) serta memberikan sukacita kepada mereka yang percaya kepada-Nya (ayat 6). Melalui pembacaan Injil ini, Yesus telah memberikan pengampunan dan keselamatan kepada Zakheus dengan sabda-Nya, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, kerana orang ini pun anak Abraham” (ayat 9). Yesus telah menjelaskan siapakah Dia sebenarnya. Dia mengampuni orang yang berdosa dan memberikan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Tuhan telah memanggil kita untuk bertobat dan memperolehi keselamatan. Dan melalui Ekaristi, Yesus telah memberikan Tubuh dan Darah-Nya agar mereka yang percaya kepada-Nya dan menerima-Nya disatukan dalam kasih dan pengampunan Allah. Yesus bersabda, “barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh 6: 37). Datanglah kepada Yesus dan taatilah ajaran-Nya kerana Dia bersabda, “Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku” (Yoh 6: 45). Cintakasih Yesus ini memperlihatkan bahawa Dia datang untuk menyelamatkan setiap manusia di dunia ini agar dibebaskan dari perhambaan dosa, kejahatan dan maut. Zakheus bukan sahaja telah menerima pengampunan dan belaskasihan daripada Allah tetapi juga untuk keluarganya (rujukan 1).

    Sebagai umat katolik yang dipilih Allah, kita harus yakin akan kebenaran dan cintakasih Yesus ini. Tetaplah setia kepada tradisi dan ajaran mahupun doktrin gereja katolik kita. Ini bertujuan agar kita tidak mudah tersesat dengan pelbagai ajaran-ajaran yang mengelirukan minda dan fikiran kita. Di dalam pembacaan kedua, kita dinasihati dan diperingatkan agar berpaling kepada ajaran Yesus Kristus dan menolak segala bentuk ajaran sesat yang mengelirukan iman kita semua. Surat Rasul Paulus ini mengatakan “supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba” (ayat 2). Melalui perayaan Ekaristi kita akan dibimbing oleh karya Roh Kudus agar Sabda Tuhan yang kita dengar setiap kali menghadiri Misa Kudus menerangi hati dan fikiran kita dan seterusnya memperbaharui, menguduskan, menyucikan dan menguatkan seluruh kehidupan rohani kita. Dengan cara demikian, kita menyelamatkan diri kita seperti Zakheus yang menerima Sabda Yesus untuk bertobat dan seterusnya diselamatkan.

    Semoga Komuni Suci kita iaitu Tubuh dan Darah Yesus memperbaharui iman, harapan dan kasih kita kepada karya Allah Tritunggal Yang Mahakudus. Bersyukurlah kepada Yesus kerana di dalam mazmur telah mengatakan, “Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setianya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya” (ayat 8 – 9) dan “Tuhan setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya” (ayat 13). Setialah kepada Yesus dan berdoalah agar kita memiliki hati yang baik, suci dan murni. Tuhan mengasihi orang berdosa seperti Zakheus dan mahu memberikan kita berkat dan pengampunan yang sama seperti apa yang di alami oleh Zakheus ini.

    Bertobatlah dan terimalah kerajaan Allah ini melalui Gereja-Nya yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Melalui bait pengantar Injil, Sabda Tuhan mengatakan, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3: 16). Yesus mencintai Zakheus dan mengampuni dosanya dan memberikan keselamatan kepada keluarganya. Kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka memperlihatkan bahawa sesiapa yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal untuk selama-lamanya.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...