Popular Posts

Wednesday, July 1, 2026

2 June 2026 (Khamis) | Hari Khamis Biasa XIII

2 June 2026 (Khamis)

Hari Khamis Biasa XIII 


Pembacaan Pertama: Bacaan dari Kitab Amos 7:10-17

Pembacaan Mazmur: Mazmur 19:8.9.10.11; Refren: 10

Bait Pengantar Injil. Alleluia: 2 Korintus 5:19

Pembacaan dari Injil Santo Matius: Matius 9:1-8

Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II.

Warna Liturgi Hijau 


Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amen.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Amos 7:10-17

“Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku.” 

    Sekali peristiwa Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan, “Amos telah mengadakan persepakatan melawan Tuanku di tengah-tengah kaum Israel. Negeri ini tidak dapat menahan segala perkataannya. Sebab beginilah kata Amos, ‘Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan’.” Lalu berkatalah Amazia kepada Amos, “Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah juga di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab Betel adalah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan.” 

    Jawab Amos kepada Amazia, “Aku ini bukan nabi, dan bukan pula termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjan menggiring kambing domba; Tuhan bersabda kepadaku, ‘Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.’ Maka sekarang dengarkanlah sabda Tuhan, Engkau berkata, ‘Janganlah bernubuat menentang Israel, dan jangan ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.’ Sebab itu beginilah sabda Tuhan, ‘Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang. Tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur. Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan’.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:8.9.10.11; Refren: 10

Ref. Keputusan Tuhan itu benar, adil selalu.

1.  Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.

2.  Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.

3.  Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

4.   Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan dari madu tetesan dari sarang lebah.

BAIT PENGANTAR INJIL: 2 Korintus 5:19

R. Alleluia, alleluia.

Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

R. Alleluia, alleluia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:1-8

(Umat) : Dimuliakanlah Tuhan

“Mereka memuliakan Allah karena telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.”

    Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Maka berkatalah beberapa ahli Taurat dalam hatinya, “Ia menghujat Allah!” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” lalu berkatalah Ia kepada si lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Untuk renungan kita hari ini:

Bahan renungan ini sesuai untuk semua lapisan masyarakat khususnya untuk kegunaan peribadi, keluarga dan komuniti. Setiap kelompok dan kumpulan mahupun Kongregasi yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels) digalakkan untuk menggunakannya secara bebas.

Renungan pembacaan pada hari ini.

Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

    Jangan kita takut kepada godaan dosa dunia ini. Walaupun kita di beri keselesaan dan hidup yang mewah, jangan kita mudah tergoda. Lihatlah kepada saudara dan saudari kita yang kerap kali didapati bersalah disebabkan kelalaian, mudah tergoda, dan kemudian mengikuti jalan yang salah. Kesalahan ada di hadapan mata tetapi kita ini yang menutup sebelah mata. Kesalahan ada di mana-mana tetapi kita yang di beri amanah dan tanggungjawab, hanya membiarkan kejahatan itu semakin meningkat. Kita yang memiliki pangkat dan gelaran, juga jatuh ke dalam dosa yang sama. Mengapa hal ini sentiasa terjadi? Firman Allah telah mengatakan, “Takut akan Tuhan itu suci dan tetap untuk selama-lamanya. Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.” (Mazmur 19: 10) Sejauh mana kita benar-benar takut akan ajaran Tuhan Yesus Kristus? Adakah kita tidak takut untuk berdoa jika kita tidak mahu bertobat? Tuhan itu suci, maka yang perlu kita takuti adalah penghukuman-Nya itu adil, benar dan tidak berubah. 

    Inilah yang kita perlu lihat kembali bagaimana sepatutnya kita mengikuti Yesus dan meneladani cara hidup dan pelayanan-Nya. Mari kita menggunakan pembacaan pada hari ini sebagai refleksi bagi diri sendiri. Semoga kita diperbaharui oleh Yesus dan sentiasa takut akan ajaran dan perintah-Nya. Dalam Injil hari ini, kita mendengar bahawa Yesus kembali ke kota-Nya dan menyembuhkan seorang lumpuh yang dibawa oleh rakan-rakannya. Apa yang menarik disini adalah perkataan pertama Yesus kepada orang lumpuh itu bukanlah tentang kesembuhan fizikal, melainkan pengampunan dosa, “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” (Matius 9: 2) Tindakan Yesus ini telah menimbulkan perbalahan daripada ahli-ahli Taurat yang menganggap Yesus menghujat Allah. Daripada kisah ini, kita dapat membuat kesimpulan siapakah yang bersalah dan tidak takut kepada Allah. Mengapa saya mengatakan demikian? Yesus tahu apa yang mereka fikirkan dan kejahatan yang ada di dalam hati mereka.

    Yesus kemudian menunjukkan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dengan menyembuhkan kelumpuhan orang itu. Kesembuhan fizikal itu menjadi bukti nyata dari kuasa-Nya untuk menyembuhkan manusia. Peristiwa ini menjelaskan kepada kita bahawa, pengampunan dan penyembuhan adalah dua tindakan kasih Allah. Namun apa yang Yesus lakukan ini mendapat tentangan daripada ahli-ahli Taurat. Dalam keadaan seperti ini, apakah tindakan kita seterusnya? Tindakan kumpulan pertama yang membawa orang lumpuh itu kepada Yesus supaya disembuhkan, telah menggunakan hati untuk merasa dan bertindak bagi sesamanya. Mereka saling tolong menolong antara satu dengan yang lain. Tetapi untuk di kalangan ahli-ahli Taurat ini, mereka menggunakan hati untuk berfikir dan menilai tindakan apa yang di lakukan oleh Yesus. Oleh itu, marilah kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita juga cenderung menguasai hati dengan fikiran, atau kita berjuang untuk menguasai fikiran dengan hati? Memang fikiran dan hati memiliki dirinya masing-masing. 

    Tetapi Yesus pada hari ini mengingatkan kita semua supaya kita mampu berfikir dengan hati dan berhati-hati dalam memikirkan banyak perkara. Bila kita memikirkan takut kepada Tuhan, kita takut bukan kerana Dia akan menghukum kita selama-lamanya, tetapi kita ada rasa takut akan dosa-dosa kita. Manusia yang mengenal siapakah itu Allah akan lebih mencintai-Nya daripada dosa-dosanya. Kejahatan dan godaan akan ditinggalkannya. Inilah kehidupan yang dipenuhi oleh kasih Allah. Manusia itu tidak takut lagi kepada dosa, tetapi mahu mengasihi dan mengampuni sesama. Kita lihat sendiri bagaimana Yesus telah mengampuni orang itu. Tindakan Yesus yang mengampuni itu telah membebaskan beban hidup dan kepahitan orang lumpuh itu. Maka daripada kisah ini, kita tidak perlu takut lagi kelemahan dan dosa-dosa kita. Kita bersyukur kepada Tuhan kerana memberikan masa ini untuk bertobat dan berdoa.

Doa Permohonan Pagi dan Petang menurut ajaran Tradisi Suci dan Gereja Katolik

Doa permohonan ini wajib didoakan oleh semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels). Doa ini boleh didoakan secara peribadi, keluarga, di dalam komuniti terutama sekali untuk kegunaan kelompok atau kumpulan yang telah ditubuhkan. Setiap Kongregasi wajib mendoakan doa-doa permohonan yang telah disediakan mengikut doa resmi Gereja Katolik yang ditetapkan dan diatur secara liturgi dan yang berakar pada Tradisi Suci dan Gereja Katolik. 

Doa Permohonan Pagi

Kristus menerangi hari ini dengan cahaya-Nya. Marilah kita bersyukur kepada-Nya dan berseru:

U: Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.

P: Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini.
P: Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora.
P: Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikut-Mu.
P: Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hati-Mu sepanjang hari.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadirat-Mu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amen.

Doa Permohonan Petang

Marilah kita memuji Allah, pembantu kita dan dasar seluruh harapan kita. Hendaklah kita berdoa dengan penuh bakti:

U: Pandanglah putera-putera-Mu, ya Tuhan.

P: Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umat-Mu,* semoga kami tetap mengenangkan karya-Mu yang agung.
P: Sempurnakanlah para imam dalam cintakasih-Mu,* dan berkatilah umat-Mu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa.
P: Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia.
P: Utuslah pekerja-pekerja ke panenan-Mu,* agar nama-Mu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa.
P: Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudus-Mu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka.

Doa tambahan: Setelah doa-doa ini selesai didoakan, anda semua boleh menggunakan doa dari kata-kata anda sendiri secara spontan dan mengikut keadaan dan situasi masing-masing.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mudi atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menyinari malam dengan cahaya-Mu, dan sesudah gelap Kauterbitkan terang. Semoga kami menempuh malam ini tanpa gangguan setan, supaya besok pagi dapat menghadap Engkau untuk mengucapkan syukur kepada-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amen.

PEMBUBARAN UMAT

PENUTUP

Dalam perayaan meriah, kalau ada paderi atau diakon, umat dibubarkan sebagai berikut:

I (Paderi) : Tuhan sertamu (atau Tuhan bersamamu)

U (Umat) : Dan bersama rohmu

I (Paderi) : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera, dan Roh Kudus.

U (Umat) : Amen.

Atau dalam perayaan sederhana dan untuk doa secara peribadi, ibadat doa penutup ini ditutup sebagai berikut:

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amen.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

3 July 2026 (Friday) | Feast of Saint Thomas, Apostle

3 July 2026 (Friday) Feast of Saint Thomas, Apostle   (click here)   (click here)   (click here)   (click here) First Reading:  Ephesians 2:...