Santo Fruktuosus, dan rakan-rakan: Santo Augurius dan Santo Eulogius, martir
Fruktuosus adalah Uskup Tarragona, Spanyol. Pada suatu hari minggu di tahun 259. Beberapa tentara Romawi memanggilnya bersama Augurius dan Eulogius, kedua diakonnya untuk menghadap pengadilan kaisar. Mereka selanjutnya dipenjarakan. Kejadian ini menggemparkan seluruh umat. Namun ketiga saksi Kristus ini menggangap peristiwa pemenjaraan atas diri mereka sebagai suatu pengalaman keikutsertaan mereka dalam sengsara Kristus dan kesempatan emas untuk memberi kesaksian iman. Dalam penjara itu, Uskup Fruktuosus berhasil mempertobatkan seorang narapidana bernama Rogasianus.
Kepada Fruktuosus gubernur bertanya: Tidak taukah tuan peraturan Kaisar
mengenai penghormatan kepada dewa-dewa, dengan tegas Uskup Fruktuosus menjawab,
Tidak, saya seorang Kristen. Saya hanya menyembah Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi, laut dan segala sesuatu yang ada didalamnya. Gubernur juga menanyai Augurius dan Eulogius, Engkau juga menyembah Fruktuosus
tanya Gubernur kepada Eulogius, dan ia menjawab, Saya bukan menyembah
Fruktuosus, melainkan Allah yang Mahatinggi. Gubernur ternyata tidak berdaya menghadapi tiga saksi Iman yang berani itu.
Akhirnya Fruktuosus bersama kedua diakonnya dijatuhi hukuman mati pada tahun
259. Mereka dibakar hidup-hidup.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment