Popular Posts

Saturday, February 8, 2025

8 February 2025 (Saturday) Saturday of week 4 in Ordinary Time or Saint Jerome Emilian or Saint Josephine Bakhita, Virgin or Saturday memorial of the Blessed Virgin Mary. Ordinary Weekday/ Optional Memorial of the Blessed Virgin Mary/ Saint Jerome Emiliani, Priest, Religious Founder/ Saint Josephine Bakhita, Virgin

8 February 2025 (Saturday)

Saturday of week 4 in Ordinary Time or Saint Jerome Emilian or Saint Josephine Bakhita, Virgin or Saturday memorial of the Blessed Virgin Mary.

Ordinary Weekday/ Optional Memorial of the Blessed Virgin Mary/ Saint Jerome Emiliani, Priest, Religious Founder/ Saint Josephine Bakhita, Virgin.

First Reading: Hebrews 13: 15-17, 20-21
Responsorial Psalm: Psalms 23: 1-3a, 3b-4, 5, 6
Alleluia: John 10: 27
Gospel: Mark 6: 30-34

First Reading : 
Hebrews 13:15‐17,20‐21

Through Christ, let us offer God an unending sacrifice of praise, a verbal sacrifice that is offered every time we acknowledge his name. Keep doing good works and sharing your resources, for these are sacrifices that please God.

  Obey your leaders and do as they tell you, because they must give an account of the way they look after your souls; make this a joy for them to do, and not a grief – you yourselves would be the losers. I pray that the God of peace, who brought our Lord Jesus back from the dead to become the great Shepherd of the sheep by the blood that sealed an eternal covenant, may make you ready to do his will in any kind of good action; and turn us all into whatever is acceptable to himself through Jesus Christ, to whom be glory for ever and ever, Amen.

Responsive Psalm : 
Psalm 22(23)

The Lord is my shepherd: there is nothing I shall want.

The Lord is my shepherd; there is nothing I shall want. Fresh and green are the pastures where he gives me repose.
Near restful waters he leads me, to revive my drooping spirit.

The Lord is my shepherd: there is nothing I shall want.

He guides me along the right path; he is true to his name. If I should walk in the valley of darkness no evil would I fear.
You are there with your crook and your staff; with these you give me comfort.

The Lord is my shepherd: there is nothing I shall want.

You have prepared a banquet for me in the sight of my foes. My head you have anointed with oil; my cup is overflowing.

The Lord is my shepherd: there is nothing I shall want.

Surely goodness and kindness shall follow me all the days of my life. In the Lord’s own house shall I dwell for ever and ever.

The Lord is my shepherd: there is nothing I shall want.

Second Reading :
There is no Second Reading.

Alleluia: John 10: 27

R. Alleluia, alleluia.

27 My sheep hear my voice, says the Lord; I know them, and they follow me.
(27. The sheep that belong to me listen to my voice; I know them and they follow me).

R. Alleluia, alleluia.

Gospel : 
Mark 6:30‐34

The apostles rejoined Jesus and told him all they had done and taught. Then he said to them, ‘You must come away to some lonely place all by yourselves and rest for a while’; for there were so many coming and going that the apostles had no time even to eat. So they went off in a boat to a lonely place where they could be by themselves. But people saw them going, and many could guess where; and from every town they all hurried to the place on foot and reached it before them. So as he stepped ashore he saw a large crowd; and he took pity on them because they were like sheep without a shepherd, and he set himself to teach them at some length.

Words of the Holy Father:

Because Jesus was moved when he saw all those people in need of guidance and help, we would now expect him to perform some miracles. Instead, he began teaching them many things. This is the first bread that the Messiah offers to the starving and lost crowd; the bread of the Word. We all need the Word of truth to guide and illuminate our way. Without the truth which is Christ himself, it is not possible to find the right direction in life. When we distance ourselves from Jesus and his love, we become lost and life is transformed into disappointment and dissatisfaction. With Jesus by our side, we can proceed with confidence and overcome all trials, advancing in love toward God and neighbour. Jesus gave himself for others, thus becoming an example of love and service for each of us. (Angelus, 22 July 2018)

Santa Yosefina Bakhita.

Santa Josephine Bakhita hidup menjadi seorang budak selama bertahun-tahun tetapi tidak mampu membatasi keinginan jiwanya yang selalu ingin bebas. Dilahirkan di Olgossa, wilayah Darfur, Sudan selatan. Sewaktu kecil, usia 7 tahun Josephine pernah diculik, dijual sebagai budak dan diberi nama Bakhita, yang berarti beruntung. Akhirnya pada tahun 1883 dijual ke Callisto Legnani, konsulat Italia di Khartoum, Sudan.

Dua tahun kemudian, dia membawa Josephine ke Italia dan memberikannya kepada temannya Augusto Michieli. Bakhita menjadi pengasuh bagi Mimmina Michieli, yang dia temani ke Institut Katekumen Venesia, yang dijalankan oleh para Suster Canossian. Di sana, Josephine merasa tertarik dengan Gereja Katolik kemudian dibaptis dan dikukuhkan pada tahun 1890, mengambil nama Josephine.

Ketika Michieli kembali dari Afrika dan ingin membawa mereka (Mimmina dan Josephine) kembali bersama, Josephine menolak untuk pergi. Karena penolakannya, ia dibawa ke pengadilan. Selama proses pengadilan berjalan, para Suster Canossian dan patriark Venesia melakukan intervensi atas nama Josephine. Hakim menyatakan bahwa perbudakan merupakan hal yang ilegal di Italia, dan sebenarnya ia telah dibebaskan sejak 1885.

Santa Josephine memasuki biara St. Magdalena dari Canossa pada tahun 1893. Pada tahun 1902, ia dipindahkan ke kota Schio (timur laut Verona), membantu komunitasnya berkarya dengan memasak, menjahit, menyulam, dan menyambut orang-orang yang mengunjunginya. Karena karakternya, membuatnya sangat dicintai oleh para biarawati dan warga setempat. Dia pernah berkata, “Jadilah baik, cintai Tuhan, doakan mereka yang tidak mengenal-Nya. Alangkah rahmatnya mengenal Tuhan! ” Langkah pertama menuju beatifikasi dimulai pada tahun 1959. Dia dibeatifikasi pada tahun 1992 dan dikanonisasi delapan tahun kemudian.

Santo Hieronimus Emilianus, Pengaku Iman.

Hieronimus Emilianus dikenal sebagai seorang panglima perang di Kastelnuovo. Ketika Kastelnuovo jatuh ke tangan musuh, Hieronimus ditangkap dan dipenjarakan di dalam sebuah sel bawah tanah yang dingin dan kotor.

Kondisi tempat itu sangat menyiksa. Namun justru di dalam sel itulah Hieronimus menemukan suatu cahaya kehidupan yang baru yang mendekatkan dia kepada Allah. Kesulitan dan kesengsaraan yang sedemikian hebat di dalam sel itu membawa dia kepada suatu doa yang tulus kepada Bunda Maria: Bunda Maria, lindungilah aku anakmu! Aku berjanji akan memperbaiki hidupku dan menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu. Hieronimus bertobat.
Doa singkat yang tulus itu terkabulkan. Tak lama kemudian ia dapat meloloskan diri dari penjara itu dan melarikan diri. Tatkala kedamaian telah kembali meliputi seluruh kota, Hieronimus diangkat sebagai Wali kota Kastelnuovo pada tahun 1511. Tujuh tahun kemudian ia ditabhiskan menjadi imam.

Sesuai dengan janjinya kepada Bunda Maria ketika berada di penjara, Hieronimus membaktikan seluruh hidupnya kepada kepentingan Gereja dan usaha-usaha karitatif seperti memelihara anak-anak yatim piatu, menampung anak-anak gelandangan dan lain-lain. Dari Venesia, ia pergi ke Padua dan Verona. Selanjutnya ia menjelajahi seluruh Italia Utara untuk mendirikan panti-panti asuhan bagi anak-anak miskin dan terlantar.
Anak-anak itu diberi pendidikan yang baik sesuai dengan bakat-bakatnya. Ada yang menempuh pendidikan jurusan teknik, dan adapula yang memasuki sekolah umum. Dalam melaksanakan karya besarnya itu, Hieronimus dibantu oleh empat orang pemuda. Bersama mereka, Hieronimus mulai membentuk tarekatnya, yang disebut Tarekat Imam Imam Regulir dari Somaska. Spiritualisme dan aturan-aturan khusus diciptakan agar ada suatu ciri khas bagi tarekatnya itu. Ia mendirikan kolese kolese dan sebuah seminari Menengah untuk mendidik calon-calon imam, Tuhan senantiasa memberkati karya Hieronimus dengan berkat yang melimpah. Hieronimus meninggal dengan tenang pada tahun 1537.

Santo Yohanes dari Matha, Pengaku Iman.

Putra manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Mat 20:28). Kebenaran sabda Yesus ini dapat dilihat dalam kesaksian hidup pribadi Yohanes dari Matha. Sebagian besar masa hidupnya diabdikan secara total kepada Allah dan sesama.
Yohanes lahir pada abad keduabelas di Portugis Selatan. Semenjak kecil, Yohanes sudah menampilkan benih-benih kesalehan hidup. Ketika usianya menanjak dewasa ia memutuskan untuk mengikuti pendidikan calon imam agar lebih penuh mengabdikan diri kepada Tuhan. Ia sungguh berjuang agar pantas menajadi seorang imam Allah. Tuhan menyertai dia hingga ia meraih mahkota Imamat.
Setelah menjadi Imam, Yohanes bersama rekannya Santo Feliks de Valois bertapa di suatu tempat yang sunyi di daerah pegunungan selama tiga tahun. Kemudian mereka berdua berangkat ke Roma untuk memulai suatu karya bagi orang-orang Kristen yang dikuasai oleh kaum Sarasin. Dengan restu dan bantuan dari Paus Innocentius III (1198-1216) mereka mendirikan Ordo Tritunggal MahaKudus yang masih aktif hingga sekarang.

Semula mereka berdua bermaksud membebaskan orang-orang Kristen itu dari perbudakan kaum Sarasin. Tetapi kemudian niat mereka diganti dengan usaha-usaha di bidang pendidikan, perawatan kesehatan dan karya amal lainnya bagi orang-orang Kristen itu. Doa dan tapa mereka disertai usaha-usaha yang keras membuahkan hasil yang benar.
Motto karya dan hidup mereka termuat dalam semboyan ini: Bila sesama membutuhkan bantuan kita, kita seyogiayanya mempergunakan waktu dan tenaga kita untuk membantu mereka sedapat dapatnya. Setelah lama mengabdikan diri dalam berbagai karya cinta kasih, Yohanes meninggal dunia pada tahun 1213.

Santo Hieronimus Emilianus, Santa Yosefina Bakhita, Peringatan Santa Perawan Maria pada hari Sabtu
Ibr. 13:15-17,20-21; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mrk. 6:30-34.
Warna Liturgi Hijau

Ibr 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Ibr 13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Ibr 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Ibr 13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,

Ibr 13:21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Mzm 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mzm 23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Mzm 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mzm 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Mzm 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mrk 6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

Mrk 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.

Mrk 6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.

Mrk 6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.

Mrk 6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...