Popular Posts

Thursday, February 20, 2025

20 February 2025 (Thursday) / Thursday of week 6 in Ordinary Time / Ordinary Weekday.

20 February 2025 (Thursday)

Thursday of week 6 in Ordinary Time.

Ordinary Weekday.

First Reading: Genesis 9: 1-13
Responsorial Psalm: Psalms 102: 16-18, 19-21, 29 and 22-23
Alleluia: John 6: 63c, 68c
Gospel: Mark 8: 27-33

First Reading : 
Genesis 9:1‐13

God blessed Noah and his sons, saying to them, ‘Be fruitful, multiply and fill the earth. Be the terror and the dread of all the wild beasts and all the birds of heaven, of everything that crawls on the ground and all the fish of the sea; they are handed over to you. Every living and crawling thing shall provide food for you, no less than the foliage of plants. I give you everything, with this exception: you must not eat flesh with life, that is to say blood, in it. I will demand an account of your life‐blood. I will demand an account from every beast and from man. I will demand an account of every man’s life from his fellow men.

‘He who sheds man’s blood shall have his blood shed by man, for in the image of God man was made.
‘As for you, be fruitful, multiply, teem over the earth and be lord of it.’

  God spoke to Noah and his sons, ‘See, I establish my Covenant with you, and with your descendants after you; also with every living creature to be found with you, birds, cattle and every wild beast with you: everything that came out of the ark, everything that lives on the earth. I establish my Covenant with you: no thing of flesh shall be swept away again by the waters of the flood. There shall be no flood to destroy the earth again.’

  God said, ‘Here is the sign of the Covenant I make between myself and you and every living creature with you for all generations: I set my bow in the clouds and it shall be a sign of the Covenant between me and the earth.’

Responsive Psalm : 
Psalm 101(102):16‐21,29,22‐23

The Lord looked down from heaven to the earth.

The nations shall fear the name of the Lord and all the earth’s kings your glory, when the Lord shall build up Zion again and appear in all his glory. Then he will turn to the prayers of the helpless; he will not despise their prayers.

The Lord looked down from heaven to the earth.

Let this be written for ages to come that a people yet unborn may praise the Lord; for the Lord leaned down from his sanctuary on high. He looked down from heaven to the earth that he might hear the groans of the prisoners and free those condemned to die.

The Lord looked down from heaven to the earth.

The sons of your servants shall dwell untroubled and their race shall endure before youvthat the name of the Lord may be proclaimed in Zion and his praise in the heart of Jerusalem, when peoples and kingdoms are gathered together to pay their homage to the Lord.

The Lord looked down from heaven to the earth.

Second Reading :
There is no Second Reading.

Alleluia: John 6: 63c, 68c

R. Alleluia, alleluia.

63c, 68c Your words, Lord, are Spirit and life; you have the words of everlasting life.
(61. Jesus was aware that his followers were complaining about it and said, 'Does this disturb you?
62. What if you should see the Son of man ascend to where he was before?
63. 'It is the spirit that gives life, the flesh has nothing to offer. The words I have spoken to you are spirit and they are life.
64. 'But there are some of you who do not believe.' For Jesus knew from the outset who did not believe and who was to betray him.
65. He went on, 'This is why I told you that no one could come to me except by the gift of the Father.'
66. After this, many of his disciples went away and accompanied him no more.
67. Then Jesus said to the Twelve, 'What about you, do you want to go away too?'
68. Simon Peter answered, 'Lord, to whom shall we go? You have the message of eternal life,
69. and we believe; we have come to know that you are the Holy One of God.')

R. Alleluia, alleluia.

Gospel : 
Mark 8:27‐33

Jesus and his disciples left for the villages round Caesarea Philippi. On the way he put this question to his disciples, ‘Who do people say I am?’ And they told him. ‘John the Baptist,’ they said ‘others Elijah; others again, one of the prophets.’ ‘But you,’ he asked ‘who do you say I am?’ Peter spoke up and said to him, ‘You are the Christ.’ And he gave them strict orders not to tell anyone about him.

  And he began to teach them that the Son of Man was destined to suffer grievously, to be rejected by the elders and the chief priests and the scribes, and to be put to death, and after three days to rise again; and he said all this quite openly. Then, taking him aside, Peter started to remonstrate with him. But, turning and seeing his disciples, he rebuked Peter and said to him, ‘Get behind me, Satan! Because the way you think is not God’s way but man’s.’

Words of the Holy Father:

The Lord wants his disciples of yesterday and today to establish a personal relationship with him, and thus to embrace him at the centre of their life. For this reason he spurs them to face themselves honestly, and he asks: “But who do you say that I am?” (v. 29). (…) Each person is called to respond, in his or her heart, allowing each one to be illuminated by the light that the Father gives us in order to know his Son Jesus. And it can also happen to us, as it did to Peter, that we passionately affirm: “You are the Christ”. However, when Jesus tells us clearly what he told the disciples, that is, that his mission is fulfilled not on the wide road to success, but on the arduous path of the suffering, humiliated, rejected and crucified Servant, then it can also happen that we, like Peter, might protest and rebel because this contrasts with our expectations, with worldly expectations. (Angelus, 16 September 2018)

Santo Nemesius, Martir.

Santo Nemesius berasal dari Mesir. Ketika Kaisar Desius melancarkan aksi pengejaran terhadap orang-orang Kristen, Nemesius berada di Aleksandria. Ia bukan saja seorang beriman yang saleh, tetapi juga rasul yang aktif menyebarkan iman Kristen diantara kaum kafir. Keaktifannya ini menyebabkan dia dibenci oleh banyak orang kafir.

Oleh orang-orang kafir yang membencinya, ia diadukan kepada pemerintah namun terbukti tidak bersalah. Setelah beberapa lama, Nemesius ditangkap lagi karena imannya akan Kristus. Ia di hadapkan ke muka prefek Romawi di Aleksandria untuk diadili. Di depan hakim, Nemesius dengan berani menyebut dirinya orang Kristen dan seorang rasul Kristus. Ia disesah dan disiksa dengan kejam, namun semuanya itu ditanggungnya demi cintanya kepada Kristus Penebus.

Ia mengalami benar-benar bahwa seperti para rasul di hadapan Dewan Sanhendrin, ia telah dipandang layak untuk menderita penganiayaan dan penghinaan karena Yesus. Akhirnya ia di bakar hidup-hidup bersama beberapa orang penjahat. Peristiwa naas tersebut disaksikan oleh beberapa orang serani dan prajurit-prajurit Romawi. Para prajurit itu menghiburnya dan menyediakan makanan baginya sebelum menghadapi saat hukuman mati itu. Para prajurit itu pun kemudian di hukum mati karena ketahuan mendampingi Nemesius dengan memberi hiburan dan makanan. Nemisius di bakar pada tahun 247.

Santo Eleuterius, Uskup dan Martir.

Santo Eleuterius lahir di Dornik, Belgia pada tahun 456. Putra bangsawan Dornik ini mempunyai bakat luar biasa dalam banyak hal sehingga pendidikannya dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat. Pendidikan iman dari orang tuanya menjadikan dia seorang beriman yang taat agama.
Pada umur 30 tahun, ia dipilih menjadi Uskup Dornik. Ia menghadapi banyak kesulitan dalam tugasnya karena keretakan hubungan antara gereja dan negara. Kecuali itu situasi dalam tubuh gereja sendiri serba tak menentu, lebih-lebih karena umat tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran iman. Menghadapi masalah-masalah itu, Uskup Eleuterius menggalakkan berbagai kegiatan kerasulan dan pewartaan untuk mengembalikan umat kepada penghayatan iman yang sesuai dengan ajaran iman. Ia percaya bahwa Tuhan membantu dia dalam karyanya. Dalam seluruh karyanya sebagai Uskup, ia tidak mengenal kata "mustahil".

Pengajaran Agama, perayaan Liturgi, menciptakan hubungan baik dengan para pemimpin bangsa Frank yang menguasai daerahnya, pendidikan imam-imam, semuanya menjadi pokok perhatian dan kerasulannya. Usaha-usaha ini diperkuat dengan kehidupan tapa dan doa yang mendalam tanpa mengenal putus asa.

Ketika Eleuterius meninggal karena dibunuh oleh segerombolan penyebar agama sesat pada tahun 531, para pemimpin bangsa Frank bersama sebagian rakyatnya sudah di Kristen kan oleh Eleuterius. Ajaran-ajaran sesat yang dahulu dianutnya dulu tidak lagi menarik perhatian mereka. Melihat segala usahanya untuk menegakkan ajaran iman yang benar, kegigihannya mempertobatkan bangsa Frank yang kafir, terpebuhilah kata-kata St. Paulus ini: "Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Hari biasa
Kej. 9:1-13; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mrk. 8:27-33
Warna Liturgi Hijau

Kej 9:1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.

Kej 9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.

Kej 9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.

Kej 9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Kej 9:5 Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia.

Kej 9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Kej 9:7 Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya."

Kej 9:8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:

Kej 9:9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,

Kej 9:10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.

Kej 9:11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."

Kej 9:12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:

Kej 9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

Mzm 102:16 (102-17) bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,

Mzm 102:17 (102-18) sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.

Mzm 102:18 (102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

Mzm 102:19 (102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

Mzm 102:20 (102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

Mzm 102:21 (102-22) supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

Mzm 102:22 (102-23) apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN.

Mzm 102:23 (102-24) Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku.

Mrk 8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"

Mrk 8:28 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."

Mrk 8:29 Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"

Mrk 8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

Mrk 8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Mrk 8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

Mrk 8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...