Popular Posts

Monday, February 10, 2025

10 February 2025 (Monday) / Saint Scholastica, Virgin on Monday of week 5 in Ordinary Time / Saint Scholastica, Virgin, Religious Obligatory Memorial

10 February 2025 (Monday)

Saint Scholastica, Virgin on Monday of week 5 in Ordinary Time.

Saint Scholastica, Virgin, Religious Obligatory Memorial.

First Reading: Genesis 1: 1-19
Responsorial Psalm: Psalms 104: 1-2a, 5-6, 10 and 12, 24 and 35c
Alleluia: Matthew 4: 23
Gospel: Mark 6: 53-56

First Reading : 
Genesis 1:1‐19

In the beginning God created the heavens and the earth. Now the earth was a formless void, there was darkness over the deep, and God’s spirit hovered over the water.

  God said, ‘Let there be light’, and there was light. God saw that light was good, and God divided light from darkness. God called light ‘day’, and darkness he called ‘night.’ Evening came and morning came: the first day.

  God said, ‘Let there be a vault in the waters to divide the waters in two.’ And so it was. God made the vault, and it divided the waters above the vault from the waters under the vault. God called the vault ‘heaven.’ Evening came and morning came: the second day.

  God said, ‘Let the waters under heaven come together into a single mass, and let dry land appear.’ And so it was. God called the dry land ‘earth’ and the mass of waters ‘seas’, and God saw that it was good.

  God said, ‘Let the earth produce vegetation: seed‐bearing plants, and fruit trees bearing fruit with their seed inside, on the earth.’ And so it was. The earth produced vegetation: plants bearing seed in their several kinds, and trees bearing fruit with their seed inside in their several kinds. God saw that it was good. Evening came and morning came: the third day.

  God said, ‘Let there be lights in the vault of heaven to divide day from night, and let them indicate festivals, days and years. Let them be lights in the vault of heaven to shine on the earth.’ And so it was. God made the two great lights: the greater light to govern the day, the smaller light to govern the night, and the stars. God set them in the vault of heaven to shine on the earth, to govern the day and the night and to divide light from darkness. God saw that it was good. Evening came and morning came: the fourth day.

Responsive Psalm : 
Psalm 103(104):1‐2,5‐6,10,12,24,35

May the Lord rejoice in his works!

Bless the Lord, my soul! Lord God, how great you are, clothed in majesty and glory, wrapped in light as in a robe!

May the Lord rejoice in his works!

You founded the earth on its base, to stand firm from age to age. You wrapped it with the ocean like a cloak: the waters stood higher than the mountains.

May the Lord rejoice in his works!

You make springs gush forth in the valleys; they flow in between the hills. On their banks dwell the birds of heaven; from the branches they sing their song.

May the Lord rejoice in his works!

How many are your works, O Lord! In wisdom you have made them all. The earth is full of your riches. Bless the Lord, my soul!

May the Lord rejoice in his works!

Second Reading :
There is no Second Reading.

Alleluia: Matthew 4: 23

R. Alleluia, alleluia.

23 Jesus preached the Gospel of the Kingdom and cured every disease among the people.
(23. He went round the whole of Galilee teaching in their synagogues, proclaiming the good news of the kingdom and curing all kinds of disease and illness among the people).

R. Alleluia, alleluia.

Gospel : 
Mark 6:53‐56

Having made the crossing, Jesus and his disciples came to land at Gennesaret and tied up. No sooner had they stepped out of the boat than people recognised him, and started hurrying all through the countryside and brought the sick on stretchers to wherever they heard he was. And wherever he went, to village, or town, or farm, they laid down the sick in the open spaces, begging him to let them touch even the fringe of his cloak. And all those who touched him were cured.

Words of the Holy Father:

God works. He continues to work and we can ask ourselves how we should respond to this creation of God, which was born from love because He works through love. Thus, “to the ‘first creation’ we must respond with the responsibility the Lord gives us: ‘The earth is yours, foster it; make it grow!’”. For this reason, “we too have the responsibility to make the earth flourish, to make creation flourish, to safeguard it and make it flourish according to its laws: we are lords of creation, not masters”. And we mustn’t “take control of creation, but foster it, faithful to its laws”. Indeed, “this is the first response to God’s work: work to safeguard creation, to make it fruitful”. In fact, “a Christian who doesn’t safeguard creation, who doesn’t make it flourish, is a Christian who isn’t concerned with God’s work, that work born of God’s love for us”. Therefore, our response to all three is “to safeguard creation and make it flourish, to let ourselves reconcile with Jesus, with God in Jesus, in Christ, each day, and do not grieve the Holy Spirit, do not push him away: he is the guest in our heart, the One who accompanies us, who makes us grow”. (Santa Marta, 9 February 2015)

Santa Skolastika, Perawan.

Skolastika adalah adik kandung Santo Benediktus, pendiri Ordo Benediktin dan Abbas termasyur biara Monte Kasino. Semenjak mudanya Skolastika bercita-cita menjadi seorang biarawati agar lebih total menyerahkan hidupnya kepada Allah dalam doa dan tapa. Setelah menjadi seorang biarawati mengikuti jejak abangnya, ia pun mendirikan sebuah biara tersendiri yang berdekatan dengan biara Monte Kasino. Banyak wanita lain yang mengikuti Skolastika dan tinggal di biara itu.
Kedua adik beradik itu tetap saling mengunjungi dan meneguhkan. Skolastika mengunjungi Benediktus abangnya untuk mendapatkan bimbingan rohani baik demi kemajuan hidup rohaninya sendiri maupun kemajuan hidup rohani suster-susternya. Benediktus pun mengunjungi Skolastika dan suster-susternya untuk memberi bimbingan rohani.

Menjelang ajalnya, Skolastika membujuk Benediktus abangnya yang kebetulan datang pada saat itu agar menemani dia sambil menceritakan kehidupan orang-orang kudus yang sudah meninggal dunia. Tak lama kemudian, Skolastika meninggal dunia di hadapan abangnya sendiri. Jenazahnya di kuburkan di Monte Kasino dalam kubur yang telah disiapkan oleh Benediktus.

Menyaksikan kesedihan para biarawan dan biarawati, Benediktus berkata: Janganlah menangis dan sedih! Yesus telah memanggil Skolastika dari tengah-tengah kita supaya ia menjadi pembantu dan pelindung bagi kita yang masih mengembara di dunia ini. Skolastika meninggal dunia pada tahun 543.

Santo Zenon dari Verona, Pertapa.

Santo Zenon dilahirkan sekitar tahun 300, berasal dari Mauretinia – (saat ini wilayah Aljazair, Afrika Utara). Pada masa itu, terjadi serangkaian panjang penganiayaan para umat Kristiani oleh pengikut bidaah Arian. Hijrah ke daerah yang lebih aman merupakan keputusan paling tepat, Santo Zenon hijrah ke Italia dan menetap di sana.

Pada tahun 362, Zenon atau yang lebih di kenal dengan Zeno ini terpilih dan menerima tahbisan Uskup di Italia, banyak orang mengenalnya sebagai seorang pengkhotbah yang baik hati dan pembela setia iman Kristiani yang tetap berjuang dengan gigih melawan para bidaah Arian. Dirinya menentang keras Arianisme, dengan tangan terbuka ia menyambut banyak pengungsi yang berasal dari Afrika Utara.

Selain itu, Uskup Zeno juga banyak berjuang agar izin pendirian banyak dan biara disetujui, hasilnya pada masa pengembalaannya pertumbuhan jumlah Gereja dan biara meningkat. Karya kasih dan baktinya ia persembahkan bagi kemuliaan nama Kristus, hingga pada tanggal 12 April 371 Uskup Zeno menutup mata kembali ke hadirat Bapa.

Zenon dikenal sebagai murid Santo Basilius Agung, dia adalah seorang perajurit rendah pada masa pemerintahan kaisar Maksimianus. Ia hidup sekitar tahun 350 -419. Atas dorongan rahmat Allah, ia sendiri meminta agar diberhentikan dari tugasnya sebagai seorang prajurit Romawi. Selanjutnya ia menjadi seorang pertapa di sebuah tempat sunyi dekat Antiokia, Syria selama 40 tahun.

Peringatan Wajib
Santa Skolastika
Kej. 1:1-19; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,24,35c; Mrk. 6:53-56
Warna Liturgi Putih

Kej 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Kej 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kej 1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.

Kej 1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

Kej 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Kej 1:6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."

Kej 1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.

Kej 1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

Kej 1:9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.

Kej 1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Kej 1:11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.

Kej 1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Kej 1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

Kej 1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,

Kej 1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.

Kej 1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.

Kej 1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,

Kej 1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Kej 1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

Mzm 104:1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,

Mzm 104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,

Mzm 104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.

Mzm 104:6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.

Mzm 104:10  Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung,

Mzm 104:12  di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.

Mzm 104:24  Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

Mzm 104:35  Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Mrk 6:53 Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.

Mrk 6:54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.

Mrk 6:55 Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.

Mrk 6:56 Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...