7 February 2025 (Friday)
Friday of week 4 in Ordinary Time.
Ordinary Weekday.
First Reading: Hebrews 13: 1-8
Responsorial Psalm: Psalms 27: 1, 3, 5, 8b-9abc
Alleluia: Luke 8: 15
Gospel: Mark 6: 14-29
First Reading :
Hebrews 13:1‐8
Continue to love each other like brothers, and remember always to welcome strangers, for by doing this, some people have entertained angels without knowing it. Keep in mind those who are in prison, as though you were in prison with them; and those who are being badly treated, since you too are in the one body. Marriage is to be honoured by all, and marriages are to be kept undefiled, because fornicators and adulterers will come under God’s judgement. Put greed out of your lives and be content with whatever you have; God himself has said: I will not fail you or desert you, and so we can say with confidence: With the Lord to help me, I fear nothing: what can man do to me?
Remember your leaders, who preached the word of God to you, and as you reflect on the outcome of their lives, imitate their faith. Jesus Christ is the same today as he was yesterday and as he will be for ever.
Responsive Psalm :
Psalm 26(27):1,3,5,8‐9
The Lord is my light and my help.
The Lord is my light and my help; whom shall I fear? The Lord is the stronghold of my life; before whom shall I shrink?
The Lord is my light and my help.
Though an army encamp against me my heart would not fear. Though war break out against me even then would I trust.
The Lord is my light and my help.
For there he keeps me safe in his tent in the day of evil. He hides me in the shelter of his tent, on a rock he sets me safe.
The Lord is my light and my help.
It is your face, O Lord, that I seek; hide not your face. Dismiss not your servant in anger; you have been my help.
The Lord is my light and my help.
Second Reading :
There is no Second Reading.
Alleluia: Luke 8: 15
R. Alleluia, alleluia.
15 Blessed are they who have kept the word with a generous heart, and yield a harvest through perseverance.
(15. As for the part in the rich soil, this is people with a noble and generous heart who have heard the word and take it to themselves and yield a harvest through their perseverance).
R. Alleluia, alleluia.
Gospel :
Mark 6:14‐29
King Herod had heard about Jesus, since by now his name was well known. Some were saying, ‘John the Baptist has risen from the dead, and that is why miraculous powers are at work in him.’ Others said, ‘He is Elijah’; others again, ‘He is a prophet, like the prophets we used to have.’ But when Herod heard this he said, ‘It is John whose head I cut off; he has risen from the dead.’
Now it was this same Herod who had sent to have John arrested, and had him chained up in prison because of Herodias, his brother Philip’s wife whom he had married. For John had told Herod, ‘It is against the law for you to have your brother’s wife.’ As for Herodias, she was furious with him and wanted to kill him; but she was not able to, because Herod was afraid of John, knowing him to be a good and holy man, and gave him his protection. When he had heard him speak he was greatly perplexed, and yet he liked to listen to him.
An opportunity came on Herod’s birthday when he gave a banquet for the nobles of his court, for his army officers and for the leading figures in Galilee. When the daughter of this same Herodias came in and danced, she delighted Herod and his guests; so the king said to the girl, ‘Ask me anything you like and I will give it you.’ And he swore her an oath, ‘I will give you anything you ask, even half my kingdom.’ She went out and said to her mother, ‘What shall I ask for?’ She replied, ‘The head of John the Baptist.’ The girl hurried straight back to the king and made her request, ‘I want you to give me John the Baptist’s head, here and now, on a dish.’ The king was deeply distressed but, thinking of the oaths he had sworn and of his guests, he was reluctant to break his word to her. So the king at once sent one of the bodyguard with orders to bring John’s head. The man went off and beheaded him in prison; then he brought the head on a dish and gave it to the girl, and the girl gave it to her mother. When John’s disciples heard about this, they came and took his body and laid it in a tomb.
Words of the Holy Father:
And thus John’s life is ended “under the authority of a mediocre, drunken and corrupt king, because of a dancer’s whim and because of the vindictive hatred of an adulterous woman”. Thus “the great one meets his end, the greatest man born of woman”. “When I read this passage, I am moved”. “I think about two things: first, I think about our martyrs, today’s martyrs, those men, women, children who are persecuted, hated, driven from of their homes, tortured, massacred”. And this, he underlined, “is not a thing of the past: this is happening today. Our martyrs meet their end under the authority of corrupt people who hate Jesus Christ”. For this reason, “it will do us good to think about our martyrs. (…) “I too will meet my end. We all will. No one can ‘buy’ life. We too, willingly or unwillingly, are travelling the road of life’s existential annihilation”. And this, he said, impels us “to pray that this annihilation may resemble as much as possible that of Jesus Christ, his annihilation”. (Santa Marta, 6 February 2015)
Santo Rikardus, Pertapa.
Santo Rikardus atau Santo Richard dikenal juga sebagai Santo Richard dari Wessex, Richard the King, Richard the King of Wessex, Richard Pertapa, dan Richard Peziarah. Ia adalah Raja bangsa Saxon, kemungkinan di Wilayah Wessex Inggris, pada abad ketujuh – abad kedelapan. Richard adalah seorang ayah yang saleh. Ia membesarkan anak-anaknya dalam iman dan cinta kasih Kristiani, serta mendidik mereka menjadi orang yang takut akan Allah. Tiga orang anaknya dihormati Gereja sebagai orang kudus, yaitu : Santo Willibaldus, Santo Winebald, dan Santa Walburga. Seorang iparnya, yaitu adik dari isterinya, adalah Santo Bonifasius, uskup Agung dan rasul bangsa Jerman yang terkenal itu.
Ketika Wilibaldus, anaknya yang sulung menderita sakit berat, Richard berkaul jika anaknya terhindar dari kematian, hidupnya akan dipersembahkan kepada Tuhan. Willibaldus kemudian secara ajaib menjadi sembuh. Dua tahun kemudian Richard memenuhi kaulnya dan menghantar puteranya masuk biara Benediktin Waltham, di Hampshire, Inggris.
Pada tahun 722, Richard bersama kedua puteranya, biarawan Willibaldus dan Winebald berangkat berziarah ke Roma dan tanah suci Yerusalem. Dalam perjalanan ziarah ini Richard jatuh sakit dan meninggal dunia di kota Lucca Italia.
Rikardus dikenal sebagai seorang ayah yang saleh. Anak-anaknya dibesarkan dan dididik menjadi orang yang taku akan Allah. Ia pun mempunyai hubungan baik dengan para rahib. Ketika Wilibaldus, anaknya yang sulung menderita sakit berat, Rikardus yang saleh itu membawa dia kepada seorang rahib kenalannya untuk didoakan kesembuhannya. Ternyata berkat doa dari rahib itu, Wilibaldus sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, Rikardus mempersembahkan Wilibaldus kepada Tuhan. Lebih dari itu, ia mengijinkan Wilibaldus menjadi seorang biarawan dan misionaris bersama dengan adiknya Wunibaldus dan Walburga. Ketiga bersaudara ini ternyata menjadi Abdi Allah yang saleh dan kemudian dihormati Gereja sebagai ornag Kudus. Rikardus sendiri kemudian mengikuti jejak anak-anaknya menjadi seorang pertapa. Ia meninggal dunia ketika sedang berziarah ke Roma.
Santa Koleta, Perawan.
Koleta lahir pada tanggal 13 Januari 1381 dari sebuah keluarga Katolik yang saleh. Robertus, ayahnya adalah seorang tukang kayu yang taat agama. Demikian pula dengan ibunya Margaretha.
Koleta boleh dikatakan merupakan karunia istimewa dari Tuhan kepada kedua orang tuanya yang tidak putus-putusnya berdoa memohon kelahiran seorang anak. Puteri kesayangan ini diberi nama Nikoleta, sebagai penghormatan kepada santo Nikolaus dari Tolentino, perantara doa mereka. Dia dibesarkan dan dididik dalam adat kebiasaan Katolik yang berlaku pada masa itu.
Ketika menginjak usia muda sepeninggal orang tuanya, Nikoleta hendak di kawinkan dengan seorang pemuda baik-baik atas anjuran pastor parokinya. Tetapi dengan tegas Nikoleta menolak usul itu. Ia telah memilih Kristus sebagai mempelainya. Untuk mempertegas hubungan yang akrab dengan Kristus, Nikoleta masuk menjadi anggota Ordo ketiga Santo Fransiskus.
Empat tahun kemudian, Koleta mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia diminta oleh Santo Fransiskus untuk memulihkan kembali peraturan peraturan dalam biara Suster-suster Klaris. Atas ijin Sri Paus di Roma, Koleta mulai menjalankan tugas berat ini. Meskipun banyak rintangan yang dihadapinya, namun dia berhasil menata kembali corak hidup membiara dengan disiplin yang baik di 17 buah biara, terutama di Belgia dan Prancis. Kiranya kesalehan hidupnya dan kebijaksanaannya menjadi landasan keberhasilannya.
Seperti santo Fransiskus, Koleta pun sangat menyayangi anak-anak kecil dan binatang. Di kalangan pemerintah, ia memainkan peranan yang sangat besar karena ia berusaha menghentikan pertikaian antara raja-raja dan percekcokan di dalam keluarga-keluarga bangsawan. Koleta meninggal dunia di Gent, Belgia pada tanggal 6 Maret 1447.
Hari biasa
Ibr. 13:1-8; Mzm. 27:1,3,5,8b-9abc; Mrk. 6:14-29
Warna Liturgi Hijau
Ibr 13:1 Peliharalah kasih persaudaraan!
Ibr 13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
Ibr 13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.
Ibr 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
Ibr 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Ibr 13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
Ibr 13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
Ibr 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Mzm 27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Mzm 27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
Mzm 27:5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
Mzm 27:8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Mzm 27:9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
Mrk 6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."
Mrk 6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."
Mrk 6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."
Mrk 6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Mrk 6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Mrk 6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
Mrk 6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Mrk 6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Mrk 6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
Mrk 6:23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
Mrk 6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
Mrk 6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
Mrk 6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
Mrk 6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Mrk 6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Mrk 6:29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Prepared and updated by:
Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.
No comments:
Post a Comment