26 February 2025 (Wednesday).
Wednesday of week 7 in Ordinary Time.
Ordinary Weekday
First Reading: Sirach (Ecclesiasticus) 4: 11-19
Responsorial Psalm: Psalms 119: 165, 168, 171, 172, 174, 175
Alleluia: John 14: 6
Gospel: Mark 9: 38-40
First Reading :
Ecclesiasticus 4:12‐22
Wisdom brings up her own sons, and cares for those who seek her. Whoever loves her loves life, those who wait on her early will be filled with happiness. Whoever holds her close will inherit honour, and wherever he walks the Lord will bless him. Those who serve her minister to the Holy One, and the Lord loves those who love her. Whoever obeys her judges aright, and whoever pays attention to her dwells secure. If he trusts himself to her he will inherit her, and his descendants will remain in possession of her; for though she takes him at first through winding ways, bringing fear and faintness on him, plaguing him with her discipline until she can trust him, and testing him with her ordeals, in the end she will lead him back to the straight road and reveal her secrets to him. If he wanders away she will abandon him, and hand him over to his fate.
Responsive Psalm :
Psalm 118(119):165,168,171‐172,174‐175
The lovers of your law have great peace, O Lord.
The lovers of your law have great peace; they never stumble. I obey your precepts and your will; all that I do is before you.
The lovers of your law have great peace, O Lord.
Let my lips proclaim your praise because you teach me your statutes. Let my tongue sing your promise for your commands are just.
The lovers of your law have great peace, O Lord.
Lord, I long for your saving help and your law is my delight. Give life to my soul that I may praise you. Let your decrees give me help.
The lovers of your law have great peace, O Lord.
Second Reading :
There is no Second Reading.
Alleluia: John 14: 6
R. Alleluia, alleluia.
6 I am the way and the truth and the life, says the Lord; no one comes to the Father except through me.
(6. Jesus said: I am the Way; I am Truth and Life. No one can come to the Father except through me).
R. Alleluia, alleluia.
Gospel :
Mark 9:38‐40
John said to Jesus, ‘Master, we saw a man who is not one of us casting out devils in your name; and because he was not one of us we tried to stop him.’ But Jesus said, ‘You must not stop him: no one who works a miracle in my name is likely to speak evil of me. Anyone who is not against us is for us.’
Words of the Holy Father:
The Gospel of today’s Liturgy recounts a brief dialogue between Jesus and the Apostle John, who speaks on behalf of the entire group of disciples. They saw a man who was casting out demons in the name of the Lord, but they stopped him because he was not part of their group. At this point, Jesus invited them not to hinder those who do good, because they contribute to the fulfilment of God’s plan (cf. Mk 9:38-41). (…) Jesus’ words reveal a temptation, and offer an exhortation. The temptation is to be “closed off”. The disciples would like to hinder a good deed simply because it is performed by someone who does not belong to their group. They think they have the “exclusive right over Jesus”, and that they are the only ones authorised to work for the Kingdom of God. But this way, they end up feeling that they are privileged and consider others as outsiders, to the extent of becoming hostile towards them. Brothers and sisters, every closure tends in fact to keep us at a distance from those who do not think like we do, and this — we know — is the root of many great evils in history: of absolutism that has often generated dictatorships and of great violence towards those who are different. But we need to be vigilant about closure in the Church too. Because the devil, who is the divider — this is what the word “devil” means, the one who divides — always insinuates suspicions to divide and exclude people. (Angelus, 26 September 2021)
Santo Porphyrius dari Gaza, Uskup.
Santo Porphyrius dari Gaza (meninggal dunia pada tahun 420) Uskup Gaza dari tahun 395 hingga 420, dapat dikenali dari kisah melalui riwayat hidupnya, karena mengkristenkan kota Gaza yang kafir, menegakkan keadilan di Palestina dan juga menghancurkan kuil-kuil kafirnya. Sebelumnya dia adalah seorang pertapa. Dia dilahirkan di Yunani dan meninggal dunia pada tahun 420. Dia juga dikenali sebagai Porphyry sebagai panggilan namanya. Martirologi Romawi berbunyi: “ Di Gaza, di Palestina, pada masa Kaisar Arcadius, Santo Porphyry, Uskup, yang menggulingkan berhala Marnas dan kuilnya dan setelah banyak penderitaan, pergi beristirahat di dalam Tuhan. ” Santo Porphyrius dari Gaza hanya dapat dikenali daripada biografinya yang jelas oleh Markus seorang Diakon, yang pernah bekerja dengan Uskupnya iaitu Santo Porphyrius dalam pekerjaan mereka menyebarkan Injil kepada orang-orang kafir di Gaza. Ada pula referensi tentang kehidupan Porphyrius oleh Santo Yohanes II, Uskup Yerusalem (meninggal pada tahun 417).
Setelah lima tahun berada di padang gurun Mesir di Scete, Santo Porphyrius tinggal selama lima tahun lagi di sebuah gua dekat Sungai Yordan. Meskipun kesehatannya sering terganggu, ia sering mengunjungi tempat Penyaliban dan Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Di sana ia bertemu dengan Markus, yang kemudian menjadi Diakon Gerejanya dan penulis biografinya. Menurut Markus ini , Santo Porphyrius diangkat menjadi Uskup pada usia 45 tahun. Meskipun dia enggan menjadi Uskup, dia menerima pengangkatannya sebagai Uskup dengan semangat dan pengabdian yang besar. Dia juga mempertobatkan hampir seluruh Keuskupannya dan hampir sepenuhnya menghapuskan paganisme di Tahta Sucinya. Untuk melaksanakan penjualan harta benda yang masih dimiliki Santo Porphyrius di kota asalnya, Markus berangkat ke Tesalonika dan, sekembalinya, hasilnya dibahagikan ke biara-biara di Mesir dan kepada mereka yang memerlukan di dalam dan sekitar Yerusalem.
Pada tahun 392, Santo Porphyrius ditahbiskan menjadi Imam dan kemudian relik Salib Suci dipercayakan kepadanya. Pada tahun 395, dia menjadi Uskup Gaza, kubu kuat paganisme, dengan komuniti Kristian yang tidak penting. Sikap penduduk pagan sangat bermusuhan sehingga dia memohon perlindungan dari Kaisar dan berulang kali memohon agar kuil-kuil pagan dihancurkan. Dia akhirnya memperoleh Dekrit Kekaisaran yang memerintahkan penghancuran tempat-tempat suci pagan di Gaza. Sebuah Gereja Kristen didirikan di lokasi kuil Marnas. Pada tahun 415 Santo Porphyrius menghadiri Konsili Diospolis. Jenazah dia dikatakan telan dimakamkan di Gereja Santo Porphyrius, di Kota Gaza.
Beato Diego Carvalho (Didakus Carvalho).
Beato Diego Carvalho dilahirkan lahir di Koimbra, Portugal pada tahun 1578. Walaupun masih muda, ia senang sekali dengan kegiatan kegiatan kerohanian gereja, yang mempunyai semangat merasul yang tinggi serta berhasrat menjadi misionaris di tanah misi agar bisa mengalami kejadian kejadian istimewa seperti yang dialami oleh para misionaris misionaris. Cita - citanya ini tercapai pada tahun 1608 setelah ia tiba di Jepang sebagai seorang imam misionaris. Dia dikenal sebagai seorang misionaris Yesuit yang unggul. Ia baik dan ramah kepada umatnya, tidak segan terhadap pekerjaan dan perjalanan yang sukar, dan tidak takut menderita. Semua tantangan yang menimpanya bukan alasan untuk mengabaikan tugas pelayanannya kepada umat demi keselamatan mereka dan demi kemuliaan Allah, sebagaimana terungkap di dalam semboyan Serikatnya: Ad Majorem Dei Gloriam (Demi kemuliaan Allah yang lebih besar).
Beato Diego Carvalho juga mewartakan Injil di wilayah - wilayah yang belum pernah mendengar tentang nama Yesus Kristus dan Injil Nya, dan mendirikan Gereja di wilayah wilayah itu. Selain berkarya di Jepang, dia juga mewartakan Injil di negeri - negeri lain. Penangkapan dan hukuman mati atas dirinya pada tahun 1624 terjadi tatkala ia baru saja kembali dari suatu perjalanan misinya ke luar negeri. Hukuman mati atas dirinya berlangsung amat keji. Ketika itu musim dingin. Ia dibenamkan ke dalam air sungai yang hampir beku. Selepas seluruh badannya dibekukan, dia dibawa keluar dari air untuk dipukul sehingga hitam biru, kemudian ditenggelamkan semula di dalam sungai. Namun Tuhan menyertainya. Martir suci ini, meskipun penderitaannya hebat menimpa dirinya, dia tetap gembira dan menyanyikan lagu - lagu mazmur dan menghibur orang - orang serani yang datang menyaksikan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. Setelah 12 jam lamanya mengalami penderitaan, dia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sebagai seorang Martir Kristus yang gagah berani pada usia 46 tahun.
Hari biasa
Sir. 4:11-19; Mzm. 119:165,168,171,172,174,175; Mrk. 9:38-40.
Warna Liturgi Hijau
Sir 4:11 Kebijaksanaan meninggikan segala anaknya, dan orang yang mencarinya dihiraukannya.
Sir 4:12 Siapa yang mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan barangsiapa pagi- pagi menghadapinya akan penuh sukacita.
Sir 4:13 Siapa yang berpaut padanya mewarisi kemuliaan, dan ia diberkati Tuhan di manapun ia berlangkah.
Sir 4:14 Barangsiapa melayani kebijaksanaan bergilir bakti kepada Yang Kudus, dan siapa mencintainya dicintai oleh Tuhan.
Sir 4:15 Siapa mendengarkannya akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya.
Sir 4:16 Jika orang percaya pada kebijaksanaan, niscaya ia mewarisinya, dan keturunannya akan tetap memilikinya.
Sir 4:17 Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan di jalan yang berbelok- belok dahulu, sehingga didatangi ketakutan dan getaran; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia dengan siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya.
Sir 4:18 Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya dengan kebaikan yang menggembirakan, dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia.
Sir 4:19 Jika orang sampai menyimpang, maka dibuang oleh kebijaksanaan dan diserahkan kepada kebinasaan.
Mzm 119:165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.
Mzm 119:168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
Mzm 119:171 Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Mzm 119:172 Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar.
Mzm 119:174 Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.
Mzm 119:175 Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.
Mrk 9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Mrk 9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Mrk 9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Prepared and updated by:
Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.
No comments:
Post a Comment