Popular Posts

Thursday, November 30, 2023

Santa Bernadette Soubirous yang mengalami penampakan Bunda Maria

Kisah Penampakan Santa Perawan Maria Dari Lourdes.

Santa Bernadette Soubirous  yang mengalami penampakan.

    Penampakan Santa Perawan Maria dari Lourdes dialami oleh seorang gadis bernama Santa Bernadette Soubirous yang tinggal di Lourdes di sebuah desa di pegunungan Pyrenees, di wilayah selatan Prancis. Bernadette berasal dari keluarga yang sangat miskin dengan ayahnya yang bekerja sebagai penggiling gandum. Bernadette telah berjumpa dengan melihat penampakan Bunda Maria sebanyak 18 kali dari tarikh 11 Februari hingga 16 Juli 1858. Pada waktu itu Bernadette masih berusia 14 tahun.

Perjumpaan Pertama (11 Februari 1858).

    Penampakan yang pertama terjadi pada Kamis 11 Februari 1858. Bernadette bersama saudara perempuannya, Toinette, dan juga teman mereka, Jeanne, diminta oleh ibu mereka untuk mencari kayu bakar. Lalu pergilah mereka hingga sampai di Sungai Gave. Ketika Bernadette ditinggalkan oleh saudara dan temannya, dia telah mendengar suara gemuruh angin yang membuatnya menoleh ke rumpun mawar liar di mulut gua Massabielle. Dari sana muncul sesosok gadis muda yang sangat cantik dan berselimutkan cahaya dan memakai pakaian dan kerudung putih, ikat pinggang berwarna biru, serta sebuah rosario. Bernadette lalu berlutut dan berdoa rosario bersama gadis itu. Anehnya gadis itu hanya dapat dilihat oleh Bernadette. Sayangnya, ibunya mengira Bernadette hanya mengada-ada, sehingga ibunya melarang Bernadette untuk kembali ke gua itu.

Gadis Itu Bukan Roh Jahat (14 Februari 1858).

    Setelah berhasil memujuk ibunya, Bernadette kembali lagi ke gua itu bersama Toinette dan Jeanne. Bernadette memerciki penampakan itu dengan air suci kalau-kalau ternyata penampakan itu berasal dari roh jahat. Gadis itu hanya tersenyum. Setelah menyedari bahawa gadis itu bukanlah roh jahat, Bernadette kemudian melanjutkan berdoa rosario bersama gadis itu.

Awal Kunjungan Rutin 15 Hari ke Gua (18 Februari 1858).

    Bernadette kembali lagi ke gua itu bersama dua orang wanita. Mereka membawa sebuah lilin yang sudah diberkati serta sebuah pen dan kertas untuk mencatat apa yang terjadi. Lalu Bernadette bertanya siapa sebenarnya gadis itu namun gadis itu hanya tersenyum. Gadis itu kemudian meminta agar Bernadette mengunjunginya secara rutin selama 15 hari. Gadis itu juga berkata bahawa dia tidak dapat menjanjikan kegembiraan di dunia ini kepada Bernadette namun kegembiraan di Syurga. Bernadette gembira sekali mendengarnya dan semakin senang ketika ibunya akhirnya mendukungnya untuk rutin mengunjungi penampakan gadis tersebut. Bernadette pun rutin mengunjungi penampakan gadis cantik tersebut. Suatu ketika gadis cantik itu memberi tahu Bernadette mengenai sebuah doa, ada kalanya meminta orang-orang untuk bertobat, dan pernah juga memberitahu Bernadette sebuah rahsia. Kisah penampakan pun menjadi semakin terkenal.

Awal Dari Mata Air Lourdes (25 Februari 1858).

    Pada penampakan kesembilan, gadis cantik itu berkata kepada Bernadette; “minumlah dan basuhlah dirimu di mata air tersebut, dan makanlah rerumputan yang kau lihat tumbuh di sana.” Bernadette mengira bahawa air yang dimaksud adalah Sungai Gave namun gadis cantik itu menunjuk pada sebuah genangan air yang kotor. Bernadette kemudian menggali-gali genangan tersebut sampai mendapat cukup air untuk diminum. Ia juga memakan rerumputan yang ada di sana seperti yang diperintahkan oleh gadis itu. Esoknya, genangan itu mengalir menjadi mata air segar!

Mukjizat Pertama! (1 Maret 1858).

    Terjadi mukjizat! Seorang ibu rumah tangga bernama Catherine Latapie yang tangannya lumpuh akibat kecelakaan menjadi sembuh berkat mata air yang Bernadette gali. Mukjizat ini membuat kisah penampakan dan “mata air Lourdes” ini menjadi semakin terkenal.

Permohonan Sang Gadis (2 Maret 1858).

    Keesokkan harinya gadis cantik itu berkata kepada Bernadette; “Pergilah menemui seorang imam agar dia datang dengan perarakan dan membina kapel (gereja kecil) di tempat ini.” Bernadette lalu menyampaikan pesan ini kepada Paderi Peyramale iaitu seorang paderi paroki Lourdes. Akan tetapi, Paderi Peyramale tidak terus menerus mengabulkan permohonan ini begitu saja. Paderi Peyramale hanya menyuruh Bernadette untuk bertanya siapa nama gadis cantik itu yang dia lihat dalam penampakan itu. Paderi Peyramale juga meminta bukti lain dalam bentuk mukjizat berbunganya rumpun mawar liar di mulut gua Massabieille tersebut walaupun belum musimnya untuk berbunga.

Gadis cantik itu hanya tersenyum (3 Maret 1858).

    Bernadette bertanya kepada gadis cantik itu siapakah namanya yang sebenarnya namun gadis itu hanya tersenyum. Oleh kerana itu Paderi Peyramale juga tidak memberikan izin untuk membina kapel seperti yang gadis itu inginkan.

Akhir dari kunjungan 15 hari ke Gua (4 Maret 1858).

    Inilah hari terakhir dari kunjungan rutin 15 hari yang dilakukan oleh Bernadette. Bernadette bertanya lagi siapa nama gadis cantik itu namun dia tetap tidak menjawab. Rumpun mawar liar di mulut gua juga tidak berbunga. Walau bagaimanapun, Bernadette masih mahu terus singgah di gua itu untuk bertemu dengan penampakan gadis itu.

“Saya adalah yang Dikandung Tanpa Noda Dosa” (25 Maret 1858).

Pada hari itu adalah Hari Raya Kabar Sukacita dan Bernadette telah mendapat kabar gembira. Hari itu ketika Bernadette bertanya siapa nama gadis cantik itu, gadis itu mengatupkan kedua tangannya seperti orang berdoa lalu berkata, “Saya adalah yang dikandung tanpa noda dosa.” (que soy era immaculada concepciou). Bernadette pun berlari pulang ke rumah sambil mengulang-ulang kata itu. Ternyata penampakan gadis cantik itu yang terus dia kunjungi itu adalah Bunda Maria.

Menutup Gua/Cave Sealing (7 April 1858).

    Bernadette begitu gembira sekali untuk berjumpa dengan Bunda Maria lagi sehingga dia tidak sedar bahawa tangannya terkena api lilin yang dia pegang. Ajaibnya, tangannya itu sama sekali tidak cedera. Tidak lama kemudian pejabat daerah di tempat itu menutup kawasan tersebut dengan memasang penghadang.

Penampakan Terakhir (16 Juli 1858).

Pada penampakan pada hari itu yang bersamaan dengan peringatan Santa Maria Bunda Karmel adalah merupakan penampakan yang terakhir. Dari sebalik penghadang, Bernadette berlutut menghadap ke arah gua, “Saya merasa seperti berada di depan gua, pada jarak yang sama seperti sebelumnya. Hanya Bunda Maria seorang yang saya lihat dan dia terlihat lebih cantik daripada sebelumnya.”

Lourdes Sesudah Penampakan dan kini.

    Gua itu akhirnya menjadi terkenal dengan nama Gua Lourdes. Pada 18 Januari 1862, Uskup Tarbes, Mgr. Betrand Severt Laurence menyatakan bahawa mukjizat yang terjadi sungguh nyata. Sebuah basilika pun dibangun untuk memenuhi pesan Bunda Maria. Sementara itu, Bernadette memilih untuk menjadi seorang suster dan bergabung dengan komunitas Suster Karitas di Nevers. Dia meninggal dunia kerana komplikasi penyakit paru-paru yang sudah dideritanya sejak lama pada tahun 16 April 1879 di usia 35 tahun. Dia kemudian dinyatakan suci pada 8 Desember 1933 oleh Paus Pius XI. Kini, Lourdes menjadi salah satu tempat ziarah yang sangat diminati. Beberapa pengunjung menginginkan perjumpaan dengan Bunda Maria dan beberapa menginginkan mukjizat kesembuhan. Dari 3 juta orang yang mengunjungi Lourdes, 500.000 di antaranya adalah orang sakit yang mengharapkan kesembuhan. Hingga saat ini, ada 70 kes kesembuhan yang dinyatakan sebagai mukjizat. Semua mukjizat yang terjadi ini menunjukkan betapa besarnya kasih Bunda Maria kepada kita semua yang terus mendoakan kita di hadapan Allah.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...