Popular Posts

Tuesday, October 3, 2023

Api Penyucian (Purgatory) / (3 October 2023 Selasa)

Tentang api penyucian dan dasar-dasar teologi dari alkitab katolik.

    Menurut pandangan orang sebetulnya, setelah kematian (bukan pada hari kiamat kelak) setiap orang akan diadili secara peribadi. Dimana ada tiga kemungkinan dari pengadilan itu yaitu Surga, Api Penyucian (Purgatory) dan Neraka. Kerana mereka yang menganggap diri kurang baik untuk Surga, dan juga tidak mhau masuk ke neraka, maka Api Penyucian dipandang sebagai pintu yang "normal". Tetapi api penyucian pun bukan pintu, juga bukan kemungkinan kemungkinan ketiga disamping Surga dan neraka.

1. Dasar untuk keyakinan ini ialah:

    Di dalam Injil  Santo Lukas 16:22 dimana digambarkan bagaimana orang kaya itu berteriak kepada Abraham minta tolong. Dan kisah ini memang suatu perumpamaan yang tidak benar-benar terjadi tetapi tetap menjelaskan keyakinan Lukas bahwa sebelum akhir zaman pun Abraham sudah "mulia di Surga dan orang kaya yang sudah mati itu boleh berteriak minta tolong". Dan demikian juga pada surat-surat Rasul Paulus kepada jemaat di korintus dan Filipi 2Korintus 5:8 dan Filipi 1:23 dimana Paulus dengan jelas mengungkapkan keinginannya untuk segera mati sahaja iaitu berpisah dari tubuhnya yang fana untuk bersatu dengan Yesus Kristus dalam kebahagiaan. Namun demi umatnya, Paulus lebih suka tetap hidup di dunia agar boleh membina umatnya. Keyakinan Paulus ini mencerminkan iman bahawa sebelum kebangkitan pada akhir zaman orang yang sudah mati dapat bersama dengan  Yesus Kristus di Surga. Dengan kata lain kebangkitan badan pada akhir zaman iaitu jiwa orang sudah diadili dan boleh mulia bersama dengan Yesus Kristus.

    Setelah Akhir zaman akan ada kebagnkitan badan iaitu jiwa orang mati akan dipersatukan kembali dengan badan dan kemudian untuk diadili bersama-sama dengan seluruh umat manusia. Baik yang sudah diadili secara peribadi maupun yang belum, akan diadili secara bersama-sama (pengadilan umum). Tetapi hasil pengadilan peribadi yang sudah terjadi sebelum akhir zaman tetap berlaku dan hanya diteguhkan dalam pengadilan umum pada akhir zaman. Di dalam ajaran resmi Gereja Katolik juga tidak disebut "api, hanya "penyucian"(purgatorium) sahaja, ialah adanya tahap terakhir dalam proses pemurnian pada perjalanan kepada Allah. Kiranya proses pemurnian itu belum selesai pada saat kematian. Maka kematian sendiri dapat menjadi pengalaman pemurnian itu. Pada saat kematian manusia melihat dirinya sendiri dalam keadaan sesungguhnya. Khususnya kerana kematian itu bererti penyerahan kepada Allah, maka pemurnian dialami sebagai ketidakserasian yang menyakitkan. Apa yang lazim disebut "pengadilan", dialami sebagai seksaan dan juga pemurnian. Sekiranya itulah yang dimaksud dengan "Api Penyucian" yang terjadi pada saat kematian sendiri.

    Demikian halnya doa-doa untuk jiwa-jiwa dalam api penyucian adalah doa untuk orang-orang yang pada saat kematian sebetulnya belum siap menghadap Tuhan. Dimana orang itu meninggal dalam persekututan iman (telah dibaptis, baptis keiinginan, baptis darah), yang disebut Gereja. Maka sudah sewajarnya "persekutuan para kudus" juga dihayati dalam doa untuk saudara-saudara kita yang masih pada perjalanan menuju kepada Tuhan. Api penyucian bukanlah "neraka sementara" (dengan api yang tidak begitu panas). Api penyucian adalah pengalaman sedalam-dalamnya bahawa seseorang mendapat malu kerana segala perbuatan durhaka yang dilakukan dihadapan Tuhan.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi / Most High Servant,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih / Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

My vocation is Blessed and Saints.

"I am the most humble of all the Saints in Heaven" Mary, Mother of God."

"I am the handmaid of the Lord, said Mary ‘let what you have said be done to me."

Mother Mary is the most humble Saint in Heaven and she is also the Mother of God for us all
(Luke 1:38)

No comments:

The First Holy Martyrs of the Holy Roman Church

These “ proto-martyrs ” of Rome were the first Christians persecuted en masse by the Emperor Nero in the year 64 , before the martyrdom of ...