Santo Simon Stock, Biarawan.
Simon Stock dikenal sebagai pemimpin biara-baira Karmelit dari
tahun 1274 sampai 1265 dalam kedudukan sebagai Superior Jenderal. Kisah
kelahiran dan masa kecilnya tidak banyak diketahui. Yang diketahui pasti ialah
bahwa ia meninggal dunia pada tahun 1265 diBordeaux, Perancis. Kecuali itu
diberitakan bahwa setelah menjalani hidup sebagai pertapa di Inggris, tanah
kelahirannya, ia pergi ke Tanah Suci Yerusalem. Disana ia bergabung dengan
sekelompok biarawan Karmelit yang sudah lama menjalani hidup pertapaan di sana.
Setelah beberapa lama tinggal di tanah Suci, ia rupanya kembali ke Inggris
ketika terjadi serangan dari orang-orang Saracen (suku bangsa nomaden di padang
gurun antara Syria dan Arab Saudi) atas komunitas-komunitas religius di Tanah
Suci.
Sekembalinya ke Inggris, ia diangkat menjadi Superior Jenderal Ordo Karmelit,
bertempat di Aylesford, Inggris. Dalam masa kepemimpinannya ia melakukan banyak
hal bagi perkembangan biara Karmelit. Antara lain, penyesuaian aturan-aturan
Ordo dengan kebutuhan jaman. Dalam rangka itu, Simon mewajibkan para
biarawannya terjun ke dalam masyarakat untuk mewartakan Injil dan melaksanakan
berbagai karya pastoral. Dengan kebijkasanaan ini, para biarawan Karmelit tidak
lagi semata-mata menjalani kehidupan sebagai pertapa yang hanya mengusahakan
dan memperhatikan kekudusan dan keselamatan diri pribadi. Kecuali itu, dengan
kebijaksanaan baru ini, Ordo Karmelit tampil sebagai ordo yang menggabungkan
secara seimbang kegiatan kontemplatif dengan kegiatan pewartaan Sabda di luar
tembok biara.
Perubahan aturan ini sangat direstui oleh Sri Paus Innocentius IV (1243-1254)
pada tahun 1247. Akibat selanjutnya dari kebijaksanaan itu, biara-biara
Karmelit mulai ditempatkan juga di kota-kota Universitas seperti Oxford,
Cambridge, Paris dan Bologna, juga di Irlandia, Skotlandia dan Spanyol. Disini
para biarawan memberi sumbangan besar pada kehidupan Universitas. Tentang
pengalaman Simon diberitakan pula bahwa Bunda Maria pernah menampakkan diri
padanya di Aylesford pada tanggal 16 Juli 1251. Kepadanya Bunda Maria
menyerahkan sebuah skapular berwarna coklat sambil berkata: “Skapular ini akan
menjadi keselamatan bagimu dan bagi semua biarawan Karmelit lainnya. Orang yang
mati dalam kebiasaan berdoa dengan skapular ini akan diselamatkan”. Meskipun Simon tidak resmi digelari Santo oleh Gereja, namun para biarawan
Karmelit menganggap dia sebagai orang Kudus. Atas keizinan khusus dari Tahkta
Suci, mereka merayakan pestanya pada tanggal 16 Mei.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment