Santa Skolastika, Perawan
Skolastika adalah adik kandung Santo Benediktus, pendiri Ordo Benediktin dan Abbas termasyur biara Monte Kasino. Semenjak mudanya Skolastika bercita-cita menjadi seorang biarawati agar lebih total menyerahkan hidupnya kepada Allah dalam doa dan tapa. Setelah menjadi seorang biarawati mengikuti jejak kakaknya, ia pun mendirikan sebuah biara tersendiri yang berdekatan dengan biara Monte Kasino. Banyak wanita lain yang mengikuti Skolastika dan tinggal di biara itu.
Kedua kakak beradik itu tetap saling mengunjungi dan meneguhkan. Skolastika
mengunjungi Benediktus kakaknya untuk mendapatkan bimbingan rohani baik demi
kemajuan hidup rohaninya sendiri maupun kemajuan hidup rohani suster-susternya.
Benediktus pun mengunjungi Skolastika dan suster-susternya untuk memberi
bimbingan rohani.
Menjelang ajalnya, Skolastika membujuk Benediktus kakaknya
yang kebetulan datang pada saat itu agar menemani dia sambil menceritakan
kehidupan orang-orang kudus yang sudah meninggal dunia. Tak lama kemudian,
Skolastika meninggal dunia di hadapan kakaknya sendiri. Jenazahnya di kuburkan
di Monte Kasino dalam kubur yang telah disiapkan oleh Benediktus.
Menyaksikan kesedihan para biarawan dan biarawati, Benediktus
berkata: Janganlah menangis dan sedih! Yesus telah memanggil Skolastika dari
tengah-tengah kita supaya ia menjadi pembantu dan pelindung bagi kita yang
masih mengembara di dunia ini. Skolastika meninggal dunia pada tahun 543.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment