Santa Paula dikenal sebagai seorang wanita bangsawan Romawi. Sebagai
seorang ibu rumah tangga, ia menjalankan kewajiban dengan penuh semangat cinta
kasih. Kecuali itu, ia mengisi hari-hari hidupnya dengan suatu hidup yang saleh
di hadapan Tuhan. Ketika ia memasuki umur 32 tahun, suaminya yang tercinta
meninggal dunia. Sekarang ia sendiri harus bertanggung jawab terhadap
anak-anaknya dalam semua kebutuhannya, rohani dan jasmani. Pendidikan iman bagi
anak-anaknya sungguh mendapat perhatian utama. Selagi berada dalam kepedihan yang mendalam karena kematian suaminya, Tuhan
mengetuk hatinya untuk suatu kehidupan bakti hanya kepada-Nya. Paula yang sudah
biasa menjalin hubungan dengan Tuhan melalui doa-doanya, mendengarkan suara
Tuhan itu. Ia lalu mengabdikan hidupnya kepada Tuhan dengan hidup menyendiri
dalam kesunyian tapa dan karya-karya amal kasih.
Santo Hieronimus dimintainya untuk menjadi pembimbing
rohaninya. Setelah menjalani hidup demikian selama tiga tahun, ia meninggalkan
anak-anaknya yang sudah dewasa dan berangkat ke Tanah Suci bersama seorang
putrinya Eustakia. Ia bermaksud untuk menetap di Betlehem, kota yang dimuliakan
sebagai tempat kelahiran Yesus sang Penebus. Ia memberikan devosi khusus kepada
Kanak-kanak Yesus dengan berdoa dan bermatiraga. Paula yakin bahwa orang yang
tidak pernah merenungkan kehidupan Yesus selagi kanak-kanak, sulit untuk
menghayati kebenaran-Nya. Cintanya kepada Yesus, kanak- kanak Suci, melebihi
cintanya kepada anak-anaknya sendiri. Bila berada di gua Betlehem, hatinya
terharu dan sambil menangis ia berdoa: Aku memberi Salam kepadamu hai Betlehem,
rumah Roti Kehidupan, yang turun dari surga dan dilahirkan oleh Maria Perawan
Yang Suci.
Kepada semua orang yang berziarah di Betlehem, ia menyediakan
tempat tempat penginapan dan dengan rajin melayani mereka. Untuk Santo
Hieronimus dan para biarawannya, ia membangun sebuah rumah khusus. Rumah inilah
yang kelak menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Paula meninggal dunia
pada tahun 404 dalam usia 57 tahun.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment