Santa Maria, Bunda Allah (Hari Raya Santa Perawan Maria)
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah mengingatkan kita
akan bidaah (ajaran sesat) tentang Kebundaan Illahi Maria, yang muncul pada
abad ke 5. Pokok ajaran bidaah ini ialah bahwa Maria memang Bunda Yesus,
tetapi bukan Bunda Allah. Dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini dikutuk. Konsili
tetap dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah
Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anakanya adalah sungguh-sungguh
Allah. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus
Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut. Pada kesempatan ini, ada baiknya kita merenungkan makna nubuat nabi Yesaya:
“Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang
anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yes 7:14), dan makna salam
Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua
perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sehingga ibu
Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43). Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita
mengakui Yesus sebagai “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh
Manusia”. Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian
Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment