Santa Koleta, Perawan
Koleta lahir pada tanggal 13 Januari 1381 dari sebuah keluarga Katolik yang saleh. Robertus, ayahnya adalah seorang tukang kayu yang taat agama. Demikian pula dengan ibunya Margaretha. Koleta boleh dikatakan merupakan karunia istimewa dari Tuhan kepada kedua orang tuanya yang tidak putus-putusnya berdoa memohon kelahiran seorang anak. Puteri kesayangan ini diberi nama Nikoleta, sebagai penghormatan kepada santo Nikolaus dari Tolentino, perantara doa mereka. Dia dibesarkan dan dididik dalam adat kebiasaan Katolik yang berlaku pada masa itu. Ketika menginjak usia muda sepeninggal orang tuanya, Nikoleta hendak di kawinkan dengan seorang pemuda baik-baik atas anjuran pastor parokinya. Tetapi dengan tegas Nikoleta menolak usul itu. Ia telah memilih Kristus sebagai mempelainya. Untuk mempertegas hubungan yang akrab dengan Kristus, Nikoleta masuk menjadi anggota Ordo ketiga Santo Fransiskus.
Empat tahun kemudian, Koleta mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia diminta oleh
Santo Fransiskus untuk memulihkan kembali peraturan peraturan dalam biara
Suster-suster Klaris. Atas ijin Sri Paus di Roma, Koleta mulai menjalankan
tugas berat ini. Meskipun banyak rintangan yang dihadapinya, namun dia berhasil
menata kembali corak hidup membiara dengan disiplin yang baik di 17 buah biara,
terutama di Belgia dan Prancis. Kiranya kesalehan hidupnya dan kebijaksanaannya
menjadi landasan keberhasilannya. Seperti santo Fransiskus, Koleta pun sangat menyayangi anak-anak kecil dan
binatang. Di kalangan pemerintah, ia memainkan peranan yang sangat besar karena
ia berusaha menghentikan pertikaian antara raja-raja dan percekcokan di dalam
keluarga-keluarga bangsawan. Koleta meninggal dunia di Gent, Belgia pada
tanggal 6 Maret 1447.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment