Beata Yulia Billiart, Biarawati.
Yulia lahir pada tahun 1715 dan meninggal dunia pada tanggal 8 April 1816. Ia berasal dari sebuah desa kecil di wilayah Cuvilly, Prancis Utara. Ia dikenal juga sebagai salah seorang pendiri Perkumpulan Notre Dame de Namur di Belgia, yang mengabdikan diri di bidang karya pelayanan dan pemeliharaan anak-anak miskin. Bakat mengajar telah berkembang dalam dirinya semenjak kecilnya. Selagi masih anak-anak, Yulia mengajar katekismus kepada teman-teman sebayanya. Ketika usianya menanjak remaja ( 14 tahun ), ia sudah mengikrarkan kaul kemurnian hidup demi Tuhan. Perhatiannya kepada kepentingan orang lain semakin meluas. Selain tetap mengajar katekismus, ia pun mulai memalingkan perhatiannya kepada orang-orang sakit dengan melakukan kunjungan-kunjungan tetap. Di sana ia menghibur orang-orang sakit dan berdoa bersama mereka.
Suatu peristiwa pahit menimpanya ketika berusia 31 tahun. Tiba-tiba ia jatuh sakit, pincang dan cacat. Namun semuanya itu tidak memadamkan semangatnya untuk mengajar agama. Selama masa Revolusi Prancis, ia dengan berani melawan kaum revolusioner yang anti agama Katolik dan melindungi imam-imam dari bahaya pembunuhan. Karena tindakan-tindakannya ini, hidupnya sendiri pun terancam. Untuk menghindari bahaya atas dirinya, ia pergi ke Compiegne. Pada tahun 1794, seorang sahabatnya mengungsikan dia ke Amiens. Di sini Yulia menjadi pelopor dan penggerak sekelompok wanita saleh untuk melakukan karya-karya amal. Di antara mereka terdapat Franciska Blin de Bourdon, Viscountess de Gezaincourt yang menjadi sahabat Yulia. Bersama mereka Yulia mendirikan Perkumpulan Notre Dame, yang kemudian berkembang menjadi sebuah Kongregasi Suster Notre Dame.
Kira-kira pada tahun 1803, mereka mendirikan sebuah sekolah Katolik untuk
remaja-remaja puteri sebagai awal Perkumpulan Notre Dame. Tujuan utama sekolah
ini ialah mendidik remaja-remaja itu menjadi orang Katolik tulen. Meski
demikian, sekolah inipun dimaksudkan untuk mendidik puteri-puteri ini menjadi
guru-guru agama Katolik. Semua kegiatan pendidikan ini dilaksanakannya dengan
girang hati dalam keadaan tetap pincang.
Pada tahun 1804, sesudah menjalankan doa novena selama lima hari, Yulia
disembuhkan secara ajaib. Ia mulai berjalan normal kembali setelah menderita
selama 22 tahun. Karya mereka segera tersebar dan dikenal luas. Sementara itu,
perkumpulan ini telah diubah menjadi sebuah Kongregasi Suster, yang dikenal
dengan nama Kongregasi Suster Notre Dame, yang mengabdikan diri di bidang
pendidikan bagi kaum puteri. Karena semakin berkembang luas dan dikenal, Kongregasi ini mendirikan beberapa
lagi rumah biara di Belgia. Pada tahun 1809, Yulia meninggal pada tanggal 8
April 1816. Pada tahun 1906, ia digelari sebagai ‘beata’.
Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love
(Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)
No comments:
Post a Comment