Popular Posts

Sunday, June 29, 2025

Santo Yustinus, Martir (1 June)

1 June

Santo Yustinus, Martir

    Santo Yustinus dilahirkan dari sebuah keluarga kafir di Nablus, Samaria, Asia Kecil pada permulaan abad kedua kira-kira pada kurun sewaktu Santo Yohanes Rasul meninggal dunia. Santo Yustinus telah mendapat pendidikannya yang baik semenjak dia masih kecil. Kemudian dia mulai tertarik kepada pelajaran filsafat iaitu bagaimana untuk memperoleh kepastian tentang makna hidup ini dan tentang Allah. Pada suatu hari ketika dia sedang berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan berbagai persoalan, dia telah berjumpa dengan seorang orang tua. Santo Yustinus kemudian menanyakan berbagai persoalan kepada orang tua itu apa yang sedang dia renungkan. Orang tua itu kemudian menjelaskan kepadanya segala hal tentang para nabi Israel yang telah diutus Allah, tentang Yesus Kristus yang diramalkan para nabi serta tentang agama Kristen. Orang tua itu menasihati kepadanya agar berdoa kepada Allah untuk memohon terang Surgawi. Di samping mempelajari bidang filsafat, Santo Yustinus juga mempelajari Kitab Suci. Dia kemudian dibaptis dan menjadi pembela agama Kristen yang terkenal. Sesuai dengan kebiasaan adat pada masa itu, Santo Yustinus mengajar di tempat-tempat awam, seperti di dataran bandar dengan memakai pakaian seorang ahli falsafah (filsafat). Dia juga menulis tentang berbagai masalah terutama yang berkaitan dengan pembelaan ajaran iman yang benar. Di sekolahnya di Roma, banyak kali telah diadakan perdebatan awam untuk membuka hati banyak orang kepada kebenaran iman Kristen. Santo Yustinus bangga bahawa dia menjadi seoranng Kristen yang saleh dan taat, dan ia bertekad meluhurkan kekristenan dengan hidupnya. Dalam bukunya, "Percakapan dengan Truphon Yahudi", Santo Yustinus menulis: "Walaupun kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di lemparkan ke mulut binatang buas, ataupun diseksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin berat penyeksaan, semakin banyak orang akan bertobat dan menjadi taat kepada Yesus Kristus." Di Roma, Santo Yustinus telah ditangkap dan bersama-sama dengan para martir lainnya dibawa ke hadapan pihak berkuasa Roma. Setelah menerima banyak sebatan, kepala mereka telah dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 165. Santo Yustinus dikenali sebagai seorang pembela iman terbesar pada zaman Gereja Purba (Gereja Awal).

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...