1 June
Santo
Yustinus, Martir
Santo Yustinus dilahirkan dari
sebuah keluarga kafir di Nablus, Samaria, Asia Kecil pada permulaan abad kedua
kira-kira pada kurun sewaktu Santo Yohanes Rasul meninggal dunia. Santo Yustinus
telah mendapat pendidikannya yang baik semenjak dia masih kecil. Kemudian dia
mulai tertarik kepada pelajaran filsafat iaitu bagaimana untuk memperoleh
kepastian tentang makna hidup ini dan tentang Allah. Pada suatu hari ketika dia
sedang berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan berbagai persoalan, dia
telah berjumpa dengan seorang orang tua. Santo Yustinus kemudian menanyakan
berbagai persoalan kepada orang tua itu apa yang sedang dia renungkan. Orang
tua itu kemudian menjelaskan kepadanya segala hal tentang para nabi Israel yang
telah diutus Allah, tentang Yesus Kristus yang diramalkan para nabi serta
tentang agama Kristen. Orang tua itu menasihati kepadanya agar berdoa kepada
Allah untuk memohon terang Surgawi. Di samping mempelajari bidang filsafat, Santo
Yustinus juga mempelajari Kitab Suci. Dia kemudian dibaptis dan menjadi pembela
agama Kristen yang terkenal. Sesuai dengan kebiasaan adat pada masa itu, Santo
Yustinus mengajar di tempat-tempat awam, seperti di dataran bandar dengan
memakai pakaian seorang ahli falsafah (filsafat). Dia juga menulis tentang
berbagai masalah terutama yang berkaitan dengan pembelaan ajaran iman yang
benar. Di sekolahnya di Roma, banyak kali telah diadakan perdebatan awam untuk
membuka hati banyak orang kepada kebenaran iman Kristen. Santo Yustinus bangga
bahawa dia menjadi seoranng Kristen yang saleh dan taat, dan ia bertekad
meluhurkan kekristenan dengan hidupnya. Dalam bukunya, "Percakapan dengan
Truphon Yahudi", Santo Yustinus menulis: "Walaupun kami orang Kristen
dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di lemparkan ke mulut binatang buas,
ataupun diseksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya,
semakin berat penyeksaan, semakin banyak orang akan bertobat dan menjadi taat
kepada Yesus Kristus." Di Roma, Santo Yustinus telah ditangkap dan bersama-sama dengan para martir
lainnya dibawa ke hadapan pihak berkuasa Roma. Setelah menerima banyak sebatan,
kepala mereka telah dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 165. Santo Yustinus
dikenali sebagai seorang pembela iman terbesar pada zaman Gereja Purba (Gereja
Awal).
Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

No comments:
Post a Comment