Popular Posts

Thursday, September 28, 2023

2 Januari Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja

2 Januari 


Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja


Keluarga Santo Gregorius adalah keluarga yang saleh dan diberkati oleh Tuhan. Ibunya beserta kedua adiknya: Gorgonia dan Caesarius juga diakui Gereja sebagai orang Kudus.
Gregorius menjalani pendidikannya di Nazianze; kemudian berturut-turut dia belajar di Kaesarea-Kapadokia, Kaesarea-Palestina, Aleksandria dan Athena. Di Athena dia bertemu dengan Basilius, teman kelasnya. Keduanya bersahabat dan bersama Basilius, Gregorius mengasingkan diri di sebuah pertapaan di Pontus. Tetapi kemudian kerana desakan dari ayahnya, Gregorius kembali ke daerah asalnya. Disana dia ditabiskan imam dan kemudian ditabiskan menjadi Uskup. Ketika berumur 50 tahun, dia diangkat menjadi Uskup Agung Konstantinopel. Di Konstantinopel dia menyaksikan keadaan hidup iman umat yang menyedihkan kerana terpengaruh ajaran sesat Arianisme yang sudah menyebar luas. Tempat ibadat pun tidak ada.
Gregorius memulai karyanya sebagai Uskup dengan membangun sebuah Gereja darurat. Gereja ini disebutnya "anastasis" yang bererti kebangkitan. Kaum Arian yang menentangnya dihadapinya dengan tenang dan sabar. Kepada umat dia selalu berkata: "Kita harus menghadapi mereka (Kaum Arian) dengan budi bahasa yang manis dan kesabaran yang tinggi agar boleh mengalahkan mereka."
Dia banyak menulis dan mengajar di kota - kota yang menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta untuk membela ajaran iman yang benar. Pertentangan dengan kaum Arian terus meruncing terlebih-lebih kerana semakin banyak umat yang kembali ke ajaran iman yang benar kerana pengaruh Gregorius. Kaum Arian berusaha membunuhnya dengan menyuruh seorang pemuda. Namun usaha ini gagal. Pemuda tegar itu seketika berubah hatinya apabila berdiri di hadapan Gregorius yang saleh itu. Dia berlutut dan mengakui niat jahatnya.
Gregorius lebih suka hidup menyendiri dalam kesunyian pertapaan daripada hidup ditengah keramaian kota dengan segala masalahnya. Oleh kerana itu tidak berapa lama setelah ayahnya meninggal dia kembali ke Nazianze untuk menggantikan ayahnya. Dimana dia mengajar dan banyak menulis buku - buku pengajaran iman dan pembelaan agama. Semua tulisan - tulisan itu merupakan warisan berharga bagi Gereja. Dari tulisan-tulisannya kita mengetahui bahawa Gregorius adalah seorang teolog dan Filsuf yang arif.
Gregorius meninggal dunia pada tahun 390. Kemudian dia digelari Kudus dan dihormati sebagai Pujangga Gereja oleh Gereja kita.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...