Blessed and Saints and The Nine Choirs of Angels(23 September 2023 Saturday)
The form in the Tridentine Roman Missal (in Latin) is longer and is said twice, first by the priest in the following form, then by the altar server(s), who replace the words "et vobis, fratres", "et vos, fratres" (and you, brethren) with "et tibi, pater" and "et te, pater" (and you, Father).
Confiteor Deo omnipotenti,
beatae Mariae semper Virgini,
beato Michaeli Archangelo,
beato Ioanni Baptistae,
sanctis Apostolis Petro et Paulo,
omnibus Sanctis, et vobis, fratres/"et vos, fratres"/ (et tibi, pater):
quia peccavi nimis
cogitatione, verbo et opere:
mea culpa, mea culpa,
mea maxima culpa.
Ideo precor beatam Mariam semper Virginem,
beatum Michaelem Archangelum,
beatum Ioannem Baptistam,
sanctos Apostolos Petrum et Paulum,
omnes Sanctos, et vos, fratres(et te, Pater),
orare pro me ad Dominum Deum nostrum.
I confess to Almighty God,
to blessed Mary ever Virgin,
to blessed Michael the Archangel
to blessed John the Baptist,
to the holy Apostles Peter and Paul,
to all the Saints, and to you, brethren,
that I have sinned exceedingly
in thought, word and deed:
through my fault, through my fault,
through my most grievous fault.
Therefore I beseech blessed Mary ever Virgin,
blessed Michael the Archangel,
blessed John the Baptist,
the holy Apostles Peter and Paul,
all the Saints, and you, brethren,
to pray for me to the Lord our God.
In the Tridentine editions of the Roman Missal, if a priest celebrated Mass in the presence of the Pope or a cardinal, or of a nuncio, a patriarch, a metropolitan archbishop or a diocesan bishop within their own jurisdictions, he changed "et vobis, fratres", "et vos, fratres" (and you, brethren) into "et tibi, pater" and "et te, pater" (and you, Father) when reciting his own Confiteor.
Pengenalan Misa Latin Tradisional (Forma Ekstra-ordinaria) Rubrik 1962
Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, kepada Santa Perawan Maria, kepada Malaikat Agung Santo Michael, kepada Santo Yohanes Pembaptis, kepada Rasul Santo Petrus dan Paulus, kepada semua Orang Kudus dan kepada saudara sekalian: bahawa saya sangat berdosa dengan fikiran, perkataan dan perbuatan, saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada Malaikat Agung Santo Michael, kepada Rasul Santo Petrus dan Paulus, kepada semua Orang Kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita.
Bunda Gereja yang Kudus menggunakan rumusan pengakuan yang telah disusun dari abad ke-8 dan tidak memperbolehkan perubahan sekecil apapun dalam rumusan kata-kata.
Bunda Gereja memiliki hak prerogatif atas hal ini, sama dengan semua tindakan sakramental lainnya, - bahawa ada rumusan untuk pengampunan dosa-dosa ringan, asalkan kita akan menyesalinya secara sempurna. Oleh kerana itu, Allah, dalam kebaikan-Nya yang Tidak Terbatas, telah memberikan kita dengan cara lain, [selain Sakramen Tobat] di mana kita dapat dibersihkan dari dosa-dosa ringan kita.
Imam, seperti yang dijelaskan pada bagian akhir artikel sebelumnya, memulai pengakuan dan pertama-tama, dia merendahkan dirinya kepada Allah. Tetapi dia masih merasa tidak layak, maka dia mengatakan dalam hatinya: "Saya tidak hanya ingin mengaku dosa saya kepada Tuhan, tetapi juga kepada semua Orang Kudus, agar mereka dapat menggabung doa-doa mereka dengan saya dan mendapatkan pengampunan bagi saya."
Oleh kerana itu, dia segera mengucapkan: "Confiteor Deo omnipotenti, beatæ Maria semper Virgini,..." -[Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, kepada Santa Perawan Maria,...] Ini bukan bererti dia pernah melakukan suatu pelanggaran terhadap Bunda Maria, tetapi memohon Bunda Maria untuk memperolehkan pengampunan Allah baginya.
Kemudian imam melanjutkan "beato Michali Archangelo, beato Joanni Baptistæ, sanctis Apostolis Petro et Paulo,..." - [kepada Malaikat Agung Santo Mikael, kepada Santo Yohanes Pembaptis, kepada Rasul Santo Petrus dan Paulus,...] Dia melakukan hal yang sama kepada St Michael, Malaikat Agung yang ditunjuk untuk menjaga jiwa kita terutama pada saat ajal ; kepada St Yohanes Pembaptis, yang begitu mengasihi Tuhan kita dan merintis jalan bagi-Nya ; kepada Santo Petrus dan Paulus, kedua rasul Tuhan.
Setelah itu imam menyebutkan "omnibus Sanctis, et vobis, fratres: quia peccavi nimis cogitatione, verbo et opere,..." - [kepada semua orang kudus dan kepada saudara sekalian: bahawa saya sangat berdosa dengan fikiran, perkataan dan perbuatan,...] Dia mengakui dosa-dosanya kepada semua Orang Kudus, bahkan kepada umat beriman yang hadir supaya mereka juga tahu bahwa dia adalah orang berdosa; dan kerana itu dia berkata kepada mereka: kepada Saudara sekalian! Imam menambahkan dengan cara apa dia telah berdosa iaitu dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Kemudian dia mengungkapkan bahawa telah berbuat dosa atas kehendak bebasnya sendiri, dengan mengucapkan kata-kata ini: "Mea culpa, mea culpa, mea culpa maxima" - [saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa]. Dan bahwa dia, seperti pemungut cukai dalam Injil, secara lahiriah menyatakan pertobatan batin dengan tiga kali menebah dadanya sementara mengucapkan kata-kata tersebut.
Sedar akan keperluannya atas pengampunan Allah, dia sekali lagi memohon Bunda Maria, Malaikat Agung Mikael, St.Yohanes Pembaptis, St. Petrus dan Paulus, semua Orang Kudus, dan juga kepada umat beriman yang hadir, supaya mereka semua akan berdoa untuknya.
"Ideo precor beatam Mariam semper Virginem, beatum Michaelem Archangelum, beatum Joannem Baptistam, sanctos Apostolos Petrum et Paulum, omnes Sanctos, et vos, fratres, orare pro me ad Dominum Deum nostrum" - [Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada Malaikat Agung Santo Mikael, kepada Rasul Santo Petrus dan Paulus, kepada semua Orang Kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya kepada Allah, Tuhan kita]
Para server menjawab Imam dengan harapan bahwa dia beroleh kasih karunia dan rahmat Allah dan mengungkapkannya dalam bentuk doa. "Misereatur tui omnipotens Deus, et dimissis peccatis tuis, perducat te ad vitam æternam" - [Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani engkau, mengampuni dosa-dosamu dan menghantar engkau menuju kehidupan kekal]. Imam tetap tertunduk dan menjawab: Amin.
Kemudian para server mengulangi rumusan yang sama dengan Imam untuk pengakuan dosa-dosa mereka; tetapi BUKAN mengatakan: "Et Vobis, fratres" - [kepada Saudara sekalian]. Mereka memohon kepada Imam, dan memanggilnya Bapa: "Et Tibi, Pater" - [kepadamu, Bapa]. Tidak pernah diizinkan untuk mengubah apa pun yang dirumuskan oleh Bunda Gereja Kudus untuk perayaan Misa. Oleh kerana itu, dalam Confiteor, server selalu menggunakan kata-kata sederhana: [Et Tibi, Pater] dan [Et te, Pater].
Saat para server selesai mengucapkan Pengakuan, Imam mengucapkan doa yang sama bagi mereka - "Misereatur..." dan mereka juga menanggapi dengan Amin. Setelah itu, Imam memohon pengampunan atas dosa, baik untuk dirinya sendiri maupun umat beriman dan dia membuat tanda salib.
"Indulgentiam, absolutionem, et remissionem peccatorum nostrorum tribuat nobis omnipotens et miserecors Dominus" - [Semoga Tuhan yang Mahakuasa dan Maha belaskasih, memberi kita pengampunan, pelepasan dan penghapusan atas dosa-dosa kita].
Imam membungkuk sedikit dan mengatakan: "Deus, tu conversus vivificabis nos" - [Ya Allah, berpalinglah dan hidupkanlah kami], yang dijawab oleh para server dengan: "Et Pleb Tua laetabitur di te" - [maka umat-Mu akan bersukacita kerana Engkau].
Kemudian Imam melanjutkan "Ostende nobis, Domine, misericordiam Tuam" - [Ya Tuhan, tunjukkanlah belaskasihan-Mu kepada kami] dan para server menjawab: "Et salutare Tuum da nobis" - [Dan berilah kami keselamatan dari-Mu] . Praktek membaca doa ini sudah sangat kuno, yang berasal dari Mazmur 84 saat Daud berdoa untuk kedatangan dari Mesias.
Setelahnya, Imam meminta kepada Allah supaya Ia akan berkenan atas doanya: "Domine, exaudi orationem meam" - [Tuhan, dengarkanlah doaku]. Para server melanjutkan: "Et clamor meus ad te veniat" - [dan biarlah seruanku sampai ke hadapan-Mu].
Imam membuka tangannya dan mengatupkannya kembali sambil mengatakan: "Dominus vobiscum" - [Tuhan bersamamu]. Seolah-olah dia ingin meninggalkan mereka kerana sekarang tibalah saat yang khidmat baginya untuk naik ke Altar, seperti Musa yang masuk ke dalam awan. Para server menjawabnya atas nama umat beriman: "Et cum Spiritu tuo: - [Dan bersama rohmu].
Sementara akan naik ke Altar, Imam mengatakan "Oremus" - "Marilah berdoa". Sering kali imam juga menggunakan kata-kata ini untuk mendahului beberapa doa lain yang dia akan ucapkan.
Saat masuk ke dalam Ruang Mahakudus: Ad Sancta Sanctorum, imam berdoa lagi supaya dosa-dosanya diampuni. Semakin kita mendekati kepada Allah, semakin kita merasa dosa sedikit apapun menjadi beban yang tidak tertahankan pada jiwa kita; sehingga Imam pun menggandakan doanya, supaya Allah membersihkan dirinya dari dosa-dosanya.
"Aufer a nobis, quaesumus, Domine, iniquitates nostras: ut ad Sancta Sanctorum puris mereamur mentibus introire. Per Christum Dominum nostrum. Amen." - [Kami mohon kepadamu, ya Tuhan, ampunilah segala kesalahan kami, supaya kami pantas naik ke tempat kudus dengan hati yang suci. Kerana Kristus Tuhan kami. Amin.]
Setelah mencapai Altar, ia meletakkan tangannya dan mencium altar. Imam mencium altar kerana menghormati Relikui Orang Kudus yang ada di dalam altar. Sekali lagi, imam mengucapkan doa lain untuk pengampunan dosa-dosanya:
"Oramus te, Dominus, per merita Sanctorum tuorum, quorum reliquiae hic sunt, et omnium Sanctorum: ut indulgere digneris omnia peccata mea. Amen." - [Kami berdoa kepada-Mu, Tuhan kerana jasa Orang-orang Kudus-Mu, yang relikuinya ada di tempat ini, dan segala Orang Kudus, berkenanlah mengampuni dosa-dosaku. Amin.]
Since 1970, the text of the Confiteor in the Roman Missal is as follows:
Confiteor Deo omnipotenti,
et vobis fratres [et sorores],
quia peccavi nimis
cogitatione, verbo,
opere et omissione:
mea culpa, mea culpa,
mea maxima culpa.
Ideo precor beatam Mariam semper Virginem,
omnes Angelos et Sanctos,
et vos, fratres [et sorores],
orare pro me ad Dominum Deum nostrum.
I confess to almighty God
and to you, my brothers [and sisters],
that I have greatly sinned,
in my thoughts and in my words,
in what I have done and in what I have failed to do,
through my fault, through my fault,
through my most grievous fault;
therefore I ask blessed Mary ever-Virgin,
all the Angels and Saints,
and you, my brothers [and sisters],
to pray for me to the Lord our God.
Prepared and updated by:
Jonathan Fabian, Sabah Malaysia
No comments:
Post a Comment