Popular Posts

Saturday, October 11, 2025

Yesus Kristus mencintai kita orang yang berdosa / Renungan singkat pembacaan dari Injil Santo Lukas 17: 11-19

Renungan singkat pembacaan dari Injil Santo Lukas 17: 11-19.

MADAH / NYANYIAN PUJIAN

Yesus Kristus, Gembala yang baik,

Engkaulah jalan kasih Allah,

Berikanlah kami kehidupan yang baik,

Agar memperolehi berkat dari kasih Allah.


Ya Roh Kudus, sumber cintakasih Allah,

Engkaulah Penghibur di saat kami lemah,

Bantulah kami mengikuti pesan Allah,

Dalam kasih dan pelayanan untuk menyelamatkan umat Allah.

 

Terpujilah namaMu ya Yesus Kristus,

Bersama Roh Kudus Penghibur dan Kekudusan kami,

Kami memuliakan namaMu ya Yesus Kristus,

Kerana Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Amen.


Saudara dan saudari yang saya kasihi dalam nama Tuhan Yesus Kristus,

    Perkongsian saya ini adalah dalam pengunaan bahasa yang sederhana dan mudah difahami. Saya menggunakan cara ini agar mereka yang lemah dan tidak ada pelajaran tinggi dapat memahami pesan dan maksud apa yang tertulis disini. Saya juga macam kamurang, tiada pelajaran tinggi dan cuma tahu baca Alkitab Katolik sahaja, itupun kampungan style punya.  

    Di dalam pembacaan Injil Santo Lukas ini, saya menyedari sesuatu hal yang mudah tetapi amat penting sekali untuk saya meneliti kembali hidup rohani saya itu yang macam mana. Saya mengatakan “mudah” kerana soalan-soalan yang diberikan oleh Yesus ini amat mudah saya menjawabnya kembali kerana pengalaman dan peristiwa tertentu yang telah terjadi sebelum ini membuat saya gembira di dalam doa. Tetapi yang sering kita lakukan pada sesama adalah sering kali banyak bertanya tentang hal-hal orang lain daripada melihat pada diri sendiri. Perkataan “mungkin” sering kali kita dengar bagaimana mukjizat dan penyembuhan dari Tuhan itu terjadi. Kata “mungkin” digunakan seperti ini, “mungkin Tuhan mendengarkan doa permohonan dia tetapi saya tidak.” “Mungkin itulah nasib dia”, atau  “mungkin itulah salib kehidupan mereka semua.” Jadi untuk menganggapi pesan Yesus di dalam Injil Santo Lukas ini, adalah baiknya kita bertanya pada diri sendiri, adakah kita sungguh-sungguh berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan daripada banyak bertanya tentang kisah orang lain. Saya ingin membawa anda semua untuk melihat bagaimana caranya Yesus ingin berbicara dengan kita melalui SabdaNya ini. Setelah kita membaca petikan dari Injil Santo Lukas ini, dapatkah kita mengikuti ajaran-ajaranNya yang seterusnya selepas ini?

    Sekarang adalah baiknya kita bertanya pada diri sendiri, adakah kita ini kembali kepada Tuhan untuk berterima kasih dan bersyukur kepadaNya setiap hari setelah Misa Kudus selesai? Adakah saya dan kamu ini kembali kepada Tuhan dan setia kepadaNya setelah menerima Sakramen-sakramen Gereja Katolik? Adakah di antara kita di sini juga sudah mengalami kesembuhan daripada Tuhan tetapi selepas itu sering melakukan dosa dan tidak lagi mengucap syukur kepadaNya dan memuliakan Allah di dalam kehidupan seharian? Saya percaya dan yakin bahawa jawapan yang Yesus mahu dengar daripada kita ini adalah daripada diri sendiri dan bukannya daripada pendapat orang lain. Orang lain tidak dapat membawa kita untuk masuk ke dalam Syurga tetapi daripada kata-kata iman kita sendiri (Injil Santo Lukas 17: 19). Itulah doa kita secara peribadi dan doa itulah yang lahir daripada hati kita. Iman dan kepercayaan yang Yesus mahu daripada kita ini adalah untuk menjadi dan mencontohi orang Samaria tersebut. Andaikata kita merasakan di dalam golongan atau kumpulan “Sembilan orang itu”, ini bererti kitalah yang membuat pilihan sendiri dan mudah lupa segala kebaikan dan belaskasihan daripada Allah (Injil Santo Lukas 17: 17). Saya peringatkan kepada anda semua bahawa belum tentu pada hari esok kita dalam keadaan yang baik dan selamat. Kembalilah kepada Tuhan di dalam doa, buatlah refleksi dan renungan setiap hari, bacalah Alkitab Katolik setiap hari, sentiasa membuat pilihan berdasarkan iman dan kepercayaan kepada Tuhan dan bukannya takut, lalai dan tergoda kepada dosa dan pengaruh duniawi, lakukanlah apa yang Yesus telah ajarkan kepada kita semua, dan yang lebih baik lagi sentiasa memeriksa cara hidup kita ini adakah sungguh-sungguh baik dan kudus ataupun masih terdapatnya dosa-dosa di dalam kehidupan kita (1 Tesalonika 5: 1-11).

    Dengan cara sedemikian kita menempatkan Yesus di dalam kehidupan kita walaupun sering kali kita jatuh dan bangun. Di sinilah kita mampu sedar bagaimana lagi harus kita lakukan untuk mengikuti bimbingan daripada Roh Kudus. Memperbaiki diri sendiri membawa kita kepada proses pembentukan iman katolik dan mengenali siapakah “Saya ini, diri kita” dan kemudian mengangkat martabat kita sebagai anak-anak Allah. Inilah yang saya ringkaskan kembali iaitu panggilan hidup kita sebagai manusia, panggilan hidup kita sebagai umat katolik, dan seterusnya panggilan hidup kita sebagai “Blessed and Saints”. Berdoalah kepada Tuhan agar yang “Sembilan orang itu” tidak tersesat dan meninggalkan Yesus Kristus. Dan sekiranya "Sembilan orang itu" ada dikalangan kita semua, ada baiknya kita memperbaharui komitmen kita masing-masing di dalam pelayanan dan doa tentang Misi dan Visi kita. Saya juga ingin bertanya kepada semua ahli yang ada di dalam Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels), adakah anda semua sudah menjadi pelayan dan gembala yang baik seperti Yesus Kristus? Kita di panggil dan di utus untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa agar masuk ke dalam Syurga tanpa dosa dan kejahatan (Injil Santo Lukas 19: 10, Injil Santo Yohanes 10: 10) (Injil Santo Lukas 17: 11-19) (1 Tesalonika 5: 12-22).

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...