Popular Posts

Wednesday, January 15, 2025

Wednesday after Epiphany / Christmas Weekday

Date: 08/01/2025

Wednesday after Epiphany.

Reading of the day.

Christmas Weekday.

First Reading: First John 4: 11-18
Responsorial Psalm: Psalms 72: 1-2, 10, 12-13
Alleluia: First Timothy 3: 16
Gospel: Mark 6: 45-52

A reading from the Letter of John
1 John 4:11-18

Beloved, if God so loved us,
we also must love one another.
No one has ever seen God.
Yet, if we love one another, God remains in us,
and his love is brought to perfection in us.

This is how we know that we remain in him and he in us,
that he has given us of his Spirit.
Moreover, we have seen and testify
that the Father sent his Son as savior of the world.
Whoever acknowledges that Jesus is the Son of God,
God remains in him and he in God.
We have come to know and to believe in the love God has for us.

God is love, and whoever remains in love remains in God and God in him.
In this is love brought to perfection among us,
that we have confidence on the day of judgment
because as he is, so are we in this world.
There is no fear in love,
but perfect love drives out fear
because fear has to do with punishment,
and so one who fears is not yet perfect in love.

Responsorial Psalm: Psalms 72: 1-2, 10, 12-13

R. (11) Lord, every nation on earth will adore you.

1-2 Give to the king thy judgment, O God: and to the king’s son thy justice: To judge thy people with justice, and thy poor with judgment.

R. Lord, every nation on earth will adore you.

10 The kings of Tharsis and the islands shall offer presents: the kings of the Arabians and of Saba shall bring gifts:

R. Lord, every nation on earth will adore you.

12 For he shall deliver the poor from the mighty: and the needy that had no helper.

13 He shall spare the poor and needy: and he shall save the souls of the poor.

R. Lord, every nation on earth will adore you.

Alleluia: First Timothy 3: 16

R. Alleluia, alleluia.

16 Glory to you, O Christ, proclaimed to the Gentiles. Glory to you, O Christ, believed in throughout the world.

R. Alleluia, alleluia.

Gospel of the day.

From the Gospel according to Mark
6:45-52

After the five thousand had eaten and were satisfied,
Jesus made his disciples get into the boat
and precede him to the other side toward Bethsaida,
while he dismissed the crowd.
And when he had taken leave of them,
he went off to the mountain to pray.
When it was evening,
the boat was far out on the sea and he was alone on shore.
Then he saw that they were tossed about while rowing,
for the wind was against them.
About the fourth watch of the night,
he came toward them walking on the sea.
He meant to pass by them.
But when they saw him walking on the sea,
they thought it was a ghost and cried out.
They had all seen him and were terrified.
But at once he spoke with them,
“Take courage, it is I, do not be afraid!”
He got into the boat with them and the wind died down.
They were completely astounded.
They had not understood the incident of the loaves.
On the contrary, their hearts were hardened.

Words of the Holy Father:

Because Jesus was moved when he saw all those people in need of guidance and help, we would now expect him to perform some miracles. Instead, he began teaching them many things. This is the first bread that the Messiah offers to the starving and lost crowd; the bread of the Word. We all need the Word of truth to guide and illuminate our way. Without the truth which is Christ himself, it is not possible to find the right direction in life. When we distance ourselves from Jesus and his love, we become lost and life is transformed into disappointment and dissatisfaction. With Jesus by our side, we can proceed with confidence and overcome all trials, advancing in love toward God and neighbour. Jesus gave himself for others, thus becoming an example of love and service for each of us. (Angelus, 22 July 2018)

8 Januari 2025 (Rabu)

Santo Severinus, Paus.

Severinus anak Abienus yang berasal dari Roma. Pada bulan Oktober 638, ia dipilih menjadi Paus. Tetapi peneguhan kePausannya di tunda selama 19 tahun, karena ia dituduh menganut aliran sesat Ecthesis, yang mempertahankan pendapat bahwa Kristus hanya memiliki satu kehendak Ilahi (Monothelitisme).
Perlawanan besar terhadap Severinus datang dari Ishak, pemimpin dari Ravenna. Tetapi Severinus tetap tegas melawan bidaah itu. Akhirnya pada bulan Mei 640 pilihan atas dirinya sebagai Paus diteguhkan dan Severinus naik tahta kePausan. Ia meninggal dunia kira - kira enam puluh hari kemudian pada bulan Agustus 640.

Santo Lusianus Beauvais, Martir.

Lusianus adalah pewarta Injil yang terkenal di Gaul (sekarang Prancis), pada abad ketiga. Ia datang dari Roma dan kemungkinan beliau adalah seorang teman Santo Dionisius dari Paris atau teman Santo Quentinus. Keberhasilannya dalam mewartakan Injil menyebabkan dia dihukum mati bersama rekan - rekannya di Beauvais pada masa pemerintahan Kaisar Yulianus kira - kira tahun 290.
Peninggalannya berupa 3 buah tempat suci logam bertuliskan namanya ditemukan di sebuah biara pada abad ke 7. Menurut Rabanus Maurus, pada barang - barang peninggalannya itu terjadi banyak sekali mukzijat.

Santo Apolinaris dari Hieropolis.

Serangan terhadap iman Kristen dan semua ajarannya merupakan sebuah kenyataan yang dihadapi gereja semenjak dulu. Banyak sekali Bapa Gereja yang masyur namanya karena membela mati - matian kebenaran iman Kristiani. Apolinaris, Uskup kota Hieropolis, Phyrigia termasuk salah satu pembela terkenal ajaran iman Kristen.
Dengan kegiatan pengajarannya dan tulisan - tulisan, ia berhasil membela kemurnian ajaran Kristen dari rongrongan para bidaah, terutama dari golongan Ecthesis dan Montanist. Ia bahkan berhasil membela ajaran iman dihadapan Kaisar Markus Aurelius. Konon pembelaannya sungguh meyakinkan Kaisar, berkat mukjizat yang dibuatnya di depan Kaisar tatkala pasukan Kaisar di kepung dan dipermalukan oleh Quadi di Moravia. Ke-12 Legion tentaranya yang beragama Kristen diajaknya berdoa bersama - sama, sehingga musuh dapat dikalahkan dengan mudah. Hasilnya ialah pemerintah mengeluarkan sebuah pengumuman untuk menarik kembali larangan terhadap agama Kristen di seluruh daerah kekuasaannya.

Santo Apollinaris, Martir.

Apollinaris adalah martir abad pertama dan uskup pertama Ravenna, Italia. Konon, ia lahir di Antiokia dan di tabhiskan menjadi Uskup Ravenna oleh Santo Petrus Rasul. Namun hal ini agak diragukan kebenarannya.
Sebagai Uskup Ravenna, Apollinaris menghadapi banyak masalah dalam karyanya. Empat kali dibuang dari keuskupan oleh orang - orang kafir dan mengalami berbagai siksaan. Kata orang ia disesah oleh rakyat banyak pada masa penganiayaan orang - orang Kristen oleh Kaisar Vespasianus (67-97).
Santo Petrus Chrysologus, Uskup Agung Ravenna adab ke lima, membenarkan penderitaan Apollinaris itu. Beliau mengatakan bahwa Apollinaris memang menderita penganiayaan hebat selama masa kepemimpinannya, namun ia tetap bertahan dalam berbagai siksaan itu. Oleh karena itu, ia menghormati Apollinaris sebagai martir bukan karena ia dibunuh secara keji oleh para penguasa kafir, melainkan karena ia menanggung penderitaan yang luar biasa demi Kristus selama masa kepemimpinannya itu.

Hari Biasa sesudah penampakan Tuhan
1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:2,10-11,12-13; Mrk. 6:45-52
Warna Liturgi Putih

1Yoh 4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

1Yoh 4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

1Yoh 4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

1Yoh 4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

1Yoh 4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

1Yoh 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

1Yoh 4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

1Yoh 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Mzm 72:2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

Mzm 72:10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!

Mzm 72:11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

Mzm 72:12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;

Mzm 72:13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

Mrk 6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Mrk 6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

Mrk 6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.

Mrk 6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Mrk 6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

Mrk 6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Mrk 6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,

Mrk 6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...