Popular Posts

Tuesday, January 14, 2025

Tuesday after Epiphany / Christmas Weekday / Saint Raymond of Peñafort, Priest

Date: 07/01/2025

Tuesday after Epiphany.

Reading of the day.

Christmas Weekday/ Saint Raymond of Peñafort, Priest

First Reading: First John 4: 7-10
Responsorial Psalm: Psalms 72: 1-2, 3-4, 7-8
Alleluia: Luke 4: 18
Gospel: Mark 6: 34-44

A reading from the First Letter of John
1 John 4:7-10

Beloved, let us love one another,
because love is of God;
everyone who loves is begotten by God and knows God.
Whoever is without love does not know God, for God is love.
In this way the love of God was revealed to us:
God sent his only-begotten Son into the world
so that we might have life through him.
In this is love:
not that we have loved God, but that he loved us
and sent his Son as expiation for our sins.

Responsorial Psalm: Psalms 72: 1-2, 3-4, 7-8

R. (11) Lord, every nation on earth will adore you.

1-2 Give to the king thy judgment, O God: and to the king’s son thy justice: To judge thy people with justice, and thy poor with judgment.

R. Lord, every nation on earth will adore you.

3 Let the mountains receive peace for the people: and the hills justice.

4 He shall judge the poor of the people, and he shall save the children of the poor: and he shall humble the oppressor.

R. Lord, every nation on earth will adore you.

7 In his days shall justice spring up, and abundance of peace, till the moon be taken sway.

8 And he shall rule from sea to sea, and from the river unto the ends of the earth.

R. Lord, every nation on earth will adore you.

Alleluia: Luke 4: 18

R. Alleluia, alleluia.

18 The Lord has sent me to bring glad tidings to the poor and to proclaim liberty to captives.

R. Alleluia, alleluia.

Gospel of the day.

From the Gospel according to Mark
Mark 6:34-44

When Jesus saw the vast crowd, his heart was moved with pity for them,
for they were like sheep without a shepherd;
and he began to teach them many things.
By now it was already late and his disciples approached him and said,
"This is a deserted place and it is already very late.
Dismiss them so that they can go
to the surrounding farms and villages
and buy themselves something to eat."
He said to them in reply,
"Give them some food yourselves."
But they said to him,
"Are we to buy two hundred days' wages worth of food
and give it to them to eat?"
He asked them, "How many loaves do you have? Go and see."
And when they had found out they said,
"Five loaves and two fish."
So he gave orders to have them sit down in groups on the green grass.
The people took their places in rows by hundreds and by fifties.
Then, taking the five loaves and the two fish and looking up to heaven,
he said the blessing, broke the loaves, and gave them to his disciples
to set before the people;
he also divided the two fish among them all.
They all ate and were satisfied.
And they picked up twelve wicker baskets full of fragments
and what was left of the fish.
Those who ate of the loaves were five thousand men.

Words of the Holy Father:

The narrative of the multiplication of the loaves and fish ends with the verification that everyone is satisfied and with the collection of the leftover pieces. When Jesus, with his compassion and his love, gives us a grace, forgives us our sins, embraces us, loves us; he does nothing halfway but completely. As it happens here: all are satisfied. Jesus fills our heart and our life with his love, with his forgiveness, with his compassion. (General Audience, 17 August 2016)

Santo Raymundus Penafort, Uskup dan Pengaku Iman.

Pada tahun 1175, keluarga Penafort dianugerahi seorang putera. Sang bayi ini segera dipermandikan dan diberi nama Raymundus. Oleh oran tuanya, ia dididik dan dibesarkan dalam keluhuran iman Katolik dan dalam ilmu pengetahuan. Semenjak kecilnya, Raymundus menunjukkan bakat yang luar biasa. Bakat dan kemampuannya menjadi nyata ketika ia menyelesaikan kuliahnya di Universitas Barcelona dan ditunjuk sebagai pengajar Filsafat. Kemudian Raymundus melanjutkan lagi studinya ke Universitas Bologna, Italia hingga meraih gelar Doktor dalam bidang Hukum. Di universitas ini pun, ia menjadi seorang mahaguru yang disukai oleh siswanya.
Pada tahun 1222, Raymundus kembali ke Barcelona. Disini ia kemudian tertarik dengan kehidupan membiara. Tak lama kemudian, ia menggabungkan diri dengan para biarawan Ordo Dominikan. Bersama Santo Petrus Nolaskus, ia mendirikan tarekat Pembebasan Para Hamba (Tarekat Marsedirian) yang khusus mengabdikan diri bagi orang - orang Kristen yang ditawan oleh orang - orang Moor.
Pada tahun 1230, Raymundus pergi ke Roma atas undangan Sri Paus Gregorius IX (1227-1241). Oleh Sri Paus, ia diangkat menjadi Bapa Pengakuannya dan di tugaskan untuk mengatur semua dekrit Gereja yang telah di terbitkan. Sewaktu tugas itu selesai dikerjakan pada tahun 1234, Sri Paus mensahkannya sebagai buku pegangan untuk semua lembaga pendidikan Seminari dan Universitas.
Setahun kemudian (1235), Sri Paus menunjuk Raymundus sebagi Uskup Agung Tarragona, Spanyol. Tetapi atas permohonannya sendiri, penunjukkan ini ditarik kembali. Tahun itu juga, ia kembali ke Barcelona untuk memulai kembali kegiatan pewartaannya menentang ajaran Kaum Sesat Albigensia. Tiga tahun kemudian, ia terpilih sebagai Pemimpin tertinggi Ordo Dominikan. Selama masa jabatannya ini, ia memperbaharui aturan - aturan ordo. Pada tahun 1240, ketika ia berusia 65 tahun, ia mengundurkan diri dari jabatan itu.
Tahun - tahun terakhir hidupnya dipakainya untuk berkhotbah dan melancarkan perlawanan terhadap bidaah Albigensia serta berusaha mempertobatkan bangsa Moor dan Yahudi. Ia juga memperkenalkan pelajaran bahasa Ibrani dan Arab di semua sekolah Dominikan. Atas permintaannya, Santo Thomas Aquinas menulis sebuah buku khusus untuk melawan para penganut bidaah tersebut. Setelah bertahun - tahun mengabdikan dirinya pada Gereja, Raymundus meninggal dunia di Barcelona pada tanggal 7 Januari 1275 dalam usia 100 tahun.

Santo Raimundus dr Penyafort

1Yoh. 4:7-10; Mzm 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44
Warna Liturgi Putih

1Yoh 4:7c Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

1Yoh 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

1Yoh 4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

1Yoh 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Mzm 72:2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

Mzm 72:3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!

Mzm 72:4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!

Mzm 72:7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!

Mzm 72:8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

Mrk 6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Mrk 6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.

Mrk 6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."

Mrk 6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"

Mrk 6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."

Mrk 6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

Mrk 6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.

Mrk 6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.

Mrk 6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.

Mrk 6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.

Mrk 6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...