Popular Posts

Thursday, March 20, 2025

20 March 2025 (Thursday) / Thursday of the 2nd week of Lent / Lenten Weekday.

20 March 2025 (Thursday)

Thursday of the 2nd week of Lent.

Lenten Weekday.

First Reading: Jeremiah 17: 5-10
Responsorial Psalm: Psalms 1: 1-2, 3, 4 and 6
Verse Before the Gospel: Luke 8: 15
Gospel: Luke 16: 19-31

First Reading : Jeremiah 17:5‐10

The Lord says this:
‘A curse on the man who puts his trust in man, who relies on things of flesh, whose heart turns from the Lord. He is like dry scrub in the wastelands: if good comes, he has no eyes for it, he settles in the parched places of the wilderness, a salt land, uninhabited. ‘A blessing on the man who puts his trust in the Lord, with the Lord for his hope. He is like a tree by the waterside that thrusts its roots to the stream: when the heat comes it feels no alarm, its foliage stays green; it has no worries in a year of drought, and never ceases to bear fruit. ‘The heart is more devious than any other thing, perverse too: who can pierce its secrets? I, the Lord, search to the heart, I probe the loins, to give each man what his conduct and his actions deserve.’

Responsive Psalm : Psalm 1:1‐4,6

Happy the man who has placed his trust in the Lord.

Happy indeed is the man who follows not the counsel of the wicked; nor lingers in the way of sinners nor sits in the company of scorners,
but whose delight is the law of the Lord and who ponders his law day and night.

Happy the man who has placed his trust in the Lord.

He is like a tree that is planted beside the flowing waters, that yields its fruit in due season and whose leaves shall never fade; and all that he does shall prosper.

Happy the man who has placed his trust in the Lord.

Not so are the wicked, not so! For they like winnowed chaff shall be driven away by the wind: for the Lord guards the way of the just but the way of the wicked leads to doom.

Happy the man who has placed his trust in the Lord.

Second Reading :
There is no Second Reading.

Verse Before the Gospel: Luke 8: 15

15 Blessed are they who in a good and perfect heart, hearing the word, keep it, and bring forth fruit in patience.
(15. As for the part in the rich soil, this is people with a noble and generous heart who have heard the word and take it to themselves and yield a harvest through their perseverance).

Gospel : Luke 16:19‐31

Jesus said to the Pharisees: ‘There was a rich man who used to dress in purple and fine linen and feast magnificently every day. And at his gate there lay a poor man called Lazarus, covered with sores, who longed to fill himself with the scraps that fell from the rich man’s table. Dogs even came and licked his sores. Now the poor man died and was carried away by the angels to the bosom of Abraham. The rich man also died and was buried.
‘In his torment in Hades he looked up and saw Abraham a long way off with Lazarus in his bosom. So he cried out, “Father Abraham, pity me and send Lazarus to dip the tip of his finger in water and cool my tongue, for I am in agony in these flames.” “My son,” Abraham replied “remember that during your life good things came your way, just as bad things came the way of Lazarus. Now he is being comforted here while you are in agony. But that is not all: between us and you a great gulf has been fixed, to stop anyone, if he wanted to, crossing from our side to yours, and to stop any crossing from your side to ours.”
‘The rich man replied, “Father, I beg you then to send Lazarus to my father’s house, since I have five brothers, to give them warning so that they do not come to this place of torment too.” “They have Moses and the prophets,” said Abraham “let them listen to them.” “Ah no, father Abraham,” said the rich man “but if someone comes to them from the dead, they will repent.” Then Abraham said to him, “If they will not listen either to Moses or to the prophets, they will not be convinced even if someone should rise from the dead."

Words of the Holy Father:

In order to convert, we must not wait for prodigious events, but open our heart to the Word of God, which calls us to love God and neighbour. The Word of God may revive a withered heart and cure it of its blindness. The rich man knew the Word of God, but did not let it enter his heart, he did not listen to it, and thus was incapable of opening his eyes and of having compassion for the poor man. No messenger and no message can take the place of the poor whom we meet on the journey, because in them Jesus himself comes to meet us: “as you did it to one of the least of these my brethren, you did it to me” (Mt 25:40), Jesus says. Thus hidden in the reversal of fate that the parable describes lies the mystery of our salvation, in which Christ links poverty with mercy. Dear brothers and sisters, listening to this Gospel passage, all of us, together with the poor of the earth, can sing with Mary: “He has put down the mighty from their thrones, and exalted those of low degree; he has filled the hungry with good things, and the rich he has sent empty away” (Lk 1:52-53). (General Audience, 18 May 2016)

Santo Fransiskus Maria dari Camporosso, Pengaku Iman.

Seorang imam mengalami kecelakaan lalu lintas di Genoveva, Italia. Ia terkapar dari kendaraannya dan mengalami cedera otak yang berat. Sangat tipis harapan untuk bertahan hidup. Dokter- dokter menyangsikan kesembuhan pastor ini. Tetapi Uskup Agung Genoveva punya keyakinan kuat bahwa karena imannya itu ia bisa sembuh. Ia mengambil relikiu beato Fransiskus Maria dan menyentuhkannya pada kepala imam itu. Keesokan harinya, imam itu sembuh secara ajaib. Imam yang malang itu kemudian menjadi Uskup Agung Genoveva, yaitu Kardinal Siri.

Yohanes Croese demikian nama Fransiskus Maria sebelum menjadi bruder lahir di Camporosso, Italia pada tahun 1804 dari sebuah keluarga tani yang sederhana. Fransisku sendiri bertani sebelum menjalani kehidupan membiara di novisiat Fransiskan Konventuil. Setelah menyelesaikan masa novisiatnya di biara Fransiskan Konventuil, ia melanjutkan ordo itu dan masuk Ordo Fransiskus Kapustin sebagai bruder. Dalam ordo ini ia mendapat tugas meminta derma di jalan- jalan dan di rumah keluarga- keluarga Katolik di serluruh Paroki untuk kepentingan biara dan pekerjaan- pekerjaan sosial tarekatnya. Tugas ini berat dan membosankan, namun dijalankannya dengan sungguh- sungguh. Sungguh mengherankan bahwa dalam waktu yang begitu singkat Bruder Fransiskus Maria sudah dikenal di seluruh kota Genoveva sebagai seorang bruder yang saleh. Ia sangat ramah dan sopan. Kesempatan meminta derma di rumah keluarga- keluarga Katolik menjadi baginya kesempatan baik untuk berdoa dengan umat dan memberi bimbingan rohani dan penghiburan kepada yang berkesusahan dan menderita. Ia banyak membuat mukzijat dan dikaruniai kemampuan mengetahui hal- hal yang rahasia dan kejadian- kejadian yang akan datang.

Itulah sebabnya banyak orang yang datang meminta pertolongannya. Suatu peristiwa ajaib terjadi atas diri seorang janda: anak tunggal janda ini bekerja di amerika. Dan tiap bulan ia selalu mendapat kiriman surat dan uang dari anaknya. Sekali waktu surat- surat tak kunjung datang lagi. Dan ibu itu sangat gelisah sekali memikirkan kalau- kalau terjadi sesuatu atas diri anaknya. Ia lalu menulis surat dan membawanya kepada Bruder Fransiskus untuk diberkati sebelum dikirim. Ia termanggu- manggu ketika bruder saleh itu mengatakan kepadanya bahwa puteranya sehat- sehat saja, dan tidak lama lagi akan berlibur ke Italia. Bruder Fransiskus berjanji akan segera mengirim surat itu sebelum anaknya berangkat. Tak lama kemudian anak itu tiba di Genoveva dan bertemu dengan ibunya. Ketika Fransiskus mengunjungi rumah mereka untuk meminta derma, anak itu berkata: Inilah bruder yang menyampaikan kepada saya surat ibu pada saat saya hendak naik kapal. Yang mengherankan ibu itu ialah bahwa surat itu dibawanya kepada bruder pada hari puternya naik kapal untuk kembali ke Italia.

Dalam tahun 1866 Genoveva ditimpa wabah kolera. Bruder Fransiskus mempersembahkan dirinya untuk menjadi kurban, asal saja wabah itu dilenyapkan. Dan terjadilah seperti yang dimintanya dalam doa. Fransiskus meninggal menjadi korban dan lenyaplah wabah ganas dari seluruh kota. Ia kemudian dihormati sebagai pelindung kota. Ia meninggal pada tahun 17 September 1868. Sri Paus Yohanes XXIII (1958- 1963) menggelari dia kudus pada tanggal 9 Desember 1962.

Hari biasa Pekan II Prapaskah
Yer 17:5-10; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 16:19-31
Warna Liturgi Ungu

Yer 17:5  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Yer 17:6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Yer 17:7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Yer 17:8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Yer 17:9  Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Yer 17:10  Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Mzm 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Mzm 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Mzm 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mzm 1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Mzm 1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Luk 16:19  "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Luk 16:20  Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,

Luk 16:21  dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Luk 16:22  Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Luk 16:23  Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Luk 16:24  Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Luk 16:25  Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

Luk 16:26  Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Luk 16:27  Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

Luk 16:28  sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Luk 16:29  Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Luk 16:30  Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Luk 16:31  Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Prepared and updated by:

Jonathan Fabian Ginunggil,
Penampang, Sabah Malaysia.

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...