Popular Posts

Friday, December 15, 2023

Santo Simon Stock dan asal usul Skapular@Skapulir Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel

Santo Simon Stock OCarm adalah seorang paderi dan Santo Katolik Inggris yang hidup pada abad ke-13 dan merupakan pendahulu awal ordo Karmelit.

Menurut legenda, Santo Simon Stock lahir pada tahun 1165 di Aylesford, Kent, Inggris. Sejak berusia dua belas tahun, Simon telah hidup sebagai pertapa di bawah sebuah pohon Ek. Ia berziarah ke tanah suci Yerusalem dan disana ia bergabung dengan para biarawan Karmel yang hidup bertapa di gunung Karmel.  Setelah beberapa lama tinggal di gunung Karmel, Simon dan para pertapa harus mengungsi ke Inggris ketika terjadi pengusiran besar-besaran atas komunitas religius di tanah suci pasca jatuhnya Jerusalem ke tangan bangsa Muslim Saracen pada tahun 1187.

Ditanah kelahirannya, Santo Simon Stock diangkat menjadi pemimpin para pertapa Karmel yang saat itu telah mendirikan biara di Aylesford, Inggris. Simon menjadi superior jenderal Ordo Karmel yang kelima dan memimpin dari tahun 1247 sampai hari kematiannya di tahun 1265. Tempoh kepemimpinan Simon Stock menandai lahirnya era baru dalam sejarah Ordo Karmel. Ia melakukan banyak pembaharuan dan menyesuaikan regula Ordo Karmel sesuai dengan keperluan zaman. Simon Stock mulai mewajibkan para biarawan Karmel untuk melayani ke tengah masyarakat, mewartakan iman dan melaksanakan berbagai karya pastoral. Para Karmelit dibawah pimpinannya tidak hanya hidup sebagai pertapa yang tenggelam dalam doa dan meditasi. Mereka juga giat mewartakan Injil dan berkarya dalam berbagai kegiatan amal kasih di luar tembok biara. Ordo Karmel mulai tersebar luas di Eropa Selatan dan Barat, terutama di Inggris. Biara – biara baru dibuka di berbagai kota seperti di Oxford, Cambridge, Paris dan Bologna, juga di Irlandia, Skotlandia dan Spanyol. Di kota-kota yang memiliki Universitas, para karmelit memberi sumbangan besar bagi peningkatan mutu pendidikan khususnya di Cambridge dan Oxford.

Santo Simon Stock tidak dikanonisasi secara resmi oleh Gereja, namun ia sudah dihormati sebagai orang kudus dalam Ordo Karmel, dan hari pestanya pada setiap 16 Mei telah tercantum dalam kelender liturgi ordo karmel sejak tahun 1564. Pada tahun 1979, Vatican menyetujui perayaan optional untuk Santo Simon Stock pada setiap tahun 16 Mei. Santo Simon Stock adalah biarawan Inggris yang menjadi Prior Jenderal Ordo Karmel dari tahun 1247 sampai 1265. Tempoh kepemimpinannya menandai lahirnya era baru dalam sejarah Ordo Karmel. Kebangkitan Ordo Karmel di Eropa mendatangkan kecemburuan dari berbagai pihak. Para Karmelit mulai mengalami penindasan, baik dari para klerus setempat maupun dari ordo religius lainnya. Para karmelit lalu membawa keluh-kesah mereka kehadapan pelindung Ordo Karmel, Santa Maria dari gunung Karmel.

Tradisi Ordo Karmel mengisahkan bahawa sebagai jawabannya, Santa Maria menampakkan diri kepada Santo Simon Stock pada tahun 16 Juli 1251 di Aylesford, Inggris. Kepadanya Bunda Maria menyerahkan sebuah skapular coklat dan berpesan: "Skapular ini akan menjadi keselamatan bagimu dan bagi semua Karmelit. Setiap orang yang meninggal dalam kebiasaan berdoa dengan mengenakan skapular ini akan diselamatkan”. Enam bulan kemudian, tahun 13 Januari 1252, Ordo Karmel menerima surat perlindungan dari Paus Innosensius IV, yang melindungi mereka dari segala penindasan dan menjamin keberadaan Ordo Karmel.

Penggunaan skapular sebagai cara devosi para Karmelit kini telah meluas dan digunakan pula oleh umat beriman di seluruh dunia. Sejak tahun 1260, Santo Simon Stock diketahui berada di Perancis dimana ia mendirikan biara Karmel di Tolouse dan di Bordeaux. Kemudian dia meninggal dunia pada tahun 16 Mei 1265 di Bordeaux dan dimakamkan disana. Pada tahun 1951 relikwinya dipindahkan ke biara yang didirikannya di Aylesford, Inggris. Perawan Maria yang Terberkati secara tradisional dikatakan menampakkan diri kepadanya dan memberinya jubah Karmelit iaitu Skapulir Coklat. Oleh kerana itu devosi popular kepada Santo Simon Stock biasanya dikaitkan dengan devosi kepada Bunda Maria dari Gunung Karmel.

Kehidupan.

Santa Perawan Maria yang Terberkati dari Gunung Karmel berasal dari komunitas pertapa Kristen di Palestina; dengan melemahnya dan jatuhnya Kerajaan Tentara Salib dan dimulainya kembali pemerintahan Muslim, pada awal abad ke-13 para anggotanya pindah ke Eropa di mana mereka menjadi biarawan pengemis. Santo Simon Stock lahir di Inggris dan menjadi pemimpin awal Ordo segera setelah Ordo tersebut bermigrasi ke negara tersebut.

Bukti sejarah tentang kehidupan Santo Simon Stock terutama berasal dari katalog orang-orang kudus abad pertengahan dan para prior jenderal Karmelit, yang rinciannya tidak konsisten satu sama lain. Yang paling awal menggambarkan Santo Simon Stock sebagai seseorang yang dikenal kerana kekudusan selama hidupnya, dan mukjizat membuktikan hal ini setelah kematiannya. Nama belakang "Stock" muncul di beberapa dokumen tetapi tidak di dokumen lain, dan terkait dengan cerita bahawa Simon pernah tinggal di sebuah pohon berlubang ("stock" berarti batang pohon) sebelum kedatangan kaum Karmelit di Inggris sesuai dengan tradisi kenabian.

Dia diyakini pernah tinggal di Aylesford di Kent iaitu tempat yang pada tahun 1247 menjadi tuan rumah kapitel umum pertama Ordo Karmelit yang diadakan di luar Tanah Suci, dan di mana masih terdapat biara para biarawan Karmelit. Simon mungkin adalah jenderal Karmelit kelima atau keenam sebelumnya (bukti sejarah mungkin menunjukkan sekitar tahun 1256–1266). Pada masa pengabdiannya, ordo tersebut menyebar luas di Eropa Selatan dan Barat khususnya di Inggris. Simon Stock telah dikatakan mendirikan rumah-rumah di kota-kota universitas pada masa itu seperti pada tahun 1248 di Cambridge, pada tahun 1253 di Oxford, pada tahun 1260 di Paris dan Bologna. Tindakan ini penting baik untuk pertumbuhan lembaga maupun untuk pelatihan anggota mudanya. Simon Stock menjalani kehidupan pertapa. Dia menjalani pola makan tumbuh-tumbuhan, akar-akaran dan apel liar dan hanya minum air. Dia dikatakan meninggal di Bordeaux, Prancis pada tahun 16 Mei, meskipun tahunnya tidak didokumentasikan dan dimakamkan di sana.

Kantor liturgi paling awal yang masih ada untuk menghormati Santo Simon Stock disusun di Bordeaux di Prancis dan dimulai pada tahun 1435. Liturgi pertama kali diketahui dirayakan di Irlandia dan Inggris pada tahun 1458 dan di seluruh Ordo Karmelit pada tahun 1564. Hari rayanya iaitu peringatan optional adalah 16 Mei. Tulang Simon Stock masih disimpan di katedral di Bordeaux iaitu di sebuah tibia dibawa ke Inggris pada tahun 1860-an untuk gereja Karmelit di Kensington, London dan sebagian tengkoraknya diabadikan di Aylesford pada tahun 1950. Santo Simon Stock adalah Santo Pelindung provinsi Karmelit Discalced di Inggris.

Skapulir Coklat.

Catatan paling awal tentang kehidupan Simon yang masih ada tidak menyebutkan dia mendapat penglihatan. Referensi pertama yang masih utuh berasal dari akhir abad ke-14, lebih dari 100 tahun setelah tanggal 16 Juli 1251 ketika tradisi mengatakan penglihatan itu terjadi. Dinyatakan bahawa Santo Simon adalah seorang Inggris dan seorang yang sangat suci dan penuh devosi yang selalu dalam doanya meminta kepada Santa Perawan Maria untuk memberikan Ordonya suatu keistimewaan yang luar biasa. Santa Perawan Maria menampakkan diri kepadanya sambil memegang Skapulir di tangannya. Dalam konteks aslinya, makna janji ini adalah bahawa para religius Karmelit yang tekun dalam panggilannya akan diselamatkan. Mulai abad ke-16, para Karmelit mulai memberikan Skapulir Coklat kepada umat awam yang ingin bergabung bersama dengan Ordo dan ini menjadi semakin populer sebagai artikel keagamaan.

Skapulir adalah benda berbahan kain (biasanya wol) yang digunakan pada bahu. Biasanya kata skapulir berasal dari kata Latin scapula yang ertinya bahu. Bentuknya pun beraneka ragam dan warna. Skapulir merupakan tanda yang mengungkapkan komitmen oleh mereka yang memakainya kepada kehidupan kontemplatif.
Dasar biblis skapulir adalah di 2 Raja 2:2-18 salah satunya. Kisah tentang Nabi Elia dan Elisa. Elisa mewarisi mantel Elia setelah ia terangkat ke surga.
Salah satu skapulir yang sudah disetujui Gereja Katolik adalah skapulir coklat. Santa Perawan Maria menampakkan diri kepada Santo Simon Stock yang digunakan oleh Ordo Karmelit. Sejarah Ordo Karmelit sendiri berasal dari Gunung Karmel, tempat Nabi Elia dan pewahyuan kuasa Allah terhadap penyembah Baal (1 Raja 18:20-46). Selain itu orang-orang zaman dulu yang membaca Kitab Suci ingin hidup seperti para nabi dan menanggapi panggilan menjadi pertapa di Gunung Karmel. Itulah asal usul Ordo Karmelit.

Skapulir yang satu ini terdiri dari dua potongan kain coklat persegi yang dihubungkan dengan dua tali sehingga ketika dipakai, satu kain akan ada di dada dan satunya di punggung.
Di tahun 1251 seorang Karmelit bernama Santo Simon Stock (Ia dijuluki ‘stock’ kerana tinggal dalam rongga sebatang pohon) menyaksikan penampakkan Bunda Maria. Bunda Maria memberikan habit (pakaian khusus rahib) sebagai tanda cinta istimewa dan janji perlindungan seorang ibu bagi umat Putranya Yesus Kristus. Dasar devosi skapulir ini adalah bahawa Bunda Maria dengan semangat dan spiritualitas keibuannya akan mencintai setiap kita sama seperti yang Ia lakukan kepada Yesus, sekarang dan waktu kita mati.

Skapulir adalah tanda konsekrasi total diri kita (usaha penyucian diri kita supaya serupa dengan Bunda Maria kerana skapulir coklat berdevosi kepada Maria), sehingga patutnya kita terus diingatkan untuk hidup dengan kualitas hidup Maria. Doa rutin pemakai skapulir ini kepada Bunda Maria adalah: “Pakai aku hari ini”. Seperti yang Pius XII juga katakan, sebagai seorang pencinta berat skapulir, “Tentunya Bunda kita yang terlembut tidak akan menunda bahkan secepat mungkin membukakan gerbang kerajaan surga bagi anak-anaknya.” Dalam penampakan tersebut, Maria mengatakan bahawa orang yang meninggal dengan mengenakan skapulir ini tidak akan pernah disiksa oleh api yang kekal. Santo Yohanes Paulus II mengatakan bahawa skapulir itu berkuasa kerana ia merupakan suatu habit baik dalam erti yang sesungguhnya (jubah) ataupun sebagai habitus (pola hidup) beriman. Santa Theresia dari Lisieux berkata, “Betapa bahagianya saya bahawa anda mengenakan skapulir suci! Itulah tanda pasti dari nasib anda!”

Tradisi Karmelit berpendapat bahawa pada tahun 1251 Perawan Maria mengucapkan "Janji Skapulir" kepada Santo Simon Stock mengenai Skapulir Bunda Maria dari Gunung Karmel iaitu: "Siapa pun yang meninggal dengan mengenakan kebiasaan ini tidak akan menderita api Neraka." Hal ini difahami bererti bahawa siapa pun yang tetap setia pada panggilan Karmelit sampai kematiannya akan dianugerahi rahmat ketekunan yang terakhir. Tradisi lama gereja telah menyetujui visi Santo Simon Stock sebagai ajaran yang dapat diterima, namun hal ini dapat dibezakan dengan mengautentikasinya sebagai pengalaman sejarah. Pertanyaannya kemudian, dari sudut pandang sejarah, bukanlah apakah Bunda Maria menampakkan diri kepada Simon Stock dan memberinya skapulir, melainkan apakah Simon Stock melihat Bunda Allah menganugerahkan tanda perlindungannya kepada dia dan saudara-saudaranya di Carmel. Namun, mengenakan skapulir tetap merupakan devosi yang berharga sebagai tanda komitmen seseorang kepada Bunda Maria dan janji perlindungannya.

Penyelidikan ilmiah terhadap dokumen-dokumen sumber sejarah telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah penglihatan Simon Stock benar-benar terjadi atau apakah tradisi tentang dia ini muncul kemudian dan mungkin sebagai cara untuk mengungkapkan dalam bentuk cerita, keyakinan spiritual Karmelit yang sangat kuat dalam mendukung dan melindungi dari Perawan Maria yang Terberkati. Beberapa ordo agama lain di Abad Pertengahan memiliki cerita serupa tentang Bunda Maria yang memberikan kebiasaannya atau menjanjikan perlindungan. Para penulis besar Karmelit pada abad ke-14 tidak menyebutkan skapulir sama sekali. Cabaran terhadap historisitas visi skapulir (dan pembelaannya yang penuh semangat) bukanlah fenomena baru; cabaran penting datang pada tahun 1653 dari seorang sarjana di Universitas Paris iaitu Jean de Launoy. Sebagai tanggapan seorang Karmelit bernama John Cheron menerbitkan sebuah penggalan surat yang konon merupakan laporan dari sekretaris Simon Stock, Peter Swanington (atau Swanyngton), yang memberikan rincian tentang kehidupan Simon Stock dan penglihatan skapulir. Dokumen ini juga merupakan asal mula tahun yang menjadi tradisi untuk penglihatan tersebut iaitu 16 Julai 1251 (tahun 16 Julai sudah pada abad ke-17 menjadi hari raya Bunda Maria dari Gunung Karmel meskipun liturgi tersebut tidak merujuk pada hari raya Bunda Maria dari Gunung Karmel skapulir). Saat ini para ahli menegaskan bahawa dokumen ini palsu dan Cheron sendiri kemungkinan besar adalah penulisnya.

Benediktus Zimmerman berpendapat bahawa penampakan memang terjadi pada abad ke-13 tetapi penampakan tersebut terjadi pada saudara Karmelit lainnya yang kemudian dikaitkan dengan Santo Simon Stock dan bahawa penampakan tersebut bukanlah Perawan Maria melainkan penampakan Karmelit yang baru saja meninggal. Seiring berjalannya waktu, skapulir tersebut semakin bernuansa Maria, diidentikkan dengan kesalehan Karmelit terhadap Perawan Maria dan pesta Bunda Maria dari Gunung Karmel mulai disebut "pesta skapulir". Tidak lama setelah Vatikan II, ketidakpastian sejarah yang diungkapkan oleh para sarjana abad ke-20 seperti Ludovico Saggi dari "Institutum Carmelitanum" di Roma mengakibatkan Gereja Katolik secara singkat membatalkan hari raya Santo Simon Stock dari Karmel kalender liturgi. Itu dipulihkan pada tahun 1979 sebagai peringatan optional dengan syarat tidak disebutkan visi skapulir.

Devosi terhadap Skapulir Coklat tetap tersebar luas dan direkomendasikan oleh Gereja Katolik. Kaum Karmelit terus menemukan makna dalam kisah tradisional dan ikonografi Santo Simon Stock yang menerima skapulir itu khususnya yang mencerminkan hubungan anak mereka dengan Bunda Maria. Ketika Santo Paus Yohanes Paulus II berpidato di depan keluarga Karmelit pada tahun 2001 dalam rangka peringatan 750 tahun penganugerahan Skapulir, ia mengatakan bahwa;
“Seiring berjalannya waktu, warisan Bunda Maria yang kaya di Karmel ini melalui penyebaran devosi Skapulir Suci telah menjadi harta karun bagi seluruh Gereja. Dengan kesederhanaannya, nilai antropologisnya dan hubungannya dengan peranan Bunda Maria dalam kaitannya dengan Gereja dan kemanusiaan, warisan Bunda Maria ini sangat kaya. Devosi diterima secara mendalam dan luas oleh Umat Allah sehingga hal ini diungkapkan dalam peringatan tanggal 16 Julai di dalam kalender liturgi Gereja universal iaitu Pesta Bunda Maria dari Gunung Karmel."

Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.

Tarekat Karmel didirikan pada tahun 1155 oleh Bertold dari Kalabria. Sebelumnya Bertold sudah mendirikan sebuah kapel kecil di atas gunung Karmel. Disana diadakan ibadat khusus untuk menghormati Santa Perawan Maria.
Pada masa itu pun sudah ada sebuah pertapaan di sana. Anggota-anggota melanjutkan tradisi yang berpangkal pada praktek nabi Elias dan murid-muridnya.
Bertold menetap di gunung Karmel dan bersama dengan rekan-rekannya menyatukan diri dalam suatu perkumpulan yang merupakan biara Santa Perawan Maria. Di bawah lindungan Bunda Maria, Ordo Karmel sudah tersebar ke Barat sampai ke Inggris. Ordo ini kemudian disahkan oleh Sri Paus pada tahun 1245.

Novena Kepada Bunda Maria dari Gunung Karmel.


Tanda Salib.


Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amen.


Doa Aku Percaya…….


Perawan yang terberkati dan tak bernoda, keindahan Karmel yang luar biasa, engkau melihat dengan cinta pada semua orang yang mengenakan pakaianmu yang diberkati; Pandanglah kami dengan baik dan sebarkan jubah perlindungan kasih-Mu ke seluruh umat manusia.

Dengan kekuatan permohonanmu semoga boleh memperkuatkan kelemahan kami, dan dengan kebijaksanaanmu menerangi kegelapan fikiran kami. Tingkatkan dalam diri kami kebajikan-kebajikan yang unggul iaitu  iman, harapan dan kasih; menghiasi jiwa kami dengan rahmat dan kebajikan sedemikian rupa sehingga selalu menyenangkan Putra ilahi-Mu. Bantulah kami dalam semua aktiviti kehidupan, dan dengan kehadiranmu menghibur kami pada saat kematian kami. Pada saat itu persembahkanlah kepada Tritunggal Mahakudus sebagai anakmu yang ditebus oleh darah Putramu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

O Ratu, yang merupakan keindahan Karmel, doakanlah kami sekarang dan pada saat kematian kami. Amin.

O Bunga Karmel yang indah, pokok anggur yang paling subur, kemegahan surga, kudus dan tunggal, yang melahirkan Putra Allah, yang tetap perawan murni, bantulah kami dalam kebutuhan kami! O Bintang Laut, bantulah dan lindungilah kami! Tunjukkan pada kami bahwa engkau adalah Ibu kami!


Sebutkan permohonan dan permintaan anda di sini: (.......)


Hening sejenak, lalu diakhiri dengan:

1 x Bapa kami

3 x Salam Maria

1 x Kemuliaan

Bunda Maria dari Gunung Karmel, doakanlah kami.


P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. U: Amin.

Tanda Salib.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...