Popular Posts

Wednesday, March 13, 2024

Mengasihi Tuhan dan sesama dan Sepuluh Hukum Perintah Allah

Petikan dari Injil Mat 22:34-40 yang juga dituliskan di dalam Injil Mrk 12:28-34; dan Injil Luk 10:25-28 adalah mengenai dua perintah iaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama yang terletak seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 
Namun meskipun dua perintah ini sangat sering kita dengar, namun mungkin sangat sulit dan sukar untuk dilaksanakan. Padahal kalau kita teliti, manusia secara kodrati dapat mengasihi Tuhan dan sesama. Kodrat ini diangkat derajatnya oleh rahmat Allah dalam Sakramen Baptis sehingga manusia dapat mengasihi Allah secara lebih sempurna (adi-kodrati) yang berakibat kemampuan yang lebih untuk dapat mengasihi sesama. Mengasihi Tuhan dan sesama itulah perintah dari Tuhan sendiri yang menuntun manusia untuk dapat memperoleh kebahagiaan di dunia ini dan dapat menghantar manusia ke dalam Kerajaan Syurga.

Bacaan dari Injil Matius 22:34-40.

34.  Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35.  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36.  “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37.  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39.  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40.  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Renungan singkat di dalam Injil Matius 22:34-40.

Dari petikan Mat 22:34-40 kita dapat melihat secara jelas bahawa inti bacaan tersebut adalah jawaban Yesus mengenai hukum yang terutama dalam hukum Taurat iaitu tentang hal mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Di dalam petikan sebelumnya iaitu Mat 22:23-33 ini, kita melihat bahawa Yesus telah memberikan jawaban yang tepat sehingga orang-orang Saduki yang bertanya tentang kebangkitan badan tidak dapat mempersoalkannya lagi serta menentang Dia.

Walaupun orang-orang Farisi senang (lihat dan baca di dalam Injil Mrk 12:38; Luk 20:39) bahawa orang-orang Saduki, yang bertentangan dengan mereka akhirnya terdiam kerana jawapan Yesus, namun mungkin mereka juga kecewa kerana keinginan mereka untuk memerangkap dan menentang Yesus ternyata tidak berhasil. Dan kemudian di ayat 24-25, kita tahu bahawa mereka berkumpul merancang pertanyaan untuk memerangkap Yesus. Mungkin cara untuk memerangkap dari kaum Farisi ini telah dirancang dengan sangat hati-hati kerana tindakan cara memerangkap pertanyaan mereka ini tentang membayar pajak kepada kaisar (lih. Mat 22:15-22) telah gagal.

Kemudian mereka bertanya lagi tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit dan sukar iaitu “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (ay. 36) Yesus kemudian menjawab bahawa hukum yang terutama dan pertama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (ay.37-38) dan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (ay.39). Dengan jawaban ini, maka Yesus telah merangkum semua hukum Taurat yang disebutkan di dalam Ul 6:5 dan Im 19:18.

Sepuluh Perintah Allah.

1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepadaKu saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
3. Kuduskanlah Hari Tuhan@Hari Sabat.
4. Hormatilah ibu-bapamu.
5. Jangan membunuh.
6. Jangan berzinah.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan bersaksi dusta@berbohong tentang sesamamu.
9. Jangan mengingini isteri sesamamu.
10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Sumber rujukan: Puji Syukur no 1
Nihil Obstat : Dr. A.M Sutrisnaatmaka, M.S.F
Imprimatur : BI Pujaraharja

Siapakah Musa dan 10 Hukum Perintah Allah.

Musa bererti nama : Orang yang diambil dari air.
Orang tua : Amran(ayah), Yokhebed(ibu).
Isteri : Zipora, anak Yitro (Rehuel).
Anak : Gersom dan Eliezer.
Saudara : Harun (♂♀), Miryam (♀).
Pekerjaan : Pengantara Allah, Pemberi
Hukum, Nabi Pemimpin Bangsa.
Tempat Lahir : Gosyen, Mesir (1527SM).
Tempat Wafat : Gunung Nebo, Moab
(Yordania modern) (1407SM).
Usia : 120.
Dillahirkan di Mesir, ~1527SM dan meninggal dunia di Gunung Nebo, dataran Moab, tepi timur Sungai Yordan,~ 1407SM pada umur 120 tahun.

Musa adalah seorang pemimpin dan nabi orang Israel yang menyampaikan Hukum Taurat (10 Hukum Perintah Allah) dan menuliskannya dalam Pentateveh / Pentateukh (Lima Kitab Taurat) dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.
Musa ditugaskan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. 
Sepuluh Perintah Allah, bahasa Latinnya Dekalog (δέκα λόγοι) merupakan sepuluh perintah yang ditulis oleh Tuhan dan diberikan kepada bangsa Israel melalui perantaraan Musa di gunung Sinai dalam bentuk dua Loh batu. Sepuluh perintah Allah boleh dibaca di dalam kitab Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:6-21. Nombor sepuluh perintah Allah (Versi Katolik) adalah menurut dan mengikut penomboran Santo Agustinus. 

Kehidupan Musa segera setelah dewasa tidak dicatat di dalam Alkitab tetapi tercatat di dalam karya dari seorang sejarawan Yahudi iaitu Artapanus yang telah menulis "Peri Iudaion" pada akhir abad ke-3 Sm, yang telah dipelihara dalam tulisan sejarawan Kristen, Eusebius dan antara lain adalah: Pangeran Musa ("Mousos") di terima pakai oleh putri 'Merris', anak perempuan Firaun Palmanothes yang kemudian menikah dengan Firaun Khenephrês (Sobekhotep IV), "yang menjadi raja atas wilayah di seberang Memphis kerana pada zaman itu ada banyak raja di Mesir." Setelah dewasa, putera Musa memerintah negeri itu untuk Firaun henephrês dan menjadi terkenal di kalangan rakyat Mesir. Putera Musa memimpin dan mengetuai peperangan melawan orang Etiopia yang menyerang Mesir selama 10 tahun. Peristiwa ini juga telah dicatat dan direkodkan oleh ahli sejarawan Yahudi-Romawi Flavius Yosefus (37-100 M).

Ketika Musa kembali dan membawa kemenangan, Firaun Khenephrês cuba membunuhnya kerana cemburu atas kejayaan yang dilakukan oleh Musa, tetapi Musa "melarikan diri ke Arabia dan hidup tinggal bersama dengan Raguel yang merupakan penguasa daerah itu dan kemudian berkhawin dengan anak perempuannya." Sepuluh Perintah Allah merupakan rangkaian perintah moral dan religius yang diakui sebagai suatu asas moral dalam beberapa agama Abrahamik termasuklah Katolisisme menurut deskripsi huraian di dalam Kitab Keluaran. Perintah-perintah ini ditampilkan pertama kali di dalam Kitab Keluaran yang di dalamnya dikisahkan bahawa Musa, bertindak atas perintah dari Allah dan membebaskan suku Israel dari perhambaan fizikal di Mesir. Menurut ajaran Gereja, Allah menawarkan suatu perjanjian yang termasuk Sepuluh Perintah Allah untuk membebaskan mereka juga dari "perbudakan spiritual" dosa. ("peristiwa utama di dalam sejarah Israel kuno“)

Perintah Allah ini merupakan bahagian dari perjanjian yang ditawarkan dari Allah kepada suku Israel untuk membebaskan mereka dari perhambaan kepada dosa.
Menurut Katekismus Gereja Katolik, uraian resmi dari keyakinan Kristiani Gereja Katolik, Perintah Allah ini dipandang penting untuk pertumbuhan dan kesihatan rohani yang baik serta berfungsi sebagai dasar asas keadilan sosial Katolik. Tinjauan ke Sepuluh Perintah Allah ini merupakan salah satu cara paling umum dalam pemeriksaan batin yang dilakukan oleh umat Katolik sebelum menerima Sakramen Tobat. Sepuluh Perintah Allah dibahas dalam tulisan- tulisan Gereja yang paling awal. Dan Katekismus menyatakan bahawa Sepuluh Perintah Allah telah "menempati suatu tempat utama" dalam pengajaran iman sejak zaman Santo Agustinus dari Hippo (tahun 354 - 430 M)

Gereja belum memiliki standar resmi (satu panduan yang diiktiraf) untuk pengajaran keagamaan sehingga Konsili Lateran IV pada tahun 1215; bukti-bukti mengemukakan bahawa Perintah ini digunakan pada pendidikan Kristen dalam Gereja perdana (Gereja awal). Ajaran Gereja mengenai Sepuluh Perintah Allah utamanya didasarkan pada Perjanjian Baru dan Lama serta tulisan-tulisan para Bapa Gereja awal. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengakui kesahihannya dan mengarahkan para muridNya untuk berbuat lebih jauh dan menuntut suatu kebajikan melebihi yang dipegang oleh ahli kitab dan kaum Farisi tentang Sepuluh Perintah Allah ini dan mengajarkan semua orang agar menjalinkan hubungan dalam kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama seperti yang diringkaskan oleh Yesus dalam “Dua Perintah yang Utama”.

Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia

No comments:

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...