Popular Posts

Tuesday, March 26, 2024

23 Julai Santa Brigitta, Janda dan Santo Apolinaris, Uskup dan Martir

Santa Brigitta, Janda

Brigitta lahir di Vadstena, Swedia pada tahun 1303. Puteri turunan raja Swedia ini semenjak kecilnya rajin mengikuti Kurban Misa dan mendengarkan khotbah pastornya. Kebiasaannya ini menanamkan dalam dirinya benih-benih iman yang kokoh dan berguna bagi cara hidupnya di kemudian hari. Pada usianya 13 tahun, ia menikah dengan Pangeran Ulfo dari Gudmarsson, putera seorang bangsawan Swedia. Dari perkawinan ini, Brigitta dianugerahi delapan orang anak selama 28 tahun hidup bersama Pangeran Ulfo. Sebagai ibu rumah tangga, Brigitta sangat bijaksana dalam mengatur keluarganya dan dengan penuh kasih sayang mendidik anak-anaknya. Masalah pendidikan anak-anak menjadi perhatiannya yang utama. Hasil pendidikan itu terbukti dalam diri anaknya Katarina, yang kelak menjadi orang kudus (Santa Katerina dari Swedia). Pada tahun 1335, Ibu Brigitta dipanggil ke istana raja Magnus II Erikson (1319-1365) untuk menjadi ibu rumah tangga menantikan kehadiran Blanche dari Namur, permaisuri Raja Magnus. Selama berada di istana, Brigitta memberi bimbingan kepada raja Magnus II bersama permaisurinya dalam menghadapi berbagai kesulitan hubungan perkawinan.

Sepeninggal suaminya pangeran Ulfo pada tahun 1344, Brigitta masuk biara Cisterian di Alvastra. Di biara ini ia menjalankan suatu corak hidup rohani yang keras, sambil tetap mendampingi raja Magnus II bersama permaisurinya. Ketika ia melihat bahwa Raja Magnus II menjalani suatu cara hidup yang tidak terpuji, Brigitta menegurnya dengan keras dan berusaha mempertobatkannya kembali. Raja Magnus sungguh menghormati Brigitta sehingga dengan rendah hati membaharui cara hidupnya dan bertobat. Di kemudian hari, Magnus II menjadi pelindung dan pembantu setia para suster yang menjadi anggota tarekat religius yang didirikan oleh Brigitta pada tahun 1346 di Vadstena. Raja menghadiahkan kepada mereka sebidang tanah yang luas untuk pembangunan pusat biara Brigittin. Ordo baru ini dimaksudkan untuk menghormati Sang Penebus Yesus Kristus. Kekhususan Ordo ini ialah bahwa Ordo ini menghimpun banyak suster, beberapa orang imam dan bruder, yang hidup terpisah-pisah di rumah masing-masing tetapi bersama-sama memuji Tuhan dalam satu gereja. Urusan biara dipimpin oleh seorang abbas perempuan, sedangkan kehidupan rohani diserahkan kepada seorang imam biarawan.

Untuk mendapatkan restu Sri Paus atas tarekat yang didirikannya, sekaligus merayakan Tahun Suci 1350, maka pada tahun 1349, Brigitta pindah ke Roma ditemani oleh Katarina anaknya. Di Roma ia bertapa keras, memperhatikan orang-orang miskin dan sakit, serta memberikan nasehat kepada Sri Paus mengenai masalah-masalah politis. Ia pun berusaha agar Tahkta Suci dipindahkan kembali dari Avignon ke Roma. Untuk maksud itu, ia tidak henti-hentinya menasehati Paus Klemens VI (1342-1352), Urbanus V (1363-1370) dan Gregorius XI (1370-1378) agar kembali ke Roma. Pada tahun 1371, Sri Paus Urbanus V memberikan restu untuk tarekat Brigittin.

Brigitta memiliki kemampuan kenabian dan meramalkan banyak peristiwa kerohanian dan politik. Ia banyak kali mengalami hambatan dan pengejaran, namun ia tidak pernah berkecil hati. Ia teguh dalam iman dan panggilannya yang suci. Setelah suatu perjalanan ke Tanah Suci pada tahun 1371, Brigitta kembali ke Roma. Dua tahun kemudian pada tanggal 23 April 1373, Brigitta meninggal di Roma. Paus Bonifasius IX (1389-1404) menggelari dia 'santa' pada tahun 1391.

Santo Apolinaris, Uskup dan Martir

Apolinaris adalah uskup pertama kota Ravenna, Italia. Ia berasal Antiokia dan ditunjuk sebagai uskup kota Roma oleh Santo Petrus sendiri. Sebagai uskup Ravenna, Apolinaris menemui berbagai kesulitan yang berat. Ia dibuang dari Ravenna sebanyak empat kali oleh orang-orang kafir dan menjadi sasaran penyiksaan yang ngeri setiap kali ia ditahan. Kata orang, ia disiksa hingga mati oleh rakyat banyak selama masa penganiyaan kaisar Vespasianus (67-69).
Tetapi Santa Petrus Chrysologus, uskup Ravenna pada abad ke-5, menyatakan bahwa walaupun Apolinaris menderita penganiayaan hebat, namun ia tetap bertahan dalam penderitaan itu. Ia menghormati Apolinaris sebagai seorang martir, bukan karena Apolinaris mati sebagai seorang martir, melainkan karena ia banyak menderita karena imannya kepada Kristus. Apolinaris dikenal sebagai salah seorang martir abad pertama kekristenan.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia

Monday, March 25, 2024

Hari - hari tobat, pantang dan puasa menurut ajaran tradisi dan Gereja Katolik

Hari - hari tobat.


Pantang dan Puasa.


Sebagai peringatan untuk kita semua sebagai seorang Roman Catholic: 

(Mereka yang tidak boleh berpuasa atau menahan alasan kesihatan secara automatik disingkirkan daripada kewajipan untuk berbuat demikian).


Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumaat sepanjang tahun, kecuali hari Jumaat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumaat Agung untuk memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus. Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang kerana usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.

(KHK 1251-1252).


Jadi sebagai orang Katolik wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumaat Agung. Jadi selama masa Prapaskah, kewajiban puasa hanya dua hari saja. Yang wajib berpuasa adalah semua orang beriman yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.


Kan. 1249 - Semua orang beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari- hari tobat, dimana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk doa, menjalankan karya kesalehan dan amal-kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang, menurut norma kanon-kanon berikut.


Kan. 1250 - Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.


Kan. 1251 - Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.


Kan. 1252 - Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.


Kan. 1253 - Konferensi para Uskup dapat menentukan dengan lebih rinci pelaksanaan puasa dan pantang; dan juga dapat menggantikan seluruhnya atau sebagian wajib puasa dan pantang itu dengan bentuk-bentuk tobat lain, terutama dengan karya amal-kasih serta latihan-latihan rohani.


Puasa bererti:

Makan kenyang hanya satu kali dalam sehari.

Untuk yang biasa makan tiga kali sehari, dapat memilih:

• Kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau

• Tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau

• Tak kenyang, tak kenyang, kenyang, atau

• Kurangkan makanan, kenyang, tak kenyang, atau

• Makan sikit-sikit lah begitu bah


Orang Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumaat sampai Jumaat Suci. Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah.

Yang wajib berpantang adalah semua orang katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas.


Pantang bererti:

• Pantang daging, dan atau

• Pantang rokok, dan atau

• Pantang garam, dan atau

• Pantang gula dan semua manisan seperti gula-gula@candy, dan atau

• Pantang hiburan seperti radio, television, pawagam@cinema, filem, atau

• Pantang dari minum minuman arak yang memabukkan


Kerana begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang, sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun,

umat beriman, baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok, dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Penetapan yang dibuat di luar kewajipan Gereja tidak mengikat dengan hukuman untuk dosa.

Dalam rangka masa tobat, maka pelaksanaan perkawinan juga disesuaikan. Perkawinan tidak boleh dirayakan secara meriah.


Erti Puasa dan Pantang.


• Puasa adalah tindakan sukarela tidak makan atau tidak minum seluruhnya, yang bererti sama sekali tidak makan atau minum apapun atau sebagian, yang bererti mengurangi makan atau minum.

• Secara kejiwaan, Berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.

• Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan.

• Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.

• Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.

• Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.


Itulah sebabnya, puasa Katolik selalu terlaksana bersamaan dengan doa dan derma, yang terwujud dalam tindakan puasa pembangunan.

Semangat yang sama berlaku pula untuk laku pantang.

Yang bukan semangat puasa dan pantang Katolik adalah:

Berpuasa dan berpantang sekedar untuk kesehatan: diet, mengurangi makan dan minum atau makanan dan minuman tertentu untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu.

Berpuasa dan berpantang untuk memperoleh kesaktian baik itu tubuh maupun rohani.


Sabda Tuhan sehubungan dengan puasa.


"Melalui nabi Yesaya, Tuhan bersabda:

Berpuasa yang Kukehendaki ialah,

Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman

Dan mematahkan setiap kuk

Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya

Dan mematahkan setiap kuk,

Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar

Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah

Dan apabila kamu melihat orang telanjang

Supaya engkau memberi dia pakaian

Dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri.

Pada waktu itulah

Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab

Engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku

Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu

Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah

Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri

Dan memuaskan hati orang tertindas

Maka terangmu akan terbit dalam gelap

Dan kegelapanmu akan seperti bintang rembang tengah hari"


Dalam kotbah di bukit, Yesus bersabda tentang puasa:


“Apabila kamu berpuasa,

Janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.


Tetapi apabila engkau berpuasa,

minyakilah kepalamu

Dan cucilah mukamu

Supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa


Melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”


Bahan renungan yang disediakan disini adalah bertujuan agar kita sebagai Roman Katolik tahu serta mengerti mengapa kita perlu berpuasa dan berpantang. Sila baca kembali bahan renungan yang ringkas ini supaya kita dapat mengerti tujuan Gereja Katolik kita menetapkan masa puasa dan berpantang ini. Tuhan memberkati kita semua.


• Bagaimanakah berpuasa yang benar menurut ajaran Gereja Katolik, bila dan bagaimana puasa itu dilakukan? 


Pertama-tama perlu kita ketahui dahulu alasan mengapa kita berpuasa dan berpantang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang ertinya adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jadi puasa dan pantang bagi kita tidak pernah terlepas dari doa. Dalam masa prapaska, maka puasa, pantang dan doa disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama dan bukan untuk hal lain, seperti diet supaya kurus, berjimat dan lain-lain. Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita juga. 


• Dan kerana kehendak Tuhan yang terutama adalah keselamatan dunia, maka melalui puasa dan pantang, kita diundang Tuhan untuk mengambil bahagian dalam karya penyelamatan dunia dengan cara yang paling sederhana, iaitu berdoa dan menyatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita pun dapat mulai mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekat dengan kita iaitu orang tua, suami isteri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam, pemimpin Gereja, pemimpin negara, dan seterusnya. Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumaat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumaat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumaat Agung. 


• Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas. Bila dikehendaki masih boleh menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya. Puasa minimum dalam setahun adalah Hari Rabu Abu dan Jumaat Agung, namun bagi yang dapat melakukan lebih, silakan juga berpuasa dalam ketujuh hari Jumaat dalam masa Prapaska (atau bahkan setiap hari dalam masa Prapaska). Kerana maksud berpantang juga adalah untuk melatih pengendalian diri, maka jika kita berbuka puasa/ pada saat makan kenyang, kita juga tetap makan seperti biasa, tidak berlebihan, sikit-sikit begitu bah. 


• Ingatlah tujuan puasa dan berpantang adalah pengendalian diri dan keinginan untuk turut merasakan sedikit penderitaan Yesus dan mempersatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib demi keselamatan dunia. Maka pada saat kita berpuasa, kita dapat mendoakan untuk pertobatan seseorang, atau mohon pengampunan atas dosa kita. Doa-doa seperti inilah yang sebaiknya mendahului puasa dan kita ucapkan di tengah-tengah kita berpuasa, terutama saat kita merasa haus dan lapar, dan doa ini pula yang menutup puasa kita iaitu sesaat sebelum kita makan. Di dalam kesibukan kehidupan seharian yang kita alami, kita dapat mengucapkan doa sederhana ini, “Ampunilah saya, ya Tuhan. Saya mengasihi dan mencintai-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Mohon selamatkanlah …..” (sebutkan nama orang yang kita kasihi di dalam doa ini), bererti kita perlu mempertanyakan kembali, sejauh mana kita mengasihi dan mencintai Yesus dan mahu sedikit berkorban demi mendoakan keselamatan dunia.


• Apa yang berlaku sekiranya seorang Katolik memakan daging?


Sekiranya seorang Katolik tidak sengaja dan termakan daging itu bererti bahawa mereka benar-benar lupa bahawa itu adalah hari Jumaat yang baik, dan oleh yang demikian rasa bersalah mereka akan dikurangkan. Namun, kerana kewajiban menjauhkan diri dari daging Jumaat Agung@Good Friday adalah mengikat kesakitan manusia, mereka harus memastikan penggunaan daging Jumaat Agung pada pengakuan berikutnya. Umat ​​Katolik yang ingin tetap setia semestinya mungkin harus selalu menunaikan kewajiban mereka semasa Prapaskah dan hari-hari suci lain dalam setahun. Pantang Daging: hari Jumaat tidak akan makan daging ayam, sapi, kambing, kerbau, babi, anjing, juga burung tetapi ikan tidak termasuk. Disini Gereja tidak pernah menetapkan pada daging tertentu. Pantang untuk makan daging sudah seharusnya dilakukan setiap hari Jumaat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumaat tersebut termasuk dalam hitungan hari raya yang terdapat di dalam tahun liturgi kita.

 

Sejarah dan dasar Puasa dan Pantang Masa Prapaskah.


• Pantang ini kiranya tidak terlepas dengan puasa (hari Rabu Abu) merupakan tradisi yang telah dihidupi oleh Gereja dari masa ke masa. Misalnya dalam Nehemia 9:1, "orang-orang berkumpul untuk berpuasa dengan mengenakan kain kabung" (Bdk 2 Sam 21-23). Memang tidak disebut tentang pantang. Kemudian dalam Perjanjian Baru, misanya Kisah 15:29: “menjauhkan diri dari makanan”, juga dalam 1 Tim 4:3. Dan yang paling tegas adalah Gereja kita meneladai apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus iaitu berpuasa selama 40 hari 40 malam (Bdk Matius 4:1-11 dan Lukas 4:1-13). Sedangkan dasar hukumnya ada dalam Kan 1249: kewajiban bertobat dengan berpuasa; 1250: tentang hari dan waktu berpuasa dan pantang1251: kewajiban pantang daging atau yang lainnya; 1252: ketentuan umur dan 1253: tentang waktu pelaksanaan puasa dan pantang.

Tujuan puasa dan pantang bukan hanya demi kepentingan fisik tetapi pengembangan iman, berdoa, usaha pertobatan, mengendalikan diri dan nafsu, memurnikan dan menyucikan hati.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia

Sunday, March 24, 2024

22 Julai Santa Maria Magdalena, Pelayan Yesus dan Santo Teofilus, Martir

Santa Maria Magdalena, Pelayan Yesus
Cerita tentang Maria Magdalena kita ketahui dari Injil. Namanya dengan jelas disebutkan dalam beberapa bagian Kitab Injil. Lukas 8:2 mengisahkan bahwa Maria terhitung sebagai salah satu diantara wanita-wanita yang disembuhkan Yesus dari kuasa roh-roh jahat dan kemudian menjadi pengikut dan pelayan Yesus selama karyaNya. Matius 27:56; Markus 15:40,47; Yohanes 19:25 mengisahkan bahwa Maria bersama beberapa orang wanita lain hadir pada saat kematian Yesus di atas salib dan kemudian juga pada saat penguburan Yesus. Dalam Matius 28:1; Markus 16:1; dan Lukas 24:1-10 dikisahkan bahwa Maria bersama beberapa orang wanita lainnya pergi ke kubur Yesus untuk mengurapi jenazah Yesus pada hari Minggu Paskah.
Berita kebangkitan Yesus disampaikan oleh para malaikat kepada beberapa orang wanita. Meskipun demikian, Maria Magdalena adalah satu-satunya wanita yang dikatakan sebagai orang pertama yang melihat Yesus setelah bangkit dari kubur (Yoh 20:11-18).
Maria berasal dari desa Magdala. Oleh tradisi Kristen selanjutnya, ia diidentifikasikan dengan Maria dari Betania, saudara Marta dan Lazaurus, dan dengan seorang wanita pendosa lain yang bertobat dan kemudian mengikuti Yesus sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas 7:37-50.
Santo Teofilus, Martir
Teofilus terkenal sebagai seorang laksamana Romawi yang sudah menganut agama Kristen. Ia ditangkap oleh tentara-tentara Islam yang menggempur pulau Siprus karena tidak bersedia melarikan diri. Karena tidak bersedia murtad dari imannya, Teofilus disiksa sampai mati oleh tentara-tentara Islam.

Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Friday, March 22, 2024

21 Julai Daniel, Nabi, Santo Laurensius Brindisi, Pujangga Gereja dan Santo Viktor dari Marseilles, Martir

Daniel, Nabi
Daniel lahir kira-kira pada abad ke-5 sebelum Masehi. Keluarganya tergolong keluarga bangsawan Yahudi yang terhormat. Kisah hidup masa kecilnya, demikian juga saat kematiannya tidak diketahui dengan pasti. Ketika Yerusalem jatuh ke tangan bangsa Babylonia pada tahun 587 sebelum Masehi, beberapa pemuda dari keturunan raja dan kaum bangsawan Yahudi di bawa ke Babylonia untuk bekerja sebagai pegawai di istana raja. Syaratnya ialah mereka tidak boleh bercacat cela, berperawakan baik, memahami berbagai hikmat, berpengetahuan luas dan mempunyai pengertian tentang berbagai ilmu. Di Babylonia, pemuda-pemuda itu diajari tulisan dan bahasa orang Kasdim agar bisa membantu raja (Lihat Kitab Daniel 1:3-6).
Di antara mereka terdapat Daniel bersama tiga orang kawannya: Hananya, Miseal dan Azarya. Ketiga-tiganya berasal dari suku Yehuda. Nama mereka diganti dengan nama baru: Beltsazar (Daniel), Sadrakh (Hananya), Mesakh (Miseal) dan Abednego (Azarya). Mereka dijamin dengan baik sekali oleh raja. Raja memberi mereka makanan dari bagiannya sendiri, dan anggur pilihan yang biasa diminum raja. Meskipun demikian, Daniel memutuskan tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman raja itu. Sebagai pahalanya, Allah mengaruniakan kepadanya kasih dan perlindungan dari pemimpin pengawal istana raja. Allah juga memberikan kepada Daniel dan ketiga kawannya pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai tulisan dan hikmat. Daniel sendiri diberi berbagai penglihatan dan mimpi (Dan 1:8-17).
Dengan karunia-karunia itu, Daniel meramalkan datangnya Kerajaan Mesianis Allah yang akan menggantikan kerajaan-kerjaan dunia (Kitab Daniel bab 2). Cerita-cerita dari bagian pertama Kitab Daniel, misalnya tentang pembebasan ketiga kawannya dari tanggul api yang menyala-nyala (bab 3) dan pembebasan Daniel dari mulut singa (bab 6) menunjukkan kekuasaan Allah atas manusia. Daniel mengalami banyak penglihatan tentang kesulitan-kesulitan yang akan mendahului pembangunan Kerajaan Mesianis Allah sebagaimana dilukiskan secara panjang dalam bab 7 sampai 12 Kitab Daniel.
Santo Laurensius Brindisi, Pujangga Gereja
Kesan pertama yang cukup menyolok mata dari pribadi Laurensius Brindisi ialah bahwa ia adalah seorang ahli bahasa. Di samping bahasa ibunya sendiri, yakni bahasa Italia, Laurensius mahir berbicara dalam berbagai bahasa asing: Ibrani, Yunani, Jerman, Bohemia, Spanyol dan Prancis. Keahliannya ini sangat membantu dia untuk mempelajari Kitab Suci dan menikmatinya dalam bahasa aslinya.
Laurensius lahir di Italia pada tanggal 22 Juli 1559 dari pasangan William dan Elisabeth Russo. Nama yang diberi kepada Laurensius ketika ia lahir adalah Yulius Caesar. Kedua orangtuanya meninggal dunia ketika Yulius menginjak usia remaja. Selanjutnya ia dipelihara oleh pamannya dan disekolahkan di kolose Santo Markus de Venice. Ketika berusia 16 tahun, ia masuk biara Fransiskan Kapusin di Venisia. Semenjak itu namanya diganti menjadi Laurensius.
Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Padua dalam bidang filsafat dan teologi. Akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam pada usia 23 tahun. Karena kemampuan bahasa itu, Laurensius dengan mudah dapat mempelajari Kitab Suci dalam bahasa aslinya. Atas permintaan Paus Klemens VIII (1592-1605), Laurensius banyak berkhotbah di Italia bagi golongan Yahudi. Kemahirannya berbahasa Yahudi meyakinkan para Rabbi (guru agama Yahudi) bahwa ia seorang Yahudi yang beragama Kristen.
Laurensius sangat terkenal di kalangan umat. Ia seorang imam yang baik dan sangat peka terhadap kebutuhan umatnya. Maka dia juga ditunjuk sebagai pemimpin biara Kapusin di Tuscany pada usianya 31 tahun. Kemudian ia terpilih menjadi Superior Jendral Ordonya pada tahun 1602. Selain itu ia juga ditunjuk sebagai pembantu terdekat dan penasehat Sri Paus. Tugas-tugas yang dibebankan kepadanya membutuhkan suatu kebijaksanaan yang tinggi. ia ternyata mampu untuk melaksanakan semua tugas itu dengan sangat berhasil.
Ketika dalam perjalanan menuju Lisabon untuk menemui raja Spanyol, ia jatuh sakit. Akhirnya ia meninggal di sana pada tahun 1619. Penghormatannya terhadap Kitab Suci dan kepekaan terhadapnya terhadap kebutuhan umat menghadirkan suatu corak hidup yang sesuai dengan tuntutan umat abad ke XX.
Santo Viktor dari Marseilles, Martir
Viktor berarti 'pemenang'. Nama ini diberikan sebagai penghormatan kepada beberapa orang martir yang menurut berbagai tradisi setempat dianggap mati sebagai saksi iman pada abad ke-290 AD.
Salah satu martir yang terkenal dari antara mereka itu ialah Viktor dari Marseilles, Prancis. Beliau berhasil mentobatkan ketiga penjaganya di penjara menjadi Kristen dan kemudian bersama-sama mereka itu menjalani hukuman mati karena kekristenannya.

Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia

Tuesday, March 19, 2024

20 Julai Elia, Nabi, Santa Margaretha dari Antiokia, Perawan dan Martir dan Santo Vinsent Kaun, Martir

Elia, Nabi


Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead hidup pada abad ke-9 sebelum Masehi. Ia adalah seorang nabi besar dan pembela iman akan Tuhan yang Mahaesa, yang telah menyelamatkan Israel dari Mesir. Ia tidak mati melainkan langsung diangkat ke surga dengan keretanya, sehingga diharapkan akan datang kembali pada akhir zaman. Kebesaran Elia sebagai nabi Allah dapat dibaca pada Kitab I Raja-raja bab 17 dst.


Santa Margaretha dari Antiokia, Perawan dan Martir


Margaretha adalah seorang perawan dan martir Kristen dari Antiokia, Turki. Di Gereja Timur, ia disebut sebagai 'Marina'. Hari kelahiran dan kematiannya tidak diketahui pasti. Hal yang diketahui ialah bahwa ia hidup pada masa penganiayaan orang-orang Kristen oleh Kaisar Roma Diokletianus (284-305).
Menurut cerita, Margaretha adalah anak seorang imam kafir di Antiokia. Ia kemudian tidak diakui lagi oleh ayahnya sebagai anak kandung karena usahanya mengikuti pelajaran agama Kristen dan berniat menjadi Kristen. Setelah itu ia menjadi gembala. Olybrius, seorang pemuda, bermaksud meminang dia menjadi istrinya, namun ketika diketahui olehnya bahwa Margaretha telah menjadi Kristen dan telah mengikrarkan kaul keperawanan, Olybrius menangkap dan menyiksanya dengan kejam. Segala macam cara dilakukannya untuk membunuhnya dengan api dan air, namun semuanya itu tidak berhasil. Akhirnya Margaretha dipenggal kepalanya dan tewas sebagai martir Kristen. Margaretha termasuk orang kudus yang dihubungkan dengan Santa Joana dari Arc karena keberaniannya dan kesalehan hidupnya.


Santo Vinsent Kaun, Martir


Vinsent berasal dari Seoul, Korea. Ia menjadi tawanan perang dan diangkut ke Jepang. Disana ia menjadi Kristen dan masuk Serikat Yesus. Ia berkarya sebagai katekis di Tiongkok dan Jepang sampai akhirnya mati dibakar hidup-hidup di Nagasaki.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Friday, March 15, 2024

19 Julai Santo Arsenius Agung, Pertapa dan Santa Aurea, Martir

Santo Arsenius Agung, Pertapa


Arsenius dikenal sebagai seorang pejabat tinggi di istana Kaisar Teodosius di Konstantinopel. Selain mengerjakan tugas-tugas wajib kenegaraan, ia pun menjadi guru dan pendidik bagi putera-puteri kaisar Teodosius. Dalam kedudukannya ini, Arsenius terkenal kaya-raya. Harta miliknya yang berlimpah itu cukup untuk memuaskan semua keinginan dan hawa nafsu duniawinya. Tampak jelas bahwa Arsenius berfoya-foya dengan kekayaannya itu, namun sesungguhnya ia sama sekali tidak merasa puas dan tenang-tenteram. Lama kelamaan, ia mulai merasa bahwa kepuasan dan ketenangan batin tidak boleh diperoleh dengan hidup berfoya-foya.

Ia mulai merobah cara hidupnya dengan lebih banyak meluangkan waktu untuk merenungkan makna kehidupannya di dunia ini. Lambat laun berkat rahmat Allah yang dicurahkan kepadanya, ia mulai mengerti dan menyadari kehampaan dan kesia-siaan kekayaan dan hormat duniawi. Dalam renungan-renungannya untuk lebih memahami makna hidupnya, ia terus memohon terang Roh Kudus agar dapat mengerti kehendak dan rencana Tuhan atas dirinya. Dengan cara inilah, ia mulai memperoleh ketenangan batin yang didambakannya.

Pada suatu hari ketika ia sedang berdoa, Tuhan berbicara kepadanya: "Arsenius, tinggalkanlah pergaulan dengan manusia demi keselamatan dirimu!" Suara Tuhan itu ditaatinya dengan segera meninggalkan semua sahabat kenalannya dan berlayar ke Aleksandria. Di Aleksandria, ia menjadi seorang pertapa di sebuah pertapaan di padang gurun Mesir. Dalam waktu singkat, Arsenius telah mencapai suatu kemajuan besar dalam hidup rohaninya. Ia menjadi seorang manusia baru yang saleh, rendah hati dan sabar.

Di pertapaan itu, ia sekali lagi mendengar suara panggilan Tuhan: "Arsenius, carilah sebuah tempat yang lebih sunyi, karena keheninganlah dasar keselamatan." Arsenius menaati suara Tuhan itu. Ia pergi dari pertapaannya yang pertama, dan mendirikan sebuah pondok pertapaan yang jauh dari sahabat-sahabatnya. Sewaktu mau meninggalkan rekan-rekannya, ia berkata: "Tuhan tahu betapa besar cinta kasihku kepada kamu sekalian. Akan tetapi tidak mungkinlah bagi aku untuk serentak bergaul dengan Tuhan dan manusia".

Di pertapaan baru itu, Arsenius semakin bertambah maju pesat dalam cara hidup rohaninya. Banyak orang datang kepadanya meminta bimbingan rohani. Biasanya ia tidak banyak bicara. Jawaban dan petunjuk-petunjuknya serba singkat, namun jitu dan bijaksana. Beberapa kali ia pindah ke tempat yang jauh lebih sepi dan sunyi agar lebih bersatu dengan Tuhan secara pribadi. Arsenius meninggal dunia pada tahun 450.

Santa Aurea, Martir


Aurea lahir pada tahun 856 dalam sebuah keluarga Islam. Gadis Muslim ini bertobat menjadi Kristen. Sepeninggal suaminya, ia masuk biara. Oleh seorang anggota keluarganya, Aurea dilaporkan kepada tokoh-tokoh Islam di kota Cordoba, Spanyol, sehingga ditangkap dan dipenggal kepalanya. Mayatnya dicampakkan ke sungai Guadalquivir.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Thursday, March 14, 2024

18 Julai Santo Frederik dari Utrecht, Uskup dan Martir dan Santa Simforosa bersama Putra-putranya, Martir

Santo Frederik dari Utrecht, Uskup dan Martir


Frederik lahir di Frisia, Nederland. Hari kelahirannya tidak diketahui pasti. Pendidikannya berlangsung di Utrecht hingga ia ditahbiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, Frederik ditempatkan di Utrecht dengan tugas untuk mempertobatkan orang-orang di kota itu.
Keberhasilan karyanya di Utrecht menghantarkan dia ke atas tahkta keuskupan Utrecht. Ia ditahbiskan menjadi uskup Utrecht pada tahun 825. Sebagai uskup, Frederik berusaha menata keuskupannya dengan sebaik-baiknya dan melayani kepentingan umatnya. Ia juga mengirim banyak misionaris ke wilayah utara untuk mewartakan injil di antara orang-orang kafir yang ada disana.

Usaha-usaha untuk mengkristenkan orang-orang kafir membawanya kepada kematian sebagai martir di Maastricht, Nederland pada tanggal 18 Juli 838. Ada dua alasan dikemukakan sebagai dasar pembunuhan atas diri Frederik. Alasan pertama ialah karena Frederik mencela kebrengsekan hidup moral Yudith, permaisuri kaisar Louis Debonair (814-840). Yudith tidak menerima baik celaan itu dan segera memerintahkan pembunuhan atas Frederik. Alasan lain ialah karena usaha-usaha Frederik untuk mengkristenkan penduduk Walcheren, di wilayah baratdaya Nederland, yang masih kafir dan liar, tidak diterima oleh mereka. Karena itu penduduk Walcheren berusaha mencari kesempatan untuk menghabiskan nyawa Frederik. Menurut tradisi Frederik dibunuh setelah merayakan Kurban Misa di Masstricht, Nederland.


Santa Simforosa bersama Putra-putranya, Martir


Pada masa pemerintahan Kaisar Hadrianus (pada abad ke-2) terjadi penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Di antara orang-orang itu terdapat ibu Simforosa bersama putra-putranya: Kresensius, Yulianus, Nemesius, Stakteus dan Eugenius. Ibu Simforosa lebih dahulu ditangkap dan ditenggelamkan di dalam sungai setelah dianiaya secara kejam. Beberapa hari kemudian, ketujuh putranya itu pun ditangkap, lalu dianiaya dan dibunuh karena mengakui diri sebagai orang Kristen dan tidak sudi membawa korban kepada dewa-dewi kafir.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Wednesday, March 13, 2024

Mengasihi Tuhan dan sesama dan Sepuluh Hukum Perintah Allah

Petikan dari Injil Mat 22:34-40 yang juga dituliskan di dalam Injil Mrk 12:28-34; dan Injil Luk 10:25-28 adalah mengenai dua perintah iaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama yang terletak seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 
Namun meskipun dua perintah ini sangat sering kita dengar, namun mungkin sangat sulit dan sukar untuk dilaksanakan. Padahal kalau kita teliti, manusia secara kodrati dapat mengasihi Tuhan dan sesama. Kodrat ini diangkat derajatnya oleh rahmat Allah dalam Sakramen Baptis sehingga manusia dapat mengasihi Allah secara lebih sempurna (adi-kodrati) yang berakibat kemampuan yang lebih untuk dapat mengasihi sesama. Mengasihi Tuhan dan sesama itulah perintah dari Tuhan sendiri yang menuntun manusia untuk dapat memperoleh kebahagiaan di dunia ini dan dapat menghantar manusia ke dalam Kerajaan Syurga.

Bacaan dari Injil Matius 22:34-40.

34.  Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
35.  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
36.  “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
37.  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39.  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40.  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Renungan singkat di dalam Injil Matius 22:34-40.

Dari petikan Mat 22:34-40 kita dapat melihat secara jelas bahawa inti bacaan tersebut adalah jawaban Yesus mengenai hukum yang terutama dalam hukum Taurat iaitu tentang hal mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Di dalam petikan sebelumnya iaitu Mat 22:23-33 ini, kita melihat bahawa Yesus telah memberikan jawaban yang tepat sehingga orang-orang Saduki yang bertanya tentang kebangkitan badan tidak dapat mempersoalkannya lagi serta menentang Dia.

Walaupun orang-orang Farisi senang (lihat dan baca di dalam Injil Mrk 12:38; Luk 20:39) bahawa orang-orang Saduki, yang bertentangan dengan mereka akhirnya terdiam kerana jawapan Yesus, namun mungkin mereka juga kecewa kerana keinginan mereka untuk memerangkap dan menentang Yesus ternyata tidak berhasil. Dan kemudian di ayat 24-25, kita tahu bahawa mereka berkumpul merancang pertanyaan untuk memerangkap Yesus. Mungkin cara untuk memerangkap dari kaum Farisi ini telah dirancang dengan sangat hati-hati kerana tindakan cara memerangkap pertanyaan mereka ini tentang membayar pajak kepada kaisar (lih. Mat 22:15-22) telah gagal.

Kemudian mereka bertanya lagi tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit dan sukar iaitu “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (ay. 36) Yesus kemudian menjawab bahawa hukum yang terutama dan pertama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (ay.37-38) dan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (ay.39). Dengan jawaban ini, maka Yesus telah merangkum semua hukum Taurat yang disebutkan di dalam Ul 6:5 dan Im 19:18.

Sepuluh Perintah Allah.

1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepadaKu saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
3. Kuduskanlah Hari Tuhan@Hari Sabat.
4. Hormatilah ibu-bapamu.
5. Jangan membunuh.
6. Jangan berzinah.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan bersaksi dusta@berbohong tentang sesamamu.
9. Jangan mengingini isteri sesamamu.
10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Sumber rujukan: Puji Syukur no 1
Nihil Obstat : Dr. A.M Sutrisnaatmaka, M.S.F
Imprimatur : BI Pujaraharja

Siapakah Musa dan 10 Hukum Perintah Allah.

Musa bererti nama : Orang yang diambil dari air.
Orang tua : Amran(ayah), Yokhebed(ibu).
Isteri : Zipora, anak Yitro (Rehuel).
Anak : Gersom dan Eliezer.
Saudara : Harun (♂♀), Miryam (♀).
Pekerjaan : Pengantara Allah, Pemberi
Hukum, Nabi Pemimpin Bangsa.
Tempat Lahir : Gosyen, Mesir (1527SM).
Tempat Wafat : Gunung Nebo, Moab
(Yordania modern) (1407SM).
Usia : 120.
Dillahirkan di Mesir, ~1527SM dan meninggal dunia di Gunung Nebo, dataran Moab, tepi timur Sungai Yordan,~ 1407SM pada umur 120 tahun.

Musa adalah seorang pemimpin dan nabi orang Israel yang menyampaikan Hukum Taurat (10 Hukum Perintah Allah) dan menuliskannya dalam Pentateveh / Pentateukh (Lima Kitab Taurat) dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.
Musa ditugaskan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. 
Sepuluh Perintah Allah, bahasa Latinnya Dekalog (δέκα λόγοι) merupakan sepuluh perintah yang ditulis oleh Tuhan dan diberikan kepada bangsa Israel melalui perantaraan Musa di gunung Sinai dalam bentuk dua Loh batu. Sepuluh perintah Allah boleh dibaca di dalam kitab Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:6-21. Nombor sepuluh perintah Allah (Versi Katolik) adalah menurut dan mengikut penomboran Santo Agustinus. 

Kehidupan Musa segera setelah dewasa tidak dicatat di dalam Alkitab tetapi tercatat di dalam karya dari seorang sejarawan Yahudi iaitu Artapanus yang telah menulis "Peri Iudaion" pada akhir abad ke-3 Sm, yang telah dipelihara dalam tulisan sejarawan Kristen, Eusebius dan antara lain adalah: Pangeran Musa ("Mousos") di terima pakai oleh putri 'Merris', anak perempuan Firaun Palmanothes yang kemudian menikah dengan Firaun Khenephrês (Sobekhotep IV), "yang menjadi raja atas wilayah di seberang Memphis kerana pada zaman itu ada banyak raja di Mesir." Setelah dewasa, putera Musa memerintah negeri itu untuk Firaun henephrês dan menjadi terkenal di kalangan rakyat Mesir. Putera Musa memimpin dan mengetuai peperangan melawan orang Etiopia yang menyerang Mesir selama 10 tahun. Peristiwa ini juga telah dicatat dan direkodkan oleh ahli sejarawan Yahudi-Romawi Flavius Yosefus (37-100 M).

Ketika Musa kembali dan membawa kemenangan, Firaun Khenephrês cuba membunuhnya kerana cemburu atas kejayaan yang dilakukan oleh Musa, tetapi Musa "melarikan diri ke Arabia dan hidup tinggal bersama dengan Raguel yang merupakan penguasa daerah itu dan kemudian berkhawin dengan anak perempuannya." Sepuluh Perintah Allah merupakan rangkaian perintah moral dan religius yang diakui sebagai suatu asas moral dalam beberapa agama Abrahamik termasuklah Katolisisme menurut deskripsi huraian di dalam Kitab Keluaran. Perintah-perintah ini ditampilkan pertama kali di dalam Kitab Keluaran yang di dalamnya dikisahkan bahawa Musa, bertindak atas perintah dari Allah dan membebaskan suku Israel dari perhambaan fizikal di Mesir. Menurut ajaran Gereja, Allah menawarkan suatu perjanjian yang termasuk Sepuluh Perintah Allah untuk membebaskan mereka juga dari "perbudakan spiritual" dosa. ("peristiwa utama di dalam sejarah Israel kuno“)

Perintah Allah ini merupakan bahagian dari perjanjian yang ditawarkan dari Allah kepada suku Israel untuk membebaskan mereka dari perhambaan kepada dosa.
Menurut Katekismus Gereja Katolik, uraian resmi dari keyakinan Kristiani Gereja Katolik, Perintah Allah ini dipandang penting untuk pertumbuhan dan kesihatan rohani yang baik serta berfungsi sebagai dasar asas keadilan sosial Katolik. Tinjauan ke Sepuluh Perintah Allah ini merupakan salah satu cara paling umum dalam pemeriksaan batin yang dilakukan oleh umat Katolik sebelum menerima Sakramen Tobat. Sepuluh Perintah Allah dibahas dalam tulisan- tulisan Gereja yang paling awal. Dan Katekismus menyatakan bahawa Sepuluh Perintah Allah telah "menempati suatu tempat utama" dalam pengajaran iman sejak zaman Santo Agustinus dari Hippo (tahun 354 - 430 M)

Gereja belum memiliki standar resmi (satu panduan yang diiktiraf) untuk pengajaran keagamaan sehingga Konsili Lateran IV pada tahun 1215; bukti-bukti mengemukakan bahawa Perintah ini digunakan pada pendidikan Kristen dalam Gereja perdana (Gereja awal). Ajaran Gereja mengenai Sepuluh Perintah Allah utamanya didasarkan pada Perjanjian Baru dan Lama serta tulisan-tulisan para Bapa Gereja awal. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mengakui kesahihannya dan mengarahkan para muridNya untuk berbuat lebih jauh dan menuntut suatu kebajikan melebihi yang dipegang oleh ahli kitab dan kaum Farisi tentang Sepuluh Perintah Allah ini dan mengajarkan semua orang agar menjalinkan hubungan dalam kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama seperti yang diringkaskan oleh Yesus dalam “Dua Perintah yang Utama”.

Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia

Tuesday, March 12, 2024

17 Julai Santo Alexis, Pengaku Iman dan Yuli Postel, Pengaku Iman

Santo Alexis, Pengaku Iman


Putera bangsawan kelahiran Roma ini menghabiskan 17 tahun hidupnya di Edessa, negeri Syria. Diceritakan bahwa Alexis kabur dari rumah orangtuanya pada hari-hari menjelang perkawinannya, karena dipaksa menikahi gadis pilihan orangtuanya. Tetapi sesungguhnya ia menghilang dari rumah karena dorongan keinginannya untuk mengabdikan dirinya semata-mata pada Tuhan.

Ayahnya, seorang bangsawan kaya yang mempunyai banyak hamba dan pelayan. Namun bagi Alexis, semua harta kekayaan itu tidak memberikan kebahagiaan yang lestari. Karena itu ia meninggalkan rumah orangtuanya dan mencari kebahagiaan yang langgeng dengan menjadi seorang pertapa dan pengemis di Edessa. Sebagai pengemis, Alexis biasanya meminta-minta di gerbang gereja Santa Maria di Edessa. Sebagai pertapa ia tekun berdoa dan bermatiraga. Tubuhnya yang dahulu kekar, kini tinggal tulang membungkus kulit. Salah satu doa yang biasa diucapkannya ialah: "Aku bersyukur kepadaMu ya Allah, karena Engkau telah memanggil aku dan meluluhkan hati banyak orang untuk memberikan aku sedekah, karena namaMu. Selesaikanlah dalam diriku pekerjaan luhur yang telah Kaumulai."

Selama tinggal di Edessa, Alexis kembali ke Roma. Ia kembali ke rumah orangtuanya sebagai pengemis di istana bapanya. Namun semua anggota keluarganya sudah tidak mengenalinya lagi karena kondisi tubuhnya yang kurus kering. Setelah Alexis meninggal dunia, barulah saudara-saudarinya mengetahui dia dari sepucuk surat yang ditinggalkannya kepada mereka.


Yuli Postel, Pengaku Iman


Yuli lahir pada tahun 1756. Ia dikenal sebagai seorang kepala sekolah di Normandia. Selama revolusi Prancis, Yuli menjadi sebagai pusat "Gereja di bawah tanah" karena imam-imam yang setia kepada Sri Paus dilarang memimpin umat. Selama itu, Yuli membagikan komuni kudus kepada orang-orang sakit dan meneguhkan iman umat. Ketika berumur 51 tahun, ia mengumpulkan wanita-wanita lainnya untuk membantu dia menyelenggarakan sekolah Katolik.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Monday, March 11, 2024

16 Julai Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel dan Santa Reinildis, Martir

Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel


Tarekat Karmel didirikan pada tahun 1155 oleh Bertold dari Kalabria. Sebelumnya Bertold sudah mendirikan sebuah kapel kecil di atas gunung Karmel. Disana diadakan ibadat khusus untuk menghormati Santa Perawan Maria.
Pada masa itu pun sudah ada sebuah pertapaan di sana. Anggota-anggota melanjutkan tradisi yang berpangkal pada praktek nabi Elias dan murid-muridnya.
Bertold menetap di gunung Karmel dan bersama dengan rekan-rekannya menyatukan diri dalam suatu perkumpulan yang merupakan biara Santa Perawan Maria. Di bawah lindungan Bunda Maria, Ordo Karmel sudah merambat ke Barat sampai ke Inggris. Ordo ini kemudian disyahkan oleh Sri Paus pada tahun 1245.


Santa Reinildis, Martir


Reinildis dikenal sebagai seorang martir abad ke-7. Ibunya Amalberga dan saudarinya Gudula dihormati juga sebagai orang kudus. Reinildis menggunakan seluruh warisannya untuk mendirikan biara. Kecuali itu, ia pun suka beramal dan kemudian mati dibunuh ketika sedang berdoa di gereja Saintes, Belanda.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Saturday, March 9, 2024

15 Julai Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja dan Santo Yakobus dari Nisiba, Uskup dan Pengaku Iman

Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja


Bonaventura lahir sekitar tahun 1218 di Bagnoreggio, Italia Tengah. Konon, waktu masih kecil ia jatuh sakit berat. Ibunya menggendongnya pergi menemui Santo Fransiskus Asisi. Pada pertemuan itu Fransiskus Asisi meramalkan terjadinya hal-hal besar pada anak itu kelak. Fransiskus memberikan berkatnya dan berseru: "O Bonaventura", yang artinya: "Betapa baik kejadian ini". Dan kata-kata ini kemudian diabadikan sebagai nama anak itu.

Ketika meningkat dewasa, Bonaventura masuk Ordo Saudara-saudara Dina Fransiskan. Ia dikirim ke Paris untuk belajar filsafat dan teologi di Universitas Paris. Baginya, belajar berarti berdoa sehingga terus menerus merenung. Kalau orang bertanya darimana ia mendapatkan kepandaiannya, ia menunjuk salib Yesus: "Dari Dia! Saya mempelajari Yesus yang disalibkan". Bonaventura terus memelihara kesegaran otaknya dan kesehatannya, agar dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh demi mengabdi kepada pengetahuan suci.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, Bonaventura senantiasa mengucurkan air matanya setiap kali ia naik ke atas altar, karena begitu dalam rasa hormatnya akan peristiwa Salib Yesus. Ia segera menjadi terkenal sebagai mahaguru teologi di seluruh Universitas Paris; ia juga ditugaskan mengajar saudara-saudara seordo. Ketika berusia 35 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi ordo Fransiskan. Para saudara-saudaranya sangat menghargai bimbingannya yang sangat bijaksana, sehingga bersedia memilihnya kembali sebagai pemimpin mereka sebanyak sembilan kali. Selama kepemimpinannya, ia berjuang keras mengusahakan persatuan du antara para pengikut Fransiskus yang kadang-kadang cepat panas hati karena perbedaan paham dalam hal penghayatan kemiskinan. Ia juga menertibkan pelbagai kebiasaan salah yang sudah menyusup masuk ke dalam ordo Fransiskan.

Ia mengutus para saudaranya untuk mewartakan Yesus yang tersalib ke Afrika, India bahkan ke Mongolia. Dalam usia 52 tahun ia diangkat menjadi Kardinal. Tatkala sedang asyik mencuci piring, tiba-tiba utusan Paus membawa kepadanya lambang-lambang kekardinalan, Bonaventura mencuci terus. Topi kardinalnya digantungkan pada dahan pohon. Pada tahun 1274, ia bersama dengan kawan kelasnya Santo Thomas Aquinas, menghadiri Konsili Lyon. Konsili ini dalam jangka waktu pendek berhasil menyatukan kembali Gereja Yunani dan Gereja Latin. Usaha keras Bonaventura mulai membawa hasil ketika ia sekonyong-konyong jatuh sakit.

Bonaventura yang bergelar doktor banyak menulis karya-karya yang sangat mendalam isinya. Beberapa ungkapan yang menjadi pedoman hidupnya: "Ketakutan akan Allah merintangi seseorang untuk menyukai hal-hal yang fana, yang mengandung benih-benih dosa","Kesombongan biasanya menggilakan manusia, karena ia diajar untuk meremehkan apa yang sangat berharga seperti rahmat dan keselamatan, dan menjunjung tinggi apa yang seharusnya di cela seperti kesia-siaan dan keserakahan."
Bonaventura meninggal dunia pada tahun 1274 ketika menghadiri Konsili Lyon. Ia dikenal sangat berjasa dalam usaha mempersatukan kembali Gereja Orthodoks Yunani dengan Gereja Latin Roma.


Santo Yakobus dari Nisiba, Uskup dan Pengaku Iman


Yakobus adalah orang kudus kenamaan di lingkungan Gereja Syria. Ia lahir di wilayah Mesopotamia kira-kira pada pertengahan abad ketiga. Tuhan menganugerahkan kepadanya akal budi yang cerdas, tabiat yang baik dan kehendak yang kuat untuk mengembangkan bakat dan pembawaannya yang cemerlang itu. Setelah menyelesaikan studinya, ia mengambil keputusan untuk mengasingkan dirinya dari dunia ramai dan hidup menyendiri di suatu tempat sepi. Tujuannya adalah mempersiapkan dirinya bagi hidup selanjutnya di tengah-tengah masyarakat. Selama itu ia banyak berdoa, mempelajari Kitab Suci, merenungkan cara hidup Yesus sebagai teladan hidupnya. Matiraga yang keras. Hidup bersemadi sangat digemarinya.

Kesalehan hidupnya menarik perhatian banyak orang. Dia disukai banyak orang dan kemudian diangkat menjadi uskup di Nisiba. Disiplin hidupnya sangat tinggi, Ia rajin membantu para pengemis malang dan giat dalam tugas kegembalaannya sebagai uskup untuk mengajar dan menobatkan orang-orang berdosa. Perayaan ibadat sangat diutamakannya. Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan membuat mukzijat. Tatkala raja Sapor II menyerang Nisiba, pasukannya dapat dipukul mundur bukan oleh angkatan bersenjata, melainkan oleh serangan serangga. Hal ini berkat doa dan tapa Uskup Yakobus bersama umatnya. Yakobus meninggal dunia pada tahun 350.


Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia 

Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Bab 20

  Kitab Suci Katolik Perjanjian Lama (Kejadian) Abraham dan Abimelekh Bab 20 Kej 20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia...