Hari - hari tobat.
Pantang dan Puasa.
Sebagai peringatan untuk kita semua sebagai seorang Roman Catholic:
(Mereka yang tidak boleh berpuasa atau menahan alasan kesihatan secara automatik disingkirkan daripada kewajipan untuk berbuat demikian).
Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumaat sepanjang tahun, kecuali hari Jumaat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumaat Agung untuk memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus. Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang kerana usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.
(KHK 1251-1252).
Jadi sebagai orang Katolik wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumaat Agung. Jadi selama masa Prapaskah, kewajiban puasa hanya dua hari saja. Yang wajib berpuasa adalah semua orang beriman yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.
Kan. 1249 - Semua orang beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari- hari tobat, dimana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk doa, menjalankan karya kesalehan dan amal-kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang, menurut norma kanon-kanon berikut.
Kan. 1250 - Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.
Kan. 1251 - Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.
Kan. 1252 - Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.
Kan. 1253 - Konferensi para Uskup dapat menentukan dengan lebih rinci pelaksanaan puasa dan pantang; dan juga dapat menggantikan seluruhnya atau sebagian wajib puasa dan pantang itu dengan bentuk-bentuk tobat lain, terutama dengan karya amal-kasih serta latihan-latihan rohani.
Puasa bererti:
Makan kenyang hanya satu kali dalam sehari.
Untuk yang biasa makan tiga kali sehari, dapat memilih:
• Kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau
• Tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau
• Tak kenyang, tak kenyang, kenyang, atau
• Kurangkan makanan, kenyang, tak kenyang, atau
• Makan sikit-sikit lah begitu bah
Orang Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumaat sampai Jumaat Suci. Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah.
Yang wajib berpantang adalah semua orang katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas.
Pantang bererti:
• Pantang daging, dan atau
• Pantang rokok, dan atau
• Pantang garam, dan atau
• Pantang gula dan semua manisan seperti gula-gula@candy, dan atau
• Pantang hiburan seperti radio, television, pawagam@cinema, filem, atau
• Pantang dari minum minuman arak yang memabukkan
Kerana begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang, sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun,
umat beriman, baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok, dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Penetapan yang dibuat di luar kewajipan Gereja tidak mengikat dengan hukuman untuk dosa.
Dalam rangka masa tobat, maka pelaksanaan perkawinan juga disesuaikan. Perkawinan tidak boleh dirayakan secara meriah.
Erti Puasa dan Pantang.
• Puasa adalah tindakan sukarela tidak makan atau tidak minum seluruhnya, yang bererti sama sekali tidak makan atau minum apapun atau sebagian, yang bererti mengurangi makan atau minum.
• Secara kejiwaan, Berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.
• Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan.
• Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.
• Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.
• Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.
Itulah sebabnya, puasa Katolik selalu terlaksana bersamaan dengan doa dan derma, yang terwujud dalam tindakan puasa pembangunan.
Semangat yang sama berlaku pula untuk laku pantang.
Yang bukan semangat puasa dan pantang Katolik adalah:
Berpuasa dan berpantang sekedar untuk kesehatan: diet, mengurangi makan dan minum atau makanan dan minuman tertentu untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu.
Berpuasa dan berpantang untuk memperoleh kesaktian baik itu tubuh maupun rohani.
Sabda Tuhan sehubungan dengan puasa.
"Melalui nabi Yesaya, Tuhan bersabda:
Berpuasa yang Kukehendaki ialah,
Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman
Dan mematahkan setiap kuk
Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya
Dan mematahkan setiap kuk,
Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar
Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah
Dan apabila kamu melihat orang telanjang
Supaya engkau memberi dia pakaian
Dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri.
Pada waktu itulah
Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab
Engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku
Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu
Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri
Dan memuaskan hati orang tertindas
Maka terangmu akan terbit dalam gelap
Dan kegelapanmu akan seperti bintang rembang tengah hari"
Dalam kotbah di bukit, Yesus bersabda tentang puasa:
“Apabila kamu berpuasa,
Janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu
Dan cucilah mukamu
Supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa
Melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Bahan renungan yang disediakan disini adalah bertujuan agar kita sebagai Roman Katolik tahu serta mengerti mengapa kita perlu berpuasa dan berpantang. Sila baca kembali bahan renungan yang ringkas ini supaya kita dapat mengerti tujuan Gereja Katolik kita menetapkan masa puasa dan berpantang ini. Tuhan memberkati kita semua.
• Bagaimanakah berpuasa yang benar menurut ajaran Gereja Katolik, bila dan bagaimana puasa itu dilakukan?
Pertama-tama perlu kita ketahui dahulu alasan mengapa kita berpuasa dan berpantang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang ertinya adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jadi puasa dan pantang bagi kita tidak pernah terlepas dari doa. Dalam masa prapaska, maka puasa, pantang dan doa disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama dan bukan untuk hal lain, seperti diet supaya kurus, berjimat dan lain-lain. Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita juga.
• Dan kerana kehendak Tuhan yang terutama adalah keselamatan dunia, maka melalui puasa dan pantang, kita diundang Tuhan untuk mengambil bahagian dalam karya penyelamatan dunia dengan cara yang paling sederhana, iaitu berdoa dan menyatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita pun dapat mulai mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekat dengan kita iaitu orang tua, suami isteri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam, pemimpin Gereja, pemimpin negara, dan seterusnya. Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumaat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumaat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumaat Agung.
• Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas. Bila dikehendaki masih boleh menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya. Puasa minimum dalam setahun adalah Hari Rabu Abu dan Jumaat Agung, namun bagi yang dapat melakukan lebih, silakan juga berpuasa dalam ketujuh hari Jumaat dalam masa Prapaska (atau bahkan setiap hari dalam masa Prapaska). Kerana maksud berpantang juga adalah untuk melatih pengendalian diri, maka jika kita berbuka puasa/ pada saat makan kenyang, kita juga tetap makan seperti biasa, tidak berlebihan, sikit-sikit begitu bah.
• Ingatlah tujuan puasa dan berpantang adalah pengendalian diri dan keinginan untuk turut merasakan sedikit penderitaan Yesus dan mempersatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib demi keselamatan dunia. Maka pada saat kita berpuasa, kita dapat mendoakan untuk pertobatan seseorang, atau mohon pengampunan atas dosa kita. Doa-doa seperti inilah yang sebaiknya mendahului puasa dan kita ucapkan di tengah-tengah kita berpuasa, terutama saat kita merasa haus dan lapar, dan doa ini pula yang menutup puasa kita iaitu sesaat sebelum kita makan. Di dalam kesibukan kehidupan seharian yang kita alami, kita dapat mengucapkan doa sederhana ini, “Ampunilah saya, ya Tuhan. Saya mengasihi dan mencintai-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Mohon selamatkanlah …..” (sebutkan nama orang yang kita kasihi di dalam doa ini), bererti kita perlu mempertanyakan kembali, sejauh mana kita mengasihi dan mencintai Yesus dan mahu sedikit berkorban demi mendoakan keselamatan dunia.
• Apa yang berlaku sekiranya seorang Katolik memakan daging?
Sekiranya seorang Katolik tidak sengaja dan termakan daging itu bererti bahawa mereka benar-benar lupa bahawa itu adalah hari Jumaat yang baik, dan oleh yang demikian rasa bersalah mereka akan dikurangkan. Namun, kerana kewajiban menjauhkan diri dari daging Jumaat Agung@Good Friday adalah mengikat kesakitan manusia, mereka harus memastikan penggunaan daging Jumaat Agung pada pengakuan berikutnya. Umat Katolik yang ingin tetap setia semestinya mungkin harus selalu menunaikan kewajiban mereka semasa Prapaskah dan hari-hari suci lain dalam setahun. Pantang Daging: hari Jumaat tidak akan makan daging ayam, sapi, kambing, kerbau, babi, anjing, juga burung tetapi ikan tidak termasuk. Disini Gereja tidak pernah menetapkan pada daging tertentu. Pantang untuk makan daging sudah seharusnya dilakukan setiap hari Jumaat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumaat tersebut termasuk dalam hitungan hari raya yang terdapat di dalam tahun liturgi kita.
Sejarah dan dasar Puasa dan Pantang Masa Prapaskah.
• Pantang ini kiranya tidak terlepas dengan puasa (hari Rabu Abu) merupakan tradisi yang telah dihidupi oleh Gereja dari masa ke masa. Misalnya dalam Nehemia 9:1, "orang-orang berkumpul untuk berpuasa dengan mengenakan kain kabung" (Bdk 2 Sam 21-23). Memang tidak disebut tentang pantang. Kemudian dalam Perjanjian Baru, misanya Kisah 15:29: “menjauhkan diri dari makanan”, juga dalam 1 Tim 4:3. Dan yang paling tegas adalah Gereja kita meneladai apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus iaitu berpuasa selama 40 hari 40 malam (Bdk Matius 4:1-11 dan Lukas 4:1-13). Sedangkan dasar hukumnya ada dalam Kan 1249: kewajiban bertobat dengan berpuasa; 1250: tentang hari dan waktu berpuasa dan pantang1251: kewajiban pantang daging atau yang lainnya; 1252: ketentuan umur dan 1253: tentang waktu pelaksanaan puasa dan pantang.
Tujuan puasa dan pantang bukan hanya demi kepentingan fisik tetapi pengembangan iman, berdoa, usaha pertobatan, mengendalikan diri dan nafsu, memurnikan dan menyucikan hati.
Disediakan dan dikemaskini oleh: Jonathan Fabian, Sabah Malaysia