Popular Posts

Sunday, February 1, 2026

Santo Adrian Fortoscue, Martir.

Santo Adrian Fortoscue, Martir.

Santo Adrian lahir pada tahun 1476. Beliau adalah seorang perwira ordo Malta dan keponakan istri kedua Henry VIII. Karena tidak mengakui Raja Henry VIII sebagai kepala Gereja di Inggris, ia dipenggal di Tower, London pada tahun 1539.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed  and Saints and the Nine Choirs of Angels)


Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja.

Santo Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kristen. Ayahnya menjabat Gubernur Gaul, dengan wilayah kekuasaannya meliputi: Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Afrika. Ia mendapat pendidikan yang baik dalam bahasa Latin, Yunani dan ilmu hukum. Di kemudian hari ia terkenal sebagai seorang ahli hukum yang disegani. Keberhasilannya di bidang hukum menarik perhatian Kaisar Valentinianus; ia kemudian dinobatkan menjadi Gubernur Liguria dan Aemilia, yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.
Ketika Auxentius, Uskup kota Milan meninggal dunia, terjadilah pertikaian antara kelompok Kristen dan kelompok penganut ajaran sesat Arianisme. Mereka berselisih tentang siapa yang akan menjadi uskup yang sekaligus menjadi pemimpin dan pengawas kota dan keuskupan Milano. Para Arian berusaha melibatkan Kaisar Valentinianus untuk menentukan bagi mereka calon uskup yang tepat. Kaisar menolak permohonan itu dan meminta supaya pemilihan itu dilangsungkan sesuai dengan kebiasaan yang sudah lazim yaitu pemilihan dilakukan oleh para imam bersama seluruh umat. Ketika mereka berkumpul untuk memilih uskup baru, Ambrosius dalam kedudukannya sebagai gubernur datang ke basilika itu untuk meredakan perselisihan antara mereka. Ia memberikan pidato pembukaan yang berisi uraian tentang tata tertib yang harus diikuti. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil: "Uskup Ambrosius, Uskup Ambrosius!" Teriakan anak kecil itu serta-merta meredakan ketegangan mereka. Lalu mereka secara aklamasi memilih Ambrosius menjadi Uskup Milano. Ambrosius enggan menerimanya karena ia belum dibaptis. Selain itu ia merasa jabatan uskup itu terlalu mulia dan meminta pertanggungjawaban yang berat. Tetapi akhirnya atas desakan umat, ia bersedia juga menerima jabatan uskup itu.
Enam hari berturut-turut ia menerima semua sakramen yang harus diterima oleh seorang uskup. Setelah itu ia ditahbiskan menjadi uskup. Seluruh hidupnya diabdikan kepada kepentingan umatnya; ia mempelajari Kitab Suci di bawah bimbingan imam Simplisianus; memberikan kotbah setiap hari minggu dan hari raya dan menjaga persatuan dan kemurnian ajaran iman yang diwariskan oleh para Rasul. Dengan bijaksana ia membimbing hidup rohani umatnya. Ia mengatur ibadat hari minggu dengan tata cara yang menarik, sehingga seluruh umat dapat ikut serta dengan gembira dan aktif; mengatur dan mengusahakan bantuan bagi pemeliharaan kaum miskin dan mentobatkan orang-orang berdosa. Ambrosius, seorang uskup yang baik hati dalam melayani umatnya. Selama 10 tahun, ia menjadi pembela ulung ajaran iman yang benar menghadapi para penganut Arian. Pertikaian antara dia dan kaum Arian mencapai klimaksnya pada tahun 385, ketika ia melarang keluarga kaisar memasuki basilik untuk merayakan upacara sesuai dengan aturan mereka. Seluruh umat mendukung dia selama krisis itu. Ia dengan tegas menolak permintaan Yustina, permaisuri kaisar yang menginginkan penyerahan satu gereja Katolik kepada para penganut Arian. Ia berhasil membendung pengaruh buruk ajaran Arianisme.
Terhadap Kaisar Theodosius yang menumpas pemberontakan dan melakukan pembantaian besar-besaran, Ambrosius tak segan-segan mengucilkannya dan tidak memperkenankan dia masuk Gereja. Ia menegaskan bahwa pertobatan di hadapan seluruh umat merupakan syarat mutlak bagi Theodosius untuk bisa diterima kembali di dalam pangkuan Bunda Gereja. Katanya: "Kalau Yang Mulia mau meneladani perbuatan buruk Raja Daud dalam berdosa, Yang Mulia juga harus mencontohi dia dengan bertobat" - "Kepala Negara adalah anggota Gereja, tetapi bukan tuannya." Theodosius, yang dengan jujur mengakui dosa dan kesalahannya, tak berdaya di hadapan kewibawaan Uskup Ambrosius. Ia mengatakan: "Ambrosius adalah satu-satunya uskup yang menurut pendapatku layak memangku jabatan yang mulia ini".
Ambrosius, seorang uskup yang berjiwa praktis. Meskipun kepentingan politik sangat menyita perhatiannya, namun ia tetap berusaha mencari waktu untuk berdoa dan menulis tentang kebenaran-kebenaran Kristen. Kotbah-kotbahnya sangat menarik dan kemudian diterbitkan menjadi bacaan umat. Salah satu kemenangannya yang terbesar ialah keberhasilannya mempertobatkan Santo Agustinus. Ambrosius meninggal dunia pada tahun 397 dan digelari Pujangga Gereja. Ia termasuk salah seorang dari 4 orang Pujangga Gereja yang terkenal di lingkungan Gereja Barat.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed  and Saints and the Nine Choirs of Angels)

Santo Antonius Maria Zakaria, Pengaku Iman

Santo Antonius Maria Zakaria, Pengaku Iman.

Hidup Santo Antonius sangat singkat namun benar-benar dihayati dan diisi dengan berbagai perbuatan amal-kasih dan karya-karya demi menegakkan martabat Gereja dan kemuliaan Kristus. Ia lahir di Cremona, Italia Utara pada tahun 1502. Ketika menginjak usia remaja, orang-tuanya menyekolahkan dia di kota kelahirannya. Ia kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Padua. Setelah menamatkan studinya, ia kembali bekerja di Cremona. Sebagai seorang dokter, ia berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan banyak orang sakit. Di samping itu, sebagai cendekiawan beriman, ia memberi nasehat-nasehat rohani kepada orang-orang yang dirawatnya dan mengajak mereka untuk berdoa bersama. Antonius selalu berusaha agar mereka yang mendekati ajalnya sedapat mungkin meninggal dunia dengan tenang dalam keadaan ber-rahmat. Semua orang terutama para pasiennya sangat menyayangi dia karena semangat pengorbanannya yang tak kenal lelah.
Sementara itu, minatnya untuk mengabdikan diri semata-mata pada Tuhan dan sesama semakin kuat dalam hatinya. Ia sadar bahwa Tuhan memanggilnya untuk suatu tugas suci bagi kemuliaan nama-Nya. Untuk itu, Antonius belajar teologi untuk lebih dalam mengenal ajaran-ajaran iman. Ia kemudian ditabhiskan menjadi imam dan berkarya di tempat asalnya. Semangat pengabdiannya dibakar oleh cinta kasihnya yang tulus kepada Allah dan sesama dan dihiasi semangat hidup miskin dan tapa.
Situasi Gereja pada zaman itu tidaklah menyenangkan. Banyak umat hidup tidak sesuai dengan imannya. Demikian juga banyak imam. Setelah beberapa tahun bekerja di Cremona, ia pindah ke Milano. Rencananya sederhana namun jelas dan terang, yakni merasul dengan keteladanan hidup yang baik dan suci demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat. Umat mengembalikan imam-imam kepada penghayatan panggilan imamatnya secara murni, Antonius memprakarsai pertemuan rohani berkala dengan imam-imam. Sedangkan untuk mengembalikan semangat iman umat, ia menggalakkan usaha pengajaran iman bagi umat.
Bersama dua orang rekannya: Bartolomeus Ferrari (seorang ahli ilmu hukum) dan Yakoppo Antonius Morigia (seorang ahli ilmu pasti), Antonius mendirikan sebuah tarekat apostolis. Anggota-anggota dari tarekat baru ini mengikuti jejak rasul Paulus. Aturan hidup mereka didasarkan pada Surat-surat Santo Paulus. Oleh karena itu, mereka dinamakan Imam-imam Reguler Santo Paulus. Mereka juga dinamakan Imam-imam Bernabit, karena Gereja Paroki mereka di Milano berpelindungkan Santo Barnabas. Tarekat mereka ini menyelenggarakan juga pendidikan ketrampilan untuk para pemudi dan menggerakkan mereka untuk melakukan karya-karya karitatif bagi orang-orang miskin dan terlantar. Dalam usaha pendidikan ini, Antonius dibantu oleh Datu Teralli, seorang janda yang bersemangat rasul. Dari taman pendidikan ini lahirlah kemudian Tarekat Suster-suster Angelika.
Semangat pengabdian Antonius pada sesama tampak jelas ketika kota Milano diserang wabah penyakit Pes, yang menelan banyak jiwa. Dalam situasi ini, Antonius bersama imam-imamnya dan puteri-puteri asuhannya tanpa mengenal lelah merawat para korban penyakit ganas itu. Mereka bahkan pergi jauh ke luar kota untuk menolong para korban penyakit itu sambil mewartakan Sabda Tuhan.Antonius dikenal luas dikalangan rekan-rekannya sebagai seorang imam yang sederhana dan suci hidupnya. Ia lebih senang tetap menjadi seorang imam biasa agar lebih bebas untuk melayani umat. Oleh karena itu jabatan superior jenderal untuk tarekatnya dipercayakan kepada orang lain. Ia meninggal dunia pada tahun 1539 dalam usia 37 tahun. Dalam usia semuda itu, tenaganya benar-benar terkuras habis demi kemuliaan Tuhan dan martabat Gereja. Oleh Paus Pius IX (1846-1878), Antonius dinyatakan sebagai 'beato' pada tahun 1849 dan oleh Paus Leo XIII (1878-1903), ia dinyatakan 'santo' pada tahun 1897.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love 
(Blessed  and Saints and the Nine Choirs of Angels)

Saint Brigid of Kildare

St. Brigid is the patroness of Ireland. Historical facts are unclear, but it is believed that she was born into slavery. As a girl, she felt a call to become a nun, and St. Mel, bishop of Armagh, received her vows. Before Brigid, consecrated virgins used to live in homes with their families. But the saint, imitating St. Patrick, began to assemble nuns in communities, a historic move that later enriched the church in Ireland. Brigid founded a monastery in 471 for both men and women at Kildare. This was the first convent in Ireland, and Brigid was the abbess. Under her leadership, Kildare became a center of learning and spirituality. Her art school created lovely utensils for worship and beautifully illustrated manuscripts. Again, following Patrick's model, Brigid used Kildare as a base and built convents throughout the island. Brigid's hallmark was unrestrained, generous giving to anyone in need. Many of the saint's earliest miracles have rescued her from punishment for giving something to the poor that was intended for someone else. For example, once, as a child, she gave a piece of bacon to a dog and was glad to find it replaced when she was about to be disciplined. Brigid exhibited this unbounded charity all her life, giving away valuables, clothing, food—anything close by—to anyone who asked. One of the most appealing things told of Brigid is her contemporaries' belief that there was peace in her blessing. Not merely did hostility die out in her presence, but just as by the touch of her hand she healed leprosy, so by her very will for peace, she healed strife and laid antiseptics on the suppurating bitterness that incites it.

St. Brigid, intercede for us to follow your example of generously helping the poor and needy.

Saint John Bosco

St. John Bosco is the patron saint of youth, editors, and publishers. Born on August 16, 1815, in Castlenuovo d'Asti, he was guided in faith by his mother. At nine, he had a dream that inspired him to dedicate himself to the education of young people. As a boy, he engaged his peers through games, work, prayer, and religious education. After becoming a priest in 1841, he adopted the motto: "Give me souls, take all the rest." He founded the Oratory for poor youth, placing it under St. Francis de Sales' patronage, using a pastoral approach based on reason, faith, and kindness to lead them to Christ. His unique influence over others is well illustrated by the occasion on which he was, after much hesitation, permitted to take 300 convicts from the city jail on a day's outing, unaccompanied by guards. St. Dominic Savio stands out among the most outstanding fruits of his work. His tireless work stemmed from a "constant union with God" and his strong devotion to "Mary, Help of Christians," whom he viewed as his mission's inspiration. He left a legacy of simple yet virtuous religious life, summed up as "work and temperance." He sought collaborators among his youth, establishing the Society of St. Francis de Sales, and partnered with St. Maria Domenica Mazzarello to found the Institute of the Daughters of Mary Help of Christians. He also created the Salesian Cooperators, who supported youth education and anticipated new apostolic forms in the Church. By his death on January 31, 1888, there were already 200 Salesian houses and 2,500 priestly vocations. Beatified on June 2, 1929, by Pope Pius XI and canonized on April 1, 1934, Don Bosco was declared "The Father and Teacher of Youth" by Pope John Paul II.

St. John Bosco, pray for us that we may see Christ in all people, never condemning or judging, but working to build them up as a loving minister of God's compassionate heart.

5 February 2026 (Khamis) / Perayaan Wajib Santa Agata

5 February 2026 (Khamis)

Perayaan Wajib Santa Agata.

Pembacaan dari Alkitab Gereja Katolik Roma:

Pembacaan Pertama: 1Raj. 2:1-4,10-12;
Pembacaan Mazmur: Maz: 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd; 
Pembacaan dari Injil Santo Markus: Mrk. 6:7-13.
Warna Liturgi Merah.

Pembacaan Pertama:

1Raj 2:1
Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:
1Raj 2:2
"Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
1Raj 2:3
Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,
1Raj 2:4
dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.
1Raj 2:10
Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.
1Raj 2:11
Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.
1Raj 2:12
Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.

Pembacaan Mazmur:

1Taw 29:10
Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
1Taw 29:11
Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
1Taw 29:11
Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
1Taw 29:12
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
1Taw 29:12
Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Pembacaan dari Injil Santo Markus:

Mrk 6:7
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
Mrk 6:8
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
Mrk 6:9
boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
Mrk 6:10
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Mrk 6:11
Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
Mrk 6:12
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
Mrk 6:13
dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Jonathan Fabian Ginunggil,
Pelayan Atasan Tertinggi,
Yesus, Maria, Yusuf Pelayanan Kasih (Blessed and Saints and the Nine Choirs of Angels)

5 February 2026 (Thursday) / Saint Agatha, Virgin, Martyr Obligatory Memorial. Memorial of Saint Agatha, Virgin and Martyr

5 February 2026 (Thursday)

Saint Agatha, Virgin, Martyr Obligatory Memorial.
Memorial of Saint Agatha, Virgin and Martyr.

Readings from the Bible of the Roman Catholic Church:

First Reading: First Kings 2: 1-4, 10-12
Responsorial Psalm: First Chronicles 29: 10, 11ab, 11d-12a, 12bcd
Alleluia: Mark 1: 15
Gospel: Mark 6: 7-13

First Reading: First Kings 2: 1-4, 10-12

1 And the days of David drew nigh that he should die, and he charged his son Solomon, saying:
2 I am going the way of all flesh: take thou courage, and shew thyself a man.
3 And keep the charge of the Lord thy God, to walk in his ways, and observe his ceremonies, and his precepts, and judgments, and testimonies, as it is written in the law of Moses: that thou mayest understand all thou dost, and whithersoever thou shalt turn thyself:
4 That the Lord may confirm his words, which he hath spoken of me, saying: If thy children shall take heed to their ways, and shall walk before me in truth, with all their heart, and with all their soul, there shall not be taken away from thee a man on the throne of Israel.
10 So David slept with his fathers, and was buried in the city of David.
11 And the days that David reigned in Israel, were forty years: in Hebron he reigned seven years, in Jerusalem thirty-three.
12 And Solomon sat upon the throne of his father David, and his kingdom was strengthened exceedingly.

Responsorial Psalm: First Chronicles 29: 10, 11ab, 11d-12a, 12bcd

R. (12b) Lord, you are exalted over all.
10 Blessed art thou, O Lord the God of Israel, our father from eternity to eternity.
R. Lord, you are exalted over all.
11ab Thine, O Lord, is magnificence, and power, and glory, and victory.
R. Lord, you are exalted over all.
11d O Lord, and thou art above all princes.
12a Thine are riches, and thine is glory, thou hast dominion over all.
R. Lord, you are exalted over all.
12bcd In thy hand is power and might: in thy hand greatness, and the empire of all things.
R. Lord, you are exalted over all.

Alleluia: Mark 1: 15
R. Alleluia, alleluia.
15 The Kingdom of God is at hand; repent and believe in the Gospel.
R. Alleluia, alleluia.

Gospel: Mark 6: 7-13

7 And he called the twelve; and began to send them two and two, and gave them power over unclean spirits.
8 And he commanded them that they should take nothing for the way, but a staff only: no scrip, no bread, nor money in their purse,
9 But to be shod with sandals, and that they should not put on two coats.
10 And he said to them: Wheresoever you shall enter into an house, there abide till you depart from that place.
11 And whosoever shall not receive you, nor hear you; going forth from thence, shake off the dust from your feet for a testimony to them.
12 And going forth they preached that men should do penance:
13 And they cast out many devils, and anointed with oil many that were sick, and healed them.

For our reflection today:

It is very significant that Jesus wants to involve the Twelve in his action from the outset: it is a sort of “apprenticeship” with a view to the great responsibility that awaited them. The fact that Jesus calls certain disciples to collaborate directly in his mission demonstrates one aspect of his love, namely, he does not spurn the help that other people can contribute to his work; he knows their limitations, their weaknesses, but bears no contempt for them. On the contrary Jesus confers on them the dignity of being his envoys. He sends them out two by two and gives them instructions which the Evangelist sums up in a few sentences. The first concerns the spirit of detachment: the Apostles must not be attached to money or to other comforts. Then Jesus warns the disciples that they will not always receive a favourable welcome. Sometimes they will be rejected; they might even be persecuted. However this must not frighten them: they must speak in Jesus’ name and preach the Kingdom of God without being worried about whether or not they will succeed. Succeed — its success must be left to God. (Pope Benedict XVI, Homily, Pastoral visit to Frascati, Italy, 15 July 2012)

Jonathan Fabian Ginunggil,
Most High Servant,
Jesus, Mary, Joseph Ministry of Love (Blessed  and Saints and the Nine Choirs of Angels)

Santo Adrian Fortoscue, Martir.

Santo Adrian Fortoscue , Martir. Santo Adrian lahir pada tahun 1476. Beliau adalah seorang perwira ordo Malta dan keponakan istri kedua H...